Arsip Kategori: PT VALE

Radarluwu, SOROWAKO, 13 Juni 2025 – Di tengah meningkatnya tuntutan global terhadap praktik industri yang berkelanjutan, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari grup Mining Industry Indonesia (MIND ID), menegaskan kembali perannya sebagai pelopor dalam transformasi industri pertambangan nasional menuju model yang lebih hijau, transparan, dan berkeadilan. Selama lebih dari lima dekade, PT Vale telah membangun fondasi yang kuat dalam menerapkan prinsip Good Mining Practices secara konsisten.

Kunjungan kerja Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Dr. Raja Juli Antoni, ke wilayah operasional PT Vale di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pada Jumat, 13 Juni 2025, menjadi momentum penting yang menegaskan pengakuan atas komitmen keberlanjutan yang dijalankan perusahaan. Dalam kunjungan tersebut, Menteri meninjau beberapa lokasi dan fasilitas pendukung kegiatan penambangan PT Vale, termasuk arboretum Himalaya yang merupakan salah satu lokasi konservasi beberapa spesies tanaman lokal dan endemik serta fasilitas nursery modern di Taman keanekaragaman hayati Sawerigading Wallacea.

Kunjungan ini mencerminkan relevansi praktik PT Vale dalam menjawab tantangan masa depan industri ekstraktif di Indonesia. Di tengah upaya nasional menuju transisi energi bersih, pelestarian hutan tropis, dan tata kelola industri yang akuntabel, PT Vale hadir sebagai mitra strategis pemerintah yang mampu menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dengan perlindungan lingkungan secara nyata.
“Kami memahami bahwa mewujudkan pertambangan yang berkelanjutan bukanlah tugas yang sederhana. Namun kami percaya, ini adalah tanggung jawab yang tak bisa ditunda. Kami tidak mengklaim telah sempurna, namun kami terus berupaya belajar, berbenah, dan melangkah maju agar kehadiran kami memberikan nilai nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan negara,” ujar Plt. Presiden Direktur PT Vale, Bernardus Irmanto.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui sejumlah aksi nyata, antara lain:
Rehabilitasi area di dalam dan di luar wilayah konsesi yang mencapai luasan 3x lipat area yang telah di buka PT Vale untuk kegiatan pertambangan. Sampai akhir 2024, 3.791 Ha dalam konsesi dan 17.264 Ha di luar konsesi telah ditanam masing-masing lebih dari 5 juta dan 12 juta pohon yang tersebar di 32 kabupaten pada 5 provinsi. Lebih dari 40% pohon yang ditanam adalah pohon lokal dan endemik termasuk 80 ribu pohon ebony di area Luwu Timur.

Praktek reklamasi paska tambang secara progresif untuk meminimalkan luasan bukaan dan mengurangi resiko erosi dan sedimentasi. Lebih dari 60% lahan yang dibuka untuk pertambangan telah direklamasi. Dalam pelaksanaan reklamasi, PT Vale menggunakan pendekatan ekosistemik, termasuk melakukan konservasi spesies tanaman untuk menjaga keanekaragaman hayati baik di lokasi tambang maupun di luar lokasi tambang. Kegiatan reklamasi ini didukung dengan adanya fasilitas Nursery modern dengan kapasitas produksi 700 ribu bibit per tahun. Selain itu, PT Vale juga membangun Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Sawerigading Wallacea sebagai pusat pelestarian biodiversitas lokal;
Pemanfaatan 100% energi bersih dari PLTA untuk proses peleburan di pabrik pengolahan nikel, yang berkontribusi menghindari emisi karbon sekitar ±1 juta ton CO₂ setiap tahunnya;

Menteri Kehutanan, Dr. Raja Juli Antoni, menyampaikan apresiasinya atas pendekatan PT Vale dalam menyeimbangkan kepentingan ekonomi, konservasi lingkungan, dan kesejahteraan sosial. “Pembangunan tidak boleh berhenti. Namun hutan juga tak boleh punah. Kita harus menyeimbangkan keduanya. PT Vale menunjukkan bahwa industri dapat bergerak maju tanpa mengorbankan kelestarian ekosistem,” ungkap Menteri.

Beliau juga secara khusus mengapresiasi keberhasilan restorasi Hutan Himalaya serta kehadiran Taman Kehati sebagai bentuk nyata dari reklamasi yang berdampak.
“Sebagai salah satu perusahaa pertambangan yang melakukan pertambangan secara berkelanjutan, saya ingin membuktikan dan hal ini langsung saya saksikan bagaimana proses pertambangan mereka yang memang sangat sesuai aturan,’ujarnya.
“Sumber energi dari air, kemudian kaidah-kaidah lingkungan hidup dipenuhi dan dalam konteks kehutanan sebagai perusahaan yang diberikan IPKKH dan kemudian mereka dapat mereklamasi dengan baik dan kemudian menanam pohon, bahkan tadi kita lihat ada yang dari tahun 2025, sudah hampir sama dengan hutan alam, “tuturnya.
Kata Raja Juli Antoni, hal ini yang menandakan bahwa sebenarnya antara pembangunan dengan lingkungan bisa sejalan, antara ekonomi dan ekologi bisa berjalan kalau regulator bisa memastikan dan mengenforce untuk menegakkan aturan dengam baik, tidak kongkalikong, tidak negosiasi, dan pihak swasta juga memiliki komitmen tinggi untuk memberikan yang terbaik untuk alam.
“Pulang dari sini saya akan duduk bareng dengan Ibu Dirjen, nanti kita formulasikan best practice apa yang bisa kita pelajari dari sini, lesson learn dari sini, nanti kita akan buat sebuah aturan baru, juknis baru yang kemudian bisa kita enforce dan pindahkan, gakkum, kita akan kumpulkan pengusaha pertambangan, kita akan membuka ruang untuk memberikan ippkh yang diikuti dengan tanggung jawab maksimal untuk keberlanjutan alam kuta untuk anak cucu kita, “ungkapnya.

Kunjungan ini semakin mempererat sinergi antara pemerintah dan PT Vale dalam mendukung agenda prioritas nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat hilirisasi industri yang ramah lingkungan, ketahanan ekonomi nasional, serta pelestarian sumber daya alam untuk generasi mendatang.
“Kami meyakini bahwa keberhasilan industri tambang Indonesia di masa depan tidak hanya akan diukur dari seberapa besar kapasitas produksinya, namun juga dari sejauh mana kontribusinya dalam menjaga bumi, melindungi hutan, dan menyejahterakan masyarakat. Di situlah kami ingin terus mengambil peran,” tutup Bernardus.

Radarluwu, Morowali, 11 Juni 2025 – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan tidak cukup hanya diwacanakan. Ia harus dihidupkan, dijalankan, dan diinternalisasi oleh setiap individu. Hal inilah yang menjadi semangat PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID)—melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 yang mengangkat tema global “Hentikan Polusi Plastik.” Dengan semangat #SustainabilityStartsWithMe, PT Vale menyelenggarakan berbagai kegiatan kolaboratif dan edukatif yang menyentuh aspek operasional hingga perubahan perilaku sehari-hari.

*Aksi Bersih-bersih Port: Kolaborasi untuk Lingkungan Kerja yang Sehat dan Bebas Sampah Plastik*

Mengawali peringatan ini, 446 peserta yang terdiri dari karyawan dan kontraktor IGP Morowali turut ambil bagian dalam aksi bersih-bersih di area Port Jetty, perkantoran, pantai, serta fasilitas pendukung lainnya. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antar departemen dalam menciptakan ruang kerja yang bersih, aman, dan terbebas dari polusi plastik yang kian mengancam ekosistem laut dan darat.

Dari kegiatan ini, tercatat sebanyak 0,8 ton sampah berhasil dikumpulkan hanya dalam waktu kurang dari empat jam. Seluruh sampah yang terkumpul selanjutnya dikelola melalui kerja sama dengan Pemerintah Daerah Morowali, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), guna memastikan proses pengolahan di hilir berjalan optimal dan berkelanjutan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen PT Vale untuk tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah di hulu, tetapi juga menjamin tanggung jawab hingga tahap akhir penanganan yang ramah lingkungan.

Head of Bahodopi Project, Wafir, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah refleksi dari budaya keberlanjutan yang ditanamkan PT Vale kepada seluruh insan perusahaan. “Tagar #SustainabilityStartsWithMe bukan sekadar slogan, ini adalah filosofi. Bahwa setiap individu di perusahaan ini punya peran krusial dalam menciptakan dampak positif terhadap lingkungan. Kita percaya bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil,” ujarnya.

*Kampanye Kreatif dan Edukatif: Dari Media Sosial ke Aksi Sehari-hari*

Semangat pelestarian lingkungan juga ditanamkan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. IGP Morowali menggelar kampanye sosial media bertema keberlanjutan yang mengajak seluruh karyawan dan mitra kerja menyuarakan kepedulian terhadap isu lingkungan dalam bentuk poster dan video pendek. Karya-karya yang dihasilkan menyoroti pentingnya penerapan 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta mengangkat gerakan LISA (Lihat Sampah Ambil) sebagai bentuk sederhana namun berdampak.

Tak hanya itu, di lingkungan PT Vale sendiri, budaya memilah sampah berdasarkan jenisnya telah menjadi kebiasaan sehari-hari. Kebiasaan ini ditanamkan agar proses pengelolaan di hilir menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan. Dengan memilah dari sumbernya—organik, anorganik, residu, hingga limbah berbahaya. PT Vale memastikan bahwa setiap sampah ditangani dengan cara yang tepat dan bertanggung jawab.

Salah satu pemenang lomba poster, Nurul Fitri, menyampaikan rasa bangganya bisa berkontribusi dalam kampanye ini. “Lomba ini jadi sarana saya untuk menyuarakan keresahan terhadap banyaknya sampah plastik di sekitar kita. Saya ingin mengingatkan lewat visual yang sederhana, bahwa kita bisa mulai dari hal kecil seperti membawa tumbler atau tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya. Nurul juga berharap budaya peduli lingkungan semakin mengakar di lingkungan kerja.

*Dari Langkah Kecil Menuju Perubahan Besar*

Rangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 ini menjadi pengingat bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama. Tidak ada aksi yang terlalu kecil ketika dilakukan secara konsisten dan kolaboratif. PT Vale percaya bahwa keberlanjutan adalah warisan terbaik yang dapat diberikan kepada generasi mendatang.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh karyawan, kontraktor, dan mitra kerja untuk melihat bahwa keberlanjutan bukan beban, tapi peluang—peluang untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat, tempat kerja yang lebih nyaman, dan komunitas yang lebih tangguh,” tambah Wafir.

Karena keberlanjutan tidak hanya dimulai dari kebijakan perusahaan, tetapi dimulai dari setiap individu yang memilih untuk peduli. #SustainabilityStartsWithMe bukan sekadar ajakan, melainkan sebuah komitmen yang terus hidup dalam tindakan nyata. PT Vale siap melanjutkan perjalanan ini, bersama seluruh pemangku kepentingan, demi masa depan bumi yang lebih baik.

Radarluwu, Jakarta, 11 Juni 2025 – Di tengah tantangan global yang menuntut praktik industri lebih berkelanjutan dan inklusif, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID)—melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan dengan berhasil memboyong dua penghargaan yaitu: TOP CSR Awards 2025 #Star 4, dan TOP Leader on CSR Commitment 2025 dalam ajang prestisius TOP CSR Awards 2025 pada Rabu, (11/06/2025) di Hotel Raffles Jakarta Selatan.

TOP CSR Awards 2025 #Star 4 diberikan sebagai bentuk pengakuan atas sistem, kebijakan, serta implementasi CSR yang *SANGAT BAIK* dan terbukti mendukung strategi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Penghargaan ini diraih melalui proses penilaian komprehensif, termasuk evaluasi dokumen program, pencapaian lapangan, dan sesi presentasi serta wawancara langsung di hadapan dewan juri independen yang terdiri dari para pakar keberlanjutan, akademisi, hingga praktisi industri.

Sejak awal keberadaannya di Morowali, PT Vale telah memposisikan tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagai inti dari strategi bisnis, bukan sebagai aktivitas tambahan. Melalui konsep Creating Shared Value (CSV), perusahaan mengembangkan pendekatan yang mengintegrasikan kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan secara holistik.

Beberapa inisiatif strategis CSR PT Vale IGP Morowali yang menjadi fokus penilaian dalam ajang ini antara lain, pelaksanaan program pertanian organik berkelanjutan SRI (System of Rice Intensification) yang telah memasuki musim tanam ketujuh dan melibatkan petani lokal dengan pendampingan tenaga ahli; pembangunan pusat persemaian (nursery) atau kebun pembibitan untuk mendukung revegetasi lahan pascatambang, serta penyediaan sedimen pond yang berfungsi menetralisir air bekas tambang sebelum mengalir ke hilir sungai. Di bidang kesehatan dan keselamatan kerja, PT Vale mengimplementasikan Wellness Program untuk mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan psikososial karyawan, mencakup manajemen stres, gaya hidup sehat, serta layanan psikologis. Sementara itu, kebijakan pengembangan SDM difokuskan pada pemberdayaan tenaga kerja lokal melalui perekrutan prioritas dari wilayah pemberdayaan dan program pelatihan capacity building untuk meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja lokal.

Seluruh inisiatif ini dirancang dan dijalankan mengacu pada standar ISO 26000 tentang tanggung jawab sosial, yang memungkinkan perusahaan menciptakan dampak yang terukur dan sejalan dengan tujuan pembangunan jangka panjang.

“Keberlanjutan bagi kami bukan proyek sementara, melainkan bagian dari DNA perusahaan. Dari pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga pelestarian lingkungan, semua kami jalankan untuk mendorong pembangunan inklusif dan berkelanjutan di Morowali,” ujar Wafir, Head of Bahodopi Project PT Vale IGP Morowali.

Wafir menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya pada Pemerintah Kabupaten Morowali, aparat pemerintah desa area pemberdayaan, masyarakat penerima manfaat program dan seluruh karyawan PT Vale yang telah memberikan dukungannya hingga perseroan dapat meraih penghargaan tersebut.

“Dukungan seluruh pihak menjadi kunci kami dalam meraih penghargaan ini, tentunya apa yang diperoleh semakin memacu perseroan untuk terus memberikan kontribusi positifnya dalam mewujudkan pertambangan berkelanjutan untuk mendukung hilirisasi. Terima kasih, semoga kami dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

*Kepemimpinan Visioner: Fondasi Utama dalam Menumbuhkan Bisnis yang Bertanggung Jawab*

Selain keberhasilan program CSR, PT Vale Indonesia juga mendapatkan penghargaan TOP Leader on CSR Commitment 2025, yang diberikan kepada pimpinan PT Vale sebagai pengakuan atas dedikasi dan arah kepemimpinan yang kuat dalam mengarahkan kebijakan tanggung jawab sosial perusahaan. Penghargaan ini menandakan bahwa pencapaian CSR perusahaan tidak bisa dilepaskan dari keteladanan manajerial yang konsisten dan progresif.

Plt. CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tersebut, sekaligus menegaskan bahwa keberlanjutan merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi pertumbuhan perusahaan.

“Kami percaya bahwa tanggung jawab sosial bukan sekadar program, melainkan fondasi bagi keberlanjutan jangka panjang. Penghargaan ini menjadi validasi bahwa kami berada di jalur yang benar, namun yang lebih penting, ini adalah pengingat untuk terus memperkuat kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan. Kami ingin tumbuh bersama masyarakat, menjaga alam, dan membangun masa depan yang lebih berdaya,” ujarnya.

Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah Top Business, M. Lutfi Handayani menyebut kegiatan ini adalah penghargaan tertinggi, terbesar dan paling membanggakan di Indonesia yang diberikan kepada perusahaan yang dinilai telah menjalankan program CSR secara efektif dan berkualitas. Bukan sekadar penilaian atau penghargaan semata, tetapi juga ada proses pembelajaran yang berarti untuk bersama-sama meningkatkan kualitas dan efektifitas CSR perusahaan yang beroperasi di Indonesia.

“Tujuan event ini adalah membangun kesadaran, sehingga semua perusahaan dapat mengidentifikasi dampak yang ditimbulkan kemudian bertanggungjawab dengan cara mengelola dampak tersebut, mudah-mudahan tujuan TOP CSR ini juga bisa mendekatkan kita kepada membangun Indonesia yang lebih baik”, katanya.

*Dukungan Nyata terhadap Agenda Nasional: Asta Cita dan Ekonomi Hijau*

Dengan tema besar “CSR untuk Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan dan Program Asta Cita Pemerintah”, ajang TOP CSR Awards 2025 menyoroti peran aktif dunia usaha dalam mendukung agenda pembangunan nasional. PT Vale Indonesia menjadi contoh nyata perusahaan yang mampu mengintegrasikan kepentingan korporasi dengan kebutuhan pembangunan sosial dan lingkungan nasional.

Pencapaian tahun ini juga menjadi lanjutan dari keberhasilan tahun sebelumnya, di mana PT Vale IGP Morowali meraih dua penghargaan di ajang Indonesia Corporate Sustainability Award (ICSA) 2024 atas inovasi dalam pengelolaan SDM dan operasional yang ramah lingkungan. Konsistensi ini menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan sekadar slogan, melainkan komitmen yang diwujudkan dalam aksi nyata.

Radar luwu,Luwu Timur – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H, PT. Citra Lampia Mandiri (CLM) melaksanakan kegiatan kurban dengan menyembelih enam ekor sapi di wilayah pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Jumat (—/—/2025).

Daging kurban dibagikan kepada warga di sejumlah desa binaan perusahaan. Warga menyambut kegiatan ini dengan antusias, sebagai bentuk nyata kepedulian sosial dari perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah tersebut.

“Idul Adha bukan hanya tentang ibadah, tapi juga soal berbagi dan peduli terhadap sesama. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa kehadiran perusahaan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar A. Dodi, MB, perwakilan manajemen PT. CLM.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam memperkuat hubungan dengan masyarakat sekitar serta menumbuhkan nilai kebersamaan, khususnya di momen keagamaan seperti Idul Adha.

PT. CLM berharap kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut dan menjadi jembatan untuk mempererat sinergi antara perusahaan dan warga.

RADARLUWU, SOROWAKO, 28 Mei 2025 — Sebagai perusahaan pertambangan yang sudah beroperasi selama lebih dari 56 tahun, penerapan praktik berkelanjutan yang dilakukan oleh PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) adalah komitmen yang terus dijaga baik.

Hal ini merupakan bagian dari upaya anak usaha Mining Industry (MIND ID) untuk mewujudkan pertambangan hijau atau green mining. Upaya ini juga menarik perhatian perguruan tinggi, yaitu Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk berkolaborasi.

Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa mengungkapkan bukti nyata penerapan praktik pertambangan berkelanjutan yang dilakukan oleh PT Vale tercermin dari pengelolaan Taman Kehati Sawerigading Wallacea yang merupakan reklamasi pasca tambang.
“Nursery ini membuktikan bahwa ada peluang untuk membuat alam lebih terjamin keberlanjutannya. Keberadaan Taman Kehati Sawerigading ini saya kira perlu kita support dan apresiasi,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, pihaknya juga telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan PT Vale dan PT Huayou yang salah satu fokusnya adalah mendekatkan kampus Unhas kepada masyarakat Kabupaten Luwu Timur (Lutim).

Harapannya, Unhas bisa turut berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan sumber daya manusia agar bisa terserap di industri. Hal itu sejalan dengan visi Unhas untuk bisa berkontribusi dan memberikan dampak dan solusi terhadap industri melalui penyiapan sumber daya manusia yang dibutuhkan.

“Salah satu yang kita sepakati adalah bagaimana menjadikan Luwu Timur ini sebagai salah satu tempat berdirinya kampus Unhas yang memfokuskan kebutuhan daerah dan industrialisasi termask Vale, kita tidak mau orang-orang lokal hanya menjadi penonton atau low class worker sehingga harus hadir di sini sekolah vokasi,” jelas mantan Dekan Fakultas Kehutanan tersebut.

Tak hanya itu, Prof Jamaluddin Jompa juga berharap Unhas bisa memanfaatkan keberadaan PT Vale untuk bekerjasama dan mewujudkan keberlanjutan dengan optimalisasi berbagai potensi yang ada.
“Sehingga kami akan bisa berkontribusi nyata pada pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, keberadaan PT Vale dan PT Hoayou adalah berkah bagi bangsa Indonesia. Karena tanpa perusahaan yang dapat mengelola dengan bijak, potensi sumber daya alam yang ada tidak akan bisa termanfaatkan.

“Bagi Unhas tentu sangat mensupport keberadaan industri nikel di Indonesia karena ini untuk bangsa dan dunia. Dan selama ini PT Vale dan PT Huayou sudah menerapkan prinsip ESG dan mengikuti berbagai standar lingkungan yang ada,” paparnya.
Sementara itu, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam membeberkan baru-baru ini pihaknya melakukan penandatanganan nota kesepamahan (MoU) dengan Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas). Salah satu fokusnya adalah menggagas sekolah vokasi yang harapannya bisa berkontribusi mendukung program hilirisasi.

“Alhamdulillah yang menjadi kesepakatan kita adalah membuat sekolah vokasi pertambangan. Di Luwu Timur, hal ini sangat penting karena merupakan daerah industri,” kata Ibas, sapaan akrab Bupati.
Hadirnya sekolah vokasi di Luwu Timur diharapkan bisa berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal. “Dengan adanya sekolah pertambangan ini nanti akan secara otomatis masuk di industri yang membutuhkan tenaga-tenaga lokal itu,” sambung Bupati.

*Bupati Lutim : Dukung Green Mining PT Vale, Permudah Iklim Investasi*
Sebagai daerah industri, Pemerintah Daerah (Pemda) Luwu Timur ( Lutim) menyambut baik inisiatif-inisiatif yang dapat berkontribusi untuk semakin meningkatkan potensi daerah, termasuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi dan perusahaan.

Menurut Bupati Luwu Timur, Irwan Bachry Syam, daerah Luwu Timur memiliki cadangan nikel yang besar sehingga investasi didorong untuk mengoptimalkan potensi tersebut. Pemda pun membuka peluang bagi investor dengan memberikan kemudahan.

“Kami memberikan kemudahan kepada investor untuk berinvestasi, termasuk dalam perizinan dari Pemda yang kami mudahkan kepada investor dan memberikan informasi penting kepada investor ini sehingga mereka mudah untuk melakukan investasi di daerah kami,” jelas Bupati.

Selain itu, pihaknya juga melakukan pemahaman kepada masyarakat agar kehadiran investor di daerah Luwu Timur lebih mudah diterima. Terlebih, investasi dapat memberikan dampak ekonomi yang besar bagi daerah dan tentunya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Masyarakat kami di Luwu Timur Timur bukan baru menghadapi industri tapi sudah 56 tahun PT Vale ada, jadi namanya industri sudah familiar. Otomatis kami tidak akan bekerja keras memberikan pemahaman untuk menerima namanya investasi di bidang pertambangan,” kata Bupati.

Tak hanya itu, Bupati juga terus mendorong agar hilirisasi dan pertambangan hijau juga menjadi bagian dari investasi karena merupakan hal yang terus digaungkan oleh pemerintah pusat.

“Hilirisasi ini memang yang didorong oleh pemerintah pusat dan investor kita dorong agar bisa berinvestasi terkait ini seperti kita mendorong juga agar investasi adalah yang green atau ekonomi hijau. Alhamdulillah di Luwu Timur ini sendiri sudah menerapkan namanya industri green sehingga investor-investor lain pun akan mengupayakan agar industri green sebagai prioritas,” pungkas Bupati.