Arsip Kategori: Radar Ekonomi dan Bisnis

LUWU TIMUR – Ketua Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Luwu Timur, Wahyu Maizal, menegaskan bahwa Kabupaten Luwu Timur kini tengah berada dalam fase transformasi ekonomi besar-besaran. Dari yang sebelumnya hanya dikenal sebagai daerah tambang, kini bergeser menjadi pusat hilirisasi industri di Sulawesi Selatan.

​Wahyu menyampaikan bahwa tahun 2025 merupakan momentum krusial bagi Bumi Batara Guru. Hal ini sejalan dengan keberhasilan Luwu Timur menembus peringkat 10 besar daerah dengan proyek investasi terbaik di Indonesia.

​Pergeseran ke Industri Hijau dan Baterai Listrik

​Menurut Wahyu, tulang punggung ekonomi daerah tidak lagi bertumpu pada pengerukan bahan mentah, melainkan pada proses pengolahan yang bernilai tambah tinggi.

​”Sektor pertambangan dan hilirisasi nikel adalah tulang punggung kita. Peluangnya tidak lagi hanya pada penambangan mentah, tetapi bergeser ke pengolahan,” ujar Wahyu dalam keterangannya.

​Ia menyoroti sejumlah proyek strategis yang sedang digenjot, termasuk pembangunan smelter High-Pressure Acid Leaching (HPAL) dan Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF). Proyek ini melibatkan PT Vale Indonesia bersama mitra strategisnya untuk memproduksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), yang merupakan bahan baku utama baterai kendaraan listrik (EV).

​Pengusaha Daerah Harus Ambil Bagian

​Masuknya kawasan industri Luwu Timur ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) menjadi sinyal positif sekaligus tantangan bagi para pengusaha lokal. Wahyu menekankan pentingnya kesiapan mental dan manajerial dalam menghadapi ekosistem industri yang semakin kompleks.

​”Tentu peluang industri ini menjadi ajang bagi semua pengusaha daerah. Kita harus siap menghadapi tantangan di era yang makin kompleks ini,” tegasnya.

​Optimisme di Bawah Kepemimpinan Irwan Bachri Syam

​Wahyu meyakini bahwa proses investasi besar ini akan berjalan mulus di bawah kepemimpinan Bupati Irwan Bachri Syam. Latar belakang Bupati sebagai seorang pengusaha dianggap menjadi nilai tambah dalam merumuskan kebijakan yang pro-investasi sekaligus berpihak pada pengusaha lokal.

​”Beliau adalah seorang pengusaha yang tentu sangat memahami kebijakan seperti apa yang berpihak kepada kepentingan pengusaha di daerahnya,” pungkas Wahyu.

​Akselerasi SDM dan Infrastruktur

​Menutup pernyataannya, Wahyu berharap momentum investasi ini dapat mengakselerasi pembangunan di Luwu Timur, baik dari sisi infrastruktur fisik maupun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha lokal menjadi kunci utama agar percepatan investasi ini memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat daerah.

RadarLuwu.com, Luwu Timur — Pelatihan Search and Rescue (SAR) yang diselenggarakan oleh PT Citra Lampia Mandiri (PT CLM) dan melibatkan Basarnas resmi ditutup pada 21 Desember 2025, setelah berlangsung selama lima hari sejak 17–21 Desember 2025,Dimana kegiatan ini diikuti oleh 23 Peserta baik internal maupun dari komunitas Penggiat Sar di luwu timur.

Pelatihan ini bertujuan membentuk Emergency Response Team (ERT) yang tangguh, kompeten, dan bertanggung jawab, baik dalam menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain saat menghadapi kondisi kedaruratan, khususnya di lingkungan kerja dan wilayah sekitar.

Dalam sambutan penutupan, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Luwu Timur, dr. April, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan & Output pelatihan ini menjadi energi baru bagi penguatan potensi SAR di Luwu Timur.

“Dengan suksesnya pelatihan ini, kami bersyukur atas lahirnya energi baru yang diharapkan mampu memperkuat potensi SAR di Luwu Timur serta dapat berkolaborasi secara aktif dengan pemerintah daerah dalam penanganan kedaruratan,” ujarnya.

Acara penutupan turut dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, antara lain Yusuf Latif dari Pusdik Basarnas Pusat, M. Nur Kalepu (Anggota DPRD Luwu Timur sekaligus penggiat SAR), Lettu Nawir (Komandan Pos TNI AL Lampia), Munzyil (Penggiat Arus Deras Indonesia), serta Fauzi, Manager Eksternal PT Citra Lampia Mandiri yang juga merupakan penggagas kegiatan pelatihan ini.

Melalui pelatihan SAR ini, PT Citra Lampia Mandiri menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang keselamatan dan kebencanaan, sekaligus mendorong sinergi antara perusahaan, komunitas, dan pemerintah daerah dalam membangun sistem penanggulangan darurat yang responsif dan berkelanjutan di Kabupaten Luwu Timur.

Luwu Timur — PT Citra Lampia Mandiri (CLM) melaksanakan pelatihan 25 Kompetensi Kader Posyandu sebagai bagian dari Program Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat (PPM), yang digelar di Aula Wisma Trans Malili, Senin (1/12/2025).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kinerja dan pelayanan kader posyandu di wilayah pemberdayaan perusahaan, termasuk pelatihan pencatatan digital melalui aplikasi E-Posyandu. Total sebanyak 123 bidan desa dan kader posyandu mengikuti pelatihan tersebut.

Direktur Eksternal PT CLM, Ismail Achmad, mengatakan pelatihan ini merupakan komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

“Kesehatan bagi masyarakat adalah prioritas bagi PT CLM untuk memastikan fasilitas pelayanan posyandu terwujud,” ujarnya.

Ia menjelaskan kader posyandu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di desa, sehingga peningkatan kapasitas menjadi kebutuhan mendasar. Selain itu, PT CLM juga menegaskan perannya dalam mendukung upaya penurunan kasus stunting dan gizi buruk di wilayah pemberdayaan.

“Perusahaan dan pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjamin kesehatan masyarakat seiring pertumbuhan penduduk di Luwu Timur,” tambah Ismail.

Kegiatan ini turut dihadiri Kadis KB Luwu Timur, Amrullah Rasyid, yang mewakili Bupati Luwu Timur.

Luwu Timur, Radarluwu.com— Suasana antusias tampak memenuhi Wisma Trans Malili saat 100 pelaku UMKM dari sembilan wilayah pemberdayaan PT Citra Lampia Mandiri (CLM) berkumpul untuk belajar tentang dunia digital. Selama empat hari, 17–20 November 2025, mereka mengikuti pelatihan bertema “UMKM Maju, Luwu Timur Sejahtera” yang digelar sebagai upaya memperkuat daya saing usaha lokal.

Pelatihan dibuka oleh Asisten II Pemkab Luwu Timur, Andi Juanna, yang hadir mewakili Bupati Irwan Bachri Syam. Turut hadir Kepala Dinas Digdagkoprinum Luwu Timur, Senfry Oktavianus, serta sejumlah kepala desa.

Bagi banyak peserta, kegiatan ini menjadi kesempatan langka untuk memahami bagaimana teknologi bisa menjadi alat penting dalam mengembangkan produk dan memperluas pasar. Materi yang disusun PT CLM bersama sejumlah mitra menghadirkan metode yang mudah dipahami dan langsung dapat diterapkan.

Direktur Eksternal PT CLM, Ismail Achmad, menegaskan bahwa digitalisasi merupakan kebutuhan mendesak bagi UMKM di era sekarang. “Kami ingin UMKM di Luwu Timur mampu memanfaatkan teknologi digital untuk tumbuh dan bersaing. Komitmen kami adalah terus mendukung peningkatan kapasitas mereka,” katanya.

Program ini merupakan bagian dari komitmen PPM PT CLM dalam pengembangan masyarakat, sekaligus mendukung agenda pemerintah daerah untuk mendorong UMKM yang lebih maju dan sejahtera. Pelatihan juga melibatkan Pemda Luwu Timur, BPC HIPMI Lutim, dan LPK Lunarica yang berperan dalam penyusunan materi dan pendampingan.

Dengan bekal baru yang mereka dapatkan, para peserta diharapkan mampu membawa usahanya naik kelas dan membuka peluang pasar yang lebih luas melalui pemanfaatan teknologi digital. (*)

Luwu Timur — PT. Citra Lampia Mandiri (CLM) menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui pemberian bantuan dana pembangunan green house di SDN 242 Pasi-Pasi, Desa Pasi-Pasi, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sabtu (18/10/2025).

External Manager PT. CLM, Fauzi Lukman, mengatakan bahwa dukungan sektor swasta terhadap dunia pendidikan tidak hanya sebatas bantuan finansial, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam pengembangan fasilitas pembelajaran berbasis lingkungan.

“Melalui dukungan sektor swasta, sekolah dapat meningkatkan kualitas pendidikan vokasional, menumbuhkan jiwa wirausaha hijau, serta menanamkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sejak dini,” ujar Fauzi.

Ia menambahkan, pembangunan green house di sekolah merupakan salah satu upaya untuk menciptakan ruang belajar aplikatif bagi siswa agar memahami ekosistem, teknologi ramah lingkungan, dan ketahanan pangan.

“Inisiatif ini juga membuka peluang kerja sama lintas sektor dalam menciptakan generasi muda yang kreatif, inovatif, dan peduli terhadap keberlanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang guru SDN 242 Pasi-Pasi menyampaikan apresiasi atas kepedulian PT. CLM terhadap dunia pendidikan.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT. CLM atas dukungan dan sumbangan dana yang telah diberikan untuk pembangunan green house. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi pengembangan kegiatan pembelajaran siswa, khususnya dalam bidang lingkungan hidup dan program Adiwiyata,” ujarnya.

Guru tersebut berharap kerja sama antara pihak sekolah dan PT. CLM dapat terus berlanjut sebagai bentuk nyata kolaborasi dalam mendukung kemajuan pendidikan yang berwawasan lingkungan. (*)