Arsip Kategori: Luwu Timur

RadarluwuCon, Luwu Timur, 27 Agustus 2025 – Kebakaran hebat melanda kawasan Sorowako, Kecamatan Nuha, Rabu (27/8/2025) sekitar pukul 14.00 WITA. Sebanyak 46 rumah hangus terbakar dan sekitar 200 kepala keluarga terdampak.

Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, turun langsung ke lokasi untuk memantau penanganan kebakaran. Ia didampingi Kapolres Luwu Timur, AKBP Ario Putranto TM, serta Perwira Penghubung Mayor Arm Syafaruddin.

Menurut Bupati Irwan, kebakaran berlangsung hampir tiga jam dan diduga dipicu korsleting listrik dari salah satu rumah warga. Kondisi diperparah oleh angin kencang dan material rumah yang mudah terbakar.

Warga yang terdampak saat ini mengungsi ke rumah kerabat, masjid, gereja, hingga kapal feri di dermaga. Pemerintah daerah bersama aparat dan PT Vale mendirikan posko induk di dermaga untuk pengungsian dan layanan pengaduan.

Bupati Irwan juga menginstruksikan pendataan kerusakan serta penyaluran bantuan sosial. Tim khusus dibentuk untuk mengkoordinasikan bantuan dan menampung keluhan masyarakat.

Selain Bupati dan Kapolres, hadir pula anggota DPRD Luwu Timur Yusuf Pombatu, sejumlah kepala OPD, Camat Nuha Arief Fadillah, perwakilan PT Vale, petugas damkar, Tim SAR, PMI, serta organisasi kemanusiaan lainnya.

Luwu Timur dipastikan menjadi tuan rumah peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2026. Kepastian itu ditandai dengan penyerahan bendera pataka dari Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, kepada Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disdagkop UKM) Luwu Timur, Senfry Oktavianus, yang mewakili Bupati Luwu Timur.

Prosesi tersebut berlangsung pada puncak Harkopnas ke-78 di Lapangan Parang Passamaturukang, Kabupaten Jeneponto, Sabtu (23/8/2025). Dalam kesempatan itu, Luwu Timur juga meraih penghargaan sebagai daerah yang berhasil mempercepat pembentukan Koperasi Merah Putih.

Pada expo UMKM yang menjadi rangkaian kegiatan Harkopnas ke-78, booth Luwu Timur menampilkan berbagai produk unggulan daerah seperti abon zaki, keripik yummi, mie sagu, abon bandeng, amplang, terasi, sale pisang, hingga kerajinan tangan. Stand tersebut turut dikunjungi Sekretaris Kementerian Koperasi RI, Ahmad Zabadi.

Kepala Disdagkop UKM Luwu Timur, Senfry Oktavianus, menyatakan pihaknya siap mempersiapkan diri sebagai tuan rumah Harkopnas 2026 dan menjadikan kesempatan itu sebagai momentum untuk memperkenalkan potensi koperasi serta UMKM daerah ke tingkat lebih luas.

RadarluwuCom, Wotu, Luwu Timur – Dinas Perikanan Kabupaten Luwu Timur melalui Bidang Perikanan Tangkap melaksanakan kegiatan pendataan sekaligus penandaan jerigen milik nelayan di Kecamatan Wotu, Jumat (15/8/2025).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tepat sasaran serta mempermudah proses pengawasan di lapangan.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Padli, bersama tim turun langsung melakukan pencatatan, verifikasi, dan pemberian tanda khusus pada jerigen yang digunakan nelayan sebagai wadah BBM. Menurutnya, upaya tersebut merupakan langkah preventif guna mencegah potensi penyalahgunaan subsidi.

“Pemerintah daerah berkomitmen memastikan BBM bersubsidi benar-benar diterima oleh nelayan yang berhak. Melalui penandaan jerigen, pihak SPBU dapat lebih mudah melakukan verifikasi ketika nelayan mengajukan pengisian,” jelas Padli.

Kegiatan tersebut disambut antusias oleh para nelayan. Mereka datang membawa jerigen masing-masing untuk dicatat dan diberi tanda resmi. Sejumlah nelayan menyampaikan bahwa program ini memberi kepastian dan rasa aman karena hak mereka dalam memperoleh BBM bersubsidi lebih terjamin.

Dukungan juga datang dari pihak pengelola SPBU Wotu. Manajer SPBU, Fahlevi Syam, menilai mekanisme penandaan jerigen sangat membantu pihaknya dalam memberikan pelayanan yang lebih akurat.

“Ini merupakan langkah yang sangat baik. Kami akan melayani nelayan yang telah mengantongi rekomendasi resmi dari Dinas Perikanan serta jerigen yang sudah ditandai. Dengan demikian, distribusi BBM bersubsidi menjadi lebih teratur dan tidak menimbulkan kerancuan,” ujarnya.

Radarluwu.com, Luwu Timur – Anggota DPRD Luwu Timur dari Fraksi NasDem, Iwan Lamaeto, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan salah satu media online yang menyebut dirinya disiram kopi saat rapat Badan Anggaran (Banggar) pada Selasa, 19 Agustus 2025.

Iwan menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar atau hoaks. Ia menjelaskan, kejadian sebenarnya adalah ketika dirinya masih menyampaikan pandangan terkait pembahasan Puskesmas, salah seorang anggota dewan melempar gelas kopi ke lantai ruang rapat, bukan ke arahnya. “Tidak ada setetes pun kopi yang mengenai pakaian saya,” tegasnya.

Menurut Iwan, memang sempat terjadi sedikit perdebatan dalam rapat, namun hal itu adalah dinamika yang lumrah dalam forum DPRD. “Jadi tidak benar ada penyiraman kopi ke saya seperti yang diberitakan. Yang terjadi hanyalah seorang anggota dewan melampiaskan emosinya dengan membanting gelas kopi ke lantai,” jelasnya.

Ia pun berharap klarifikasi ini dapat meluruskan kesalahpahaman di tengah masyarakat, sekaligus memberikan pemahaman bahwa dinamika dalam rapat internal DPRD merupakan hal yang wajar dan tidak perlu dibesar-besarkan.

RadarluwuCom — Di tengah maraknya kebijakan sejumlah pemerintah daerah yang menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga menuai protes masyarakat, Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam mengambil langkah berbeda. Ia menegaskan bahwa Pemkab Luwu Timur tidak akan menaikkan PBB.

Penegasan itu disampaikan Irwan pada Sabtu (16/8/2025). Menurutnya, kebijakan fiskal di Luwu Timur harus tetap berpihak kepada masyarakat, tanpa menambah beban hidup mereka.

“Di Luwu Timur tidak ada kebijakan menaikkan PBB. Kami tidak ingin menambah beban masyarakat, justru fokus kami adalah menjaga kestabilan dan meningkatkan pelayanan publik,” tegas Irwan.

Tak hanya menolak menaikkan PBB, Pemkab Luwu Timur bahkan lebih progresif dengan menghapus sejumlah retribusi fasilitas publik. Mulai dari retribusi fasilitas olahraga, tempat wisata, Rusunawa Sorowako, parkir umum, hingga rumah sakit kini digratiskan. Bahkan kios di Pujasera Malili pun tidak lagi dikenakan sewa.

“Bukan hanya tidak menaikkan PBB, kami juga meniadakan sejumlah retribusi agar masyarakat lebih leluasa memanfaatkan fasilitas publik. Prinsip kami jelas, apa yang bisa digratiskan, akan kami gratiskan selama masih bisa ditopang oleh APBD,” jelas Irwan.

Kebijakan ini menjadi angin segar bagi masyarakat Luwu Timur. Saat banyak daerah mengambil jalan menambah pendapatan dari PBB, Pemkab Lutim justru memilih mengoptimalkan pengelolaan APBD tanpa membebani rakyat.

Langkah tersebut sekaligus menegaskan komitmen Bupati Irwan untuk menjadikan Luwu Timur sebagai daerah yang mengutamakan kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar mengejar pendapatan daerah melalui pungutan. (rhj/ikp-humas/kominfo-sp)