Arsip Penulis: Redaktur Radarluwu

Tersangka Pembunuhan JS Terancam Hukuman Mati atau Seumur Hidup

Luwu Timur, RADARLUWU–Tersangka dalam kasus pembunuhan seorang wanita muda berinisial JS, yang jasadnya ditemukan pada Rabu (13/11/2024), telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Luwu Timur pada Selasa (18/3/2025) oleh Kanit Tipikor, Aipda Gazali SH, dari Satuan Reskrim Polres Luwu Timur.

Sebelum pelimpahan, tersangka berinisial A alias AG telah menjalani rekonstruksi kasus dengan memperagakan 52 adegan bersama pemeran pengganti korban. Rekonstruksi yang berlangsung dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian ini juga dihadiri tujuh saksi, pihak Kejaksaan Negeri Luwu Timur, serta masyarakat setempat.

Tersangka, yang merupakan seorang sopir asal Luwu, ditangkap oleh tim Resmob Polda Sulsel dan Polres Luwu Timur di Kampung Timor, Kelurahan Badak Baru, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Selasa (19/11) sekitar pukul 03.30 WITA. Setelah menjalani penahanan di Polres Luwu Timur dan berkas perkara dinyatakan lengkap, kasusnya kini dilimpahkan ke kejaksaan.

Penyerahan tersangka dilakukan oleh tim yang dipimpin IPDA Sudarmin SH, diwakili oleh Aipda Gazali, dengan pengawalan ketat. Bersama tersangka, turut diserahkan barang bukti yang relevan.

Jaksa Muda Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Luwu Timur, Rosyd Aji SH, dalam keterangannya kepada media menyampaikan bahwa tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP, Pasal 339 KUHP, Pasal 338 KUHP, serta Pasal 365 Ayat 3 KUHP. Selain itu, ia juga dikenakan Pasal 6 Huruf B jo. Pasal 15 UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara.

Polres Luwu Timur Perketat Pengawasan, Berantas Premanisme Berkedok Ormas

Luwu Timur,RADARLUWU– Polres Luwu Timur, Polda Sulawesi Selatan, menegaskan keseriusannya dalam memberantas segala bentuk aksi premanisme, khususnya yang beroperasi di bawah kedok organisasi masyarakat (ormas).

Kapolres Luwu Timur, AKBP Zulkarnain, menyampaikan komitmen ini saat mengunjungi Pasar Tampinna, Kecamatan Angkona, Selasa (18/3/2025). Langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Kapolri yang menekankan pemberantasan premanisme demi menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung iklim investasi yang sehat.

“Kami akan menindak tegas siapa pun yang menyalahgunakan nama ormas untuk kepentingan pribadi seperti pemerasan, pungutan liar, atau tindakan lain yang merugikan masyarakat dan dunia usaha,” tegas AKBP Zulkarnain.

Sebagai langkah konkret, Polres Luwu Timur telah meningkatkan patroli keamanan yang melibatkan Polsek jajaran, Satuan Samapta, dan Satuan Lalu Lintas. Patroli rutin ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga di seluruh wilayah hukum Polres Luwu Timur.

Selain tindakan preventif, upaya edukasi juga terus digalakkan. Satuan Binmas bersama Bhabinkamtibmas secara aktif memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi tindakan premanisme.

Untuk memberikan pelayanan optimal, Polres Luwu Timur juga memperkuat layanan masyarakat dengan memaksimalkan Call Center 110. “Layanan ini tersedia 24 jam dan bisa dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan berbagai gangguan keamanan. Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Call Center ini juga berfungsi sebagai Hot Line Mudik guna memastikan keamanan pemudik selama perjalanan,” tambahnya.

Dengan strategi yang komprehensif, Polres Luwu Timur bertekad menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat serta dunia usaha.(*rls)

Harapan Dua Lansia di Luwu Timur: Bertemu Kapolres untuk Keadilan Tanaman yang Dirusak

MALILI, RADARLUWU — Kedua lansia itu tampak lelah. Meski sudah berusia 60 tahun lebih, kakinya masih cukup kuat untuk mendatangi kantor Kepolisian Polres Luwu Timur.

Jam menunjuk pukul 13.20 Wita. Matahari cukup terik. Kedua lansia yang minta namanya tidak disebutkan menemui Media, Senin, (17/03/25), usai melapor di Polres Luwu Timur.

“Kami sebenarnya berharap dipertemukan langsung dengan Bapak Kapolres. Kalau tidak bisa Kapolres, Kasat Reskrim,” kata perempuan berinisial YL.

YL sudah berusia 68 tahun. Untuk bertahan hidup, ia berkebun. Menanam pisang, kelapa, dan buah-buahan. Karena, tanamannya dirusak, pisang yang tak lama lagi ia panen gagal.

“Pisangku sudah mau masak. Kalau tidak dirusak itu hari, (Januari 2025) saya sudah nikmati hasilnya. Tapi sekarang sudah tidak ada. Dan pengrusakan tanaman ini sudah saya laporkan waktu itu. Saksi mata sudah dimintai keterangan sama polisi,” ungkapnya agak kecewa.

“Tanamanku juga dirusak. Sarikaya, mangga. Tidak mudah itu merawat tanaman. Bertahun tahun kita rawat, kini langsung dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” sambung MR, lansia berusia 63 tahun.

Kebun YL dan MR berada di Pakumanu, Desa Balambano, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur. Sekitar 15 menit dari Polres Luwu Timur.

Saat itu, Januari 2025, YL dan MR melapor di Polsek Wasuponda. Perkaranya ditangani. Hingga akhirnya, Polsek Wasuponda melimpahkan perkara ini ke Polres Luwu Timur.

“Sudah dilimpah ke Polres penanganannya, coba tanyakan ke penyidik yang tangani di Polres,” kata Kapolsek Wasuponda,” kata Kapolsek Wasuponda, IPTU Ahmar Wijaya melalui pesan WhatsApp, Senin, 17 Maret.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Luwu Timur, IPTU Andi Fadhly Yusuf, minta waktu untuk mengecek perkara. “Kami cek,” katanya singkat melalui WhatsApp.

Pihak korban berharap, pihak kepolisian serius menangani perkara ini. “Kalau bisa kami ketemu dengan Pak Kapolres,” kata YL mengulangi permintaannya. (*/rls)

Ketua KKLR Sulsel Hasbi Syamsu Ali Ingatkan Warga Jelang PSU Pilwalkot Palopo

Radarluwu.com,MAKASSAR – Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. Hasbi Syamsu Ali, menegaskan bahwa Kota Palopo merupakan etalase Luwu Raya yang menjadi milik seluruh Wija to Luwu.

Pernyataan itu disampaikan Hasbi usai menghadiri Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Badan Pengurus Daerah (BPD) KKLR Kota Palopo di Makassar, Senin (17/3/2025).

“Palopo adalah milik seluruh Wija to Luwu karena menjadi etalase Luwu Raya. Kalau bicara tentang Luwu Raya, maka yang ada di benak kita adalah Palopo,” ujar Hasbi.

Sebagai salah satu kota dengan kekayaan sejarah kebudayaan yang panjang di Sulawesi Selatan, Palopo terus berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Sulawesi Selatan.

Hasbi menekankan bahwa kemajuan Kota Palopo akan berdampak langsung pada perkembangan Luwu Raya dan bahkan Sulawesi Selatan secara keseluruhan.

“Kemajuan Palopo secara otomatis adalah kemajuan Luwu Raya, juga bernilai kontributif terhadap kemajuan Provinsi Sulawesi Selatan secara keseluruhan. Inilah mengapa penting kita jaga Kota Palopo agar terus maju dan berkembang,” jelasnya.

Hasbi juga mengajak seluruh masyarakat Luwu Raya untuk memberikan perhatian terhadap perkembangan Kota Palopo, termasuk dalam dinamika politik menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang telah diperintahkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurutnya, PSU ini menjadi momentum krusial bagi masyarakat Palopo untuk memilih pemimpin yang benar-benar mampu membawa perubahan positif bagi kota tersebut.

“Dinamika politik di Palopo tak boleh kita sepelekan, terutama jelang PSU mendatang. Jika salah pilih pemimpin, maka kota ini akan susah maju dan berkembang. Yang rugi tentunya kita semua warga Luwu Raya,” tegasnya.

Hasbi mengingatkan agar masyarakat Palopo tidak terjebak dalam pilihan politik yang tidak rasional. Baginya, PSU adalah kesempatan emas untuk menentukan masa depan Palopo dengan memilih pemimpin yang memiliki rekam jejak terbaik.

“PSU ini janganlah disia-siakan dengan terjebak memilih pemimpin yang rekam jejaknya kurang layak. Palopo butuh pemimpin baru yang dipercaya bisa membawa perubahan yang lebih baik. Jangan sampai salah pilih,” tandasnya. (*)

Mudik Aman, Keluarga Nyaman: Polres Luwu Timur Siap Gelar Operasi Ketupat

Radarluwu.com,Luwu Timur – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025, Polres Luwu Timur menggelar rapat koordinasi lintas sektoral guna mempersiapkan pelaksanaan Operasi Ketupat 2025. Rapat ini berlangsung di Aula Tribrata Polres Luwu Timur pada Senin (17/3/2025) dan dipimpin langsung oleh Kapolres Luwu Timur, AKBP Zulkarnain, didampingi oleh Waka Polres serta Kabag Ops Polres Luwu Timur.

Rapat ini turut dihadiri oleh Pejabat Utama (PJU) Polres Luwu Timur serta perwakilan dari berbagai instansi terkait, seperti TNI, Basarnas, Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, dan Senkom.

Pada Operasi Ketupat tahun ini, Polri mengusung tema “Mudik Aman, Keluarga Nyaman”. Selain itu, untuk memberikan layanan maksimal kepada masyarakat, Polri juga membuka layanan hotline pengaduan 110 bagi pemudik yang membutuhkan informasi atau bantuan kepolisian.

Dalam sambutannya, Kapolres Luwu Timur AKBP Zulkarnain menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam pelaksanaan Operasi Ketupat. Ia berharap seluruh pihak dapat bekerja sama demi memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama mudik Lebaran.

“Saya meminta kepada semua pihak yang terlibat dalam operasi ini untuk bersama-sama memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga pelaksanaan mudik Lebaran berjalan aman dan nyaman,” ujar AKBP Zulkarnain.

Sementara itu, dalam paparannya, Kabag Ops Polres Luwu Timur AKP Andi Yusuf menjelaskan bahwa Operasi Ketupat 2025 akan berlangsung selama 14 hari. Di wilayah Luwu Timur, operasi ini akan melibatkan lima pos pengamanan, yakni:

1. Pos Pengamanan Ujung Suso – Kecamatan Burau

2. Pos Pelayanan Tarengge – Kecamatan Wotu

3. Pos Pengamanan Tomoni – Kecamatan Tomoni

4. Pos Terpadu Malili (Pos 700 Sat Lantas) – Kecamatan Malili

5. Pos Pengamanan Soroako – Kecamatan Nuha

Adanya koordinasi dan kesiapan yang matang ini maka Operasi Ketupat 2025 di wilayah Luwu Timur diharapkan dapat berjalan optimal. Seluruh pihak yang terlibat dapat bersinergi dalam memberikan pelayanan terbaik, sehingga masyarakat yang melaksanakan mudik dapat merasakan perjalanan yang aman, lancar, dan nyaman.(*/rls)