Arsip Kategori: Radar Ekonomi dan Bisnis

MALILI — PT Citra Lampia Mandiri (CLM) menyerahkan satu unit truk sampah dan 6 kontainer sampah sebagai kado spesial pada peringatan HUT Luwu Timur ke-23, Senin (8/6/2026).

Bantuan tersebut diserahkan Direktur Eksternal PT CLM, Ismail Achmad kepada Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam dan Wakil Bupati Puspawati Husler pada puncak perayaan HUT Luwu Timur di Lapangan Pendidikan, Jalan Soekarno Hatta, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili.

Penyerahan bantuan itu turut disaksikan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, serta Ketua DPRD Luwu Timur, Ober Datte.

Direktur Eksternal PT CLM, Ismail Achmad mengatakan bantuan kendaraan kebersihan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan daerah dan pengelolaan lingkungan di Luwu Timur.

“Selamat ulang tahun untuk Luwu Timur ke-23,” kata Ismail Achmad.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam menyampaikan apresiasi kepada PT CLM atas kontribusi perusahaan terhadap pembangunan daerah.

Menurut Irwan, perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Lampia itu terus menunjukkan keterlibatan aktif dalam membantu pembangunan dan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Luwu Timur.

LUWU TIMUR — Komitmen PT Citra Lampia Mandiri (CLM) dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah pemberdayaan kembali diwujudkan melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Kali ini, perusahaan memberangkatkan sembilan warga untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi Gada Pratama.

Peserta pelatihan berasal dari tiga desa di wilayah pemberdayaan perusahaan, masing-masing Desa Harapan, Desa Pasi-Pasi, dan Desa Laskap. Program tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya membuka akses kerja yang lebih luas bagi masyarakat lokal, khususnya di sektor pengamanan.

Sr. SPV PPM PT CLM, Mehdi Insana Kamil, mengatakan pelatihan dan sertifikasi tersebut merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

“Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan kompetensi masyarakat di bidang pengamanan sesuai standar dunia kerja di Indonesia, khususnya untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di Luwu Timur,” ujar Mehdi.

Menurutnya, selain meningkatkan kompetensi peserta, program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui keterampilan yang memiliki nilai guna dan peluang kerja.
Ia menjelaskan, sebelum program dilaksanakan, pihak perusahaan terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pemerintah desa di sembilan wilayah pemberdayaan PT CLM.

“Untuk pelatihan dan sertifikasi Gada Pratama ini, kami sudah berkoordinasi dengan kepala desa dari sembilan wilayah pemberdayaan. Namun dari hasil koordinasi tersebut, hanya tiga desa yang bersedia mengikutsertakan warganya,” katanya.

Meski baru diikuti tiga desa, perusahaan memastikan program pengembangan kapasitas masyarakat akan terus berjalan sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah.
“Kalau desa memiliki program prioritas, kami siap memfasilitasi selama itu berkaitan dengan pendidikan vokasi maupun sertifikasi keterampilan, baik soft skill maupun hard skill yang dibutuhkan masyarakat,” tambahnya.

Pelaksanaan pelatihan ini menjadi bagian dari implementasi PPM PT CLM yang menyasar peningkatan kualitas SDM lokal agar mampu bersaing dan mengambil peluang kerja di tengah pertumbuhan investasi di Kabupaten Luwu Timur. (*)

Luwu Timur — Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Manajemen dan karyawan PT Citra Lampia Mandiri kembali menunjukkan kepedulian sosial kepada masyarakat melalui penyerahan hewan kurban di wilayah pemberdayaan perusahaan.

Sebanyak 7 ekor sapi kurban diserahkan secara simbolis kepada perwakilan masyarakat dan tokoh agama di beberapa desa sekitar wilayah operasional perusahaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mempererat hubungan harmonis dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di momentum Iduladha.

Perwakilan manajemen PT Citra Lampia Mandiri menyampaikan bahwa program penyaluran hewan kurban merupakan agenda rutin perusahaan sebagai bentuk rasa syukur serta wujud nyata kontribusi sosial kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Momentum Iduladha mengajarkan nilai keikhlasan, kebersamaan, dan semangat berbagi. Melalui penyerahan hewan kurban ini, kami berharap manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah pemberdayaan perusahaan,” ujarnya.

Penyaluran hewan kurban juga melibatkan partisipasi karyawan PT Citra Lampia Mandiri sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian bersama terhadap masyarakat. Daging kurban nantinya akan didistribusikan kepada warga yang membutuhkan agar manfaat Iduladha dapat dirasakan secara merata.

Tokoh masyarakat setempat menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kontribusi perusahaan yang dinilai terus hadir mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan, khususnya menjelang Hari Raya Iduladha.

Kegiatan sosial perusahaan menjelang Iduladha merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan baik dan kolaborasi berkelanjutan antara perusahaan dan masyarakat di wilayah pemberdayaan.

Luwu Timur –Kepala Basarnas Sulawesi Selatan, Muh. Arif, melakukan kunjungan kerja ke Luwu Timur dengan menyambangi manajemen PT Citra Lampia Mandiri (CLM), Selasa (5 Mei 2026).

Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan silaturahmi bersama jajaran PT CLM yang berlangsung di RM Aroma Laut Lampia, Desa Harapan. Rombongan Basarnas Sulsel diterima langsung oleh Manager Eksternal PT CLM, Fauzi, bersama tim manajemen.

Dalam pertemuan itu, Fauzi menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi yang selama ini telah berjalan, khususnya dalam pelatihan Emergency Response Team (ERT) perusahaan.

“Kolaborasi yang sudah berjalan selama ini dalam pelatihan tim Emergency Response Team (ERT) PT CLM dapat terus ditingkatkan melalui latihan lanjutan dan latihan rutin. Kami berharap kerja sama ini terus berjalan dalam peningkatan kemampuan SDM dalam penanganan kedaruratan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar ke depan keberadaan Basarnas di Luwu Timur dapat ditingkatkan menjadi Pos SAR atau kantor SAR, mengingat kondisi geografis wilayah yang luas dan memiliki potensi bencana.

“Ke depan kami berharap bahwa Basarnas di Luwu Timur dapat ditingkatkan menjadi Pos SAR ataupun kantor, mengingat kondisi geografis daerah ini yang sangat luas dan rawan potensi bencana,” tambahnya.

Sementara itu, Muh. Arif menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin antara Basarnas dan PT CLM di Luwu Timur.
Ia menilai sinergi tersebut penting dalam memperkuat kesiapsiagaan dan respons terhadap kondisi darurat di wilayah industri maupun masyarakat sekitar.

Usai kunjungan di Luwu Timur, Kepala Basarnas Sulsel dijadwalkan melanjutkan agenda ke Pos SAR Luwu Utara. (*)

Jakarta, 23 April 2026 — Di tengah meningkatnya kebutuhan global terhadap mineral kritis untuk mendukung transisi energi, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menegaskan langkah strategisnya dalam mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam strategi pembiayaan melalui perolehan fasilitas _Sustainability-Linked Loan_ (SLL) senilai US$750 juta, dengan opsi _greenshoe_ tambahan sebesar US$250 juta.

Fasilitas pinjaman sindikasi ini merupakan yang pertama bagi PT Vale sekaligus menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan finansial perusahaan, mendukung pengembangan proyek strategis, serta memastikan praktik pertambangan yang bertanggung jawab sejalan dengan tuntutan pasar global. Fasilitas ini didukung oleh sindikasi 14 bank internasional dan mengalami kelebihan permintaan (_oversubscribed_) hingga 1,7 kali, mencerminkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap fundamental bisnis dan arah strategis keberlanjutan PT Vale.

Seiring dengan percepatan elektrifikasi dan pengembangan energi terbarukan secara global, permintaan terhadap nikel sebagai komponen utama baterai kendaraan listrik (EV) dan penyimpanan energi terus meningkat. Berdasarkan proyeksi International Energy Agency, kapasitas penyimpanan baterai global diperkirakan perlu meningkat hingga 14 kali lipat, sementara permintaan baterai EV diproyeksikan meningkat 7 kali lipat hingga tahun 2030.

Dalam konteks tersebut, PT Vale berada pada posisi strategis sebagai produsen nikel dengan intensitas karbon yang relatif lebih rendah, didukung oleh penggunaan energi terbarukan dari tiga pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang terintegrasi dalam operasionalnya. Perusahaan juga tengah meningkatkan kapasitas dan keandalan infrastruktur PLTA untuk mendukung proses elektrifikasi operasional secara bertahap.

Fasilitas SLL ini disusun mengacu pada _Sustainability-Linked Financing Framework_, yang selaras dengan praktik internasional dalam pembiayaan berbasis keberlanjutan. Indikator kinerja utama (_Key Performance Indicators_/KPI) yang digunakan mencakup penurunan intensitas emisi karbon dan peningkatan penggunaan energi terbarukan.

Kedua KPI tersebut telah mendapatkan penilaian “_strong_” dari Second Party Opinion independen, yang menilai keselarasan dengan target global untuk membatasi kenaikan suhu sesuai Paris Agreement 1.5°C _pathway_, sebagaimana dirujuk dalam kajian independen, serta kontribusinya terhadap target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia. Penilaian ini juga memastikan adanya peningkatan kinerja yang signifikan dibandingkan skenario _business-as-usual_.

Pinjaman sindikasi berbasis keberlanjutan ini merupakan tonggak penting bagi PT Vale, sekaligus menandai langkah perdana Perseroan dalam memasuki pasar pinjaman sindikasi. Langkah ini sejalan dengan trajektori pertumbuhan Perseroan yang semakin kuat, didorong oleh ekspansi proyek-proyek strategis di Indonesia yang dijalankan secara disiplin, terukur, dan berlandaskan prinsip keberlanjutan.

Presiden Direktur dan CEO PT Vale, Bernardus Irmanto, menyampaikan bahwa fasilitas ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam pengambilan keputusan strategis. “Fasilitas ini menandai langkah penting dalam perjalanan kami untuk menyelaraskan strategi pembiayaan dengan agenda dekarbonisasi dan pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan nikel berkualitas tinggi dengan jejak karbon yang lebih rendah, sekaligus mendukung pengembangan industri hilirisasi nasional dan transisi energi global,” ujarnya.

Dari sisi pemanfaatan dana, fasilitas ini akan digunakan untuk mendukung pengembangan proyek strategis perusahaan. Pada tahun 2026, sekitar 50% dana akan dialokasikan untuk pengembangan proyek IGP Pomalaa, sekitar 30% untuk proyek IGP Morowali, dan sekitar 20% untuk pengembangan IGP Sorowako Limonite. Sementara pada tahun 2027, pendanaan akan difokuskan pada kelanjutan proyek-proyek tersebut serta pemenuhan hak partisipasi (_participating right_) dalam proyek joint venture.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap penciptaan nilai bersama, PT Vale juga akan menyalurkan manfaat finansial yang diperoleh dari penyesuaian margin berbasis kinerja keberlanjutan ke dalam program pengembangan masyarakat. Pendekatan ini memastikan bahwa keberhasilan pencapaian target ESG tidak hanya berdampak pada operasional perusahaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Pendekatan ini turut didukung oleh para mitra perbankan yang melihat pentingnya integrasi keberlanjutan dalam struktur pembiayaan. Direktur Wholesale Banking UOB Indonesia, Harapman Kasan, menyampaikan bahwa pembiayaan berbasis keberlanjutan menjadi semakin relevan dalam mendukung transformasi sektor industri. “Transaksi ini mencerminkan pendekatan kami dalam mendukung nasabah melalui struktur pembiayaan yang selaras dengan target keberlanjutan yang terukur, sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam agenda transisi energi global,” ujarnya.

Mike Zhang, Global Head Metals & Mining, Institutional Banking DBS, menambahkan bahwa sektor pertambangan memiliki peran penting dalam memastikan transisi energi berjalan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ken Matsuo, Presiden Direktur PT Bank Mizuho Indonesia, menyampaikan: “Energi merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, dan kami bangga dapat mendukung fasilitas pinjaman sindikasi perdana PT Vale. Di tengah volatilitas pasar, tingginya minat dari para bank peserta serta oversubscription menunjukkan kuatnya kepercayaan terhadap model bisnis PT Vale. Kami melihat integrasi ESG dalam struktur pembiayaan seperti ini sebagai langkah penting dalam mendukung transisi energi secara berkelanjutan.”

Melalui pencapaian ini, PT Vale semakin memperkuat posisinya sebagai pelaku industri pertambangan yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola yang baik (ESG), sejalan dengan visi untuk mendukung masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.