MASAMBA, 23 Desember 2025 — Di tengah meningkatnya intensitas curah hujan dan kerentanan sejumlah wilayah terhadap banjir serta longsor, penguatan ketahanan daerah menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda. Menjawab tantangan tersebut, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari grup MIND ID, mengambil langkah strategis bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Utara melalui hibah satu unit alat berat excavator, dokumen kajian teknis, bahan bakar operasional 10 ribu liter, serta aksi penanaman bibit pohon sebagai bagian dari rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS).

Hibah alat berat excavator ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk kegiatan pengerukan sungai dan saluran air yang mengalami pendangkalan. Langkah ini bertujuan meningkatkan kapasitas aliran air, mengurangi risiko banjir terutama pada musim hujan, sekaligus mendukung pemeliharaan infrastruktur sumber daya air secara berkelanjutan.

Sebagai pelengkap solusi teknis tersebut, penanaman bibit pohon dilakukan sebagai upaya strategis menghadapi dampak perubahan iklim yang memicu cuaca ekstrem. Rehabilitasi DAS diharapkan mampu memperkuat daya dukung lingkungan, mengurangi laju limpasan air, serta menciptakan wilayah yang lebih tangguh terhadap bencana di masa depan.

Head of External Relation Regional & Growth PT Vale Indonesia, Endra Kusuma, menegaskan bahwa penyerahan hibah alat berat yang dirangkaikan dengan penanaman bibit pohon merupakan wujud komitmen jangka panjang perusahaan untuk tumbuh dan maju bersama pemerintah daerah dan masyarakat. “Lebih dari sekadar bantuan fisik, hibah alat berat dan gerakan menanam pohon mencerminkan komitmen untuk memperkuat ketahanan daerah dalam upaya mitigasi bencana sekaligus membangun infrastruktur air yang berkualitas untuk masa depan yang lebih aman dan tangguh,” ungkap Endra usai menghadiri acara seremoni penyerahan hibah di Masamba.

Normalisasi sungai menjadi salah satu upaya krusial dalam mencegah risiko banjir yang berdampak langsung pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan fungsi sungai yang kembali optimal, potensi luapan air dapat diminimalkan, sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan tenang. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang penguatan ketahanan daerah menghadapi risiko bencana maupun optimalisasi potensi pangan daerah.

Dukungan terhadap inisiatif ini juga disampaikan oleh Andi Sudirman Sulaiman, Gubernur Sulawesi Selatan. “Kehadiran kami ini karna kecintaan terhadap masyarakat Luwu Utara dan kami melihat potensi yang besar di Luwu Utara oleh karna itu mohon di manfaatkan dengan baik,” ungkap Gubernur.

Sementara itu, Andi Abdullah Rahim, Bupati Luwu Utara, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan dunia usaha. “Tentunya dengan bantuan ini kami akan terus berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat kami di Kabupaten Luwu Utara,” kata Bupati.

Melalui penyerahan hibah alat berat dan rehabilitasi DAS sebagai langkah konkret mitigasi bencana, PT Vale kembali menegaskan perannya untuk hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai mitra pembangunan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan daerah.

Dengan mendukung upaya mitigasi yang berkelanjutan dan berbasis kolaborasi, PT Vale berkomitmen memperkuat ketahanan wilayah sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Inisiatif ini sejalan dengan nilai-nilai perusahaan yang mengedepankan kepedulian, keberlanjutan, dan kemitraan erat demi masa depan Luwu Utara yang lebih aman dan tangguh.

Malili, Sulawesi Selatan, 22 Desember 2025 — Pembangunan infrastruktur hari ini bukan sekadar soal konektivitas fisik, melainkan fondasi bagi pemerataan ekonomi, ketahanan wilayah, dan kualitas hidup masyarakat di masa depan. Berangkat dari pemahaman tersebut, PT Vale Indonesia Tbk, bagian dari grup MIND ID, menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam agenda pembangunan berkelanjutan Sulawesi Selatan melalui pembangunan Matano Belt Road serta penguatan ketahanan wilayah dari risiko bencana hidrometeorologi.

Matano Belt Road (MBR) merupakan infrastruktur jalan provinsi strategis yang menghubungkan Malili, Nuha, hingga perbatasan Sulawesi Tengah, sebuah koridor penting yang selama ini menjadi tantangan akses bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi. Jalan ini dirancang untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar arus barang dan jasa, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru yang lebih merata, sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam mempercepat pembangunan wilayah berbasis konektivitas, produktivitas, dan keberlanjutan.

Wakil Presiden Direktur dan Chief Operation and Infrastructure Officer PT Vale Indonesia, Abu Ashar, menegaskan bahwa infrastruktur memiliki makna yang jauh melampaui fungsi teknisnya. Ia menjadi penghubung antara potensi dan peluang. “Ketika akses terbuka, ekonomi bergerak, layanan publik semakin dekat, dan masyarakat memiliki kesempatan yang lebih adil untuk tumbuh. Itulah esensi dari pembangunan Matano Belt Road, bukan hanya membangun jalan, tetapi membangun masa depan,” ujar Abu Ashar usai menghadiri peletakan batu pertama proyek tersebut di Ussu.

Pembangunan Matano Belt Road juga dirancang dengan standar keselamatan dan teknis yang ketat, memastikan efisiensi lalu lintas serta keamanan pengguna jalan. Dengan infrastruktur yang andal dan berkelanjutan, kawasan ini diharapkan menjadi tulang punggung baru bagi pengembangan pusat-pusat ekonomi, logistik daerah, serta sektor unggulan seperti pariwisata Danau Matano, salah satu danau purba terdalam di dunia yang menyimpan potensi ekologi dan ekonomi bernilai global.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan bahwa Matano Belt Road merupakan wujud konkret kolaborasi strategis antara pemerintah dan sektor industri dalam mempercepat pembangunan daerah. Ia menilai kehadiran jalan ini akan menjadi jalur alternatif sekaligus akses utama yang memperkuat konektivitas Luwu Timur dan kawasan sekitarnya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Apresiasi serupa disampaikan Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, yang menegaskan bahwa konektivitas Ussu hingga pesisir Danau Matano telah lama dinantikan masyarakat. Jalan ini diyakini akan membuka sentra ekonomi baru, khususnya di sektor pariwisata berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran Luwu Timur sebagai simpul pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Sulawesi Selatan.

Komitmen PT Vale terhadap pembangunan wilayah tidak berhenti pada konektivitas darat. Menyadari meningkatnya risiko perubahan iklim dan bencana hidrometeorologi, perusahaan juga berkontribusi dalam penguatan ketahanan wilayah melalui proyek normalisasi Sungai Baliase di Kabupaten Luwu Utara. Kegiatan pengerukan sedimen dilakukan untuk meningkatkan kapasitas aliran sungai dan mengurangi risiko banjir yang selama ini berdampak langsung pada keselamatan dan aktivitas masyarakat.

Proyek normalisasi ini dirancang secara cermat dengan pendekatan teknis hidraulika, keselamatan kerja, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Pendekatan tersebut memastikan fungsi sungai sebagai sistem drainase alami tetap terjaga, sekaligus meminimalkan dampak terhadap ekosistem sekitar. Upaya ini melengkapi inisiatif mitigasi banjir yang sebelumnya telah dilakukan PT Vale, termasuk dukungan penyediaan ribuan jumbo bag untuk penanganan darurat.

Melalui pembangunan Matano Belt Road dan normalisasi Sungai Baliase, PT Vale menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun Sulawesi Selatan yang lebih terhubung, tangguh terhadap risiko iklim, dan berdaya saing global. Infrastruktur ini bukan hanya menghubungkan wilayah, tetapi menyatukan harapan, menciptakan ruang bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Dalam lanskap global yang menuntut pembangunan rendah karbon dan berkeadilan, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci. Melalui inisiatif ini, PT Vale menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai bagian integral dari kontribusi jangka panjang bagi Indonesia—membangun hari ini, demi masa depan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

RadarLuwu.com, Luwu Timur — Pelatihan Search and Rescue (SAR) yang diselenggarakan oleh PT Citra Lampia Mandiri (PT CLM) dan melibatkan Basarnas resmi ditutup pada 21 Desember 2025, setelah berlangsung selama lima hari sejak 17–21 Desember 2025,Dimana kegiatan ini diikuti oleh 23 Peserta baik internal maupun dari komunitas Penggiat Sar di luwu timur.

Pelatihan ini bertujuan membentuk Emergency Response Team (ERT) yang tangguh, kompeten, dan bertanggung jawab, baik dalam menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain saat menghadapi kondisi kedaruratan, khususnya di lingkungan kerja dan wilayah sekitar.

Dalam sambutan penutupan, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Luwu Timur, dr. April, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan & Output pelatihan ini menjadi energi baru bagi penguatan potensi SAR di Luwu Timur.

“Dengan suksesnya pelatihan ini, kami bersyukur atas lahirnya energi baru yang diharapkan mampu memperkuat potensi SAR di Luwu Timur serta dapat berkolaborasi secara aktif dengan pemerintah daerah dalam penanganan kedaruratan,” ujarnya.

Acara penutupan turut dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, antara lain Yusuf Latif dari Pusdik Basarnas Pusat, M. Nur Kalepu (Anggota DPRD Luwu Timur sekaligus penggiat SAR), Lettu Nawir (Komandan Pos TNI AL Lampia), Munzyil (Penggiat Arus Deras Indonesia), serta Fauzi, Manager Eksternal PT Citra Lampia Mandiri yang juga merupakan penggagas kegiatan pelatihan ini.

Melalui pelatihan SAR ini, PT Citra Lampia Mandiri menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang keselamatan dan kebencanaan, sekaligus mendorong sinergi antara perusahaan, komunitas, dan pemerintah daerah dalam membangun sistem penanggulangan darurat yang responsif dan berkelanjutan di Kabupaten Luwu Timur.

Luwu Timur — Polres Luwu Timur resmi memindahkan seluruh pusat pelayanan kepolisian dari kantor lama yang beralamat di Jalan Andi Djemma, Kelurahan Malili, ke gedung kantor baru yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, terhitung mulai Senin, 22 Desember 2025.

Kantor baru Polres Luwu Timur tersebut berada di lokasi strategis, tepat di samping Kantor Pengadilan Negeri Malili, dan diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan fasilitas yang lebih representatif dan nyaman.

Kasubsi Humas Polres Luwu Timur, Bripka A. Muh. Taufik, menjelaskan bahwa dengan berpindahnya kantor pelayanan ini, masyarakat dapat langsung mengakses berbagai layanan kepolisian di gedung yang baru.

“Mulai tanggal 22 Desember 2025, seluruh pelayanan Polres Luwu Timur telah terpusat di kantor baru di Jalan Soekarno Hatta. Namun untuk pelayanan penerbitan SIM masih tetap dilaksanakan di kantor lama karena proses pemindahan perangkat membutuhkan waktu dan penanganan tenaga ahli,” ujar Bripka A. Muh. Taufik.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar memperhatikan lokasi pelayanan yang dituju agar tidak terjadi kekeliruan selama masa transisi pemindahan kantor.

Jakarta, 18 Desember 2025 — Upaya mendorong pembangunan berkelanjutan yang berangkat dari desa, berbasis potensi lokal, dan dijalankan melalui kolaborasi multipihak kembali memperoleh pengakuan nasional. Dalam ajang Indonesian CSR Awards (ICA) 2025 dan Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2025 yang diselenggarakan oleh Corporate Forum for CSR Development (CFCD), dua inisiatif pembangunan masyarakat dan lingkungan dari kawasan operasional pertambangan di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, dinobatkan sebagai praktik terbaik di tingkat nasional.

Penghargaan tersebut diberikan kepada dua program unggulan—Matano Iniaku dan Closedloop Livestock System: Peternakan Sapi—yang dinilai berhasil menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian lokal, sekaligus sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Sebagai bagian dari holding industri pertambangan nasional MIND ID dan mitra strategis pemerintah dalam penguatan praktik pertambangan berkelanjutan, PT Vale Indonesia Tbk (“PT Vale”) menerima penghargaan tersebut dalam seremoni penganugerahan yang berlangsung di Birawa Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (17/12).

*“Matano Iniaku” — Menghubungkan Konservasi, Ekowisata, dan Penghidupan Berkelanjutan*

Penghargaan Indonesian CSR Awards (ICA) 2025 dianugerahkan untuk program Matano Iniaku, sebuah inisiatif pengembangan kawasan berbasis ekowisata dan agroforestri yang dijalankan di Desa Matano, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur.

Program ini dirancang untuk menjawab tantangan degradasi lingkungan sekaligus keterbatasan sumber penghidupan masyarakat melalui pendekatan nature-based solutions. Fokus utama diarahkan pada rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS), pengembangan agroforestri polikultur, serta penguatan destinasi LaaWaa River Park sebagai ekowisata berbasis konservasi.

Melalui rangkaian pelatihan agroforestri, pengelolaan pupuk organik, penguatan kelembagaan lokal, hingga pengelolaan ekowisata, masyarakat didorong untuk beralih dari praktik monokultur menuju sistem yang lebih beragam, adaptif, dan berkelanjutan. Dampaknya tidak hanya terlihat pada pemulihan ekosistem, tetapi juga pada tumbuhnya sumber pendapatan alternatif bagi warga desa.

*“Closedloop Livestock System” — Peternakan Terpadu untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif*

Sementara itu, Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2025 diberikan kepada program Closedloop Livestock System: Peternakan Sapi, yang dijalankan di Desa Parumpanai dan Desa Kawata, Luwu Timur, sebagai kontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Program ini mengembangkan model peternakan sapi terpadu berbasis closed-loop, yang mengintegrasikan peningkatan kapasitas peternak, penyediaan sarana-prasarana, manajemen pakan, kesehatan ternak, hingga penguatan kelembagaan ekonomi desa. Pendekatan ini memungkinkan peternak skala kecil meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi usaha secara berkelanjutan.

Selain membuka lapangan kerja baru, program ini juga mendorong terbentuknya tata kelola ekonomi lokal melalui BUMDesMa sebagai pengelola aset dan usaha peternakan, memastikan manfaat ekonomi dapat berputar dan tumbuh di tingkat desa.

*“Beasiswa Anak Asuh” — Investasi Jangka Panjang pada Generasi Lokal Sorowako*

Melengkapi pendekatan lingkungan dan ekonomi, program Beasiswa Anak Asuh menjadi pilar ketiga yang menegaskan komitmen jangka panjang pada penguatan sumber daya manusia lokal, khususnya masyarakat adat asli Sorowako.

Program ini ditujukan bagi siswa jenjang SD, SMP, dan SMA yang berprestasi namun berasal dari keluarga ekonomi rentan, dengan fokus pada penduduk asli Sorowako dari garis keturunan ayah atau ibu. Penjaringan penerima manfaat dilakukan secara kolaboratif bersama Kerukunan Wawoinia Asli Sorowako (KWAS) sebagai representasi masyarakat adat, guna memastikan ketepatan sasaran dan sensitivitas sosial budaya.

Berlandaskan Nota Kesepahaman Program Terpadu Pengembangan Masyarakat (PTPM) antara perusahaan, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, dan DPRD setempat, program ini telah menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan sejak era sebelum PT Vale, dengan tujuan menekan angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas pendidikan dasar hingga menengah di wilayah sekitar operasional tambang.

Setiap semester, program ini membuka kesempatan bagi puluhan siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan tanpa hambatan ekonomi, sekaligus menanamkan nilai kemandirian, prestasi, dan pelestarian kearifan lokal di tengah arus globalisasi.

*Kolaborasi sebagai Fondasi Keberhasilan*

Keberhasilan kedua program tersebut ditopang oleh sinergi erat antara masyarakat, pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, perangkat desa, Universitas Hasanuddin, serta berbagai kelompok masyarakat terlibat aktif sejak tahap perencanaan, implementasi, hingga evaluasi program.

Pendekatan kolaboratif ini memastikan setiap inisiatif tidak hanya relevan secara sosial dan ekologis, tetapi juga memiliki fondasi kelembagaan yang kuat untuk keberlanjutan jangka panjang.

*Dari Timur Indonesia, Praktik Baik untuk Agenda Nasional*

Menanggapi penghargaan tersebut, Budiawansyah, Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia, menyampaikan bahwa pengakuan ini mencerminkan pentingnya keberlanjutan yang berangkat dari kebutuhan riil masyarakat.

“Penghargaan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan pengingat bahwa pembangunan berkelanjutan harus dijalankan secara konsisten dan kolaboratif. Kami percaya bahwa praktik pertambangan yang bertanggung jawab hanya dapat terwujud ketika alam terjaga dan masyarakat tumbuh bersama,” ujarnya.

Pencapaian di ICA dan ISDA 2025 menegaskan bahwa inovasi sosial dan lingkungan dari kawasan operasional di Luwu Timur mampu memberi kontribusi nyata bagi agenda pembangunan nasional—serta menjadi bukti bahwa praktik berkelanjutan dari daerah dapat memberi inspirasi bagi Indonesia yang lebih inklusif dan tangguh.

*Komitmen Keberlanjutan PT Vale*

Menerima penghargaan ICA dan ISDA 2025 ini semakin memotivasi PT Vale untuk terus mengedepankan filosofi pertambangan yang berkelanjutan dan berfokus pada pemberdayaan komunitas. Keberhasilan PT Vale di ajang ICA dan ISDA 2025 ini membuktikan bahwa konservasi lingkungan dan pembangunan ekonomi dapat berjalan berdampingan di sektor pertambangan.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi berkelanjutan, PT Vale Indonesia akan terus berupaya menjaga harmoni antara operasi pertambangan dengan pelestarian alam serta peningkatan kesejahteraan masyarakat, sehingga pertumbuhan industri dapat seiring sejalan dengan tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan.