Arsip Kategori: Berita

Radarluwu, PUTRA — Pemerintah Kabupaten Luwu Utara mengadakan rapat koordinasi bersama para pengelola tambang Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati pada Senin (7/7). Agenda ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menertibkan kegiatan pertambangan di wilayahnya.

Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha tambang demi pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik.

“Rapat ini menjadi wadah untuk mengevaluasi serta memperbaiki tata kelola kekayaan alam kita yang selama ini banyak terkuras secara ilegal,” ujar Bupati.

Sebagai bentuk komitmen dalam membenahi sektor pertambangan, pemerintah daerah memberikan kesempatan khusus kepada para pengelola tambang galian C yang belum memiliki izin untuk segera mengurus legalitas usahanya.

“Kita beri waktu selama dua bulan untuk mengurus izin. Pemerintah daerah akan membantu dan memfasilitasi proses tersebut,” ungkap Bupati.

Hal senada disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Luwu Utara, Muhammad Hadi. Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik antara pengusaha tambang yang sudah legal maupun yang belum.

“Kita semua berada di industri yang sama, mari bangun kerja sama dan saling mendukung agar seluruh pelaku usaha tambang bisa beroperasi secara resmi,” kata Hadi.

Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi titik awal terwujudnya tata kelola pertambangan yang tertib, berkeadilan, serta mampu memberi kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan daerah di Luwu Utara.

Radarluwu — Yogyakarta menjadi tujuan pertama dalam rangkaian studi tiru yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bersama PT Vale Indonesia terkait pengelolaan sampah terpadu. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, didampingi Ketua TP PKK dr. Ani Nurbani Irwan, tiba di Kota Gudeg pada Jumat (11/07/2025) untuk mencari referensi sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya menjawab tantangan keterbatasan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Luwu Timur. Rombongan disambut hangat oleh jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, termasuk Sekretaris DLH Lusiningsih dan Ketua Tim Kerja Perencanaan Pengelolaan Persampahan, Mareta Hexa Sevana.

Setelah berdiskusi di kantor DLH, rombongan meninjau langsung Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Giwangan. Di lokasi tersebut, mereka menyaksikan proses pembakaran sampah dengan teknologi incinerator Dodika dan mendapat penjelasan teknis dari pencipta teknologi tersebut, Prabowo.

Bupati Irwan mengatakan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memahami penerapan teknologi dalam pengelolaan sampah. “Kami melihat langsung bagaimana pengelolaan sampah di Yogyakarta berjalan. Ini menjadi referensi penting bagi kami, khususnya untuk mengatasi persoalan TPA yang sudah over kapasitas di Luwu Timur,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dari empat TPA yang dimiliki Luwu Timur, dua di antaranya sudah tidak bisa digunakan lagi. Sementara TPA Ussu di Malili telah melampaui kapasitas maksimal. Karena itu, strategi baru dan pemanfaatan teknologi seperti yang diterapkan di Yogyakarta menjadi hal yang mendesak untuk diterapkan.

“Yogyakarta berhasil mengelola sampahnya, bahkan setelah TPA ditutup. Mereka menggunakan 10 unit incinerator sebagai solusi. Ini menjadi inspirasi bagi kami untuk menyusun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern,” tambahnya.

Setelah Yogyakarta, rombongan akan melanjutkan studi tiru ke Kabupaten Banyumas dan Kota Bandung, dua daerah yang juga dikenal dengan inovasi pengelolaan sampahnya.

Turut mendampingi Bupati dalam kunjungan ini, Plt. Kepala DLH Lutim Muhammad Yusri, jajaran manajemen PT Vale Indonesia termasuk Endra Kusuma, Kabag Prokopim Agus Thobarani, perwakilan Bumdesma pemberdayaan PT Vale, Inspektorat, dan PT Luwu Timur Gemilang (Perseroda).

Hasil dari kunjungan ini diharapkan menjadi pijakan penting dalam merancang sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan di Luwu Timur.

Radarluwu, LUWU TIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus menunjukkan komitmennya dalam menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Salah satunya melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi Pra Rencana Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan kapasitas 1.000 liter per detik, yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati, Rabu (09/07/2025).

Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, dan turut dihadiri oleh Konsultan Perencanaan Iwan Eka Purwana, serta Direktur Perumda Waemami, Andi Maryam Muh Nur Palullu bersama jajarannya.

Dalam arahannya, Bupati Irwan menyampaikan bahwa rapat ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam memastikan ketersediaan pasokan air bersih, terutama bagi masyarakat di wilayah pesisir yang selama ini kesulitan mengakses air layak konsumsi.

“Rencana ini diharapkan menjadi solusi alternatif yang konkret dalam memenuhi kebutuhan air bersih, khususnya untuk masyarakat pesisir,” ujar Irwan.

Ia juga menambahkan, meskipun saat ini masih dalam tahap pra-rencana, namun dengan adanya desain awal yang jelas, maka proses implementasinya nanti bisa berjalan lebih efektif dan efisien.

“SPAM yang terintegrasi dan dirancang secara matang akan menjadi fondasi penting dalam pembangunan sistem air bersih yang berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Perumda Waemami, Andi Maryam, memaparkan bahwa sumber air akan diambil dari Sungai Larona dengan kapasitas pengambilan mencapai 1.000 liter per detik. Air tersebut akan dimanfaatkan untuk dua kebutuhan utama, yaitu kebutuhan domestik masyarakat dan kawasan industri.

“Pemilihan Sungai Larona mempertimbangkan aspek efisiensi operasional dan keberlanjutan sumber air,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa proyek ini mencakup dua komponen penting, yaitu pembangunan bangunan penyadap (intake) di Bendungan Larona serta jalur pipa transmisi air baku dan air minum. Maryam menekankan bahwa intake yang dibangun nantinya harus memenuhi sejumlah kriteria teknis, seperti menjaga agar debit pengambilan tetap lebih kecil dari debit air baku dan memastikan saluran tidak tertutup oleh lumpur.

Rencana ini menjadi langkah strategis Pemkab Luwu Timur dalam meningkatkan pelayanan dasar dan mendukung pertumbuhan wilayah, utamanya di sektor pemenuhan kebutuhan air bersih.

Radarluwu, LUTIM — Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) pada Rabu (09/07/2025). Langkah ini diambil setelah adanya laporan dari masyarakat terkait lambannya proses pelayanan administrasi, yang bahkan membuat beberapa warga harus menunggu seharian tanpa kepastian.

Dalam sidaknya, Bupati Irwan didampingi oleh Kepala Dinas Dukcapil, Oksen Bija. Ia memeriksa langsung kehadiran pegawai, meninjau tiap ruang pelayanan, dan berbincang dengan warga yang sedang mengantre.

Melihat antrean panjang dan beberapa meja layanan yang kosong, Bupati Irwan menunjukkan kekecewaannya. Ia menilai situasi ini tidak bisa dibiarkan dan meminta agar segera diusulkan penambahan petugas jika memang diperlukan. “Jangan sampai masyarakat jadi korban dari pelayanan yang tidak maksimal,” tegasnya.

Selain kekurangan tenaga, Irwan juga menyoroti minimnya sarana pendukung, terutama hanya adanya satu unit mesin pencetak KTP elektronik yang dinilai tidak memadai. Ia meminta agar segala kekurangan segera diinventarisasi dan diajukan melalui mekanisme yang ada. Ruangan pelayanan yang panas dan kurang nyaman juga menjadi perhatian serius baginya.

Sebagai bentuk pembenahan awal, ia meminta Dinas Dukcapil rutin mengadakan rapat bersama seluruh staf untuk membahas kendala dan mencari solusi peningkatan pelayanan. Irwan menegaskan bahwa sebagai Bupati, tugas utamanya adalah memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang optimal.

Ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi antara kebutuhan riil di lapangan dan kebijakan anggaran, agar tidak terjadi keterlambatan penanganan di kemudian hari. “Semua masalah harus ditangani cepat. Tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” ujarnya.

Sidak ini memperlihatkan komitmen tegas Pemkab Luwu Timur dalam memperbaiki kualitas pelayanan publik. Kini, Dinas Dukcapil diharapkan segera melakukan langkah nyata untuk memenuhi ekspektasi masyarakat dan menghindari terulangnya keluhan serupa.

Radarluwu, LUTIM — Setelah melaksanakan olahraga pagi bersama sejumlah pejabat dan tim konsultan, Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, meninjau langsung Bundaran Batara Guru (BBG) yang terletak di pusat Kota Malili, pada Rabu (09/07/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upayanya untuk memperindah kawasan kota dan menciptakan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, pagi ini saya bersama beberapa rekan dari OPD serta tim konsultan melakukan olahraga pagi. Setelah itu, kami menyempatkan diri meninjau Bundaran Batara Guru yang sebelumnya sudah kami diskusikan bersama PT Vale dan tim konsultan terkait rencana pengembangan desainnya,” ujar Bupati Irwan.

Dalam kesempatan itu, Irwan menyampaikan rencana untuk merevitalisasi BBG dengan konsep yang lebih modern dan ramah bagi masyarakat. Salah satu inovasi yang akan diterapkan adalah penambahan lintasan jogging untuk mendukung kebiasaan hidup sehat masyarakat.

“Saya ingin menghadirkan jalur lari bagi para pecinta olahraga, dan juga menyisipkan unsur desain modern agar bundaran ini terlihat lebih dinamis dan menarik,” tambahnya.

Tak hanya jalur jogging, tampilan bundaran juga akan dipercantik dengan elemen desain artistik dan kontemporer. Bupati meminta agar tim konsultan segera merampungkan revisi desain yang telah disepakati, agar pelaksanaan proyek bisa segera dimulai bersama PT Vale sebagai mitra.

Yang paling mencuri perhatian, Bupati Irwan mengumumkan rencana untuk menggelar sayembara desain tugu yang akan dibangun di tengah bundaran. Kompetisi ini terbuka untuk seluruh desainer, arsitek, dan konsultan yang memiliki ide kreatif dengan nilai filosofi yang kuat.

“Insya Allah, dalam waktu dekat akan saya umumkan secara resmi. Saya mengajak seluruh desainer dan konsultan untuk berpartisipasi dalam sayembara ini. Kita akan memilih desain terbaik dan memberikan penghargaan khusus kepada pemenangnya,” jelasnya.

Diharapkan, revitalisasi Bundaran Batara Guru ini tidak hanya menjadi penanda kota dan simpul lalu lintas, tapi juga sebagai ruang publik yang estetis, fungsional, dan mencerminkan karakter serta semangat baru masyarakat Luwu Timur.