Arsip Kategori: Berita

Radar luwu, Luwu Timur – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Satuan Samapta Polres Luwu Timur kembali melaksanakan Patroli Perintis Presisi pada Selasa malam (3/6), mulai pukul 21.00 WITA hingga selesai. Kegiatan ini merupakan bagian dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) yang digelar setiap hari sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polres Luwu Timur.

Patroli melibatkan personel unit patroli Sat Samapta dengan menggunakan kendaraan roda empat (R4) dan roda dua (R2) yang dilengkapi lampu rotator. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan efek preventif terhadap tindak kejahatan dan gangguan keamanan lainnya.

Adapun sasaran patroli meliputi titik-titik strategis dan pusat keramaian masyarakat, termasuk objek vital serta tempat yang rawan terjadi gangguan kamtibmas. Kegiatan ini menyasar area yang dianggap memiliki potensi kerawanan, baik dari sisi kriminalitas maupun ketertiban umum.

Kasat Samapta Polres Luwu Timur menjelaskan bahwa patroli menggunakan kendaraan roda empat bertujuan untuk menjangkau area yang lebih luas, sehingga kehadiran polisi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di berbagai lokasi.

“Patroli ini bertujuan untuk mengantisipasi berbagai potensi tindak kriminal serta mencegah terjadinya aksi tawuran. Dengan begitu, situasi kamtibmas tetap terjaga dalam kondisi aman dan kondusif,” ujar Kasubsi Penmas Polres Luwu Timur, Bripka A. Muh. Taufik.

Dalam pelaksanaannya, personel Sat Samapta juga aktif memberikan imbauan langsung kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum serta senantiasa menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan masing-masing.

Dengan adanya Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan seperti patroli malam ini, Polres Luwu Timur dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas, khususnya pada malam hari.

Radar luwu, LUTIM –Ada momen haru dan inspiratif yang terjadi usai pelaksanaan Upacara Hari Lahir Pancasila di Lapangan Pendidikan, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Senin pagi (02/06/2025).

Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, yang didampingi Wakil Bupati, Hj. Puspawati Husler, secara simbolis menyerahkan SK Pengangkatan CPNS dan PPPK Tahap I Tahun 2024.
Namun lebih dari sekadar penyerahan dokumen, momen ini menjadi panggung penghormatan bagi dedikasi luar biasa seorang aparatur negara bernama Evi Nurjanah.

Dalam arahannya, Bupati Irwan mengajak seluruh peserta upacara untuk menjadikan Evi sebagai inspirasi dan teladan, terutama dalam hal semangat, kesabaran, dan tanggung jawab sebagai ASN.

“Saya ingin mengajak kita semua menjadikan sosok Bu Evi dan suaminya sebagai inspirasi. Mereka luar biasa. Tidak ada alasan bagi kita sebagai ASN untuk bermalas-malasan dalam bekerja, apalagi untuk kepentingan masyarakat Luwu Timur,” tegas Bupati.

Sebagai bentuk apresiasi dan empati, Bupati Luwu Timur menyerahkan bantuan berupa satu unit kursi roda untuk meringankan mobilitas Evi dalam bekerja, serta bantuan senilai Rp30 juta untuk penyelesaian renovasi rumah tinggalnya.

Sekedar informasi, Evi Nurjanah, warga Desa Solo, Kecamatan Angkona, telah mengabdi sebagai tenaga honorer selama 10 tahun. Ia akhirnya dinyatakan lulus sebagai PPPK Kementerian Agama pada formasi tahun 2024. Namun di balik pengabdiannya, Evi menyimpan kisah perjuangan yang luar biasa.

Beliau mengalami kelumpuhan setelah mengalami pendarahan hebat pasca melahirkan anak keduanya. Sejak itu, setiap hari ia mengandalkan bantuan sang suami, Fadly, yang setia mengantar dan menjemputnya ke kantor menggunakan sepeda motor, bahkan menggendong Evi dari kendaraan hingga ke ruang kerjanya.

Di Kantor Urusan Agama (KUA) Angkona, Evi bertugas mengelola dokumen dan mengetik berbagai kebutuhan administrasi. Dengan keterbatasan fisik, semangat dan dedikasinya tak pernah surut. Bahkan Evi kerap menjadi motivator bagi rekan-rekannya di tengah keterbatasan yang ia hadapi.

“Semangat Bu Evi membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk mengabdi. Kita harus belajar dari beliau, bahwa pengabdian sejati lahir dari hati yang kuat dan tulus,” tutur Bupati Irwan.
Penyerahan bantuan ini pun disambut haru oleh Evi dan suaminya, yang mengaku tak menyangka perhatian dari pemerintah daerah begitu besar. (rhj/ikp-humas/kominfo-sp)

RadarLuwu, LUTIM –Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, menghadiri secara langsung kegiatan penebaran bibit rumput laut Gracilaria yang dilaksanakan di Desa Lakawali Pantai, Kecamatan Malili, Senin (2/6).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan kampung perikanan budidaya yang digagas oleh Dinas Perikanan Kabupaten Luwu Timur Tahun Anggaran 2025.

Penebaran bibit ini merupakan kegiatan percontohan dan pendampingan demplot budidaya polikultur, yaitu budidaya kombinasi antara rumput laut Gracilaria dan ikan bandeng, yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat pesisir.

Wabup Puspawati menyampaikan dukungan penuh terhadap program ini serta mendorong keberlanjutan usaha perikanan berbasis masyarakat. Ia juga mengapresiasi peran aktif Koperasi Merah Putih yang turut serta dalam pengembangan sektor perikanan di wilayah tersebut.

“Budidaya rumput laut ini merupakan salah satu potensi besar yang bisa terus dikembangkan di Luwu Timur. Kami sangat mendukung upaya pemberdayaan masyarakat melalui koperasi, khususnya di bidang perikanan,” ujar Wabup Puspawati.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Dinas Perikanan, penyuluh perikanan, aparat desa, kelompok pembudidaya, serta masyarakat sekitar yang antusias menyambut inisiatif ini sebagai langkah maju dalam pembangunan ekonomi lokal.

Dengan adanya program ini, diharapkan Desa Lakawali Pantai dapat menjadi percontohan kampung perikanan budidaya yang maju dan sejahtera di Kabupaten Luwu Timur.

Radarluwu,Luwu Timur — Kejadian tragis menghebohkan warga Desa Parumpanai, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Seorang pria berinisial RS (64) ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan pada Sabtu (31/5/2025) sekitar pukul 13.00 WITA. Korban mengalami luka parah akibat sabetan senjata tajam.

Selain RS, tiga orang lainnya juga menjadi korban dalam insiden berdarah tersebut. Ketiganya adalah HB (47), HN (37), dan RN (23), yang mengalami luka terbuka cukup serius akibat serangan senjata tajam dan saat ini masih menjalani perawatan intensif.

Kapolres Luwu Timur, AKBP Zulkarnain, membenarkan peristiwa tersebut kepada awak media pada Minggu (1/6/2025). “Ya, kejadian penganiayaan tersebut terjadi di Desa Parumpanai yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya mengalami luka,” ujarnya.

Menurut keterangan Kapolres, pihak kepolisian telah mengamankan lima orang terduga pelaku. Mereka masing-masing berinisial BS (49), FA (20), S (67), A (52), dan P (16). Kelima terduga kini tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Polres Luwu Timur.

“Dugaan awal, kejadian ini dipicu oleh sengketa kepemilikan lahan yang diklaim oleh kedua belah pihak. Penyidik telah melakukan proses penyidikan terkait kejadian tersebut dan mengamankan lima terduga pelaku,” jelas AKBP Zulkarnain.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya pihak-pihak yang berseteru, agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.

“Percayakan penanganan kasus ini kepada kami. Penyidik akan memproses perkara ini secara profesional dan terbuka demi keadilan. Kami minta semua pihak menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat melanggar hukum,” tutup Kapolres.

Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mendalami motif dan kronologi kejadian lebih lanjut. Keamanan di sekitar lokasi kejadian pun telah diperketat guna mengantisipasi konflik lanjutan.

Radarluwu, MOROWALI — Dalam upaya menunjukkan tanggung jawab moral dan niat baik, pimpinan PT. Pratama Azkayra Jaya (PT. PAJ), Ibu Damayanti M., mengambil langkah penting dengan mengembalikan ijazah milik para calon karyawan tanpa memungut biaya. Walau perusahaan harus menanggung kerugian hingga ratusan juta rupiah, kebijakan ini diambil sebagai bentuk komitmen profesional terhadap para pekerja dan masyarakat.

Kebijakan ini dikeluarkan menyusul munculnya polemik terkait praktik penitipan ijazah dalam proses perekrutan operator. Dalam proses tersebut, PT. PAJ juga menanggung seluruh biaya pemeriksaan kesehatan (Medical Check Up) para calon operator.

“Kami menyadari bahwa persoalan ini bisa memicu ketidakstabilan di internal perusahaan dan berdampak pada masa depan ratusan karyawan kami. Oleh karena itu, kami memilih bersikap terbuka dan mengambil langkah strategis demi menyelesaikan masalah ini secepat mungkin,” ujar Direktur PT. PAJ, Ibu Damayanti M., dalam pernyataan resminya kepada media.

Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak yang merasa terdampak oleh permasalahan ini.
“Sebagai pimpinan PT. PAJ, saya menyampaikan permohonan maaf kepada siapa pun yang merasa dirugikan. Kami mempekerjakan ratusan karyawan yang memiliki tanggung jawab terhadap keluarga mereka. Kami menyadari kekhilafan ini dan berkomitmen memperbaiki sistem perekrutan kami. Demi menjaga nama baik perusahaan dan menjamin kelangsungan pekerjaan para karyawan, saya ikhlas dengan kerugian ratusan juta yang ditanggung perusahaan. Insya Allah, kami yakin Allah SWT akan menggantinya dengan yang lebih baik. Allah bersama orang-orang yang sabar,” tutur Ibu Damayanti dengan penuh haru.

Langkah ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk keluarga karyawan dan masyarakat sekitar. Banyak yang menilai bahwa tindakan ini mencerminkan kepemimpinan yang bertanggung jawab dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Hingga berita ini dimuat, proses pengembalian ijazah masih terus dilakukan di kantor PT. PAJ, di bawah pengawasan langsung pihak manajemen. Proses ini berjalan secara tertib dan transparan. Langkah PT. PAJ ini diharapkan menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk mengedepankan nilai kemanusiaan, keterbukaan, dan tanggung jawab sosial dalam menjalankan bisnis. Ke depannya, PT. PAJ juga berkomitmen untuk membenahi sistem perekrutan agar lebih transparan dan sesuai dengan prinsip ketenagakerjaan yang adil dan bermartabat.