Arsip Kategori: Radar Olahraga

WOTU – Turnamen sepak bola “Piala Kemerdekaan” dalam rangka memperingati HUT RI ke-80 di Kecamatan Wotu resmi ditutup dengan meriah. Penutupan berlangsung dalam suasana penuh semangat, ditandai dengan pertandingan seru yang menjadi puncak acara, Kamis (28/8/2025).

Camat Wotu dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak sehingga turnamen dapat terlaksana dengan baik. “Alhamdulillah, berkat kebersamaan dan partisipasi seluruh elemen, Kecamatan Wotu mampu merayakan turnamen sepak bola ini dengan sukses. Saat ini Wotu menjadi salah satu rujukan dalam penyelenggaraan event sepak bola di Luwu Timur, karena SDM dan stakeholder bersatu serta bahu-membahu mendukung kegiatan ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Wotu, AKP Eli Kendek, SH., MH., menekankan pentingnya menjaga keamanan dalam setiap kegiatan. Ia menyampaikan bahwa Wotu kini masuk kategori terbaik dalam hal stabilitas keamanan pada pelaksanaan event-event yang digelar. “Hal ini patut kita jaga bersama agar setiap kegiatan di Wotu selalu berjalan aman, tertib, dan lancar,” tegasnya.

Lining sektor kegiatan, Mismar, juga menambahkan bahwa keberhasilan turnamen ini tidak lepas dari kerja sama panitia dan para pecinta sepak bola di Wotu. “Terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah andil dalam event ini. Kegiatan ini bisa berjalan baik berkat support dan partisipasi senior-senior Gaswo Legend yang selalu memberi semangat,” ujarnya.

Penutupan turnamen kali ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga serta menumbuhkan semangat kebersamaan. Pertandingan pamungkas yang berlangsung seru menambah kemeriahan sekaligus menjadi penutup yang indah bagi rangkaian kegiatan HUT RI ke-80 di Kecamatan Wotu.

RadarluwuCom — Suasana semarak perayaan HUT kemerdekaan RI ke-80 sore tadi di Desa Balantang, senin (18/8/2025), benar-benar berbeda. Seluruh sisi lapangan sepak bola dipadati ribuan pasang mata yang tak ingin melewatkan laga final paling bergengsi: tim tuan rumah Desa Balantang berhadapan dengan tim tangguh dari Desa Lakawali Pantai.

Sorak sorai penonton terdengar sejak wasit meniup peluit awal pertandingan. Dari pinggir lapangan, orang tua, remaja, hingga anak-anak duduk berjejal di rerumputan, sementara sebagian lainnya memilih berdiri sambil sesekali bersorak memberi dukungan.

Pertandingan berjalan sengit. Dari babak pertama hingga menit terakhir babak kedua, kedua tim sama-sama tampil ngotot. Pertahanan kokoh Balantang berhasil menahan gempuran Lakawali Pantai, sementara barisan depan Balantang juga belum mampu menembus rapatnya lini belakang lawan. Skor tetap 0-0 hingga waktu normal berakhir.

Tensi pertandingan semakin meninggi ketika laga harus ditentukan melalui adu penalti. Degup jantung penonton semakin cepat tiap kali eksekutor melangkah ke titik putih. Hingga akhirnya, tim Lakawali Pantai berhasil menutup pertandingan dengan skor tipis 5-4.

Meski kalah di hadapan pendukungnya sendiri, para pemain Balantang tetap mendapat sambutan meriah. “Ramai sekali penonton, antusias masyarakat Balantang luar biasa. Meski kalah di adu penalti, kami tetap bangga dengan perjuangan tim desa balantang” tutur Andi Hilal, pemuda asal Desa Balantang yang hadir langsung menyaksikan laga.

Bagi masyarakat Balantang, pertandingan ini lebih dari sekadar adu keterampilan di lapangan. Laga tersebut menjadi momen kebersamaan, di mana warga bisa merasakan atmosfer sportivitas dan semangat juang yang membara.

RadarluwuCom — Suasana sore di lapangan Desa Balantang, Sabtu (17/08/25), terasa berbeda. Sorak-sorai penonton membaur dengan dentuman bola voli yang berkali-kali menghantam lantai lapangan. Dari anak-anak kecil hingga orang tua, semua tampak larut dalam euforia pertandingan yang menjadi bagian dari perayaan HUT RI ke – 80 tahun.

Di tengah riuhnya dukungan penonton, tim voli putra Desa Lakawali kembali menunjukkan taringnya. Berhadapan dengan tim tangguh dari PGRI, mereka berhasil mengukir kemenangan yang manis. Namun, kemenangan kali ini punya arti lebih besar: gelar juara yang ketiga kalinya, selama tiga tahun berturut-turut.

Manager tim, Hendra, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia berdiri dengan senyum puas seraya mengucapkan rasa terima kasih.

“Terima kasih kepada Kepala Desa Lakawali yang selalu memberi dukungan penuh. Juga terima kasih kepada para pemain yang telah berjuang luar biasa hingga bisa mempertahankan gelar ini,” ucapnya dengan nada haru.

Bagi para pemain, perjuangan mempertahankan juara tiga tahun berturut-turut tidaklah mudah. Ada kerja keras, latihan, serta dukungan moril dari seluruh warga. Namun di balik keringat yang bercucuran, tersimpan cerita tentang persaudaraan dan cinta terhadap desa yang mereka wakili.

Di penghujung pertandingan, tepuk tangan panjang penonton seolah menjadi penghargaan tersendiri. Desa Lakawali kembali pulang dengan kepala tegak. Tiga tahun berturut-turut berada di puncak—sebuah catatan manis yang akan selalu diingat dalam perayaan HUT RI.

Radarluwu. Com, Palopo – Prestasi yang sangat membanggakan Atlet Karate asal Kota Palopo Sulawesi Selatan (Sulsel), yang turut mewakili Indonesia di ajang The 8th Karate-Do Gojukai Global Championship Japan 2025 mampu meraih medali emas.

Muhammad Fikry Atlet Karate Asal Palopo yang sukses Raih Medali Emas di Global Championship Japan 2025 ini, tidak hanya membuat bangga kedua orang tuangnya, namun juga mengharumkan daerah asalnya Kota Palopo Sulawesi Selatan dan negaranya Indonesia.

Arsil Saat, SE, SH, salah satu ASN di Pengadilan Negeri (PN) Luwu Timur Sulawesi Selatan, ayah dari Muhammad Fikry Atlet Karate asal Kota Palopo yang saat ini bertanding di kancah internasional, berpesan pada putranya agar tetap rendah hati atas segala prestasi yang telah diraih, dan terus mengembangkan potensi diri secara optimal.

” Sebagai orang tua tentu kita merasa bangga atas prestasi yang di raih oleh anaknya, terkhusus pada putra saya, ayah titip pesan, agar tetap rendah hati, atas segala prestasi yang telah diraih, terus berlatih, mengembangkan potensi diri secara optimal, untuk bisa lebih baik lagi, yang nantinya bisa banggakan orang tua, harumkan nama daerah, bangsa dan negara,” tutur Arsil Saat, SE, SH saat di hubungi via WhatsApp. Minggu, 10 Agustus 2025.

Informasi yang dihimpun, atlet asal Kota Palopo Sulawesi Selatan Muhammad Fikry saat ini masih mengikuti rangkaian kegiatan pada ajang The 8th Karate-Do Gojukai Global Championship Japan 2025. (***)

Radarluwu. Com, Malili, 8 Agustus 2025– Suasana perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-80 di Kecamatan Malili semakin semarak dengan digelarnya turnamen sepak bola antar desa. Salah satu laga paling ditunggu masyarakat akhirnya tersaji pada babak penyisihan yang mempertemukan dua tim kuat: Desa Balantang dan Desa Wewangriu.

Pertandingan yang digelar di Lapangan Sepak Bola Balantang ini berlangsung panas sejak menit awal. Kedua tim tampil penuh semangat, menampilkan permainan cepat dan saling serang. Ratusan masyarakat memadati sisi lapangan, memberikan dukungan penuh bagi tim kebanggaan mereka masing-masing.

Meski berlangsung sengit, laga berakhir imbang 1-1. Hasil ini tidak menyurutkan antusiasme penonton, yang telah lama menanti derbi ini sebagai bagian dari tradisi tahunan setiap perayaan kemerdekaan.

Salah satu tokoh muda yang turut hadir menyaksikan pertandingan adalah Andi Hilal, kader Partai Gelora sekaligus pecinta sepak bola asal Malili. Ia mengapresiasi semangat sportivitas yang ditunjukkan kedua tim.

“Ini bukan hanya soal menang atau kalah, tapi bagaimana semangat persatuan dan kebersamaan masyarakat desa dapat terjaga lewat olahraga,” ungkapnya usai pertandingan.

Pertandingan ini menjadi penanda bahwa semangat kemerdekaan tak hanya dirayakan melalui upacara dan seremoni, tetapi juga melalui ajang kompetitif yang mempererat silaturahmi antarwarga.

Turnamen sepak bola antar desa ini akan terus berlanjut hingga babak final, dan dipastikan akan menyuguhkan laga-laga menarik lainnya dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-80.