Arsip Kategori: Radar Politik

Milenial dan Gen Z : Kami Suka Program Budiman Akbar

RADARLUWU.COM,Luwu Timur, 8 Oktober 2024 – Ribuan milenial dan Gen Z memadati Gedung Pertemuan Masyarakat Sorowako di Kecamatan Nuha pada malam 7 Oktober 2024 untuk menghadiri Inagurasi dan pengukuhan tim milenial-Gen Z pasangan calon (paslon) Budiman-Akbar. Acara ini dikemas dengan apik menggunakan teknologi lighting dan sound canggih yang sesuai dengan psikologi dan selera kaum muda, menciptakan suasana meriah yang penuh interaksi dan kegembiraan sepanjang acara.

Paslon Budiman-Akbar menunjukkan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan dan keinginan generasi milenial dan Gen Z, yang terlihat tidak hanya dari konsep acara yang modern dan dinamis, tetapi juga dari orasi yang mereka sampaikan. Setiap kali paslon ini tampil di atas panggung, suasana semakin semarak dengan tepuk tangan dan sorakan dari para hadirin. Slogan “lanjutkan kebaikan” terus bergema sepanjang orasi Budiman-Akbar menandakan antusiasme dan dukungan penuh dari milenial.

Dalam orasinya, Budiman-Akbar mempertahankan gaya khas yang ringan, santai, dan sering diselingi dengan humor yang menyegarkan, sehingga pesan-pesan mereka mudah dicerna oleh berbagai kalangan. Selain itu, penampilan mereka yang sederhana dan tidak berlebihan membuat mereka semakin dekat dengan masyarakat, terutama kaum muda yang hadir dalam acara tersebut.

Setelah acara, juru bicara paslon, Citra Febrianti, menjelaskan program-program yang diusung Budiman-Akbar, yang menekankan fokus pada pemenuhan kebutuhan kaum muda. “Paslon Budiman-Akbar berkomitmen untuk melanjutkan program beasiswa, memperluas kesempatan kerja bagi milenial, memberikan akses teknologi yang lebih baik, serta mengembangkan keterampilan kaum muda, terutama dalam menghadapi tantangan era digital,” ujarnya.

Lebih lanjut, Budiman-Akbar juga akan memfasilitasi berdirinya perguruan tinggi politeknik dan vokasi di Luwu Timur sebagai wujud komitmen mereka untuk mengakomodasi kepentingan pendidikan generasi muda.

Kamaruddin, seorang milenial dari Kecamatan Angkona, mengungkapkan pendapatnya mengenai program yang diusung paslon ini. Ia merasa bahwa paslon Budiman-Akbar sangat memahami apa yang dibutuhkan oleh milenial dan Gen Z saat ini. “Penyediaan lapangan kerja, pengembangan ekonomi kreatif berbasis digital, serta internet publik adalah dambaan kami semua,” ujarnya.

Sherira Sahir, remaja putri dari Kecamatan Tomoni, juga menyuarakan harapan yang serupa, terutama terkait rencana pembangunan perguruan tinggi vokasi di Luwu Timur. “Ini adalah harapan besar kami dan juga orang tua kami, agar adik-adik kami nanti memiliki akses pendidikan yang lebih baik,” katanya sambil mengacungkan dua jari dan mengajak hadirin untuk mendukung paslon Budiman-Akbar.

Acara yang dipenuhi interaksi hangat dan antusiasme ini menunjukkan kekuatan dukungan milenial dan Gen Z terhadap paslon Budiman-Akbar, yang secara konsisten menyuarakan komitmen mereka untuk memajukan Luwu Timur dengan termasuk fokus pada kebutuhan generasi muda.

Pasangan Budiman-Akbar Wujudkan Komitmen Sejahterakan Petani Luwu Timur Melalui Hilirisasi

RADARLUWU.COM, LUWU TIMURPaangan calon bupati dan wakil bupati Luwu Timur, Budiman-Mochammad Akbar Andi Leluasa (Budiman-Akbar), berkomitmen untuk terus meningkatkan hasil pertanian dan perkebunan.

Komitmen ini, untuk memperkuat hilirisasi produk pertanian dan perkebunan. Sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan para petani di Luwu Timur.

Juru Bicara (Jubir) Budiman-Akbar, Ibriansyah Irawan mengungkapkan, program hilirisasi ini akan didukung oleh infrastruktur yang memadai, termasuk fasilitas pengolahan hasil pertanian dan perkebunan.

Tidah hanya itu, pemerintah di bawah nahkoda Budiman-Akbar juga akan memberi pelatihan bagi para petani untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam menghadapi proses produksi yang lebih modern.

“Budiman-Akbar berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga memperkuat hilirisasi produk agar nilai tambah dari hasil pertanian dan perkebunan lebih besar,” ujar Rian sapaan akrab Ibriansyah.

“Dengan hilirisasi, kita tidak lagi hanya mengirim produk mentah, tetapi bisa menghasilkan produk jadi yang siap dipasarkan dengan harga lebih tinggi,” sambungnya.

Menurut Rian, program hilirasasi pertanian adalah solusi strategis untuk meningkatkan pendapatan petani dan memperkuat ekonomi daerah.

“Sehingga kita bisa memaksimalkan hasil pertanian dan perkebunan kita, mengurangi ketergantungan pada penjualan bahan mentah, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja lokal,” jelasnya.

Rian juga menambahkan bahwa program ini sejalan dengan visi Budiman-Akbar yang ingin menjadikan Luwu Timur sebagai pusat ekonomi yang berdaya saing, di mana sektor pertanian dan perkebunan menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

“Budiman-Akbar percaya bahwa pertanian adalah kekuatan utama Luwu Timur, dan dengan hilirisasi kita bisa memanfaatkan potensi itu secara optimal,” terang Rian.

“Tidak hanya memberikan keuntungan bagi petani, tetapi juga bagi seluruh masyarakat melalui penambahan lapangan kerja dan peningkatan ekonomi lokal,” tambahnya.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap produk pertanian di Luwu Timur bisa memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” lanjut Rian.

“Dengan hilirisasi, kita bisa memperpanjang rantai nilai produk, sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.

 

 

Soal Wisata Halal di Toraja, Begini Penjelasan Calon Gubernur Sulsel Danny Pomanto

RADARLUWU,TORAJA UTARA – Calon Gubernur Sulawesi Selatan nomor urut 1, Muh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengatakan bahwa istilah Wisata Halal kurang tepat dikenakan di wilayah Toraja.

Pasalnya, hal tersebut bertentangan dengan kondisi sosial, tradisi dan kepercayaan yang dominan di daerah yang terkenal dengan destinasi wisata budaya tersebut.

Hal itu dikatakan Danny usai pertemuan silaturahmi dengan tokoh masyarakat dan pengurus Badan Pengelola Sinode (BPS) Gereja Toraja di Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Senin (07/10).

“Istilah Wisata Halal di Toraja kurang tepat. Istilah ini, secara sosio-kultural tidak mendapatkan ruang karena mayoritas warganya non-muslim. Tapi kalau restoran halal, kuliner halal, akomodasi halal dan sebagainya memang harus ada sebagai fasilitas bagi wisatawan muslim yang datang ke sini,” ungkap Danny.

Dijelaskan Wali Kota Makassar dua periode itu, potensi wisata di wilayah Toraja sangat memungkinkan untuk terus dikembangkan, asalkan mendapat dukungan dari pemerintah.

“Potensi wisata Toraja ini sangat besar, dan kalau ada dukungan ril dari pemerintah, termasuk dari Pemprov, maka bisa lebih dioptimalkan sehingga memberi kontribusi ekonomi yang lebih besar bagi rakyat,” jelas Danny.

Karena itu, ke depan yang paling dibutuhkan adalah fasilitas lengkap dan representatif yang memungkinkan setiap kalangan dapat berwisata dengan nyaman di daerah yang terkenal sejuk dan alami ini.

Sementara itu Juru Bicara Danny – Azhar, Asri Tadda menambahkan, pengembangan pariwisata merupakan salah satu program prioritas yang akan dilakukan oleh Paslon yang dikenal dengan akronim “DIA” itu.

“Danny – Azhar bertekad memperkuat struktur ekonomi berbasis pangan dan salah satunya adalah di bidang pariwisata. Potensi pariwisata Sulsel sangat banyak dan kalau itu dikembangkan dengan baik, maka tentu akan menjadi salah satu penyumbang pendapatan daerah,” jelas Asri.

Hanya saja, lanjutnya, pengembangan potensi wisata di Suslel tentu harus memperhatikan kondisi sosial-kultural setempat. Agar tidak menjadi kontroversi yang justru tidak menguntungkan.

“Pariwisata adalah tentang hospitality. Wisatawan mau menikmati destinasi dengan aman dan nyaman. Jadi yang utama adalah konsep, fasilitas dan akomodasinya. Sehingga semua kalangan bisa menikmatinya dengan baik, baik yang muslim maupun non-muslim,” pungkas Asri. (*)

Iwan Barnas: Dari Kubu Lain ke Dukungan untuk Budiman Akbar di Pilkada 2024

Radarluwu.com, LUWU TIMUR- Iwan Barnas, sosok yang tak asing bagi masyarakat Malili dan Angkona, menggelar acara silaturahmi bersama Calon Bupati Budiman Akbar. Acara yang dihadiri sekitar 300 orang, termasuk sahabat, keluarga, dan kolega Iwan yang berlangsung di kediamannya Desa Manurung, Minggu (6/10). Bagi beberapa warga, keputusan ini menjadi kejutan karena sebelumnya Iwan, yang dikenal dengan panggilan Bapak Ani, berada di kubu kandidat lain.

Iwan, mantan anggota legislatif Luwu Timur dari Partai Barisan Nasional (Barnas), mengungkapkan alasannya beralih mendukung Budiman Akbar dalam Pilkada tahun ini. “Saya tidak punya kepentingan pribadi kecuali kebaikan untuk daerah ini. Semua calon bupati kita kenal baik, tapi ada yang lebih baik. Budiman tidak sempurna, tapi dia berpengalaman dalam birokrasi dan selama tiga tahun ini telah bekerja dengan baik,” jelasnya dengan penuh semangat, seraya memberikan salam dua jari, simbol nomor urut pasangan Budiman Akbar.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Hj Sufiati istri Budiman, Hj. Arbianti Febthavia istri kandidat Wakil Bupati Akbar Andi Leluasa, serta dua anggota legislatif dari PDIP, Mahading, S.Sos dan Andi Ahmad.

Dalam orasinya, Budiman Akbar memaparkan program-program pro-rakyat yang menjadi visi misinya untuk Luwu Timur. Dengan gaya yang santai dan penuh kegembiraan, Budiman menyampaikan pidato yang membangkitkan suasana akrab di antara para hadirin. Dia menekankan pentingnya melanjutkan program yang berpihak kepada masyarakat serta membangun Luwu Timur dengan pendekatan yang rasional dan berkelanjutan.

Dukungan dari Iwan Barnas ini menambah kekuatan Budiman menjelang Pilkada 2024. Keputusan Iwan diharapkan memberikan pengaruh signifikan, terutama mengingat rekam jejaknya sebagai tokoh yang dihormati di daerah tersebut. (Zzz)

Tidak Main-main, 80 Titik Kampanye Dikunjungi Danny-Azhar dalam Sepekan

RADARLUWU.COM,MAKASSAR – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan nomor urut 1, Danny Pomanto – Azhar Arsyad telah mengunjungi total 80 titik kampanye dalam sepekan terakhir.

Danny telah melakukan kampanye di 4 Kabupaten, yakni Gowa, Takalar, Maros dan Pangkep. Sedangkan Azhar di Pinrang, Enrekang, Sidrap dan Parepare.

“Alhamdulillah, hingga Jumat (04/10), sudah ada 80 titik yang telah dikunjungi Danny-Azhar. Rinciannya, Pak Danny 46 titik sedangkan Pak Azhar 34 titik,” kata Juru Bicara Danny – Azhar, Asri Tadda di Makassar, Minggu (06/10).

Diketahui, pasangan berakronim DIA ini mengawali secara simbolis kampanye Pilgub pada Jumat, 27 September 2024 lalu. Danny memulainya di Sanrobone Takalar, sedangkan Azhar mengawalinya di tanah kelahirannya di Pinrang.

Asri mengatakan, jumlah titik yang telah dikunjungi oleh Cagub dan Cawagub usungan PDI-P, PKB dan PPP itu, merupakan gambaran ikhtiar sungguh-sungguh dari keduanya untuk memenangkan hati rakyat Sulsel.

“Danny – Azhar menyadari bahwa rakyat harus diberitahu dengan jelas bahwa Sulsel ini perlu diselamatkan. Nasib mereka dipertaruhkan pada momen Pilkada nanti, apakah akan lebih baik atau malah tambah buruk. Nah, DiA datang dengan visi perubahan dan perbaikan nasib rakyat,” ujar Asri.

Dikatakannya, antusiasme masyarakat begitu tergambar pada setiap kunjungan Danny – Azhar. Pasalnya, yang dijelaskan kepada mereka adalah bagaimana merubah nasib dengan cara memimpin Gubernur dan Wakil Gubernur yang terbaik.

“Sambutan masyarakat begitu baik sejauh ini. Ada kerinduan melihat kehidupan yang lebih baik dimana perekonomian bisa tumbuh, kemiskinan berkurang dan pengangguran juga teratasi dengan lapangan kerja,” jelas Asri.

Pada setiap kunjungan ke daerah, baik Danny maupun Azhar selalu mengawalinya dengan melakukan blusukan pagi hari ke pasar-pasar dan tempat pelelangan ikan.

“Itu adalah spot yang sangat strategis dan begitu natural melihat denyut nadi perekonomian rakyat. Dari sini sudah terasa bahwa ada masalah ekonomi serius, daya beli turun, omzet pedagang anjlok dan masih banyak lagi,” beber Asri.

Karena itulah, Danny – Azhar semakin mantap mendorong program prioritas menjadikan pemerintah sebagai off-taker atau pembeli langsung produk petani dan nelayan di Sulsel.

“Tentu ini salah satu program prioritas DiA, menyelamatkan nasib petani dan nelayan yang setiap kali panen selalu menderita rugi karena harga jual yang turun, padahal mereka sudah bekerja dan keluarkan banyak modal,” terang Asri.

Selain itu, yang tak kalah penting sambung Asri adalah, Danny – Azhar juga akan berusaha melunasi utang Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang jumlahnya masih sangat besar, yakni sekitar 1,5 triliun.

“Beban utang Pemprov Sulsel ini jadi masalah sangat serius akibat kinerja Gubernur sebelumnya yang tidak apik. Dampaknya terhadap perekonomian cukup terasa. Karena itu harus jadi prioritas untuk segera dilunasi agar program-program strategis Danny – Azhar bisa terlaksana tanpa hambatan,” beber Ketua Relawan Perubahan Sulsel itu.(*)