Arsip Kategori: Radar Ekonomi dan Bisnis

Radarluwu,Luwu Timur – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus memperkuat upaya penanganan persoalan sampah melalui kolaborasi dengan dunia usaha. Hal ini ditegaskan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, saat memimpin rapat koordinasi pengelolaan sampah di Aula Adipura Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu Timur, Rabu (11/03/2026).

Dalam rapat tersebut, Pemkab Lutim menggandeng sejumlah perusahaan, khususnya PT Vale Indonesia, PT Citra Lampia Mandiri (CLM), PT Teguh Wira Pratama (TWP), PT Mandiri Palmera Agrindo (PT MPA), PT Prima Utama Lestari (PUL), dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) j untuk bersama-sama memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Bupati Irwan Bachri Syam menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tantangan serius yang tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah semata, tetapi membutuhkan kesadaran serta keterlibatan seluruh pihak.

“Persoalan sampah akan menjadi masalah besar jika tidak kita tangani bersama. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua. Jika kita memiliki mindset bahwa sampah hanya urusan pemerintah, maka persoalan ini akan semakin kronis setiap harinya,” ujar Irwan.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi kunci untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik di Luwu Timur.

“Semakin banyak pihak yang terlibat, maka pekerjaan ini akan semakin mudah. Karena itu, kita perlu memetakan kebutuhan dan memperkuat implementasi di lapangan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala DLH Luwu Timur, Umar Hasan Dalle, memaparkan kondisi pengelolaan sampah di daerah tersebut yang saat ini masih menghadapi keterbatasan fasilitas pengolahan. Saat ini, Luwu Timur hanya mengandalkan satu lokasi Pusat Pengolahan Akhir (PPA) sebagai tempat pengolahan sampah.

Kondisi tersebut, kata Umar, menuntut adanya penguatan implementasi pengelolaan sampah melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk dukungan dari perusahaan yang beroperasi di wilayah Luwu Timur.

Dalam forum tersebut, sejumlah perusahaan yang hadir menyampaikan komitmennya untuk mendukung pengelolaan sampah melalui berbagai program kolaboratif bersama pemerintah daerah dan masyarakat.

Salah satu usulan yang mengemuka adalah pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang akan menjadi pelaku aktif dalam kegiatan pengelolaan sampah di tingkat masyarakat. Selain itu, juga dibahas rencana pengembangan TPS3R Morina serta pembangunan sejumlah infrastruktur pendukung pengelolaan sampah di Luwu Timur.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan perusahaan, Pemkab Luwu Timur berharap dapat menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya mampu mengurangi volume sampah, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan di Luwu Timur.

Radarluwu.com, Kolaka, 8 Maret 2026 – Sebagai bagian dari Group Mining Industry (MIND ID), PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui berbagai inisiatif keberlanjutan, termasuk penguatan ketahanan pangan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Panen Bersama Demplot Padi Berkelanjutan di Desa Puubunga, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, yang merupakan kelanjutan dari program penanaman perdana pada November 2025 di tiga desa binaan PT Vale, yaitu Desa Puubunga dan Desa Pubenua (Kecamatan Baula), serta Desa Lemedai (Kecamatan Tanggetada).

Ketahanan pangan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kemandirian pangan sebagai prioritas nasional. Komitmen ini juga tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.

Kegiatan panen bersama ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka, jajaran Forkopimda, serta perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, yaitu Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian, Widiastuti, S.E., M.Si.

CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menegaskan bahwa program demplot ini merupakan bagian dari pendekatan holistik perusahaan dalam membangun keberlanjutan, yang tidak hanya berfokus pada sektor pertambangan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi dan pangan masyarakat.

“Bagi PT Vale, keberlanjutan bukan hanya tentang bagaimana kami menambang secara bertanggung jawab, tetapi juga bagaimana kami tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi kami. Program demplot padi berkelanjutan ini merupakan bagian dari pendekatan holistik kami untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menghadirkan inovasi pertanian yang adaptif dan ramah lingkungan,” ujar Bernardus.

Ia menambahkan bahwa program ini juga menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, lembaga riset, dan kelompok tani dapat menciptakan solusi nyata yang mendukung agenda pembangunan nasional.

Program demplot ini mengintegrasikan riset dan teknologi budidaya padi berkelanjutan yang presisi, adaptif terhadap kondisi agroklimat lokal, serta ramah lingkungan. Pelaksanaannya merupakan hasil kolaborasi antara PT Vale Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kolaka, kelompok tani, serta lembaga riset pertanian.

Total lahan demplot yang dikembangkan mencapai 36 are, terdiri dari 10 are budidaya organik dan 26 are budidaya konvensional. Pendekatan ini dirancang untuk menghasilkan pembelajaran komparatif mengenai efektivitas masing-masing metode budidaya.

Berbagai varietas unggul turut diuji dalam program ini, antara lain PR25, PR107, Bujang Marantau, Trisakti, Menthik Wangi, dan Menthik Susu. Selain itu, diterapkan pula inovasi teknologi Perennial Rice dan sistem Salibu, yang memungkinkan panen berulang tanpa penanaman ulang. Melalui sistem ini, petani berpotensi melakukan panen hingga delapan kali dalam satu kali tanam, sehingga mampu mengurangi biaya benih, persemaian, dan pengolahan lahan hingga 50 persen.

Head Eksternal Relation Growth PT Vale, Endra Kusuma, yang turut hadir dalam kegiatan panen bersama tersebut menjelaskan bahwa pendekatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem ekonomi lokal yang lebih tangguh.

“Kami melihat pertanian berkelanjutan sebagai salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Melalui program ini, PT Vale tidak hanya mendorong peningkatan produktivitas, tetapi juga mentransfer pengetahuan, teknologi, dan praktik pertanian yang lebih efisien serta ramah lingkungan kepada para petani,” ujar Endra.

Ia menambahkan bahwa model demplot ini diharapkan dapat menjadi laboratorium pembelajaran bersama yang dapat direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Kolaka.

Sementara itu, Sekertaris Daerah Kabupaten Kolaka, Akbar, S.Sos., MM mengapresiasi dukungan yang telah diberikan PT Vale. Menurutnya, jika semua perusahaan tambang dapat mendukung program ketahanan pangan, maka bisa dipastikan target pemerintah untuk swasembada pangan dapat terwujud.

“Sinergi pemerintah dan perusahaan sangat dibutuhkan untuk mewujudkan ketahanan pangan, PT Vale salah satu perusahaan yang turut dalam program tersebut, tentunya apresiasi tinggi diberikan dan diharapkan perusahaan lain dapat mengikutinya khususnya di sektor pertambangan, perusahaan ini tidak hanya memikirkan bagaimana mengelola sumber daya alam tapi juga memberi dampak berkelanjutan bagi masyarakat sekitarnya,” ungkapnya

Hasil Panen Menunjukkan Perkembangan Positif

Panen bersama yang dilakukan menunjukkan capaian yang menggembirakan dan menandakan perkembangan signifikan dibandingkan pola budidaya sebelumnya.

Pada lahan organik seluas 10 are, khususnya varietas Trisakti, hasil panen mencapai 6,9 ton, menunjukkan bahwa metode organik dengan pendekatan presisi mampu menghasilkan produktivitas yang kompetitif sekaligus menjaga kesehatan tanah dan ekosistem.

Sementara itu, pada lahan konvensional seluas 26 are, total panen mencapai sekitar 15 ton, yang merupakan gabungan hasil dari enam varietas yang diuji. Adaptasi varietas-varietas tersebut terhadap kondisi lahan di Kolaka memberikan indikasi kuat bahwa kombinasi teknologi budidaya modern dan seleksi varietas unggul mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan.

Selain peningkatan hasil produksi, program ini juga memperkuat kapasitas petani melalui pendampingan intensif, mulai dari pengelolaan lahan, penggunaan pupuk organik, hingga pengendalian hama terpadu. Pendekatan ini bertujuan membangun sistem pertanian yang produktif sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.

Salah satu petani yang juga pengurus Asosiasi Petani Organik (ASPOK) Kolaka, Salmi, menyampaikan bahwa pendekatan pertanian organik memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya produksi.

“Dengan sistem organik ini biaya produksi bisa lebih efisien karena pupuk dapat dibuat dari bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Selain itu harga jual juga lebih baik, sehingga keuntungan yang kami peroleh meningkat. Dari sisi produksi, hasil yang kami dapatkan juga lebih tinggi dibandingkan metode konvensional sebelumnya,” ujarnya.

Komitmen Berkelanjutan untuk Pemberdayaan Masyarakat

Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Vale di sektor pertanian telah dijalankan secara konsisten sejak 2021, termasuk pengembangan metode SRI organik di wilayah Pomalaa. Hingga Oktober 2025, program ini telah melibatkan 55 petani, termasuk 9 petani perempuan, sebagai bagian dari upaya memperkuat inklusivitas dalam pembangunan ekonomi lokal.

Melalui panen bersama ini, PT Vale kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan nilai tambah jangka panjang bagi masyarakat, tidak hanya melalui kegiatan pertambangan yang bertanggung jawab, tetapi juga melalui inisiatif pembangunan yang memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi daerah.

Ke depan, model demplot padi berkelanjutan ini diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik (best practice) yang dapat direplikasi secara lebih luas, sekaligus memperkuat sinergi antara sektor industri, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.

Dengan kolaborasi yang kuat dan inovasi yang berkelanjutan, PT Vale percaya bahwa upaya bersama ini tidak hanya akan memperkuat ketahanan pangan di Kolaka, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mendukung masa depan Indonesia yang lebih tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.

Makassar, 2 Maret, 2026 — Di tengah fluktuasi harga nikel dunia dan sorotan publik terhadap dampak industri tambang, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari grup MIND ID, memilih berdiri dengan satu pesan yang jelas: industri harus menjadi solusi, bukan beban, bagi Indonesia. Pesan itu disampaikan dalam acara Breakfasting Discussion bersama media yang digelar hari ini.

Head of External Relations Regional and Growth PT Vale Indonesia, Endra Kusuma mewakili manajemen PT Vale, menegaskan bahwa tantangan global justru menjadi momentum untuk memperkuat fondasi industri nasional.

Sepanjang 2025, harga nikel global mengalami tekanan yang signifikan. Namun di tengah situasi tersebut, PT Vale tetap mencatatkan kinerja operasional yang stabil. Hingga November 2025, produksi nikel matte mencapai 66.848 ton, naik 3 persen secara tahunan. Total pendapatan perusahaan mencapai US$902 juta.

Bagi PT Vale, angka-angka ini bukan sekadar statistik. “Ketahanan industri tidak dibangun dalam satu musim harga tinggi. Ini adalah hasil konsistensi investasi, disiplin operasional, dan komitmen jangka panjang khususnya yang berdampak untuk masyarakat, lingkungan dan dunia,” ujar Endra.

Komitmen itu terlihat nyata melalui Indonesia Growth Project (IGP), yang kini menjadi mesin pertumbuhan baru perusahaan sekaligus bagian penting dari agenda hilirisasi nasional.

Di Pomalaa, proyek senilai sekitar US$4,5 miliar telah mencapai progres konstruksi lebih dari 65 persen. Penjualan perdana bijih nikel yang dilakukan pada akhir Februari 2026 menjadi penanda bahwa proyek tersebut mulai memasuki fase operasional yang lebih matang. Dengan kapasitas stockpile hingga 4 juta wet metric ton (Mwmt) dan target produksi awal 300.000 ton limonit per bulan, Pomalaa diproyeksikan menjadi salah satu simpul penting rantai pasok nikel Indonesia.

Sementara itu, proyek Morowali dengan nilai investasi US$2 miliar telah mencapai hampir 99 persen progres dan telah mencatatkan penjualan awal 2,2 juta ton ore di awal 2026. Di Sorowako, pengembangan limonit senilai US$2,2 miliar terus berjalan sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.

Total investasi terintegrasi yang mendekati US$9 miliar ini bukan hanya memperkuat posisi PT Vale, tetapi juga menempatkan Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok global baterai kendaraan listrik dan energi bersih.

Namun di tengah sorotan terhadap hilirisasi, satu isu yang tak pernah lepas adalah lingkungan. PT Vale menyadari bahwa keberlanjutan bukan lagi pilihan tambahan, melainkan prasyarat mutlak.

Hingga akhir 2025, lebih dari 50 persen area bukaan tambang telah direklamasi secara progresif, dengan total reklamasi mencapai 3.863 hektare. Operasi Sorowako didukung tiga pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 365 MW, menjadikannya salah satu operasi nikel dengan jejak energi bersih terbesar di Indonesia. Lebih dari 100 kolam pengendapan dibangun untuk memastikan kualitas air sebelum kembali ke badan alami.

Capaian ini turut tercermin dalam ESG Risk Rating Sustainalytics sebesar 23,7—kategori medium dan yang terendah di Indonesia untuk sektor pertambangan. “Isu lingkungan tidak boleh dijawab dengan defensif. Ia harus dijawab dengan data, dengan tindakan, dan dengan transparansi,” ujar Head of Corporate Communication PT Vale Indonesia, Vanda Kusumaningrum.

Di sisi sosial, perusahaan menyebut bahwa lebih dari 99 persen tenaga kerjanya adalah warga negara Indonesia. Ribuan pekerja dan kontraktor lokal terlibat dalam proyek-proyek strategis di Pomalaa, Morowali, dan Sorowako. Program pertanian organik, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, pelatihan operator alat berat, hingga pembangunan nursery berkapasitas satu juta bibit per tahun menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi lokal.

Bagi PT Vale, hilirisasi bukan hanya soal membangun pabrik dan meningkatkan volume produksi. Hilirisasi adalah tentang menciptakan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat tenaga kerja lokal, serta memastikan bahwa sumber daya alam benar-benar menjadi kekuatan ekonomi nasional.

Di tengah derasnya arus transisi energi global dan meningkatnya permintaan nikel untuk kendaraan listrik, Indonesia berada di posisi strategis. Pertanyaannya bukan lagi apakah Indonesia memiliki sumber daya, melainkan bagaimana sumber daya itu dikelola.

Melalui investasi jangka panjang, disiplin operasional, dan standar keberlanjutan yang konsisten, PT Vale menegaskan satu hal: industri tambang dapat tumbuh tanpa meninggalkan tanggung jawabnya.

Ramadan menjadi momentum refleksi bahwa pembangunan sejati adalah pembangunan yang seimbang antara ekonomi, lingkungan, dan masyarakat. Dan di tengah tekanan global, PT Vale terus berupaya untuk berdiri sebagai bagian dari solusi bagi Indonesia.

Radarluwu.com, Kolaka, 1 Maret, 2026 – Sebuah Perusahaan nikel berkelanjutan, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), mencatatkan penjualan perdana bijih nikel dari Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa.

Capaian ini menandai fase penting dalam transisi proyek dari tahap konstruksi menuju fase operasional yang menghasilkan pendapatan (revenue-generating phase), sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global mineral kritis.

Lebih dari sekadar milestone operasional, penjualan perdana ini merupakan langkah strategis dalam proses project de-risking, validasi kesiapan sistem produksi, serta penguatan fundamental pertumbuhan jangka panjang Perseroan.

Nikel merupakan komponen kunci dalam baterai lithium-ion, khususnya untuk katoda berkadar nikel tinggi yang digunakan pada kendaraan listrik (EV) dan sistem penyimpanan energi. Seiring percepatan elektrifikasi global dan transisi energi, permintaan terhadap nikel diproyeksikan terus meningkat dalam dekade mendatang.

Indonesia, sebagai salah satu pemilik cadangan nikel terbesar di dunia, memainkan peran strategis dalam ekosistem tersebut. IGP Pomalaa menjadi bagian dari agenda hilirisasi nasional yang bertujuan meningkatkan nilai tambah domestik melalui integrasi pertambangan dan pengolahan.

Dengan nilai investasi terintegrasi sekitar Rp74,44 triliun (±US$4,43 miliar), IGP Pomalaa merupakan salah satu proyek strategis yang memperkuat fondasi industri nikel nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.

Penjualan perdana ini dimungkinkan melalui aktivasi area oresell di Pit PB5 dan Pit PB1, yang dirancang untuk mengoptimalkan arus material dan menjaga stabilitas produksi.

Kedua pit tersebut memiliki kapasitas penampungan hingga 4 juta wet metric ton (Mwmt) bijih limonit, memberikan fleksibilitas inventori yang signifikan serta menjamin keberlanjutan suplai menuju fasilitas pengolahan di Pomalaa.

Director and Chief Project Officer PT Vale Indonesia Tbk, Muhammad Asril, menyampaikan, “Peresmian area oresell di Pit PB5 dan PB1 merupakan langkah strategis untuk menjaga ritme produksi dan memastikan distribusi material berjalan optimal. Dengan dukungan infrastruktur yang terus kami percepat, kami memastikan pencapaian target IGP Pomalaa tetap sejalan dengan prinsip operational excellence dan praktik pertambangan berkelanjutan,” ucapnya.

Aktivasi kapasitas stockpile skala besar ini memperkuat stabilitas pasokan bahan baku,ketahanan logistik di tengah volatilitas pasar komoditas,dan kesiapan menuju fase produksi penuh.

Memasuki Maret 2026, IGP Pomalaa menargetkan produksi sebesar 300.000 ton limonit per bulan, atau sekitar 9.677 ton per hari. Strategi ramp-up ini dilakukan secara disiplin untuk memastikan keberlanjutan operasional serta optimalisasi kapasitas produksi.

Dengan kapasitas penyimpanan 4 Mwmt dan target produksi bulanan, proyek ini memiliki inventory buffer yang memadai untuk menjaga konsistensi suplai sekaligus mengurangi risiko gangguan operasional.

Progres Infrastruktur dan Efisiensi Modal Percepatan pembangunan infrastruktur menjadi prioritas untuk menjaga efisiensi dan capital discipline. Hingga Januari 2026, progres konstruksi keseluruhan IGP Pomalaa telah mencapai 65,76 persen, menunjukkan eksekusi proyek yang on track.

Sementara itu, pembangunan Main Haul Road (MHR) to stockpile telah mencapai 40 persen. Jalur ini menjadi tulang punggung distribusi material dari area tambang menuju fasilitas pengolahan dan pelabuhan, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas hauling dan menurunkan potensi logistics bottleneck.

Perkembangan ini memperkuat profil capital efficiency proyek serta meningkatkan visibilitas arus kas jangka menengah dan panjang.

Langkah ini juga sejalan dengan strategi nasional hilirisasi, yang mendorong pengolahan domestik dan integrasi industri dari hulu ke hilir guna menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi di dalam negeri.

Sebagai bagian dari MIND ID, PT Vale terus berkomitmen menghadirkan pertumbuhan industri nikel yang kompetitif, terintegrasi, dan berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.

Radarluwu.com.KOLAKA, 28 Februari 2026 – Momentum Hari Jadi Kabupaten Kolaka ke-66 menjadi refleksi penting perjalanan pembangunan daerah yang semakin maju dan berdaya saing. Pada kesempatan istimewa ini, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, menandai dua capaian strategis: revitalisasi Pasar Sentral Mekongga dan peresmian Nursery terintegrasi dengan Kebun Raya Kolaka.

Dua milestone ini bukan sekadar peresmian infrastruktur, melainkan simbol kolaborasi nyata antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam memperkuat fondasi ekonomi rakyat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

*Mendorong Transformasi Ekonomi Rakyat*

Pasar Sentral Mekongga merupakan jantung perdagangan Kabupaten Kolaka yang memasok sedikitnya enam pasar tradisional di wilayah tersebut. Sebagai pusat distribusi dan pembentuk harga komoditas harian, pasar ini menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat Kolaka.

Revitalisasi pasar seluas 7,55 hektare dengan 38 blok fungsional ini dirancang menjadi lebih modern, higienis, tertata, dan ramah lingkungan. Investasi yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp200 miliar ini ditargetkan rampung dalam tiga tahun.

Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagian dari visi jangka panjang untuk menghadirkan dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan. “Bukan hanya menghadirkan secara fisik sebuah pasar tetapi kehidupan ekonomi yang betul-betul berdaya, oleh karena itu desainnya bukan hanya pasar tetapi juga fasilitas pengolahan sampah, ini cita-cita kami bersama Pak Bupati Kolaka,” ungkap Bernardus dalam sambutannya saat acara peresmian Revitalisasi Pasar Sentral Mekongga.

Ia menambahkan bahwa revitalisasi ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk menghadirkan ruang publik yang lebih bersih dan sehat, tanpa meninggalkan karakter tradisional yang menjadi identitas masyarakat setempat.

Bupati Kolaka, H. Amri, menyampaikan bahwa revitalisasi ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Kolaka dalam meningkatkan kualitas sarana perdagangan yang lebih representatif, aman, dan nyaman. “Revitalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan fasilitas dan infrastruktur pasar, menata kembali kios dan los agar lebih tertib, menjamin kenyamanan dan keamanan pedagang serta pembeli, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih maju dan berdaya saing,” ujarnya.

Transformasi ini berlangsung di tengah pertumbuhan investasi Kolaka yang signifikan. Pada 2025, realisasi investasi Kabupaten Kolaka tercatat mencapai sekitar Rp19,36 triliun, melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah, dengan sektor industri logam dasar dan pertambangan sebagai kontributor utama.

Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa sendiri merupakan bagian dari investasi strategis nasional dengan nilai sekitar Rp67,5 triliun (±US$4,29 miliar) untuk pengembangan pertambangan dan pengolahan nikel secara terintegrasi. Proyek ini mendukung agenda hilirisasi nasional sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Tenggara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Sejak memasuki fase konstruksi, proyek ini telah:
• Menciptakan lebih dari 2.500 lapangan kerja,
• Menggerakkan ekonomi lokal melalui rantai pasok dan UMKM,
• Meningkatkan kontribusi terhadap penerimaan daerah.

Komitmen tersebut dijalankan sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang menjadi fondasi strategi bisnis jangka panjang PT Vale.

*Komitmen Lingkungan dan Edukasi Jangka Panjang*

Selain penguatan ekonomi, PT Vale meresmikan Nursery seluas 5 hektare di Kecamatan Tanggetada yang terintegrasi dengan kawasan Kebun Raya Kolaka seluas total 59 hektare. Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi hingga 1 juta bibit per tahun, termasuk tanaman cepat tumbuh, flora endemik Sulawesi Tenggara, tanaman buah, serta tanaman hias.

Pembangunan fasilitas pembibitan ini bukan sekadar pelengkap kegiatan operasional, melainkan wujud komitmen nyata perusahaan terhadap reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang. “Pembangunan pusat pembibitan ini merupakan simbol keseriusan kami dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan pelestarian lingkungan. Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah pembangunan membawa manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang,” ujar Bernardus.

Nursery ini juga dirancang sebagai pusat edukasi lingkungan dan konservasi biodiversitas yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar dan masyarakat luas.

Bupati Kolaka dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen PT Vale. “Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Kolaka menyampaikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Vale Indonesia atas komitmen nyata yang ditunjukkan dengan hadirnya kita semua di sini. Saya yakin banyak tangan-tangan yang ikut berjuang menyukseskan pembangunan pusat pembibitan ini,” ucapnya.

Peresmian Nursery dan Revitalisasi Pasar Sentral Mekongga pada momentum Hari Jadi ke-66 Kabupaten Kolaka menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah daerah dan sektor usaha dalam membangun Kolaka yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.

Melalui Indonesia Growth Project Pomalaa, PT Vale Indonesia menegaskan bahwa investasi industri tidak hanya tentang pertumbuhan produksi, tetapi juga tentang warisan sosial dan lingkungan yang dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi dan komitmen keberlanjutan, PT Vale terus berupaya menjadi mitra pembangunan yang bertanggung jawab bagi Kolaka dan Sulawesi Tenggara.