Radarluwu. Com — Kepolisian Resor (Polres) Luwu Timur menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban kebakaran di Desa Sorowako, Kecamatan Nuha. Bantuan yang diserahkan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan sehari-hari, sebagai bentuk kepedulian untuk meringankan beban masyarakat terdampak.

Dipimpin oleh Kasat Polairud, AKP Agusman, personel Polres Luwu Timur menyiapkan sejumlah paket bantuan yang berisi beras, telur, pakaian anak-anak hingga dewasa, serta perlengkapan rumah tangga seperti peralatan dapur, kasur, dan bantal.

Kapolres Luwu Timur, AKBP Ario Putranto, menegaskan bahwa kehadiran polisi bukan hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam membantu masyarakat di saat darurat.
“Kami hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, melainkan bagian dari masyarakat. Ketika warga ditimpa musibah, sudah menjadi kewajiban kami untuk memberikan dukungan, baik tenaga maupun bantuan,” ungkapnya.

Saat kebakaran berlangsung, Kapolres bahkan turun langsung ke lokasi bersama Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, untuk membantu proses pemadaman dan mengarahkan penanganan agar dampak tidak semakin meluas.

Langkah cepat yang dilakukan aparat kepolisian bersama pemerintah daerah mendapat apresiasi dari warga, karena dirasakan sangat membantu di tengah situasi panik akibat kobaran api.

Diketahui, insiden kebakaran di Desa Sorowako tersebut menghanguskan 48 rumah dengan total 200 kepala keluarga terdampak.

Radarluwu, PALOPO — Krisis air bersih yang berlarut-larut di Kota Palopo akhirnya berbuntut panjang. Seorang warga bernama M. Nasrun Naba (56), melaporkan PDAM Tirta Mangkaluku ke Polres Palopo dengan dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.Kamis, (28/08/25).

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/443/VIII/2025/SPKT/Polres Palopo/Polda Sulsel pada Selasa (27/8/2025) malam. Dalam laporannya, Nasrun menegaskan bahwa PDAM telah lalai menjalankan kewajiban meski konsumen tetap ditagih membayar iuran, bahkan denda, sementara pelayanan air bersih justru tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Warga sudah bayar iuran rutin, tapi air tetap tidak mengalir, Kalau telat, kami kena denda, sementara PDAM seenaknya tidak memberi pelayanan. Ini bentuk ketidakadilan dan harus diproses hukum, *ungkap* Nasrun.

Kekecewaan masyarakat terhadap kinerja PDAM Tirta Mangkaluku bukan hal baru. Selama bertahun-tahun, keluhan serupa terus bergulir namun tidak pernah terselesaikan. Aktivis perlindungan konsumen di Palopo, Rudi Hartono, menyebut kasus ini sebagai puncak dari akumulasi ketidakpuasan publik.

Air bersih adalah hak dasar masyarakat. Jika PDAM tidak mampu memberikan layanan, itu bukan sekadar kelalaian, tapi pelanggaran serius terhadap hak konsumen. Polisi harus mengusut tuntas agar ada tindakan tuntutan keadilan hak konsumen untuk masyarakat,” kata Nasrum.

Ia menambahkan, selama ini PDAM seolah kebal kritik dan lebih sibuk menarik iuran ketimbang memperbaiki pelayanan. Padahal kegagalan distribusi air telah menambah beban warga, memaksakan harus mencari sumber air alternatif dengan biaya sendiri yang seharusnya solusi diberikan dan dilakukan oleh PDAM, bukan hanya bisa mengelak dari masalah krisis air warga

Laporan yang diajukan Nasrun diterima langsung oleh Kanit I SPKT Polres Palopo, Dr. Erhan Febri Yurlan, S.H., M.H. Polisi menegaskan akan memproses perkara ini sesuai aturan hukum yang berlaku.

Kasus ini menandai salah satu perlawanan masyarakat yang akan kami lawan terhadap buruknya pelayanan publik di Kota Palopo. Kini publik menanti, apakah aparat penegak hukum berani menindak tegas perusahaan daerah yang dianggap abai terhadap kebutuhan paling mendasar warga: air bersih masyarakat kota palopo

Radarluwu.Com, TOWUTI, 27 Agustus 2025 — Lima hari pasca insiden kebocoran pipa minyak di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, semangat kebersamaan masyarakat menjadi sumber kekuatan dalam proses pemulihan. Tidak hanya tim teknis dan pemerintah, tetapi juga warga sendiri yang secara sukarela datang meminta untuk dilibatkan dalam kegiatan pembersihan dan pemulihan.

Sekitar 60 warga komunitas berinisiatif melalui Kepala Desa untuk turut serta membersihkan area terdampak. Kehadiran mereka menegaskan bahwa pemulihan bukan hanya tanggung jawab perusahaan, tetapi juga gerakan bersama demi keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Selain keterlibatan warga, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) juga memperkuat komitmen transparansi melalui Posko Pengaduan & Informasi di Kantor Camat Towuti (07.00–18.00 WITA) serta Hotline 24 jam. Hingga 27 Agustus 2025, tercatat 52 aduan masyarakat telah diterima: 17 aduan diselesaikan, 20 dalam proses penanganan, dan 15 masih tahap verifikasi.

Salah seorang warga Desa Lioka, Elieser Sula, mengungkapkan bahwa kedatangannya ke Posko Pengaduan dan Informasi setelah mengikuti sosialisasi dari Kepala Desa. Elieser Sula yakin, aduan yang disampaikan akan didengarkan dan ditindaklanjuti oleh PT Vale. “Saya yakin PT Vale bisa memberikan solusi terbaik dari keresahan saya,” ungkapnya dengan optimis, Rabu (27 Agustus 2025).

Untuk memperkuat langkah pemulihan, PT Vale bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan pihak terkait telah membentuk Tim Monitoring dan Asesmen Dampak Lingkungan dan Sosial. Tim ini bertugas memetakan dampak, melakukan asesmen lapangan, dan memastikan setiap tindak lanjut berjalan akuntabel dan terukur.

Direktur dan Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale, Budiawansyah, menegaskan komitmen perusahaan. “Keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Kami berkomitmen menangani insiden ini secara transparan dan bertanggung jawab, dengan langkah yang terukur serta kolaborasi bersama semua pihak,” ujarnya.

Head of External Relations PT Vale, Endra Kusuma, menambahkan apresiasinya terhadap antusiasme warga. “Melihat warga yang datang sendiri untuk meminta ikut bergotong royong adalah hal yang sangat menguatkan. Kami percaya, pemulihan hanya bisa terwujud dengan kebersamaan. Semoga semangat ini membuat recovery lebih cepat, menyeluruh, dan menghadirkan kembali rasa aman bagi masyarakat,” katanya.

Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan, PT Vale yakin proses pemulihan akan berjalan lebih cepat, transparan, dan mampu memulihkan kembali ketenangan warga.

RadarluwuCon, Luwu Timur, 27 Agustus 2025 – Kebakaran hebat melanda kawasan Sorowako, Kecamatan Nuha, Rabu (27/8/2025) sekitar pukul 14.00 WITA. Sebanyak 46 rumah hangus terbakar dan sekitar 200 kepala keluarga terdampak.

Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, turun langsung ke lokasi untuk memantau penanganan kebakaran. Ia didampingi Kapolres Luwu Timur, AKBP Ario Putranto TM, serta Perwira Penghubung Mayor Arm Syafaruddin.

Menurut Bupati Irwan, kebakaran berlangsung hampir tiga jam dan diduga dipicu korsleting listrik dari salah satu rumah warga. Kondisi diperparah oleh angin kencang dan material rumah yang mudah terbakar.

Warga yang terdampak saat ini mengungsi ke rumah kerabat, masjid, gereja, hingga kapal feri di dermaga. Pemerintah daerah bersama aparat dan PT Vale mendirikan posko induk di dermaga untuk pengungsian dan layanan pengaduan.

Bupati Irwan juga menginstruksikan pendataan kerusakan serta penyaluran bantuan sosial. Tim khusus dibentuk untuk mengkoordinasikan bantuan dan menampung keluhan masyarakat.

Selain Bupati dan Kapolres, hadir pula anggota DPRD Luwu Timur Yusuf Pombatu, sejumlah kepala OPD, Camat Nuha Arief Fadillah, perwakilan PT Vale, petugas damkar, Tim SAR, PMI, serta organisasi kemanusiaan lainnya.

Radarluwu. Com — Kebakaran pemukiman didesa sorowako jalan.tambeha buat warga panik rabu,27/8/2025 pukul.14.00

Warga sorowako dibuat panik atas kobaran api yang cukup besar dan asap hitam setinggi 50 meter diatas pemukiman dijalan.tambeha desa.sorowako Rabu,27/8/2025 pukul.14.00 siang

Kepanikan warga dilokasi kebakaran dijalan tambeha membuat semua takut dikarenakan titik api yang melalap rumah diketahui salah satu pemukiman yang padat penduduk

Atas kejadian ini melalui By telepon Whatsap Kapolsek Nuha Akp.nyoman sutarja dihubungi wartawan namun sedang didalam perjalanan menuju Malili guna memenuhi panggilan undangan bapak Kapolres harus putar balik ke Nuha sorowako setelah mendapat laporan adanya kebakaran diwilayah kerjanya di Polsek Nuha

hingga berita ini diturunkan belum diketahui penyebab dan informasi lengkapnya dari dinas terkait dan aparat yang bertugas dari polsek Nuha saat ini di ( TKP ) tempat kejadian perkara