Luwu Timur — Di tengah hamparan lahan jagung di Kecamatan Malili, kolaborasi antara masyarakat lokal dan PT Citra Lampia Mandiri (CLM) mulai menunjukkan hasil nyata. Bukan sekadar program perusahaan, inisiatif ini tumbuh menjadi kerja bersama yang menguatkan harapan petani—dari keterbatasan biaya hingga kini mampu meningkatkan produksi—sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional dalam bingkai Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dijalankan PT CLM menyasar pengembangan komoditas jagung dengan pendekatan menyeluruh, mulai dari penyediaan sarana produksi hingga pendampingan pasca panen. Program ini mencakup lahan seluas 20 hektare yang tersebar di lima desa di Kecamatan Malili, yakni Desa Harapan, Pasi-Pasi, Laskap, Pongkeru, dan Puncak Indah. Dari target 4 hektare per desa, realisasi tanam saat ini telah mencapai 8 hektare.
Manager Eksternal PT CLM, Fauzi, menjelaskan bahwa perusahaan hadir tidak hanya sebagai pendukung, tetapi sebagai mitra bagi petani dalam seluruh proses pertanian.
“Mulai dari pembukaan lahan, masa tanam, perawatan, panen hingga pasca panen, semuanya difasilitasi melalui program PPM,” ujarnya saat melakukan peninjauan lapangan bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Kementerian Pertanian, Darlan.
Dalam pelaksanaannya, PT CLM menyediakan bibit jagung unggul jenis Bisi 18, pupuk kandang, pupuk Urea non-subsidi, NPK, serta obat-obatan pertanian seperti herbisida, insektisida, dan fungisida. Tak hanya itu, bantuan mesin pemipil jagung juga diberikan untuk memperkuat proses pasca panen.
Selain dukungan sarana produksi, petani juga memperoleh insentif sebesar Rp500 ribu per hektare per bulan hingga masa pasca panen. Skema ini dinilai mampu meringankan beban biaya sekaligus meningkatkan semangat kerja petani di lapangan.
Salah satu petani penerima manfaat, Rudi, mengaku program ini membawa perubahan signifikan terhadap usahanya.
“Dulu terkendala biaya besar, terutama pupuk. Saya hanya mampu tanam sekitar 1 kilogram bibit, sekarang bisa sampai 4 kilogram karena semua difasilitasi,” ungkapnya.
Tidak berhenti pada produksi, PT CLM juga mulai menyiapkan langkah strategis untuk pemasaran hasil panen. Salah satunya dengan menjajaki kerja sama dengan Malindo di Makassar, serta membuka peluang pasar lainnya agar hasil panen petani dapat terserap optimal.
Melalui kolaborasi ini, PT CLM berharap dapat terus memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan di Luwu Timur sebagai bagian dari agenda nasional menuju kemandirian pangan. (*)






