Arsip Kategori: PT CLM

LUWU TIMUR — Komitmen PT Citra Lampia Mandiri (CLM) dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah pemberdayaan kembali diwujudkan melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Kali ini, perusahaan memberangkatkan sembilan warga untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi Gada Pratama.

Peserta pelatihan berasal dari tiga desa di wilayah pemberdayaan perusahaan, masing-masing Desa Harapan, Desa Pasi-Pasi, dan Desa Laskap. Program tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya membuka akses kerja yang lebih luas bagi masyarakat lokal, khususnya di sektor pengamanan.

Sr. SPV PPM PT CLM, Mehdi Insana Kamil, mengatakan pelatihan dan sertifikasi tersebut merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

“Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan kompetensi masyarakat di bidang pengamanan sesuai standar dunia kerja di Indonesia, khususnya untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di Luwu Timur,” ujar Mehdi.

Menurutnya, selain meningkatkan kompetensi peserta, program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui keterampilan yang memiliki nilai guna dan peluang kerja.
Ia menjelaskan, sebelum program dilaksanakan, pihak perusahaan terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pemerintah desa di sembilan wilayah pemberdayaan PT CLM.

“Untuk pelatihan dan sertifikasi Gada Pratama ini, kami sudah berkoordinasi dengan kepala desa dari sembilan wilayah pemberdayaan. Namun dari hasil koordinasi tersebut, hanya tiga desa yang bersedia mengikutsertakan warganya,” katanya.

Meski baru diikuti tiga desa, perusahaan memastikan program pengembangan kapasitas masyarakat akan terus berjalan sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah.
“Kalau desa memiliki program prioritas, kami siap memfasilitasi selama itu berkaitan dengan pendidikan vokasi maupun sertifikasi keterampilan, baik soft skill maupun hard skill yang dibutuhkan masyarakat,” tambahnya.

Pelaksanaan pelatihan ini menjadi bagian dari implementasi PPM PT CLM yang menyasar peningkatan kualitas SDM lokal agar mampu bersaing dan mengambil peluang kerja di tengah pertumbuhan investasi di Kabupaten Luwu Timur. (*)

Luwu Timur — Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Manajemen dan karyawan PT Citra Lampia Mandiri kembali menunjukkan kepedulian sosial kepada masyarakat melalui penyerahan hewan kurban di wilayah pemberdayaan perusahaan.

Sebanyak 7 ekor sapi kurban diserahkan secara simbolis kepada perwakilan masyarakat dan tokoh agama di beberapa desa sekitar wilayah operasional perusahaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mempererat hubungan harmonis dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di momentum Iduladha.

Perwakilan manajemen PT Citra Lampia Mandiri menyampaikan bahwa program penyaluran hewan kurban merupakan agenda rutin perusahaan sebagai bentuk rasa syukur serta wujud nyata kontribusi sosial kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Momentum Iduladha mengajarkan nilai keikhlasan, kebersamaan, dan semangat berbagi. Melalui penyerahan hewan kurban ini, kami berharap manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah pemberdayaan perusahaan,” ujarnya.

Penyaluran hewan kurban juga melibatkan partisipasi karyawan PT Citra Lampia Mandiri sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian bersama terhadap masyarakat. Daging kurban nantinya akan didistribusikan kepada warga yang membutuhkan agar manfaat Iduladha dapat dirasakan secara merata.

Tokoh masyarakat setempat menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kontribusi perusahaan yang dinilai terus hadir mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan, khususnya menjelang Hari Raya Iduladha.

Kegiatan sosial perusahaan menjelang Iduladha merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan baik dan kolaborasi berkelanjutan antara perusahaan dan masyarakat di wilayah pemberdayaan.

Luwu Timur –Kepala Basarnas Sulawesi Selatan, Muh. Arif, melakukan kunjungan kerja ke Luwu Timur dengan menyambangi manajemen PT Citra Lampia Mandiri (CLM), Selasa (5 Mei 2026).

Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan silaturahmi bersama jajaran PT CLM yang berlangsung di RM Aroma Laut Lampia, Desa Harapan. Rombongan Basarnas Sulsel diterima langsung oleh Manager Eksternal PT CLM, Fauzi, bersama tim manajemen.

Dalam pertemuan itu, Fauzi menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi yang selama ini telah berjalan, khususnya dalam pelatihan Emergency Response Team (ERT) perusahaan.

“Kolaborasi yang sudah berjalan selama ini dalam pelatihan tim Emergency Response Team (ERT) PT CLM dapat terus ditingkatkan melalui latihan lanjutan dan latihan rutin. Kami berharap kerja sama ini terus berjalan dalam peningkatan kemampuan SDM dalam penanganan kedaruratan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar ke depan keberadaan Basarnas di Luwu Timur dapat ditingkatkan menjadi Pos SAR atau kantor SAR, mengingat kondisi geografis wilayah yang luas dan memiliki potensi bencana.

“Ke depan kami berharap bahwa Basarnas di Luwu Timur dapat ditingkatkan menjadi Pos SAR ataupun kantor, mengingat kondisi geografis daerah ini yang sangat luas dan rawan potensi bencana,” tambahnya.

Sementara itu, Muh. Arif menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin antara Basarnas dan PT CLM di Luwu Timur.
Ia menilai sinergi tersebut penting dalam memperkuat kesiapsiagaan dan respons terhadap kondisi darurat di wilayah industri maupun masyarakat sekitar.

Usai kunjungan di Luwu Timur, Kepala Basarnas Sulsel dijadwalkan melanjutkan agenda ke Pos SAR Luwu Utara. (*)

Luwu Timur — Di tengah hamparan lahan jagung di Kecamatan Malili, kolaborasi antara masyarakat lokal dan PT Citra Lampia Mandiri (CLM) mulai menunjukkan hasil nyata. Bukan sekadar program perusahaan, inisiatif ini tumbuh menjadi kerja bersama yang menguatkan harapan petani—dari keterbatasan biaya hingga kini mampu meningkatkan produksi—sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional dalam bingkai Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dijalankan PT CLM menyasar pengembangan komoditas jagung dengan pendekatan menyeluruh, mulai dari penyediaan sarana produksi hingga pendampingan pasca panen. Program ini mencakup lahan seluas 20 hektare yang tersebar di lima desa di Kecamatan Malili, yakni Desa Harapan, Pasi-Pasi, Laskap, Pongkeru, dan Puncak Indah. Dari target 4 hektare per desa, realisasi tanam saat ini telah mencapai 8 hektare.

Manager Eksternal PT CLM, Fauzi, menjelaskan bahwa perusahaan hadir tidak hanya sebagai pendukung, tetapi sebagai mitra bagi petani dalam seluruh proses pertanian.

“Mulai dari pembukaan lahan, masa tanam, perawatan, panen hingga pasca panen, semuanya difasilitasi melalui program PPM,” ujarnya saat melakukan peninjauan lapangan bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Kementerian Pertanian, Darlan.

Dalam pelaksanaannya, PT CLM menyediakan bibit jagung unggul jenis Bisi 18, pupuk kandang, pupuk Urea non-subsidi, NPK, serta obat-obatan pertanian seperti herbisida, insektisida, dan fungisida. Tak hanya itu, bantuan mesin pemipil jagung juga diberikan untuk memperkuat proses pasca panen.

Selain dukungan sarana produksi, petani juga memperoleh insentif sebesar Rp500 ribu per hektare per bulan hingga masa pasca panen. Skema ini dinilai mampu meringankan beban biaya sekaligus meningkatkan semangat kerja petani di lapangan.

Salah satu petani penerima manfaat, Rudi, mengaku program ini membawa perubahan signifikan terhadap usahanya.
“Dulu terkendala biaya besar, terutama pupuk. Saya hanya mampu tanam sekitar 1 kilogram bibit, sekarang bisa sampai 4 kilogram karena semua difasilitasi,” ungkapnya.

Tidak berhenti pada produksi, PT CLM juga mulai menyiapkan langkah strategis untuk pemasaran hasil panen. Salah satunya dengan menjajaki kerja sama dengan Malindo di Makassar, serta membuka peluang pasar lainnya agar hasil panen petani dapat terserap optimal.

Melalui kolaborasi ini, PT CLM berharap dapat terus memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan di Luwu Timur sebagai bagian dari agenda nasional menuju kemandirian pangan. (*)

MALILI — Suasana berbeda terlihat di lingkungan PT Citra Lampia Mandiri (PT CLM) sepanjang Januari hingga Februari 2026. Tak sekadar rutinitas kerja tambang, perusahaan ini mengisi hari-harinya dengan semangat keselamatan, olahraga, aksi sosial, hingga kepedulian lingkungan dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional.

Mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”, rangkaian kegiatan digelar sejak 12 Januari hingga 12 Februari 2026 di site PT CLM, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur.

Peringatan diawali dengan apel Bulan K3 Nasional yang dihadiri jajaran manajemen, HOD, PJO, serta Kepala Teknik Tambang (KTT) PT CLM. Dalam sambutannya, KTT PT CLM, Takdir, ST., MT., menegaskan komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan.

“Sebagai pemilik IUP dan PJP dalam ekosistem CLM, kami tekun mengemban tanggung jawab penuh dalam pengelolaan Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan (K3) yang berkelanjutan,” ujarnya.

Takdir menjelaskan, PT CLM juga menerapkan K3 Buddy System, yakni sistem pendampingan di mana setiap karyawan baru didampingi pekerja berpengalaman untuk memastikan pemahaman dan penerapan standar keselamatan berjalan optimal sejak hari pertama bekerja.

Namun, Bulan K3 di PT CLM tak hanya diisi dengan kegiatan formal. Sejumlah agenda menarik turut melibatkan karyawan dan masyarakat sekitar, seperti turnamen mini soccer di Lapangan Desa Pasi-pasi, aksi donor darah, hingga penanaman mangrove di pesisir Pantai Lampia sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Tak hanya itu, edukasi keselamatan juga menyasar generasi muda melalui simulasi tanggap darurat dan pelatihan pemadaman api ringan di SD Negeri Laoli, Lampia.

Kreativitas karyawan pun mendapat ruang melalui lomba poster dan video K3.
“Kami berkomitmen menerapkan praktik terbaik industri, mengutamakan partisipasi aktif seluruh elemen, serta terus mengembangkan sistem pengelolaan K3 yang adaptif dan berbasis data,” tambah Takdir.

Menurutnya, semangat kolaboratif tersebut menjadi fondasi dalam membangun ekosistem pertambangan yang aman, sehat, dan memberikan dampak positif bagi komunitas dan lingkungan sekitar.

“Kami percaya, ketika K3 menjadi budaya kerja, bukan sekadar kewajiban, maka risiko kecelakaan dapat ditekan dan produktivitas serta kesejahteraan karyawan pun meningkat,” tegasnya.

Ke depan, PT CLM berencana melakukan evaluasi berkala terhadap implementasi program K3 dan mengembangkan kegiatan serupa dengan fokus yang lebih spesifik sesuai perkembangan operasional perusahaan.

Bagi PT CLM, Bulan K3 bukan hanya seremoni tahunan, melainkan momentum memperkuat komitmen bahwa keselamatan adalah napas utama dalam setiap denyut aktivitas pertambangan.