Arsip Kategori: Palopo

Palopo – Setelah melalui musyawarah internal, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palopo akhirnya menetapkan Ketua definitif. Dalam rapat pleno yang berlangsung Senin, 29 September 2025, empat komisioner KPU Palopo sepakat memilih Harry Zulfikar sebagai Ketua KPU Kota Palopo.

Penetapan ini menjadi langkah penting bagi KPU Palopo dalam memastikan kelancaran pelaksanaan tahapan pemilu ke depan. Harry menegaskan komitmennya untuk segera bekerja membangun sinergi lintas lembaga.

“Alhamdulillah, hasil pleno berjalan lancar. Keempat komisioner sepakat memilih saya sebagai Ketua KPU Palopo. Terkait jabatan Divisi Teknis yang masih kosong, sementara saya ambil alih sambil menunggu anggota KPU yang baru,” jelas Harry saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp.

Sebagai agenda perdana, Ketua KPU Palopo terpilih dijadwalkan menggelar rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Palopo pada Rabu, 01 Oktober 2025. Pertemuan ini dimaksudkan untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama dalam mengawal setiap tahapan pemilu agar berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif.

Harry juga menekankan pentingnya dukungan dan kolaborasi dari seluruh stakeholder, baik pemerintah daerah, aparat keamanan, maupun masyarakat, demi terciptanya demokrasi yang berkualitas di Kota Palopo.

Radarluwu, PALOPO — Krisis air bersih yang berlarut-larut di Kota Palopo akhirnya berbuntut panjang. Seorang warga bernama M. Nasrun Naba (56), melaporkan PDAM Tirta Mangkaluku ke Polres Palopo dengan dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.Kamis, (28/08/25).

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/443/VIII/2025/SPKT/Polres Palopo/Polda Sulsel pada Selasa (27/8/2025) malam. Dalam laporannya, Nasrun menegaskan bahwa PDAM telah lalai menjalankan kewajiban meski konsumen tetap ditagih membayar iuran, bahkan denda, sementara pelayanan air bersih justru tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Warga sudah bayar iuran rutin, tapi air tetap tidak mengalir, Kalau telat, kami kena denda, sementara PDAM seenaknya tidak memberi pelayanan. Ini bentuk ketidakadilan dan harus diproses hukum, *ungkap* Nasrun.

Kekecewaan masyarakat terhadap kinerja PDAM Tirta Mangkaluku bukan hal baru. Selama bertahun-tahun, keluhan serupa terus bergulir namun tidak pernah terselesaikan. Aktivis perlindungan konsumen di Palopo, Rudi Hartono, menyebut kasus ini sebagai puncak dari akumulasi ketidakpuasan publik.

Air bersih adalah hak dasar masyarakat. Jika PDAM tidak mampu memberikan layanan, itu bukan sekadar kelalaian, tapi pelanggaran serius terhadap hak konsumen. Polisi harus mengusut tuntas agar ada tindakan tuntutan keadilan hak konsumen untuk masyarakat,” kata Nasrum.

Ia menambahkan, selama ini PDAM seolah kebal kritik dan lebih sibuk menarik iuran ketimbang memperbaiki pelayanan. Padahal kegagalan distribusi air telah menambah beban warga, memaksakan harus mencari sumber air alternatif dengan biaya sendiri yang seharusnya solusi diberikan dan dilakukan oleh PDAM, bukan hanya bisa mengelak dari masalah krisis air warga

Laporan yang diajukan Nasrun diterima langsung oleh Kanit I SPKT Polres Palopo, Dr. Erhan Febri Yurlan, S.H., M.H. Polisi menegaskan akan memproses perkara ini sesuai aturan hukum yang berlaku.

Kasus ini menandai salah satu perlawanan masyarakat yang akan kami lawan terhadap buruknya pelayanan publik di Kota Palopo. Kini publik menanti, apakah aparat penegak hukum berani menindak tegas perusahaan daerah yang dianggap abai terhadap kebutuhan paling mendasar warga: air bersih masyarakat kota palopo

Radarluwu. Com, Palopo – Prestasi yang sangat membanggakan Atlet Karate asal Kota Palopo Sulawesi Selatan (Sulsel), yang turut mewakili Indonesia di ajang The 8th Karate-Do Gojukai Global Championship Japan 2025 mampu meraih medali emas.

Muhammad Fikry Atlet Karate Asal Palopo yang sukses Raih Medali Emas di Global Championship Japan 2025 ini, tidak hanya membuat bangga kedua orang tuangnya, namun juga mengharumkan daerah asalnya Kota Palopo Sulawesi Selatan dan negaranya Indonesia.

Arsil Saat, SE, SH, salah satu ASN di Pengadilan Negeri (PN) Luwu Timur Sulawesi Selatan, ayah dari Muhammad Fikry Atlet Karate asal Kota Palopo yang saat ini bertanding di kancah internasional, berpesan pada putranya agar tetap rendah hati atas segala prestasi yang telah diraih, dan terus mengembangkan potensi diri secara optimal.

” Sebagai orang tua tentu kita merasa bangga atas prestasi yang di raih oleh anaknya, terkhusus pada putra saya, ayah titip pesan, agar tetap rendah hati, atas segala prestasi yang telah diraih, terus berlatih, mengembangkan potensi diri secara optimal, untuk bisa lebih baik lagi, yang nantinya bisa banggakan orang tua, harumkan nama daerah, bangsa dan negara,” tutur Arsil Saat, SE, SH saat di hubungi via WhatsApp. Minggu, 10 Agustus 2025.

Informasi yang dihimpun, atlet asal Kota Palopo Sulawesi Selatan Muhammad Fikry saat ini masih mengikuti rangkaian kegiatan pada ajang The 8th Karate-Do Gojukai Global Championship Japan 2025. (***)

MAKASSAR — Direktur The Sawerigading Institute, Asri Tadda, menyebut pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilwalkot Palopo pada 25 Mei mendatang sebagai momentum penting bagi warga untuk mengevaluasi dan memperbaiki pilihan politik mereka. Hal ini disampaikannya menanggapi pelaksanaan debat publik calon wali kota dan wakil wali kota Palopo yang digelar Sabtu (17/5) lalu.

Menurut Asri, debat kandidat seharusnya bisa menjadi referensi tambahan bagi masyarakat untuk menilai sejauh mana kesiapan konseptual pasangan calon (paslon) dalam memimpin Kota Palopo. Meskipun diakui, dalam banyak kasus, debat kandidat tidak selalu berpengaruh signifikan terhadap preferensi pemilih.

“Debat kemarin bisa menjadi cermin bagi warga untuk melihat siapa yang paling siap secara visi-misi dan gagasan. Tapi yang paling penting, warga Palopo sudah cukup mengenal semua paslon, karena mereka bukan orang baru di panggung politik lokal,” kata Asri dalam keterangan tertulis, Minggu (18/5).

Sekretaris BPW KKLR Sulsel itu menekankan, masyarakat Palopo bisa memadukan antara performa debat dengan rekam jejak masing-masing paslon dalam menentukan pilihan. Dengan begitu, PSU ini bisa menjadi “second chance” atau kesempatan kedua untuk menentukan pemimpin terbaik bagi masa depan kota.

“Jika pada Pilkada 27 April lalu ada yang merasa belum tepat dalam memilih, maka PSU ini harus dimanfaatkan dengan maksimal,” ujar dia.

Asri juga menyinggung posisi strategis Kota Palopo sebagai hub kawasan Luwu Raya. Menurutnya, kota ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat jasa dan perdagangan yang terkoneksi tidak hanya antar-kabupaten di Luwu Raya, tetapi juga antarprovinsi, seperti Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

“Dibutuhkan pemimpin yang transformatif dan terbuka untuk mewujudkan potensi besar itu. Pemimpin yang mampu menjadikan Palopo lebih maju dan rakyatnya hidup sejahtera,” tegasnya.

Ia berharap pelaksanaan PSU pada 25 Mei 2025 mendatang benar-benar melahirkan pemimpin definitif yang bisa melanjutkan pembangunan kota. “Semoga ini PSU terakhir dan Palopo segera memiliki wali kota terpilih yang sah. Aamiin,” tutup Asri. (*)

Ketua KKLR Sulsel Hasbi Syamsu Ali Ingatkan Warga Jelang PSU Pilwalkot Palopo

Radarluwu.com,MAKASSAR – Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. Hasbi Syamsu Ali, menegaskan bahwa Kota Palopo merupakan etalase Luwu Raya yang menjadi milik seluruh Wija to Luwu.

Pernyataan itu disampaikan Hasbi usai menghadiri Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Badan Pengurus Daerah (BPD) KKLR Kota Palopo di Makassar, Senin (17/3/2025).

“Palopo adalah milik seluruh Wija to Luwu karena menjadi etalase Luwu Raya. Kalau bicara tentang Luwu Raya, maka yang ada di benak kita adalah Palopo,” ujar Hasbi.

Sebagai salah satu kota dengan kekayaan sejarah kebudayaan yang panjang di Sulawesi Selatan, Palopo terus berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Sulawesi Selatan.

Hasbi menekankan bahwa kemajuan Kota Palopo akan berdampak langsung pada perkembangan Luwu Raya dan bahkan Sulawesi Selatan secara keseluruhan.

“Kemajuan Palopo secara otomatis adalah kemajuan Luwu Raya, juga bernilai kontributif terhadap kemajuan Provinsi Sulawesi Selatan secara keseluruhan. Inilah mengapa penting kita jaga Kota Palopo agar terus maju dan berkembang,” jelasnya.

Hasbi juga mengajak seluruh masyarakat Luwu Raya untuk memberikan perhatian terhadap perkembangan Kota Palopo, termasuk dalam dinamika politik menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang telah diperintahkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurutnya, PSU ini menjadi momentum krusial bagi masyarakat Palopo untuk memilih pemimpin yang benar-benar mampu membawa perubahan positif bagi kota tersebut.

“Dinamika politik di Palopo tak boleh kita sepelekan, terutama jelang PSU mendatang. Jika salah pilih pemimpin, maka kota ini akan susah maju dan berkembang. Yang rugi tentunya kita semua warga Luwu Raya,” tegasnya.

Hasbi mengingatkan agar masyarakat Palopo tidak terjebak dalam pilihan politik yang tidak rasional. Baginya, PSU adalah kesempatan emas untuk menentukan masa depan Palopo dengan memilih pemimpin yang memiliki rekam jejak terbaik.

“PSU ini janganlah disia-siakan dengan terjebak memilih pemimpin yang rekam jejaknya kurang layak. Palopo butuh pemimpin baru yang dipercaya bisa membawa perubahan yang lebih baik. Jangan sampai salah pilih,” tandasnya. (*)