Arsip Kategori: PT VALE

Jakarta, 23 April 2026 — Di tengah meningkatnya kebutuhan global terhadap mineral kritis untuk mendukung transisi energi, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menegaskan langkah strategisnya dalam mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam strategi pembiayaan melalui perolehan fasilitas _Sustainability-Linked Loan_ (SLL) senilai US$750 juta, dengan opsi _greenshoe_ tambahan sebesar US$250 juta.

Fasilitas pinjaman sindikasi ini merupakan yang pertama bagi PT Vale sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan finansial perusahaan, mendukung pengembangan proyek strategis, serta memastikan praktik pertambangan yang bertanggung jawab sejalan dengan tuntutan pasar global. Fasilitas ini didukung oleh sindikasi 14 bank internasional dan mengalami kelebihan permintaan (_oversubscribed_) hingga 1,7 kali, mencerminkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap fundamental bisnis dan arah strategis keberlanjutan PT Vale.

Seiring dengan percepatan elektrifikasi dan pengembangan energi terbarukan secara global, permintaan terhadap nikel sebagai komponen utama baterai kendaraan listrik (EV) dan penyimpanan energi terus meningkat. Berdasarkan proyeksi International Energy Agency, kapasitas penyimpanan baterai global diperkirakan perlu meningkat hingga 14 kali lipat, sementara permintaan baterai EV diproyeksikan meningkat 7 kali lipat hingga tahun 2030.

Dalam konteks tersebut, PT Vale berada pada posisi strategis sebagai produsen nikel dengan intensitas karbon yang relatif lebih rendah, didukung oleh penggunaan energi terbarukan dari tiga pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang terintegrasi dalam operasionalnya. Perusahaan juga tengah meningkatkan kapasitas dan keandalan infrastruktur PLTA untuk mendukung proses elektrifikasi operasional secara bertahap.

Fasilitas SLL ini disusun mengacu pada _Sustainability-Linked Financing Framework_, yang selaras dengan praktik internasional dalam pembiayaan berbasis keberlanjutan. Indikator kinerja utama (_Key Performance Indicators_/KPI) yang digunakan mencakup penurunan intensitas emisi karbon dan peningkatan penggunaan energi terbarukan.

Kedua KPI tersebut telah mendapatkan penilaian “_strong_” dari Second Party Opinion independen, yang menilai keselarasan dengan target global untuk membatasi kenaikan suhu sesuai Paris Agreement 1.5°C _pathway_, sebagaimana dirujuk dalam kajian independen, serta kontribusinya terhadap target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia. Penilaian ini juga memastikan adanya peningkatan kinerja yang signifikan dibandingkan skenario _business-as-usual_.

Pinjaman sindikasi berbasis keberlanjutan ini merupakan tonggak penting bagi PT Vale, sekaligus menandai langkah perdana Perseroan dalam memasuki pasar pinjaman sindikasi. Langkah ini sejalan dengan trajektori pertumbuhan Perseroan yang semakin kuat, didorong oleh ekspansi proyek-proyek strategis di Indonesia yang dijalankan secara disiplin, terukur, dan berlandaskan prinsip keberlanjutan.

Presiden Direktur dan CEO PT Vale, Bernardus Irmanto, menyampaikan bahwa fasilitas ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam pengambilan keputusan strategis. “Fasilitas ini menandai langkah penting dalam perjalanan kami untuk menyelaraskan strategi pembiayaan dengan agenda dekarbonisasi dan pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan nikel berkualitas tinggi dengan jejak karbon yang lebih rendah, sekaligus mendukung pengembangan industri hilirisasi nasional dan transisi energi global,” ujarnya.

Dari sisi pemanfaatan dana, fasilitas ini akan digunakan untuk mendukung pengembangan proyek strategis perusahaan. Pada tahun 2026, sekitar 50% dana akan dialokasikan untuk pengembangan proyek IGP Pomalaa, sekitar 30% untuk proyek IGP Morowali, dan sekitar 20% untuk pengembangan IGP Sorowako Limonite. Sementara pada tahun 2027, pendanaan akan difokuskan pada kelanjutan proyek-proyek tersebut serta pemenuhan hak partisipasi (_participating right_) dalam proyek joint venture.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap penciptaan nilai bersama, PT Vale juga akan menyalurkan manfaat finansial yang diperoleh dari penyesuaian margin berbasis kinerja keberlanjutan ke dalam program pengembangan masyarakat. Pendekatan ini memastikan bahwa keberhasilan pencapaian target ESG tidak hanya berdampak pada operasional perusahaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Pendekatan ini turut didukung oleh para mitra perbankan yang melihat pentingnya integrasi keberlanjutan dalam struktur pembiayaan. Direktur Wholesale Banking UOB Indonesia, Harapman Kasan, menyampaikan bahwa pembiayaan berbasis keberlanjutan menjadi semakin relevan dalam mendukung transformasi sektor industri. “Transaksi ini mencerminkan pendekatan kami dalam mendukung nasabah melalui struktur pembiayaan yang selaras dengan target keberlanjutan yang terukur, sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam agenda transisi energi global,” ujarnya.

Mike Zhang, Global Head Metals & Mining, Institutional Banking DBS, menambahkan bahwa sektor pertambangan memiliki peran penting dalam memastikan transisi energi berjalan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ken Matsuo, Presiden Direktur PT Bank Mizuho Indonesia, menyampaikan: “Energi merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, dan kami bangga dapat mendukung fasilitas pinjaman sindikasi perdana PT Vale. Di tengah volatilitas pasar, tingginya minat dari para bank peserta serta oversubscription menunjukkan kuatnya kepercayaan terhadap model bisnis PT Vale. Kami melihat integrasi ESG dalam struktur pembiayaan seperti ini sebagai langkah penting dalam mendukung transisi energi secara berkelanjutan.”

Melalui pencapaian ini, PT Vale semakin memperkuat posisinya sebagai pelaku industri pertambangan yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola yang baik (ESG), sejalan dengan visi untuk mendukung masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Luwu Timur — Suasana berbeda tampak di area pertambangan PT Citra Lampia Mandiri (CLM), Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kamis (16/04/2026). Sebanyak 87 murid Kelas V SDIT Insan Rabbani bersama 8 guru turun langsung ke lapangan dalam kegiatan kunjungan edukasi (outing class) untuk mengenal proses pertambangan secara nyata.

Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar di luar kelas yang dirancang untuk memperluas wawasan siswa terkait pengelolaan sumber daya mineral, khususnya nikel yang menjadi komoditas utama di Luwu Timur.

Plt Kepala Sekolah SDIT Insan Rabbani, Andi Kastiar Latif, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah dalam mengintegrasikan pembelajaran teori dengan praktik di lapangan.

“Alhamdulillah, hari ini para murid berkesempatan melihat langsung aktivitas salah satu perusahaan tambang yang beroperasi di Luwu Timur. Ini penting untuk menambah pemahaman mereka,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pengenalan sektor pertambangan sejak dini dinilai strategis, mengingat daerah Luwu Timur dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil nikel di Indonesia.

“Kami ingin anak-anak memiliki wawasan sejak awal tentang bagaimana sumber daya alam dikelola secara bertanggung jawab,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Dian Ekaviyanti Rusydi, menjelaskan bahwa kegiatan outing class ini merupakan program baru yang akan dijadikan agenda rutin tahunan.

“Ini program perdana kami. Ke depan, kami juga akan mengenalkan siswa pada ekosistem lain seperti hutan mangrove, yang juga menjadi bagian dari program PT CLM,” jelasnya.

Pihak sekolah turut mengapresiasi dukungan manajemen PT CLM yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut.

Di sisi lain, Supervisor Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT CLM, Herly, menyampaikan bahwa perusahaan membuka ruang bagi masyarakat, termasuk pelajar, untuk mengenal lebih dekat operasional pertambangan.

“Kami terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar tentang kegiatan pertambangan. Ini bagian dari komitmen kami dalam mendukung sektor pendidikan melalui program pemberdayaan masyarakat,” tutupnya.

Palu, 13 April 2026 — Komitmen terhadap tata kelola yang baik serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah kembali mendapatkan pengakuan. PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari MIND ID, menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah atas kepatuhan dan konsistensinya sebagai wajib pajak yang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah di Palu.

Momentum penghargaan ini sejalan dengan arah strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang menekankan bahwa peringatan HUT bukan sekadar seremoni, melainkan katalisator pertumbuhan ekonomi daerah melalui kolaborasi lintas sektor. “Peringatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk menggerakkan ekonomi masyarakat,” tegas Gubernur Anwar Hafid.

Sejalan dengan itu, PT Vale dinilai sebagai salah satu mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah melalui kepatuhan fiskal yang konsisten, termasuk pembayaran pajak alat berat secara tepat waktu dan berkelanjutan.

Head of External Regional & Growth PT Vale, Endra Kusuma, menyampaikan bahwa penghargaan ini mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan dalam menciptakan nilai bersama bagi pemerintah, masyarakat, dan pemegang saham. “Alhamdulillah. Ini bagian dari komitmen kami untuk terus berkontribusi kepada pemerintah, tidak hanya di Sulawesi Tengah, tetapi juga di wilayah lain tempat kami beroperasi. Pembayaran pajak yang tepat waktu dan berkelanjutan merupakan kontribusi nyata kami dalam mendukung pembangunan daerah maupun nasional,” ujar Endra.

Lebih lanjut, Endra menekankan bahwa sinergi multipihak menjadi fondasi utama dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. “Harapan kami, Sulawesi Tengah terus maju dan semakin sejahtera. Sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat harus terus diperkuat untuk bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus melestarikan nilai budaya, sejalan dengan semangat ‘Sulteng Nambaso’,” tambahnya.

Sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda Pemerintah Daerah dalam menggerakkan ekonomi rakyat, PT Vale juga turut berpartisipasi dalam Sulteng Expo 2026 dengan menghadirkan booth UMKM binaan dari Morowali.

Inisiatif ini mencerminkan pendekatan holistik perusahaan, tidak hanya berkontribusi melalui pajak, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi lokal yang berdampak langsung pada masyarakat. “Kami menghadirkan produk UMKM binaan, khususnya dari Morowali, sebagai bentuk komitmen kami dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional, sehingga sudah menjadi tanggung jawab kami untuk ikut memperkuat daya saing mereka,” jelas Endra.

Selain itu, PT Vale juga memanfaatkan momentum ini untuk mensosialisasikan berbagai program sosial yang telah dijalankan, termasuk pengembangan padi organik serta program CSR lainnya di wilayah IGP Morowali.

Dengan menampilkan produk-produk unggulan yang telah siap secara kualitas dan keberlanjutan pasokan, PT Vale menegaskan komitmennya dalam menciptakan dampak jangka panjang yang terukur bagi masyarakat sekitar.

Penghargaan ini semakin memperkuat posisi PT Vale sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah, sekaligus mencerminkan disiplin operasional dan tata kelola perusahaan yang solid, sebagai fondasi utama dalam mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan.

Luwu Timur — Di tengah hamparan lahan jagung di Kecamatan Malili, kolaborasi antara masyarakat lokal dan PT Citra Lampia Mandiri (CLM) mulai menunjukkan hasil nyata. Bukan sekadar program perusahaan, inisiatif ini tumbuh menjadi kerja bersama yang menguatkan harapan petani—dari keterbatasan biaya hingga kini mampu meningkatkan produksi—sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional dalam bingkai Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dijalankan PT CLM menyasar pengembangan komoditas jagung dengan pendekatan menyeluruh, mulai dari penyediaan sarana produksi hingga pendampingan pasca panen. Program ini mencakup lahan seluas 20 hektare yang tersebar di lima desa di Kecamatan Malili, yakni Desa Harapan, Pasi-Pasi, Laskap, Pongkeru, dan Puncak Indah. Dari target 4 hektare per desa, realisasi tanam saat ini telah mencapai 8 hektare.

Manager Eksternal PT CLM, Fauzi, menjelaskan bahwa perusahaan hadir tidak hanya sebagai pendukung, tetapi sebagai mitra bagi petani dalam seluruh proses pertanian.

“Mulai dari pembukaan lahan, masa tanam, perawatan, panen hingga pasca panen, semuanya difasilitasi melalui program PPM,” ujarnya saat melakukan peninjauan lapangan bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Kementerian Pertanian, Darlan.

Dalam pelaksanaannya, PT CLM menyediakan bibit jagung unggul jenis Bisi 18, pupuk kandang, pupuk Urea non-subsidi, NPK, serta obat-obatan pertanian seperti herbisida, insektisida, dan fungisida. Tak hanya itu, bantuan mesin pemipil jagung juga diberikan untuk memperkuat proses pasca panen.

Selain dukungan sarana produksi, petani juga memperoleh insentif sebesar Rp500 ribu per hektare per bulan hingga masa pasca panen. Skema ini dinilai mampu meringankan beban biaya sekaligus meningkatkan semangat kerja petani di lapangan.

Salah satu petani penerima manfaat, Rudi, mengaku program ini membawa perubahan signifikan terhadap usahanya.
“Dulu terkendala biaya besar, terutama pupuk. Saya hanya mampu tanam sekitar 1 kilogram bibit, sekarang bisa sampai 4 kilogram karena semua difasilitasi,” ungkapnya.

Tidak berhenti pada produksi, PT CLM juga mulai menyiapkan langkah strategis untuk pemasaran hasil panen. Salah satunya dengan menjajaki kerja sama dengan Malindo di Makassar, serta membuka peluang pasar lainnya agar hasil panen petani dapat terserap optimal.

Melalui kolaborasi ini, PT CLM berharap dapat terus memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan di Luwu Timur sebagai bagian dari agenda nasional menuju kemandirian pangan. (*)

RadarLuwu.com — PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) mengumumkan hasil keuangan yang telah diaudit untuk tahun yang berakhir pada 2025 dengan kinerja operasional yang tetap solid di tengah dinamika pasar komoditas global.

Sepanjang tahun 2025, PT Vale mencatat produksi nikel dalam matte sebesar 72.027 metrik ton, meningkat dibandingkan produksi tahun 2024 yang mencapai 71.311 ton. Capaian ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan operasional serta efisiensi produksi.

Secara triwulanan, produksi pada triwulan keempat 2025 tercatat 17.052 ton, atau sekitar 12 persen lebih rendah dibandingkan triwulan ketiga yang mencapai 19.391 ton.

Penurunan ini terutama disebabkan oleh kegiatan pembangunan kembali Furnace 3 yang dimulai pada November 2025 dan ditargetkan selesai pada Mei 2026.
Selain produksi utama nikel matte, PT Vale juga mencatat kemajuan dalam memperluas portofolio komersial melalui penjualan bijih nikel saprolit dari blok Bahodopi dan Pomalaa.

Sepanjang 2025, penjualan bijih saprolit mencapai 2.316.023 wet metric tons (wmt), dengan kontribusi terbesar berasal dari Blok Bahodopi.

Dari sisi pengiriman, PT Vale mencatat pengiriman nikel matte sebesar 73.093 ton pada 2025, meningkat dibandingkan 72.625 ton pada 2024. Peningkatan ini turut mendukung capaian EBITDA sebesar 228,2 juta dolar AS sepanjang tahun.

Pendapatan perusahaan tercatat 990,2 juta dolar AS, meningkat sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 950,4 juta dolar AS. Sementara itu, laba bersih PT Vale mencapai 76,1 juta dolar AS, meningkat 32 persen dibandingkan tahun 2024.

Kinerja tersebut dicapai meskipun harga realisasi rata-rata nikel matte pada 2025 turun menjadi 12.157 dolar AS per ton, dibandingkan 13.086 dolar AS per ton pada tahun sebelumnya.

Dari sisi biaya operasional, PT Vale berhasil mempertahankan unit biaya kas penjualan sebesar 9.339 dolar AS per ton, sedikit lebih rendah dibandingkan 9.374 dolar AS per ton pada 2024, sekaligus menjadi tingkat biaya kas tahunan terendah dalam empat tahun terakhir.

Sepanjang tahun 2025, perusahaan juga mengalokasikan sekitar 485,9 juta dolar AS untuk belanja modal, meningkat 46 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Investasi ini difokuskan pada pengembangan proyek-proyek strategis serta kebutuhan modal keberlanjutan operasional.

Memasuki 2026, PT Vale terus memperkuat fokus strategis melalui pengembangan proyek pertambangan dan fasilitas pengolahan hilir bersama mitra usaha patungan. Proyek pertambangan di Pomalaa telah mencapai sekitar 60 persen progres pembangunan, sementara proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) telah mencapai sekitar 50 persen tahap konstruksi dan ditargetkan mencapai penyelesaian mekanis pertama pada triwulan ketiga 2026.

PT Vale menegaskan seluruh inisiatif strategis tersebut dijalankan dengan disiplin keuangan yang pruden, tata kelola yang kuat, serta komitmen terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.