Arsip Kategori: PT VALE

HUT Lutim ke-22: CLM Hadirkan RTH sebagai Wujud Kepedulian Lingkungan dan Sosial

RADARLUWU, Lutim — Menyambut Hari Jadi Kabupaten Luwu Timur ke-22, PT. Citra Lampia Mandiri (CLM) melakukan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai tempat Joging Trak dan Lapangan Upacara, ini sebagai bentuk dukungan terhadap peringatan hari bersejarah daerah ini.

Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) ini berlokasi di Daerah Desa Puncak Indah. Kecamatan Malili, yang berada di daerah area perkatoran dan ditandai dengan berbagai kegiatan.

Perayaan HUT Lutim ini juga menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian pembangunan selama dua dekade terakhir, harap Herly SPV PPM PT.CLM.

“Peningkatan infrastruktur, Sarana Olahraga. Dan tempat kegiatan lainnya bersifat umum ke depan, PT.CLM akan fokus pada pembangunan ekonomi berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat” ujar Herly

SPV PPM PT.CLM, Herly, menambahkan Pembangunan Ruang Terbuka ini akan menjadi salah satu tempat perayaan HUT LUTIM dimana akan dipakai untuk konser Wali Band. dan kegiatan lainnya.

Kami juga ingin momentum Hari Jadi Luwu Timur ini tak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi momen mempererat kebersamaan dan menumbuhkan kepedulian masyarakat menjaga keamanan untuk Luwu Timur Maju dan Sejahtera. Tutupnya.

Dari Luwu Timur untuk Bumi: Aksi Hijau PT CLM Tanam 1000 Pohon

RADARLUWU, Luwu Timur — Dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April, PT. Citra Lampia Mandiri (CLM) bersama Kontraktor Reklamasi dan relawan lingkungan menggelar aksi penanaman 1000 pohon lokal di area Izin Usaha Pertambangan (IUP) perusahaan, Rabu (23/04/2025).

Aksi ini bukan sekadar seremonial, namun menjadi bagian dari komitmen nyata perusahaan PT CLM dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayah operasionalnya. Tanaman-tanaman lokal yang dipilih merupakan jenis endemik yang berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah degradasi lahan.

*Kolaborasi untuk Bumi*

Kegiatan penanaman ini turut didukung oleh pemerintah daerah, organisasi lingkungan, dan masyarakat sekitar. Tak hanya menanam pohon, peserta juga mengikuti berbagai kegiatan edukatif yang bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan, seperti diskusi interaktif dan sosialisasi tentang pentingnya konservasi alam.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih peduli terhadap lingkungan hidup. Hari Bumi adalah momentum kita bersama untuk melakukan aksi nyata dalam menjaga planet ini demi generasi mendatang,” ujar Pak Sahir, Head Department Environmental & Forestry PT. CLM.

*Panggilan untuk Generasi Muda*

Aksi ini sekaligus menjadi ajakan terbuka bagi generasi muda untuk ikut ambil bagian dalam menjaga bumi. Dengan tema “Energi Kita, Planet Kita”, PT. CLM berharap kegiatan ini mampu menjadi inspirasi dan memantik kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya keberlanjutan lingkungan.

“Kita harus sadar bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” tutup Pak Sahir.

Dari Morowali untuk Bumi: PT Vale IGP Tanam Harapan Lewat Reklamasi Sejak Langkah Pertama

RADAR LUWU,Morowali, 22 April 2025 — Dalam semangat Hari Bumi 2025 yang mengusung tema “Our Power, Our Planet”, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari grup Mining Industry Indonesia (MIND ID), melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan melaksanakan penanaman pohon perdana di area reklamasi bahkan sebelum fase produksi dimulai.

Sebanyak 360 bibit pohon ditanam di atas lahan seluas 6,2 hektar di Rasyidah N3, dari total target 4.427 bibit dan 19,3 hektar reklamasi sepanjang tahun ini. Inisiatif ini bukan hanya seremonial, melainkan simbol dari filosofi keberlanjutan yang menjadi pondasi utama perusahaan: bahwa pertambangan harus dimulai dengan langkah memulihkan, bukan sekadar mengeksplorasi.

Mengusung semangat “Kekuatan Kita, Planet Kita”, aksi reklamasi dini yang dilakukan PT Vale IGP Morowali mencerminkan bagaimana energi yang kita pilih, baik itu energi fisik maupun energi kolektif untuk bertindak dapat menjadi kekuatan besar dalam merawat bumi. Di tengah transisi menuju energi hijau, langkah reklamasi sejak awal menjadi wujud nyata bahwa industri pertambangan pun bisa menjadi bagian dari solusi. Dari Morowali, PT Vale mengirimkan pesan kuat: bahwa keberlanjutan harus dimulai bukan nanti, tapi sekarang, dengan kekuatan energi yang kita tanam hari ini untuk planet yang lebih lestari esok hari.

“Kami ingin memastikan bahwa sejak langkah pertama, keberlanjutan menjadi inti dari operasional kami. Penanaman ini bukan hanya memperingati Hari Bumi, tetapi juga menjadi simbol komitmen jangka panjang kami dalam menjaga keseimbangan alam,” ungkap Wafir, Head of Bahodopi Project PT Vale IGP Morowali.

*Reklamasi di Awal: Paradigma Baru Pertambangan Berkelanjutan*

Di tengah tantangan lingkungan global, PT Vale mengambil pendekatan berbeda—reklamasi dilakukan sejak awal, bukan di akhir. Lebih dari 300 orang yang terdiri dari karyawan dan mitra kontraktor turut serta dalam kegiatan ini, menunjukkan bahwa tanggung jawab terhadap bumi adalah kerja bersama. Ini adalah bagian dari strategi reklamasi progresif, yang memastikan bahwa setiap jengkal lahan yang digunakan akan kembali hijau dan bermanfaat.

Tak hanya penanaman pohon, PT Vale IGP Morowali juga menerapkan metode hydroseeding—teknologi penghijauan yang mempercepat pertumbuhan vegetasi di lahan tebing seperti di area MHR. Dengan menyemprotkan campuran benih, air, kompos, pupuk dan perekat ke permukaan yang telah dipasang jute net, metode ini tidak hanya mempercepat proses penghijauan, tetapi juga mencegah erosi, mengikat debu, dan memperbaiki struktur tanah.

Teknologi ini telah diterapkan di area reklamasi MHR120, dan diharapkan menjadi standar baru untuk reklamasi tambang yang efektif dan ramah lingkungan di Indonesia.

*Melangkah Bersama Alam: Warisan Hijau untuk Generasi Mendatang*

Lebih dari sekadar memulihkan lahan, PT Vale IGP Morowali ingin meninggalkan warisan—bahwa pertumbuhan industri bisa sejalan dengan perlindungan lingkungan. Proses reklamasi ini dirancang untuk melibatkan lebih dari sekadar perusahaan: kontraktor dan komunitas lokal menjadi bagian dari gerakan ini.

“Bagi kami, pertambangan yang bertanggung jawab bukan hanya tentang menciptakan nilai ekonomi, tapi juga tentang warisan yang kita tinggalkan. Reklamasi yang dimulai dari awal ini adalah bukti bahwa industri bisa bertumbuh tanpa mengorbankan bumi,” tutup Wafir.

Dengan langkah-langkah nyata ini, PT Vale membuktikan bahwa masa depan pertambangan bukan hanya soal ekstraksi—tetapi soal restorasi, kolaborasi, dan tanggung jawab terhadap planet yang kita tinggali bersama.

Kunjungan Strategis Wagub Sulsel ke PT Vale: Industri Hijau Jadi Pilar Pertumbuhan Berkelanjutan Sulawesi Selatan

Radarluwu, SOROWAKO, 18 April 2025 — Kunjungan kerja Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, ke kawasan operasional PT Vale Indonesia Tbk di Sorowako menjadi penegasan penting bahwa industri pertambangan yang dikelola secara bertanggung jawab dapat menjadi fondasi utama pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Dalam kunjungan tersebut, Fatmawati menyampaikan apresiasi mendalam terhadap komitmen keberlanjutan PT Vale yang sejalan dengan agenda pembangunan hijau Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

“Dalam kunjungan ini, saya melihat PT Vale bukan sekadar perusahaan tambang — ini adalah simbol bagaimana industri strategis bisa menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus penjaga ekosistem. Inilah kemitraan yang kita butuhkan untuk mewujudkan Sulawesi Selatan Maju dan Berkarakter,” ujar Fatmawati.

Fatmawati menyoroti bahwa upaya PT Vale dalam merehabilitasi lahan pasca tambang, menjaga keanekaragaman hayati, serta merawat lingkungan secara berkelanjutan sangat sejalan dengan Green Growth Plan (GGP) yang tengah dirancang oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Salah satu bukti nyata adalah komitmen PT Vale dalam menanam 9 juta pohon secara bertahap hingga 2030 — inisiatif reforestasi terbesar di sektor industri nikel Indonesia.

Hingga akhir 2024, PT Vale telah melakukan reklamasi terhadap lebih dari 7.900 hektare lahan pasca tambang, dan menanam lebih dari 4,3 juta pohon, termasuk spesies endemik dan pohon konservasi bernilai tinggi. PT Vale juga mengelola Taman Kehati seluas 300 hektare yang menjadi habitat bagi flora dan fauna asli Sulawesi, serta menjadi pusat edukasi lingkungan. “Komitmen PT Vale terhadap keberlanjutan menjadi bukti bahwa pertumbuhan ekonomi tidak harus merusak lingkungan. Justru, industri dapat menjadi mitra aktif dalam menjaga bumi untuk generasi mendatang,” tambahnya.

Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha untuk Keberlanjutan

Wagub Sulsel juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga potensi sumber daya alam Sulsel. Kehadiran PT Vale dinilai tidak hanya memberikan kontribusi ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan secara menyeluruh.

Saat inj, PT Vale telah merekrut lebih dari 91% tenaga kerja dari Sulawesi Selatan, termasuk pemuda-pemudi dari Luwu Timur, melalui program pelatihan vokasi, magang teknik, hingga pendampingan UMKM lokal. Pada 2024, perusahaan mendukung lebih dari 250 UMKM binaan, dan mengalokasikan anggaran lebih dari Rp50 miliar untuk program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM).

“Dengan kolaborasi antara Bupati, DPRD, Camat, Kepala Desa, dan PT Vale, kita bisa melangkah bersama — dari langkah kecil menuju lompatan besar. Ini adalah bentuk pembangunan yang berpihak kepada rakyat,” ucapnya penuh semangat.

Menjaga Keindahan Alam dan Inovasi Lingkungan

Dalam kunjungannya ke Danau Matano, Fatmawati mengungkapkan kekagumannya atas kebersihan dan keasrian danau yang berada di dekat area tambang. Danau Matano merupakan salah satu danau terdalam di Asia Tenggara, dan PT Vale secara konsisten menjalankan monitoring kualitas air secara berkala bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Hasil uji kualitas air menunjukkan bahwa Danau Matano tetap dalam kondisi kelas A, aman untuk konsumsi, dan menjadi sumber air utama bagi masyarakat Sorowako.
Fatmawati juga mengunjungi Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Sawerigading Wallace yang didalamnyua ada nursery PT Vale yang menjadi pusat pembibitan lebih dari 700.000 bibit pohon setiap tahunnya, termasuk pohon langka dan tanaman produktif untuk keperluan reforestasi, agroforestri, serta program rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS). Di Lokasi tersebut Fatmawati melakukan penanaman pohon Eboni lengkap dengan tagging nama pohon miliknya.
Dia mengaku kagum dengan sistem penanaman pohon, bagaimana PT Vale mengindetifikasi dan memperkenalkan bibit pohon menggunakan sistem barcode dan tagging. Menurutnya, sistem tersebut sudah sangat modern, padahal dirinya baru saja akan mengusulkan tapi sudah diterapkan dengan baik.

“Nurserynya luar biasa. Ini bukan hanya untuk kepentingan perusahaan, tetapi mendukung penuh misi besar Pemerintah Sulsel dalam membangun ekosistem hijau yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, dalam kesempatan yang sama menjelaskan pengembangan Taman Kehati Sawerigading Wallacea sebagai hasil kolaborasi antara Pemkab Luwu Timur dan PT Vale. Kawasan ini dirancang menjadi pusat edukasi lingkungan dan wisata berbasis konservasi, yang mencakup museum tambang, penangkaran rusa Timor, hingga laboratorium konservasi vegetasi endemik. “Kami ingin kawasan ini menjadi ruang belajar terbuka, bukan hanya untuk masyarakat lokal, tapi juga untuk nasional. PT Vale dan pemerintah memiliki visi yang sama untuk membangun peradaban yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Melalui semua inisiatif ini, PT Vale membuktikan bahwa industri tambang dapat memainkan peran kunci dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, hijau, dan berkelanjutan — sejalan dengan visi besar Pemerintah Sulawesi Selatan untuk menghadirkan masa depan yang lebih maju dan berkarakter bagi seluruh rakyat.

“ Terima kasih atas apresiasi luar biasa dari Ibu Wakil Gubernur Sulsel atas kehadirannya melihat langsung praktik pertambangan berkelanjutan PT Vale, tentunya apa yang dilakukan saat ini sebagai bentuk tanggung jawab dan kontribusi kami terhadap pelestarian keanekaragaman hayati, sekaligus sebagai ruang edukasi dan konservasi. Kami percaya bahwa pembangunan dan pelestarian lingkungan tidak harus berjalan terpisah. Justru, keduanya harus saling mendukung demi mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang inklusif,” ungkap Head of External Relations PT Vale, Endra Kusuma.
Dia menambahkan, melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, komunitas lokal, dan berbagai pihak lainnya, perseroan terus berupaya memastikan bahwa upaya konservasi ini memberikan manfaat tidak hanya secara ekologis, tetapi juga sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi perseroan untuk terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah provinsi Sulawesi Selatan, khususnya dalam mendukung program-program strategis di bidang lingkungan hidup dan kehutanan.

Jawab Tantangan Global Perkuat Hilirisasi dan Pasokan Nikel Bersih Dunia Memulai Fase Operasional Proyek PT Vale Indonesia IGP Morowali

Radarluwu, Morowali, 18 April 2025 – Dunia sedang menghadapi tantangan besar: krisis iklim, ketidakpastian energi, dan kebutuhan mendesak untuk beralih ke teknologi bersih. Dalam konteks tersebut, Indonesia memegang kunci penting sebagai pemasok utama mineral kritis global. Menyadari tanggung jawab tersebut, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari grup MIND ID, menandai babak baru kontribusinya terhadap solusi dunia dengan memulai fase operasional Indonesia Growth Project (IGP) di Morowali, Sulawesi Tengah.

Melalui seremoni first cutting pada Kamis (17/04), PT Vale dan mitranya PT Petrosea Tbk resmi memulai tahapan operasional proyek strategis ini. Acara berlangsung di area PIT Royale dan dihadiri oleh CEO PT Vale, Febriany Eddy, yang secara simbolis meresmikan dimulainya pembangunan melalui pemotongan pita dan tumpeng. Momen ini mencerminkan semangat kolaborasi dan komitmen keberlanjutan yang menjadi fondasi pengembangan proyek ini.

Menjawab Kebutuhan Dunia, Mengakselerasi Transformasi Nasional

Proyek IGP Morowali bukan sekadar perluasan operasi. Ini adalah game changer dalam peta industri nikel Indonesia. Dirancang untuk menghasilkan nikel berkadar tinggi yang sangat dibutuhkan dalam pembuatan baterai kendaraan listrik (EV), proyek ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pasokan global untuk ekosistem energi bersih.

“Dunia membutuhkan nikel bersih, Indonesia memilikinya, dan PT Vale berkomitmen untuk menyediakannya secara bertanggung jawab,” tegas Febriany Eddy dalam pidatonya. Ia juga mengapresiasi percepatan realisasi proyek yang melebihi ekspektasi awal. “Dengan sinergi kuat antara tim internal dan mitra strategis, kami mampu memulai lebih cepat dari jadwal. Ini bukti bahwa Indonesia mampu memimpin, bukan hanya mengikuti, dalam agenda transisi energi global.”

Dalam kegiatan tersebut, Febriany Eddy menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh tim yang terlibat dalam proyek ini. Beliau mengungkapkan bahwa pencapaian yang telah diraih jauh lebih cepat dari rencana yang semula telah ditetapkan.

“Rencana yang kita jalankan kali ini lebih cepat dari yang sebelumnya direncanakan. Saya sangat mengapresiasi kerja keras dan dedikasi luar biasa dari seluruh tim yang terlibat. Dengan semangat ini, saya yakin kita akan mencapai tujuan yang lebih besar dan proyek ini akan terus berjalan dengan lancar, tepat waktu, dan memberikan hasil yang optimal,” ujar Febriany.
Keamanan, Lingkungan, dan Manusia: Pilar Utama IGP Morowali

Sebagai perusahaan yang menjunjung tinggi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), PT Vale menempatkan keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan sebagai prioritas utama. Proyek ini dirancang dengan standar keselamatan kelas dunia dan menerapkan pendekatan mitigasi dampak lingkungan sejak awal fase operasional.

“Keselamatan bukan hanya indikator kinerja, tetapi nilai inti kami. Kinerja optimal tidak mungkin tercapai tanpa memastikan keamanan setiap insan yang terlibat,” tambah Febriany.

PT Vale dan Petrosea juga berkomitmen memastikan bahwa manfaat proyek ini dirasakan langsung oleh masyarakat lokal melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas SDM, serta inisiatif pembangunan berkelanjutan berbasis komunitas.

Arah Baru, Harapan Baru bagi Industri Nikel Indonesia

Dengan dimulainya fase operasional IGP Morowali, PT Vale menunjukkan bagaimana sebuah proyek strategis dapat selaras antara kepentingan bisnis, tanggung jawab lingkungan, dan kemajuan sosial. Di tengah tuntutan global untuk mempercepat transisi energi, PT Vale hadir sebagai solusi nyata—menyediakan sumber daya penting dengan cara yang adil, hijau, dan berkelanjutan.

Proyek ini merupakan bukti bahwa industri nikel Indonesia siap naik kelas, bukan hanya sebagai penyedia bahan mentah, tetapi sebagai motor utama transformasi energi global.(red/*)