Arsip Penulis: Redaktur Radarluwu

Polres Luwu Timur Berikan Ucapan Selamat Hari Jadi TNI ke-79 di Koramil 1403-15 Malili

Radarluwu.com,MALILI – Kapolres Luwu Timur melalui jajaran pejabat utama Polres Luwu Timur memberikan ucapan selamat Hari Jadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-79 tahun yang jatuh pada tanggal 5 Oktober 2024 dalam sebuah kunjungan ke Koramil 1403-15 Malili. Pejabat utama yang hadir dalam kegiatan ini di antaranya Kapolsek Malili, Kasat Pol Air, Kasat Samapta, dan Kasubbag Strajemen Polres Luwu Timur. Mereka turut didampingi oleh beberapa personel Polres Luwu Timur.

Rombongan dari Polres Luwu Timur disambut dengan hangat oleh personel Koramil 1403-15 Malili. Sebagai bentuk apresiasi dan rasa syukur atas usia TNI yang ke-79, rombongan Polres membawa nasi tumpeng yang diserahkan kepada personel Koramil, Sabtu (5/10).

Hari Jadi TNI ke-79 kali ini mengangkat tema “Modern Bersama Rakyat, Siap Mengawal Suksesi Kepemimpinan Nasional untuk Indonesia Maju.” Dalam momen penuh kebersamaan ini, Kapolsek Malili memberikan ucapan selamat kepada TNI.

“Selamat Hari Jadi TNI ke-79. Semoga TNI-Polri semakin bersinergi dalam mengabdi kepada bangsa dan negara. TNI Prima,” ucap Kapolsek Malili dalam sambutannya, yang diikuti dengan momen menyerahkan nasi tumpeng dan menyuapi personel Koramil Malili.

Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi dan keharmonisan antara TNI dan Polri di wilayah Luwu Timur, sebagai wujud nyata dari komitmen untuk terus bersatu dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mempertahankan keutuhan NKRI.

Sinergitas Bawaslu dan Pemda Luwu Timur Perkuat Pengawasan Pilkada 2024

Radarluwu.com,Malili – Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Luwu Timur Sukmawati Suaib didampingi Kepala Sekretariat Lenny Thalib menerima kunjungan Pjs Bupati Luwu Timur, Jayadi Nas, di Kantor Bawaslu Luwu Timur, Sabtu (5/10/2024). Dalam kunjungan ini, Jayadi Nas menyampaikan beberapa hal penting yang berkaitan dengan kegiatan daerah dan persiapan Pilkada 2024.

Salah satu topik yang dibahas adalah rencana pelaksanaan kegiatan jalan santai yang akan dilaksanakan pada 13 Oktober 2024 dalam rangka memperingati hari jadi Sulawesi Selatan. Jayadi meminta agar Bawaslu dan jajarannya yaitu Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dan Pengawas Kelurahan/Desa (PKD) dilibatkan dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan pengawas pemilu.

Selain itu, Jayadi Nas yang didampingi Kepala Badan Kesbangpol Guntur Hafid juga melakukan monitoring terhadap kondisi kantor Bawaslu Luwu Timur dan menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung kebutuhan Bawaslu dalam menjalankan tugas pengawasan Pilkada 2024. “Kami siap memberikan dukungan kepada Bawaslu untuk memastikan proses Pilkada berjalan dengan baik dan lancar,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Jayadi juga menegaskan pentingnya netralitas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Kepala Desa dalam menghadapi Pilkada. Ia mengingatkan agar para ASN dan Kepala Desa bersikap netral dan fokus pada pelayanan Masyarakat. “Beda pilihan itu biasa tapi kepentingan Luwu Timur harus lebih kita kedepankan,”tegas Jayadi.

Pada kesempatan itu Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Sukmawati Suaib memaparkan kesiapan Bawaslu Luwu Timur dalam mengawasi Pilkada 2024.

Bawaslu Luwu Timur kata Sukmawati hingga saat ini telah menerima 15 laporan dugaan pelanggaran netralitas ASN dan Kepala Desa. “Semua laporan tersebut sudah kami teruskan ke instansi terkait untuk ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan perundang-undangan,”ujarnya.

Kunjungan ini menandai komitmen bersama antara Pemerintah Daerah dan Bawaslu Luwu Timur untuk memastikan jalannya Pilkada 2024 berjalan sejuk, aman, dan damai.

Ingin Masyakarat Nilai Kualitas Pemimpinnya, Tim Danny-Azhar Soroti Jadwal Debat Dibatasi

Radarluwu.com,MAKASSAR – Tim Pemenangan Danny-Azhar menyoroti jadwal debat Pemilihan Gubernur (Pilgub) yang dirilis KPU Sulsel hanya sebanyak dua kali (28/10) dan (10/11) yang dianggap sangat merugikan masyarakat Sulsel.

Juru bicara Danny-Azhar Asri Tadda mengatakan, debat idealnya bukan hanya dibatasi paling banyak 3 kali saja sesuai dengan PKPU yang berlaku, tetapi lebih banyak akan lebih baik.

“Sehingga masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk menilai kualitas Paslon,” ucap Asri, Kamis (3/10/2024).

Dia mengatakan, KPU justru mengurangi jumlah tahapan debat Pilkada yang hanya dilakukan dua kali. Tentu ini tidak baik bagi proses demokrasi yang diharapkan masyakarat.

“Nah, KPU Sulsel justru menguranginya menjadi hanya 2 kali saja. Ini tentu tidak baik bagi proses demokrasi di daerah ini,” bebernya.

Masyarakat kata Asri, ingin mengetahui gagasan masing-masing kandidat untuk membangun Sulawesi Selatan. Sehingga dengan panggung seperti itu mereka dapat menilainya secara terbuka.

“Padahal esensi demokrasi adalah membuka ruang seluas-luasnya bagi rakyat untuk lebih mengenal “isi kepala” kandidat sebelum memilihnya. Salah satu caranya adalah melalui momentum debat,” terangnya.

Asri mengatakan bahwa bagi Danny – Azhar, debat idealnya dilakukan di sekurang-kurangnya 6 wilayah yang ada di Sulsel.

“Minimal di wilayah Maminasata, Ajatappareng, Bosowa, Luwu Raya, Enrekang dan Toraja Raya, serta wilayah Jenewa (Jeneponto hingga Sinjai),” kata Asri.

Olehnya itu, ia menegaskan bahwa Danny – Azhar merasa keberatan dengan keputusan KPU Sulsel yang hanya akan mengadakan dua kali debat Pilgub, disaat debat Pilbup/Pilwalkot dilakukan tiga kali.

“Ini sangat patut dipertanyakan. KPU Sulsel harus meninjau kembali keputusan ini demi menjaga kualitas demokrasi kita,” pungkasnya.(*)

Sat Resnarkoba Polres Luwu Timur Tangkap Dua Pelaku Penyalahgunaan Narkotika di Malili

RADARLUWU.COM,Luwu Timur – Satuan Reserse Narkoba Polres Luwu Timur berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika jenis sabu. Penangkapan tersebut dilakukan terhadap dua terduga pelaku berinisial IQ (19) dan PW (31) di Desa Balantang, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Jumat (27/9).

Menurut keterangan Kasubsi Humas Polres Luwu Timur, Bripka Andi Muh. Taufik, penangkapan ini bermula dari laporan masyarakat mengenai seringnya terjadi penyalahgunaan narkotika di daerah tersebut. Tim Opsnal Resnarkoba yang dipimpin oleh Kasat Narkoba IPTU Andi Imran Hamid langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan kedua pelaku.

“Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan barang bukti berupa enam sachet plastik bening kecil berisi narkotika jenis sabu dengan berat brutto 1,11 gram, satu sachet kosong berukuran sedang, satu tempat korek api berwarna silver, dan satu unit handphone Android merek OPPO berwarna hitam,” jelas Bripka Taufik.

Kedua terduga pelaku kini diamankan di Sat Resnarkoba Polres Luwu Timur dan dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Gelar Commander Wish , Ini Arahan Kapolda Sulsel Kepada Personel

RADARLUWU.COM, MAKASSAR-Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Yudhiawan S.H., S.I.K., M.H., M.Si. didampingi Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Nasri, S.I.K., M.H. dan Irwasda Kombes Pol Ai Afriandi S.H., S.I.K., M.M., serta Pejabat Utama Polda Sulsel Melaksanakan Commander Wish di Aula Mappaodang Polda Sulsel, Kamis (03/10/24).

Kegiatan tersebut di hadiri para Kapolres Jajaran Polda Sulsel dan Personel Polda Sulsel.

Dalam arahannya, Kapolda menekankan beberapa poin penting, salah satunya terkait persiapan pelantikan Presiden Republik Indonesia yang akan datang. Ia meminta seluruh personel Polda Sulsel untuk bekerja dengan baik dan penuh keikhlasan, serta tetap patuh pada aturan yang berlaku dalam menjalankan tugasnya. “Anggota harus bekerja sesuai dengan aturan, melindungi, mengayomi, melayani, dan memelihara keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas),” ujar Irjen Pol. Yudhiawan. Hal ini bertujuan agar semua tugas berjalan lancar hingga prosesi pelantikan Presiden selesai.

Kapolda juga memberikan perhatian khusus terhadap kesiapan Pilkada Serentak 2024 di Sulawesi Selatan. Ia menginstruksikan seluruh personel Polda Sulsel untuk menjalankan tugas sesuai dengan tupoksi masing-masing dalam menurunkan Indeks Kerawanan Pemilu. Netralitas personel Polri ditegaskan dalam pelaksanaan tugas Pilkada ini, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 2 Tahun 2002 Pasal 28 ayat (1), yang menegaskan bahwa Polri harus bersikap netral dalam kehidupan politik dan tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis.

“Kami memerintahkan setiap personel untuk terjun langsung menjalin hubungan baik dengan masyarakat guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas),” ujar Irjen Pol. Yudhiawan. Dalam hal ini, Bhabinkamtibmas diinstruksikan untuk berkoordinasi ke daerah-daerah guna melayani, melindungi, dan menjaga kamtibmas sehingga Pemilu Serentak 2024 di Sulawesi Selatan dapat berlangsung aman dan damai.

Kapolda juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan publik terhadap Polri dengan melayani masyarakat secara cepat dan responsif, sesuai dengan Pasal 30 ayat (4) UUD 1945, yang mengatur tugas Polri untuk menjaga keamanan, melindungi, mengayomi, dan menegakkan hukum.

Tak kalah penting, Kapolda memberikan peringatan tegas terkait disiplin anggota. Setiap pelanggaran yang dilakukan oleh personel Polda Sulsel akan ditindak tegas melalui disiplin, kode etik, hingga pidana jika diperlukan. Selain itu, Kapolda juga menekankan pentingnya proses penerimaan anggota Polri yang transparan dan akuntabel, untuk melahirkan personel yang humanis, bertanggung jawab, serta berkompeten.

Adapun 7 Program Kebijakan Kapolda Sulsel yaitu, “Pertebal Keimanan Kepada Tuhan Yang Maha Esa, Utamakan Pencegahan Gangguan Kamtibmas, Maksimalkan Capaian Target, Penyerapan Anggaran, Tidak Boleh Ada Pelanggaran Yang Dilakukan Oleh Anggota Polda Sulsel, Mampu dan Menguasai Teknologi Informasi, Junjung Tinggi Netralitas Dalam Pilkada”.

Di akhir arahannya, Kapolda mengajak seluruh personel untuk selalu berbuat kebaikan, meskipun sekecil apapun, karena menurutnya setiap perbuatan baik pasti akan mendapatkan balasan yang luar biasa di kemudian hari.