Arsip Penulis: admin

Malili – Peluang kerja terbuka lebar bagi warga Luwu Timur. PT Citra Lampia Mandiri (CLM), perusahaan tambang ferronikel yang beroperasi di Kecamatan Malili, resmi membuka rekrutmen tiga tenaga Safetyman/Safety Officer, dengan status domisili Lutim sebagai prioritas utama seleksi administrasi.

Pengumuman resmi perusahaan menyebutkan, posisi ini terbuka bagi lulusan DIII, DIV, hingga S1 dari berbagai jurusan seperti Kesehatan Masyarakat, Psikologi, Hukum, dan Teknik. Syarat usia maksimal 30 tahun dengan pengalaman kerja minimal satu tahun di posisi sejenis.

Perusahaan mengutamakan kandidat yang mengantongi sertifikasi AK3 Umum dan POP, mahir Microsoft Office, serta mampu menyusun dokumen HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control) dan JSA (Job Safety Analysis) — dua instrumen krusial dalam sistem keselamatan kerja pertambangan.

Tak hanya kemampuan administratif, calon Safetyman dituntut punya kesiapan lapangan penuh: memimpin toolbox meeting, mengivestigasi insiden kerja, melaksanakan inspeksi Safety Patrol, hingga bersedia ditempatkan di seluruh area operasional PT CLM. Kepemilikan SIM A aktif dan kemampuan mengemudi kendaraan roda empat juga menjadi syarat wajib.

Berkas dan Cara Melamar
Pelamar wajib melampirkan:
Surat lamaran dan CV
Riwayat pengalaman kerja
Foto terbaru
Fotokopi KTP dan Kartu Keluarga
Kartu Kuning (AK1)
SKCK
Fotokopi SIM A
Ijazah terakhir beserta transkrip nilai

Berkas dapat dikirim langsung ke Kantor PT Citra Lampia Mandiri, Jalan Soekarno Hatta No. 02, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, atau via email ke

hr.admin@citralampiamandiri.biz.

Pendaftaran dibuka hingga 15 Juli 2026. Perusahaan menegaskan hanya kandidat yang memenuhi kualifikasi yang akan dihubungi untuk mengikuti tahapan seleksi berikutnya. (*)

Malili — Keselamatan nelayan menjadi prioritas. Dinas Perikanan Kabupaten Luwu Timur membekali puluhan nelayan dengan pelatihan basic penyelaman di Pulau Bulu Poloe, Desa Harapan, Kamis (2/7/2026), sebagai upaya menekan risiko kecelakaan saat melaut.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas sumber daya manusia sektor perikanan, khususnya bagi nelayan yang dalam aktivitasnya kerap melakukan penyelaman untuk mencari hasil tangkapan.

Selama kegiatan, peserta menerima materi dasar penyelaman yang meliputi teknik penyelaman yang benar, pengenalan dan penggunaan peralatan selam, prosedur keselamatan sebelum, saat, dan setelah menyelam, komunikasi bawah air, hingga penanganan kondisi darurat. Materi yang diberikan kemudian dipraktikkan langsung di perairan Pulau Bulu Poloe di bawah pendampingan instruktur dari Lembaga Konservasi pengembangan dan Riset.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Luwu Timur, Padli, saat membuka kegiatan mengatakan, pelatihan ini bertujuan membangun budaya keselamatan kerja di kalangan nelayan agar risiko kecelakaan saat menyelam dapat diminimalkan.

“Kami berharap dengan adanya pelatihan ini para nelayan dapat menerapkan teknik penyelaman yang aman saat mencari ikan di laut. Keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap aktivitas penangkapan ikan,” ujarnya.

peningkatan kemampuan nelayan tidak hanya diukur dari hasil tangkapan, tetapi juga dari kemampuan menjaga keselamatan diri saat bekerja di laut. Karena itu, pemahaman mengenai standar penyelaman yang benar menjadi bekal penting bagi nelayan dalam menjalankan profesinya.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Luwu Timur, narasumber dari Lembaga Konservasi Pengembangan dan Riset, pengurus Wija To Cerekang (WTC), para nelayan peserta, serta jajaran Dinas Perikanan.

Melalui pelatihan ini, Dinas Perikanan berharap para peserta dapat menjadi contoh bagi nelayan lainnya dalam menerapkan prosedur penyelaman yang aman, sehingga angka kecelakaan kerja di sektor perikanan dapat ditekan dan aktivitas penangkapan ikan berlangsung lebih aman, produktif, serta berkelanjutan.

Luwu Timur, 1 Juli 2026 – Pembangunan Masjid An-Nisa di Dusun Harapan, Desa Pasi-Pasi, Kecamatan Malili, kembali berlanjut setelah mendapat dukungan dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Citra Lampia Mandiri (PT CLM).

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan secara simbolis oleh Supervisor PPM PT CLM, Herly M, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan sarana ibadah di wilayah pemberdayaan.

Herly mengatakan, pembangunan rumah ibadah merupakan investasi sosial yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Karena itu, PT CLM berharap proses pembangunan Masjid An-Nisa dapat segera rampung sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga.

“Kami berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai sehingga Masjid An-Nisa dapat digunakan masyarakat untuk beribadah dengan lebih nyaman, aman, dan khusyuk,” ujar Herly.

Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian PT CLM dalam mendukung pembangunan fasilitas umum yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di wilayah sekitar operasional perusahaan.

Melalui Program PPM, perusahaan terus berupaya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kehidupan masyarakat, tidak hanya melalui pemberdayaan ekonomi, tetapi juga pembangunan infrastruktur sosial dan keagamaan.

LUWU TIMUR – PT Citra Lampia Mandiri (CLM) menyatakan dukungannya terhadap keikutsertaan kontingen Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Luwu Timur pada ajang Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Tahun 2026 di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pengembangan sumber daya manusia, termasuk di sektor pendidikan.

Porsenijar PGRI merupakan ajang yang mempertemukan para guru dalam kompetisi olahraga, seni, dan inovasi pembelajaran. Kegiatan ini bertujuan memperkuat solidaritas antarpendidik sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan. Pada pelaksanaan tahun ini, kontingen PGRI Luwu Timur menargetkan mampu meraih prestasi di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Supervisor External PPM PT CLM, Mehdi Insana Kamil, mengatakan dukungan perusahaan merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi para guru yang selama ini berperan penting dalam mencetak generasi berkualitas.

“Guru memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, PT CLM mendukung keikutsertaan PGRI Luwu Timur di Porsenijar 2026 agar para peserta dapat tampil maksimal, menjunjung sportivitas, serta membawa nama baik daerah,” ujar Mehdi, Minggu (28/6/2026).

Menurutnya, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses belajar mengajar di ruang kelas, tetapi juga melalui penguatan karakter, kolaborasi, kreativitas, dan semangat berprestasi.

Ia berharap dukungan yang diberikan PT CLM dapat menjadi motivasi bagi seluruh kontingen PGRI Luwu Timur untuk menampilkan kemampuan terbaik selama mengikuti seluruh rangkaian perlombaan di Sidrap serta mengharumkan nama Kabupaten Luwu Timur di tingkat provinsi.

MAKASSAR – Forum Mahasiswa Anti Korupsi Luwu Timur (FORMAK LUTIM) mendesak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan mengambil peran lebih aktif dalam mengawal penanganan sejumlah dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Luwu Timur.

Melalui aksi demonstrasi yang digelar di depan Kantor Kejati Sulsel, Jumat (26/6/2026) siang, puluhan mahasiswa dari organisasi tersebut meminta agar proses penegakan hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan bebas dari segala bentuk intervensi.

Dalam pernyataan sikapnya, FORMAK LUTIM yang diwakili Putra sebagai Jenderal Lapangan menilai korupsi merupakan ancaman serius terhadap pembangunan daerah karena secara langsung menggerus hak masyarakat atas pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur.

“Karena itu, setiap dugaan penyimpangan anggaran harus ditangani secara menyeluruh dan tidak boleh berhenti pada proses administratif semata,” tegas Putra.

Menurut FORMAK LUTIM, dalam beberapa waktu terakhir perhatian publik di Luwu Timur tertuju pada sejumlah perkara yang diduga mengandung unsur tindak pidana korupsi.

Di antaranya dugaan korupsi pengadaan seragam sekolah gratis, dugaan penyimpangan dalam pengadaan ambulans yang bersumber dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Vale Indonesia, hingga berbagai dugaan penyimpangan anggaran lainnya yang dinilai layak menjadi objek pemeriksaan aparat penegak hukum.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. FORMAK LUTIM menegaskan bahwa opini WTP merupakan instrumen audit yang penting dan patut dihormati, namun tidak dapat dimaknai sebagai jaminan bahwa suatu daerah bebas dari praktik korupsi.

“Tidak sedikit pemerintah daerah yang tetap tersandung kasus korupsi meski memperoleh opini WTP. Kasus OTT terhadap Bupati Muara Enim yang menjadi perhatian nasional karena diduga berkaitan dengan praktik suap terhadap oknum auditor guna mempertahankan opini WTP di tengah adanya penyimpangan anggaran,” tambah Putra.

Menurut Putra, peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting bahwa integritas pengelolaan keuangan negara tidak cukup diukur dari hasil audit, tetapi juga dari keberanian mengusut setiap dugaan penyimpangan secara objektif.

Atas dasar itu, FORMAK LUTIM meminta Kejati Sulsel mengambil alih supervisi dan melakukan pengawasan khusus terhadap seluruh perkara dugaan korupsi yang sedang ditangani di Kabupaten Luwu Timur.

Mereka juga mendesak agar penyidikan dugaan korupsi pengadaan seragam sekolah gratis maupun pengadaan ambulans CSR PT Vale dipastikan berjalan secara profesional, transparan, serta terbebas dari pengaruh politik maupun kepentingan ekonomi.

Selain itu, FORMAK LUTIM meminta Kejati Sulsel mengusut seluruh pihak yang diduga terlibat, baik pelaksana teknis, penyedia barang dan jasa, pengambil keputusan, maupun pihak-pihak yang diduga menikmati keuntungan dari tindak pidana tersebut.

Mereka juga mendorong dilakukan pendalaman terhadap berbagai proyek strategis dan program bernilai besar di Kabupaten Luwu Timur yang dinilai berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara.

Tidak hanya itu, FORMAK LUTIM meminta Kejati Sulsel memberi perhatian khusus terhadap proses dan substansi pengelolaan keuangan daerah yang mengantarkan Pemkab Luwu Timur memperoleh opini WTP. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan tidak terdapat praktik yang mencederai integritas audit keuangan negara.

Mereka juga menegaskan bahwa opini WTP tidak boleh dijadikan tameng politik, alat pencitraan, ataupun alasan untuk meredam kritik publik maupun menghentikan proses penegakan hukum terhadap dugaan tindak pidana korupsi.

FORMAK LUTIM turut mengajak seluruh elemen masyarakat, mahasiswa, pemuda, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan insan pers untuk bersama-sama mengawal proses penegakan hukum di Luwu Timur. Menurut mereka, pemberantasan korupsi merupakan tanggung jawab bersama demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

“Bagi FORMAK LUTIM, tidak ada pembangunan tanpa keadilan, tidak ada kesejahteraan tanpa integritas, dan tidak ada pemerintahan yang bersih tanpa keberanian mengungkap korupsi sampai ke akar-akarnya,” pungkas Putra dalam pernyataan sikap yang dibacakan pada aksi demonstrasi di depan kantor Kejati Sulsel. (*)