MAKASSAR — Viral di media sosial. Pengungkapan kasus penipuan daring yang dilakukan Polda Jawa Barat di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, ikut menyita perhatian pendakwah kondang Ustaz Das’ad Latif.
Lewat akun Instagram pribadinya @dasadlatif1212, dia melontarkan sindiran halus terhadap keberadaan aparat kepolisian di Sulsel. Dalam unggahannya, dai kelahiran tanah Bugis itu mempertanyakan kenapa polisi dari Jawa Barat yang berjarak ribuan kilometer justru berhasil membongkar praktik “pasobbis” di Sidrap, sementara polisi di daerah sendiri seolah tak peka terhadap kasus yang beroperasi di sekitar mereka.
Tak lupa, dia mengingatkan warganet agar tetap sopan, tidak memaki-maki, dan mematuhi kode etik jurnalistik saat menanggapi unggahan tersebut.
Sindiran itu langsung menuai respons besar dari warganet. Berdasarkan pantauan Tribun Timur pada Selasa (25/8/2026), unggahan yang baru berumur sekitar 13 jam itu telah dibanjiri 2.414 komentar, mengumpulkan 22,2 ribu tanda suka, dan dibagikan ulang hingga 990 kali.
Salah satu komentar paling ramai disukai datang dari akun @panggilsajaborr dengan 723 like. Akun itu melontarkan tudingan adanya “setoran” yang disebut menjadi alasan pelaku di Sulawesi sulit ditangkap.
Menanggapi perbincangan hangat ini, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto buka suara. Ia tak menampik jika pengungkapan kasus itu memang dilakukan Polda Jabar di wilayah hukum Sulsel. Namun, dia menegaskan jajarannya tidak bisa dikatakan kebobolan atas peristiwa tersebut.
Didik beralasan, kejahatan siber tidak mengenal batas wilayah sehingga penanganannya bisa melintasi daerah mana pun. Oleh karena itu, Polda Sulsel berkomitmen menjalin kerja sama dengan Polda Jabar untuk memperdalam pengungkapan kejahatan ini lebih lanjut. Pernyataan tersebut disampaikannya kepada Tribun pada Senin (24/8/2026).
Sebagai informasi tambahan, Polda Jabar sebelumnya menggelar konferensi pers pengungkapan jaringan penipuan daring yang beroperasi di wilayah Sidrap pada Jumat (21/8/2026).