Arsip Kategori: Berita

CPPPK dan CPNS Luwu Timur Akan Mulai Terima Gaji pada Juli 2025

RADARLUWU, Lutim,17 APRIL 2025 –Kabar baik datang bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2024 dan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) tahap 1 di Kabupaten Luwu Timur. Melalui rapat dengar pendapat yang digelar di ruang rapat Komisi I DPRD Luwu Timur, dipastikan bahwa para CPNS dan CPPPK akan mulai menerima gaji pada bulan Juli 2025.

Ketua Komisi I DPRD Luwu Timur, Sukman Saddike bilang jika anggaran memang ada dan telah siap, maka proses pengangkatan sebaiknya dipercepat.

“Kalau anggarannya ada dan siap, tidak ada alasan untuk menunda. Lebih baik proses ini segera dilaksanakan agar hak para CPNS dan CPPPK terpenuhi,” ujarnya.

Sementara itu perwakilan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), iksan, kabar gembira pun datang. Ia menyampaikan bahwa dana untuk membayar gaji CPNS dan PPPK sudah siap, dan cukup untuk 6 bulan ke depan, terhitung mulai Juli sampai Desember 2025.

Menanggapi hal diatas pihak BKPSDM, andi Irfan menjelaskan bahwa percepatan pengangkatan CPNS dan CPPPK memang sangat bergantung pada kesiapan anggaran. Namun, apabila dana sudah siap dan tidak ada kendala teknis yang disampaikan oelh BKAD, maka kami siap mempercepat seluruh proses administrasi.

“Kami hanya menunggu kepastian dari sisi keuangan. Kalau dana sudah siap, kami akan segera menindaklanjuti,” ujar perwakilan BKPSDM.

RDP tersebut dihadiri oleh perwakilan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Dinas Keuangan, serta perwakilan Aliansi CPNS dan PPPK.

Ayah Tiri Bejat di Luwu Timur Ditangkap, Cabuli dan Setubuhi Dua Anak Tiri

RADARLUWU, Luwu Timur – Suasana haru bercampur amarah menyelimuti keluarga Melati (9) dan Mawar (14). Nama samaran.

Kedua gadis belia ini menjadi korban kebejatan ayah tiri mereka sendiri, HM (29). Setelah buron beberapa hari, HM akhirnya berhasil diringkus aparat kepolisian Polres Luwu Timur di rumah orang tuanya di Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara, Selasa (15/4/2025) pukul 01.00 WITA.

Kapolres Luwu Timur melalui Kasubsi Humas Bripka A.Muh.Taufik kepada wartawan menjelaskan bahwa penangkapan HM yang dilakukan oleh tim gabungan Unit Resmob dan PPA Sat Reskrim Polres Luwu Timur bersama Polsek Sukamaju ini mengakhiri pelariannya setelah melakukan aksi biadab terhadap kedua anak tirinya.

Kejadian memilukan ini bermula pada Senin, 7 April 2025, di Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur. Pengungkapan kasus ini berawal dari keberanian Mawar yang menceritakan kepada tantenya pada Rabu, 9 April 2025. Dengan suara gemetar, Mawar mengungkapkan bahwa ia telah dipaksa melakukan hubungan seksual oleh ayah tirinya sebagai imbalan agar diizinkan menggunakan handphone. Betapa terkejutnya sang tante saat Melati, yang juga berada di rumah, ikut mengakui telah menjadi korban pencabulan HM. HM telah memegang alat kelamin Melati.

Informasi tersebut langsung dilaporkan ke pihak berwajib. Unit Resmob Sat Reskrim Polres Luwu Timur bergerak cepat melakukan penyelidikan. Terungkap bahwa HM telah melarikan diri ke Luwu Utara menggunakan sepeda motor milik istrinya.

Setelah dilakukan pengejaran intensif, HM akhirnya berhasil dibekuk dipersembunyiannya. Di hadapan penyidik, HM tak mampu mengelak. Ia mengakui perbuatan kejinya.

HM mengaku telah mencabuli kedua anak tirinya. Bahkan melakukan hubungan intim sebanyak dua kali.

Pengakuan tersebut semakin menambah derita bagi keluarga korban. Kini, HM harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Ia telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Luwu Timur” ujar Bripka Taufik.

Atas perbuatannya, HM dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) subs Pasal 81 ayat (3) Jo Pasal 76D Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 82 ayat (1) Pasal 82 ayat (2) Jo Pasal 76E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman yang menanti HM adalah minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara, ditambah 1/3 dari ancaman pidana.

Program Makan Bergizi Gratis Dimulai di Luwu Timur, 2.025 Paket Dibagikan di Hari Pertama

RADARLUWU, LUTIM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto resmi diluncurkan di Kabupaten Luwu Timur pada hari Senin, 14 April 2025. Pelaksanaan perdana dimulai melalui Dapur 1 yang berlokasi di Kecamatan Malili.

Ketua Barisan Relawan Prabowo Nusantara (BRPN) Luwu Timur, Hasma Sriwana, S.Pd., memimpin langsung pelaksanaan kegiatan ini bersama para relawan Dapur 1 MBG Malili. Pada hari pertama, sebanyak 2.025 paket makanan bergizi dibagikan kepada para pelajar tingkat SD, SMP, SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah.

“Pendistribusian dilakukan menggunakan ompreng stainless demi menjaga kualitas makanan. Dari total sasaran 2.600 siswa, sebagian belum menerima karena tengah mengikuti ujian sekolah,” jelas Hasma saat dikonfirmasi media.

Program MBG di Luwu Timur dilaksanakan di bawah pengawasan langsung personel TNI dari Koramil Malili untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat waktu.

BRPN Luwu Timur, sebagai organisasi relawan yang ditunjuk untuk menjalankan program ini, berkomitmen penuh dalam mendukung visi Presiden Prabowo untuk meningkatkan kualitas gizi pelajar Indonesia, khususnya di wilayah Luwu Timur.

Kegiatan hari ini menjadi langkah awal dari pelaksanaan program MBG yang akan terus berlanjut sesuai dengan arahan dan jadwal yang telah ditentukan.

Ketua KKLR Sulsel Desak Pembentukan Kodim di Setiap Kabupaten Luwu Raya

RADARLUWU,MAKASSAR – Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulawesi Selatan, Ir. Hasbi Syamsu Ali, MM, mendorong pemerintah pusat dan institusi TNI untuk segera menghadirkan Komando Distrik Militer (Kodim) di setiap kabupaten yang ada di wilayah Luwu Raya.

Saat ini, dari empat daerah administratif yang tergabung dalam Luwu Raya—yakni Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur—baru Kota Palopo yang memiliki Kodim aktif, yakni Kodim 1403/Palopo.

Ketimpangan ini dinilai sangat tidak ideal, mengingat kompleksitas tantangan geografis, dinamika sosial, serta potensi strategis wilayah Luwu Raya.

“Luwu Raya adalah kawasan yang sangat luas dengan kondisi geografis yang beragam dan sumber daya alam yang melimpah. Kehadiran Kodim di setiap kabupaten bukan hanya soal penguatan pertahanan, tetapi juga bagian dari keadilan teritorial dan pemerataan pelayanan negara kepada rakyat,” tegas Hasbi Syamsu Ali dalam keterangan tertulisnya di Makassar, Minggu (13/4/2025).

Hasbi mencontohkan Kabupaten Luwu Timur yang memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan dua provinsi lain, yakni Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah.

Selain itu, daerah ini juga menjadi pusat industri pertambangan dan energi yang menyimpan nilai ekonomi tinggi. Namun, absennya institusi militer permanen seperti Kodim membuat potensi kerawanan belum tertangani secara maksimal.

“Kita bicara soal kawasan industri nasional, pelabuhan-pelabuhan penting, dan jalur logistik lintas provinsi. Tanpa kehadiran Kodim, respon terhadap gangguan keamanan, konflik sosial, hingga penanganan bencana bisa sangat lambat,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan Hasbi terkait Kabupaten Luwu dan Luwu Utara. Dua wilayah ini dikenal sebagai kawasan agraris dan perkebunan, dengan kondisi topografi yang cukup menantang. Belum adanya Kodim di dua daerah tersebut turut membatasi peran TNI dalam menjalankan fungsi teritorial dan pembinaan masyarakat.

“Fungsi Kodim bukan hanya untuk urusan pertahanan, tapi juga pembinaan sosial, mendukung pembangunan desa, membantu saat bencana, dan mempererat hubungan antara TNI dan rakyat,” kata Hasbi.

Hasbi menambahkan bahwa aspirasi pembentukan Kodim di Luwu Raya bukanlah hal baru. Sejumlah tokoh masyarakat, pemerintah daerah, hingga kalangan DPRD juga telah menyuarakan hal serupa dalam beberapa tahun terakhir. Namun hingga kini, belum ada langkah konkret dari pemerintah pusat untuk merealisasikan hal tersebut.

Sebagai Ketua BPW KKLR Sulsel, Hasbi menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan kepentingan masyarakat Luwu Raya dalam berbagai forum, baik lokal maupun nasional.

“Kami dari KKLR memandang bahwa kehadiran Kodim di setiap kabupaten adalah bentuk nyata kehadiran negara. Jika negara ingin menjamin stabilitas dan mempercepat pembangunan kawasan timur Indonesia, maka Luwu Raya harus mendapat perhatian serius dalam aspek pertahanan dan keamanan,” pungkasnya.

Diketahui, Kodim 1403/Palopo saat ini membawahi tiga wilayah kabupaten selain Kota Palopo. Kondisi ini membuat beban operasional dan jangkauan tugas menjadi sangat luas, yang tidak sebanding dengan kekuatan personel dan fasilitas yang tersedia.(*)

Heboh! Plasenta Ditemukan Terkubur di Perumahan Pontada, Sudah Dipenuhi Belatung!

RADARLUWU,Luwu Timur, 09 April 2025 – Warga Perumahan Pontada, Kelurahan Magani, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, digegerkan oleh penemuan plasenta (ari-ari) tanpa janin pada Rabu sore (9/4), sekitar pukul 16.00 WITA.

Penemuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh Sdr. MUHLIS, salah satu warga setempat, yang melihat adanya galian kecil dan bungkusan mencurigakan di samping rumahnya, yang juga berdekatan dengan tempat tinggal seorang dokter, dr. Randy. Keduanya kemudian membuka bungkusan tersebut dan mendapati isinya diduga kuat merupakan plasenta.

Pihak Unit Reskrim Polsek Nuha yang menerima laporan dari security HSU langsung mendatangi lokasi dan mengamankan barang bukti tersebut untuk diperiksa lebih lanjut di RS. Primaya PT. Vale Indonesia Tbk.

Dokter RS Primaya, dr. Novad Arianto, bersama tim medis, mengonfirmasi bahwa isi bungkusan tersebut adalah plasenta lengkap dengan tali pusar. Namun, kondisi plasenta telah membusuk dan dipenuhi ulat belatung, menandakan sudah lama terurai di lokasi.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pemilik plasenta tersebut.