RADQRLUWU.COM,Makassar,26 Oktober 2024 —Di tengah era digitalisasi yang semakin berkembang, akses terhadap internet yang merata masih menjadi tantangan bagi beberapa daerah, termasuk Luwu Timur, Wilayah ini masih menghadapi masalah titik blank spot atau area tanpa jaringan internet, terutama di daerah terpencil dan desa-desa yang jauh dari pusat kota. Menanggapi hal ini, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur, Isrullah dan Usman Sadik, berkomitmen untuk menghadirkan solusi jangka panjang dengan menyediakan jaringan internet hingga ke pelosok desa.
Usman Sadik menyatakan keprihatinannya terhadap terbatasnya akses internet di sejumlah kecamatan di Luwu Timur. “Kita jalan saja dari Kecamatan Malili hingga ke Sorowako, masih banyak titik blank spot. Bagaimana kita bisa melaksanakan laporan secara digital? Saat ini, kita berada di zaman digitalisasi, sementara di daerah kita masih banyak yang blank spot,” ujarnya dengan lantang.
Menurut Usman, keberadaan blank spot menghambat proses pelaporan dan pelayanan publik berbasis digital di Luwu Timur. Padahal, dengan adanya digitalisasi yang optimal, pelayanan kepada masyarakat bisa lebih cepat, transparan, dan efisien. Untuk itu, ia menekankan pentingnya memperluas jaringan internet agar data elektronik dapat diakses oleh seluruh masyarakat, tanpa terkecuali.
“Sehingga, saya bersama Pak Isrullah hari ini berjanji di hadapan kita semua. Kami tahu cara menyelesaikan masalah ini. Saya sudah membuktikannya di Desa Masiku. Saya urus sampai Jakarta bersama Kementerian Kominfo, dan itu bisa terjadi. Ini hanya butuh keseriusan pemerintah untuk mengurus hal-hal seperti ini,” jelasnya dengan penuh keyakinan.
Jika terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati, pasangan Isrullah-Usman berencana untuk menjadikan pembangunan infrastruktur jaringan internet sebagai salah satu prioritas utama dalam program kerja mereka. Mereka ingin memastikan bahwa akses internet tersedia hingga ke desa-desa terpencil. Hal ini tidak hanya mendukung kemajuan digital di Luwu Timur, tetapi juga memfasilitasi pengumpulan data dan laporan elektronik yang lebih akurat, terutama dalam berbagai program pelayanan publik.
