Radar Luwu – Ekonom Bank Mandiri melaporkan, laju belanja rumah tangga nasional pada kuartal III 2026 masih mencatatkan pertumbuhan sekitar 6 persen secara tahunan (year on year) hingga 23 Agustus 2026 berdasarkan Mandiri Spending Index (MSI), meski sedikit lebih rendah dari periode-periode sebelumnya.

Angka tersebut disampaikan Head of Macroeconomic & Financial Market Research Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina, dalam acara Mandiri Macro and Market Brief Kuartal III 2026 di Jakarta, Kamis (3/9/2026). Ia menegaskan bahwa pertumbuhan belanja konsumen pada kuartal III masih resilien meski cenderung melandai, di mana kuartal I tercatat 6,4 persen dan kuartal II sebesar 6,1 persen. Kendati begitu, rata-rata pertumbuhan di tiga kuartal 2026 yang berada di level 6 persen dinilai masih lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi pola konsumsi, terjadi pergeseran pada kuartal III 2026. Pengeluaran warga disebut lebih terpusat pada kebutuhan pokok harian (daily needs), sementara belanja untuk pos sekunder seperti mobilitas tumbuh lebih lambat. Bahkan, pengeluaran untuk keperluan rumah tangga dan hiburan justru menyusut tipis 0,1 persen. Menurut Dian, kondisi itu menunjukkan masyarakat tetap berbelanja, tetapi lebih mendahulukan kebutuhan utama ketimbang pengeluaran lain.

Berdasarkan kelompok masyarakat, penguatan belanja terlihat jelas pada segmen lower dan middle hingga pekan ketiga Agustus 2026. Dalam MSI, kelompok lower adalah warga dengan rata-rata tabungan di bawah Rp 1 juta, kelompok middle memegang tabungan Rp 1 juta hingga Rp 10 juta, dan kelompok upper berada di kisaran Rp 10 juta sampai Rp 100 juta.

Pada Agustus 2026, belanja kelompok lower tumbuh 7,4 persen, sementara kelompok middle naik 6,8 persen. Dian menjelaskan, penguatan di kedua segmen tersebut turut ditopang penyaluran bantuan sosial (bansos) dan stimulus ekonomi pemerintah. Ia menambahkan, pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) serta bantuan sembako periode Juli-September ikut berkontribusi mendorong belanja kelompok lower dan middle.

Untuk periode mendatang, Bank Mandiri memperkirakan pertumbuhan belanja masyarakat masih berpotensi stabil hingga akhir 2026. Dukungan datang dari belanja pemerintah dan berbagai stimulus yang diluncurkan pada semester II 2026. Dian juga menyebut momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) berpeluang mengerek belanja masyarakat di penghujung tahun karena pengeluaran biasanya meningkat saat periode liburan.

Sumber: Kompas.com