Radarluwu., LUTIM –Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dibangun oleh PT Citra Lampia Mandiri (CLM) menjadi pusat perhatian masyarakat Luwu Timur saat dijadikan lokasi utama perayaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Luwu Timur ke-22.

Ribuan warga memadati area RTH yang terletak di pusat kota Malili untuk merayakan momen istimewa tersebut. Beragam kegiatan digelar, mulai dari parade budaya, penampilan seni daerah, hingga pesta rakyat yang diisi dengan hiburan musik.dan pameran bonsai.

Bupati Luwu Timur, dalam sambutannya, mengapresiasi kontribusi PT CLM dalam pembangunan fasilitas publik yang tidak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga memberi ruang sosial bagi masyarakat.

SPV PPM PT.CLM, Herly Alhamdulillah, kita telah saksikan bersama Ruang Terbuka ini memberi manfaat dalam merayakan Puncak acara HUT Lutim. Begituh megah dan meriahnya fasilatas umum ini ditempati langsung artis dari Ibukota yakni Wali Band menghibur ribuan masyarakat yang hadir di tempat ini.

” Selain Ribuan masyarakat, Artis, Bupati dari sejumlah wilayah, Anggota DPRD Kabupten dan Provinsi, Gubernur Sulsel juga ditempati langsung Menteri Pertanian memberikan sambutan dan bantuan kepada petani dan anak sekolah di Luwu Timur. Kami dari pihak PT CLM tentu memiliki kebanggaan tersendiri karena telah memberi kontribusi nyata terhadap daerah ini,” Kata Herly.

Menurut Herly, kedepan PT CLM akan terus berkontibusi terhadap daerah ini. PT CLM akan sinergi dan berkolaborasi dengan pemda Luwu Timur dan akan terus berupaya menjalan kewajiban sosial PT CLM di wilayah pemberdayaan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Peningkatan infrastruktur, Sarana Olahraga. Dan tempat kegiatan lainnya bersifat umum ke depan, PT.CLM akan fokus pada pembangunan ekonomi berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat” ujar Herly, Senin (19/5/2025).

Herly berharap di momentum Hari Jadi Luwu Timur ini tak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan dan menumbuhkan kepedulian masyarakat menjaga keamanan untuk Luwu Timur Maju dan Sejahtera, “Dari Bumi Batara Guru, Kita Menulis Masa Depan,” Harap Herly.

SPV PPM PT.CLM, Herly Alhamdulillah, kita telah saksikan bersama Ruang Terbuka ini memberi manfaat dalam merayakan Puncak acara HUT Lutim. Begituh megah dan meriahnya fasilatas umum ini ditempati langsung artis dari Ibukota yakni Wali Band menghibur ribuan masyarakat yang hadir di tempat ini.

” Selain Ribuan masyarakat, Artis, Bupati dari sejumlah wilayah, Anggota DPRD Kabupten dan Provinsi, Gubernur Sulsel juga ditempati langsung Menteri Pertanian memberikan sambutan dan bantuan kepada petani dan anak sekolah di Luwu Timur. Kami dari pihak PT CLM tentu memiliki kebanggaan tersendiri karena telah memberi kontribusi nyata terhadap daerah ini,” Kata Herly.

Menurut Herly, kedepan PT CLM akan terus berkontibusi terhadap daerah ini. PT CLM akan sinergi dan berkolaborasi dengan pemda Luwu Timur dan akan terus berupaya menjalan kewajiban sosial PT CLM di wilayah pemberdayaan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Peningkatan infrastruktur, Sarana Olahraga. Dan tempat kegiatan lainnya bersifat umum ke depan, PT.CLM akan fokus pada pembangunan ekonomi berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat” ujar Herly, Senin (19/5/2025).

Herly berharap di momentum Hari Jadi Luwu Timur ini tak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan dan menumbuhkan kepedulian masyarakat menjaga keamanan untuk Luwu Timur Maju dan Sejahtera, “Dari Bumi Batara Guru, Kita Menulis Masa Depan,” Harap Herly.

 

 

MAKASSAR — Direktur The Sawerigading Institute, Asri Tadda, menyebut pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilwalkot Palopo pada 25 Mei mendatang sebagai momentum penting bagi warga untuk mengevaluasi dan memperbaiki pilihan politik mereka. Hal ini disampaikannya menanggapi pelaksanaan debat publik calon wali kota dan wakil wali kota Palopo yang digelar Sabtu (17/5) lalu.

Menurut Asri, debat kandidat seharusnya bisa menjadi referensi tambahan bagi masyarakat untuk menilai sejauh mana kesiapan konseptual pasangan calon (paslon) dalam memimpin Kota Palopo. Meskipun diakui, dalam banyak kasus, debat kandidat tidak selalu berpengaruh signifikan terhadap preferensi pemilih.

“Debat kemarin bisa menjadi cermin bagi warga untuk melihat siapa yang paling siap secara visi-misi dan gagasan. Tapi yang paling penting, warga Palopo sudah cukup mengenal semua paslon, karena mereka bukan orang baru di panggung politik lokal,” kata Asri dalam keterangan tertulis, Minggu (18/5).

Sekretaris BPW KKLR Sulsel itu menekankan, masyarakat Palopo bisa memadukan antara performa debat dengan rekam jejak masing-masing paslon dalam menentukan pilihan. Dengan begitu, PSU ini bisa menjadi “second chance” atau kesempatan kedua untuk menentukan pemimpin terbaik bagi masa depan kota.

“Jika pada Pilkada 27 April lalu ada yang merasa belum tepat dalam memilih, maka PSU ini harus dimanfaatkan dengan maksimal,” ujar dia.

Asri juga menyinggung posisi strategis Kota Palopo sebagai hub kawasan Luwu Raya. Menurutnya, kota ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat jasa dan perdagangan yang terkoneksi tidak hanya antar-kabupaten di Luwu Raya, tetapi juga antarprovinsi, seperti Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

“Dibutuhkan pemimpin yang transformatif dan terbuka untuk mewujudkan potensi besar itu. Pemimpin yang mampu menjadikan Palopo lebih maju dan rakyatnya hidup sejahtera,” tegasnya.

Ia berharap pelaksanaan PSU pada 25 Mei 2025 mendatang benar-benar melahirkan pemimpin definitif yang bisa melanjutkan pembangunan kota. “Semoga ini PSU terakhir dan Palopo segera memiliki wali kota terpilih yang sah. Aamiin,” tutup Asri. (*)

Radarluwu, LUTIM — Warga Desa Harapan, Kecamatan Malili, tidak lama lagi akan segera bisa melaksanakan ibadah di Masjid Nurul Falah yang saat ini masih dalam proses pembangunan.

Masjid baru ini sangat dibutuhkan karena bangunan masjid lama sudah mulai mengalami kerusakan. Demi kenyamanan dalam beribadah, warga berinisiatif membangun masjid baru di area belakang masjid lama.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Nurul Falah, Taslim, menyampaikan bahwa pembangunan masjid tersebut telah dimulai dua tahun lalu. Berkat dukungan para donatur yang peduli, pembangunan kini telah menunjukkan kemajuan signifikan dan mulai memasuki tahap akhir. Berdasarkan estimasi dari tukang, pembangunan diperkirakan selesai dalam waktu empat bulan ke depan.

Pada hari ini, Minggu (18/05/2025), PT Citra Lampia Mandiri (CLM) turut berkontribusi dalam pembangunan masjid dengan menyerahkan bantuan dana sebesar 80 juta rupiah. Bantuan ini diserahkan oleh Mudriansyah, perwakilan eksternal PT CLM, kepada Taslim selaku Ketua Panitia Pembangunan.

Kontribusi ini merupakan bagian dari Program PPM PT CLM untuk Desa Harapan yang termasuk dalam wilayah pemberdayaannya.

“Atas nama panitia pembangunan, kami mengucapkan terima kasih kepada PT CLM atas bantuannya. Dana ini akan kami gunakan untuk pembangunan kubah, menara, serta penyempurnaan interior masjid,” jelas Taslim.

Selain itu, sejumlah fasilitas lain yang akan dibenahi meliputi penataan area parkir, tempat wudhu, gazebo untuk para musafir yang berada di sisi masjid menghadap laut, serta area khusus untuk pelaku UMKM.

Sementara itu, Mudriansyah menegaskan bahwa bantuan ini bertujuan mendukung percepatan pembangunan Masjid Nurul Falah sebagai bentuk nyata komitmen PT CLM terhadap desa-desa binaannya.

“Mudah-mudahan bantuan ini menjadi amal jariyah dan mempercepat penyelesaian pembangunan masjid ini,” ujar Mudriansyah.

Ia juga menyampaikan bahwa bangunan baru Masjid Nurul Falah ini tampil kokoh dan luas, dengan lokasi di tepi laut yang menjadikannya sebagai salah satu masjid paling indah di Luwu Timur.

“Pemandangannya luar biasa. Lokasinya sangat strategis, cocok sebagai tempat istirahat bagi pelintas dari Sulawesi Tenggara menuju Makassar. Karena itu, sangat wajar jika masjid ini dilengkapi berbagai fasilitas penunjang,” tutupnya.

 

Radarluwu, Luwu Timur – Polres Luwu Timur berhasil mengungkap 11 kasus peredaran dan pendistribusian minuman keras (miras) serta kasus perjudian yang tersebar di berbagai wilayah hukum Polres Luwu Timur. Keberhasilan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Pekat Lipu 2025 yang bertujuan menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Kasubsi Humas Polres Luwu Timur, Bripka A. Muh. Taufik, mengungkapkan bahwa belasan pelaku telah diamankan bersama barang bukti berupa berbagai jenis minuman keras, baik lokal maupun impor, serta perlengkapan perjudian.

Berikut rincian lokasi operasi pekat dan barang bukti yang disita:

– Desa Maleku, Kec. Mangkutana, dengan barang bukti 2 dos Bir, 5 dos anggur kolesom, 4 botol Guinness, dan 3 botol Guinness Hitam.

– Desa Tabarano, Kec. Wasuponda, dengan barang bukti 30 liter ballo.

– Desa Pongkeru Kec. Malili, dengan barang bukti 20 liter ballo.

– Desa Cendana Hitam Kec. Tomoni Timur, dengan barang bukti 50 liter ballo dan 1 karton bir.

– Desa Wawondula, Kec. Towuti, dengan barang bukti 2 kaleng bir kecil, 2 kaleng bir besar, 1 botol anggur merah, 1 botol bir hitam kecil, dan 2 botol whisky Drum.

– Desa Wawondula, Kec. Towuti, dengan barang bukti 35 liter ballo.

– Desa Rante Mario Kec. Mangkutana, dengan barang bukti 15 liter miras.

– Desa Lera, Kec. Wotu, dengan barang bukti 1 botol Guinness, 1 botol anggur merah, dan 3 botol Bir Bintang.

– Desa Lampenai, Kec. Wotu, dengan barang bukti 10 liter ballo.

– Desa Lauwo, Kec. Burau, mengamankan lk. JM (24) pelaku perjudian jenis togel dengan barang bukti berupa buku catatan nomor togel, 2 pulpen, 1 HP merk OPPO, kertas rumus togel, dan uang tunai Rp2.496.000.

– Desa Margomulyo, Kec. Tomoni Timur, dengan barang bukti 35 liter miras jenis Cap Tikus.

Polres Luwu Timur menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Luwu Timur agar tidak mengkonsumsi maupun mengedarkan minuman keras, serta menghindari segala bentuk perjudian.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk turut menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan. Jika melihat adanya peredaran miras atau aktivitas perjudian, segera laporkan ke kantor polisi terdekat,” tegas Taufik.

Radarluwu, Luwu Timur – Dalam upaya memberantas penyakit masyarakat, Polsek Mangkutana Polres Luwu Timur melaksanakan Operasi Cipta Kondisi dengan sasaran peredaran minuman keras (miras) di wilayah hukumnya. Operasi yang digelar pada Senin malam (12/5) ini menyasar dua Cafe Ballo yang kedapatan masih beroperasi dan menjual minuman keras.

Kegiatan operasi dipimpin langsung oleh Waka Polsek Mangkutana Ipda Syamsul Bahri, didampingi oleh Kanit Reskrim Ipda Kasman bersama sejumlah personel Polsek. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa miras dari dua lokasi berbeda.

“Di Cafe milik I alias MW (42), personel mengamankan barang bukti berupa minuman keras jenis ballo sebanyak 5 liter dan satu karton bir. Sementara di Cafe IM, turut diamankan miras ballo sebanyak 5 liter,” ungkap Kasubsi Humas Polres Luwu Timur, Bripka A. Muh. Taufik.

Usai pengamanan, petugas juga memberikan imbauan kepada para pemilik cafe agar menghentikan aktivitas yang melanggar hukum dengan menutup usahanya. “Kami berharap langkah ini bisa menekan peredaran miras di wilayah hukum Polsek Mangkutana serta menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif,” tutup Bripka Andi Muh. Taufik.