Arsip Penulis: admin

Radarluwu, LUTIM — Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) I Lagaligo Kabupaten Luwu Timur mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi informasi yang beredar mengenai dugaan tindak pelecehan seksual terhadap salah satu pasien di lingkungan rumah sakit, Sabtu (12/07/2025).

Pelaksana Tugas Direktur RSUD, dr. Irfan, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas isu tersebut dan menegaskan bahwa pihak rumah sakit sangat serius menanggapi situasi ini. Menurutnya, langkah-langkah penelusuran secara internal telah segera dilakukan begitu informasi diterima.

“Manajemen RSUD telah mengambil tindakan cepat dengan melaporkan kasus ini ke pihak Kepolisian guna ditangani secara profesional dan berwenang,” ujarnya dalam pernyataan tertulis.

RSUD I Lagaligo menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama penuh dengan aparat penegak hukum demi mengungkap fakta sebenarnya secara adil dan transparan. Rumah sakit juga menegaskan bahwa mereka memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang ketat untuk menjaga keselamatan, kenyamanan, serta profesionalitas layanan bagi seluruh pasien dan tenaga medis.

“Jika terbukti ada pelanggaran, kami akan menindak secara tegas sesuai arahan Bupati Luwu Timur dan mengacu pada hukum serta kode etik profesi yang berlaku,” tambah dr. Irfan.

Pihak rumah sakit juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk media, untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Hal ini penting agar proses penyelidikan—baik internal maupun oleh aparat penegak hukum—dapat berlangsung secara objektif dan tidak terpengaruh oleh opini publik yang belum tentu berdasarkan fakta.

Radarluwu, Luwu Timur – Sebuah kejadian memilukan terjadi di arena sabung ayam yang berlokasi di Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Sabtu (12/7/2025) sekitar pukul 14.30 WITA. Seorang pria lanjut usia YR (73), warga Desa Manurung, Kecamatan Malili, meninggal dunia usai terkena taji ayam saat pertandingan berlangsung.

Menurut informasi dari Kapolres Luwu Timur melalui Kasubsi Penmas, Bripka A. Muh. Taufik, kejadian bermula saat korban yang diketahui berprofesi sebagai petani tiba-tiba masuk ke tengah arena saat pertandingan sabung ayam sedang berlangsung. Naas, salah satu ayam aduan langsung mengarah ke arah korban dan mengenai bagian kaki kirinya dengan tajinya.

“Korban mengalami luka robek cukup parah di bagian paha kiri sepanjang 15 cm serta luka robek sepanjang 5 cm di betis. Saat dilarikan ke UGD, kondisi kesadarannya sudah menurun drastis,” ujar Bripka Taufik.

Setelah mendapatkan penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 16.45 WITA.

Peristiwa ini sontak membuat arena bubar dan permainan dihentikan. Kepolisian dari Polres Luwu Timur menyatakan akan melakukan proses penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian ini.

“Kami akan mendalami kasus ini untuk mengetahui unsur kelalaian ataupun pelanggaran hukum lainnya yang mungkin terjadi,” tutup Bripka Taufik.

Radarluwu, PUTRA — Pemerintah Kabupaten Luwu Utara mengadakan rapat koordinasi bersama para pengelola tambang Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati pada Senin (7/7). Agenda ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menertibkan kegiatan pertambangan di wilayahnya.

Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha tambang demi pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik.

“Rapat ini menjadi wadah untuk mengevaluasi serta memperbaiki tata kelola kekayaan alam kita yang selama ini banyak terkuras secara ilegal,” ujar Bupati.

Sebagai bentuk komitmen dalam membenahi sektor pertambangan, pemerintah daerah memberikan kesempatan khusus kepada para pengelola tambang galian C yang belum memiliki izin untuk segera mengurus legalitas usahanya.

“Kita beri waktu selama dua bulan untuk mengurus izin. Pemerintah daerah akan membantu dan memfasilitasi proses tersebut,” ungkap Bupati.

Hal senada disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Luwu Utara, Muhammad Hadi. Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik antara pengusaha tambang yang sudah legal maupun yang belum.

“Kita semua berada di industri yang sama, mari bangun kerja sama dan saling mendukung agar seluruh pelaku usaha tambang bisa beroperasi secara resmi,” kata Hadi.

Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi titik awal terwujudnya tata kelola pertambangan yang tertib, berkeadilan, serta mampu memberi kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan daerah di Luwu Utara.

Radarluwu — Yogyakarta menjadi tujuan pertama dalam rangkaian studi tiru yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bersama PT Vale Indonesia terkait pengelolaan sampah terpadu. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, didampingi Ketua TP PKK dr. Ani Nurbani Irwan, tiba di Kota Gudeg pada Jumat (11/07/2025) untuk mencari referensi sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya menjawab tantangan keterbatasan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Luwu Timur. Rombongan disambut hangat oleh jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, termasuk Sekretaris DLH Lusiningsih dan Ketua Tim Kerja Perencanaan Pengelolaan Persampahan, Mareta Hexa Sevana.

Setelah berdiskusi di kantor DLH, rombongan meninjau langsung Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Giwangan. Di lokasi tersebut, mereka menyaksikan proses pembakaran sampah dengan teknologi incinerator Dodika dan mendapat penjelasan teknis dari pencipta teknologi tersebut, Prabowo.

Bupati Irwan mengatakan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memahami penerapan teknologi dalam pengelolaan sampah. “Kami melihat langsung bagaimana pengelolaan sampah di Yogyakarta berjalan. Ini menjadi referensi penting bagi kami, khususnya untuk mengatasi persoalan TPA yang sudah over kapasitas di Luwu Timur,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dari empat TPA yang dimiliki Luwu Timur, dua di antaranya sudah tidak bisa digunakan lagi. Sementara TPA Ussu di Malili telah melampaui kapasitas maksimal. Karena itu, strategi baru dan pemanfaatan teknologi seperti yang diterapkan di Yogyakarta menjadi hal yang mendesak untuk diterapkan.

“Yogyakarta berhasil mengelola sampahnya, bahkan setelah TPA ditutup. Mereka menggunakan 10 unit incinerator sebagai solusi. Ini menjadi inspirasi bagi kami untuk menyusun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern,” tambahnya.

Setelah Yogyakarta, rombongan akan melanjutkan studi tiru ke Kabupaten Banyumas dan Kota Bandung, dua daerah yang juga dikenal dengan inovasi pengelolaan sampahnya.

Turut mendampingi Bupati dalam kunjungan ini, Plt. Kepala DLH Lutim Muhammad Yusri, jajaran manajemen PT Vale Indonesia termasuk Endra Kusuma, Kabag Prokopim Agus Thobarani, perwakilan Bumdesma pemberdayaan PT Vale, Inspektorat, dan PT Luwu Timur Gemilang (Perseroda).

Hasil dari kunjungan ini diharapkan menjadi pijakan penting dalam merancang sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan di Luwu Timur.

Radarluwu, LUWU TIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus menunjukkan komitmennya dalam menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Salah satunya melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi Pra Rencana Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan kapasitas 1.000 liter per detik, yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati, Rabu (09/07/2025).

Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, dan turut dihadiri oleh Konsultan Perencanaan Iwan Eka Purwana, serta Direktur Perumda Waemami, Andi Maryam Muh Nur Palullu bersama jajarannya.

Dalam arahannya, Bupati Irwan menyampaikan bahwa rapat ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam memastikan ketersediaan pasokan air bersih, terutama bagi masyarakat di wilayah pesisir yang selama ini kesulitan mengakses air layak konsumsi.

“Rencana ini diharapkan menjadi solusi alternatif yang konkret dalam memenuhi kebutuhan air bersih, khususnya untuk masyarakat pesisir,” ujar Irwan.

Ia juga menambahkan, meskipun saat ini masih dalam tahap pra-rencana, namun dengan adanya desain awal yang jelas, maka proses implementasinya nanti bisa berjalan lebih efektif dan efisien.

“SPAM yang terintegrasi dan dirancang secara matang akan menjadi fondasi penting dalam pembangunan sistem air bersih yang berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Perumda Waemami, Andi Maryam, memaparkan bahwa sumber air akan diambil dari Sungai Larona dengan kapasitas pengambilan mencapai 1.000 liter per detik. Air tersebut akan dimanfaatkan untuk dua kebutuhan utama, yaitu kebutuhan domestik masyarakat dan kawasan industri.

“Pemilihan Sungai Larona mempertimbangkan aspek efisiensi operasional dan keberlanjutan sumber air,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa proyek ini mencakup dua komponen penting, yaitu pembangunan bangunan penyadap (intake) di Bendungan Larona serta jalur pipa transmisi air baku dan air minum. Maryam menekankan bahwa intake yang dibangun nantinya harus memenuhi sejumlah kriteria teknis, seperti menjaga agar debit pengambilan tetap lebih kecil dari debit air baku dan memastikan saluran tidak tertutup oleh lumpur.

Rencana ini menjadi langkah strategis Pemkab Luwu Timur dalam meningkatkan pelayanan dasar dan mendukung pertumbuhan wilayah, utamanya di sektor pemenuhan kebutuhan air bersih.