Arsip Tag: Pendidikan

Malili – Ketua Bawaslu Kabupaten Luwu Timur Pawennari menegaskan bahwa pendidikan politik memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pemilih, yang pada akhirnya akan berdampak langsung pada kualitas Pemilu. Hal tersebut disampaikan saat menjadi pemateri pada kegiatan Pendidikan Politik yang diselenggarakan Partai Amanat Nasional (PAN) Luwu Timur di Wisma Trans, Puncak Indah, Kecamatan Malili, Minggu (28/12/2025).

Dalam pemaparannya, Pawennari menyampaikan bahwa pendidikan politik yang dilaksanakan saat ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas warga negara, khususnya dalam membentuk pemilih yang sadar dan kritis.

“Apa yang kita lakukan hari ini adalah dalam rangka peningkatan kualitas warga negara, lebih spesifik pada peningkatan kualitas pemilih. Karena sesungguhnya, pemilih yang berkualitas akan menentukan proses keterpilihan anggota legislatif dan eksekutif yang akan mengurusi hajat hidup orang banyak,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa selain Partai Politik, Penyelenggara Pemilu juga memiliki tanggung jawab untuk melakukan konsolidasi demokrasi, terutama di masa non tahapan. Konsolidasi tersebut dinilai penting sebagai investasi jangka panjang dalam menyongsong Pemilu 2029 agar kualitas penyelenggaraan Pemilu ke depan lebih baik dari sebelumnya.

“Kalau pasca pemilu kita tidak melakukan apa-apa, maka Pemilu 2029 tidak akan memberikan gambaran yang lebih baik dari hari ini. Karena itu, pendidikan politik harus dilakukan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Koordinator Divisi SDMO, Diklat dan Datin itu menekankan bahwa Partai Politik memiliki peran yang sangat mendasar dalam kehidupan sosial dan politik masyarakat. Berbagai kebijakan politik yang dihasilkan memiliki dampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari, termasuk urusan ekonomi rumah tangga.

“Dalam konteks tersebut, Bawaslu hadir untuk mendorong peningkatan kualitas pemilu, tidak semata-mata dengan menitikberatkan pada penilaian pelanggaran, tetapi dengan membangun kesadaran masyarakat agar mampu melakukan verifikasi dan evaluasi terhadap calon legislatif dan eksekutif yang akan dipilih,”kata pria kelahiran Wotu itu.

Menurutnya, Pemilu merupakan ruang konstitusional bagi rakyat untuk mengevaluasi kinerja wakil rakyat dan pemerintah. Melalui pendidikan politik, masyarakat diharapkan menjadi pemilih yang tidak mudah diintimidasi oleh kepentingan-kepentingan yang tidak bertanggung jawab.

Ia juga menegaskan bahwa pemilu yang berkualitas bukan hanya menjadi kepentingan Bawaslu dan KPU, tetapi juga kepentingan besar Partai Politik. Dengan pemilu yang berkualitas, diharapkan akan lahir pemimpin yang berkualitas pula.

“Evaluasi terhadap legislatif dan eksekutif hanya bisa dilakukan melalui Pemilu. Inilah bentuk konsolidasi rakyat dan masyarakat untuk menyongsong Pemilu 2029 yang jauh lebih berkualitas,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Pawennari juga memaparkan fokus Bawaslu di masa non tahapan, yakni pengawasan pemutakhiran data partai politik, pengawasan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, serta pelaksanaan pendidikan pengawasan partisipatif secara berkelanjutan sebagai salah satu kewajiban Bawaslu.

Ia menjelaskan bahwa secara regulasi, istilah pendidikan politik lebih tegas disebutkan dalam Undang-Undang Partai Politik dan dijalankan oleh Partai Politik. Sementara dari sisi penyelenggara pemilu, Bawaslu menjalankannya melalui pendidikan pengawasan partisipatif dan KPU melalui pendidikan pemilih, dengan tujuan yang sama, yakni meningkatkan kualitas pemilih.

“Melalui sinergi antara Partai Politik, Penyelenggara Pemilu dan seluruh elemen masyarakat, kami berharap melalui Pendidikan politik, akan tercipta kualitas pemilih yang baik dalam menentukan pilihan poitiknya yang pada akhirnya akan erat kaitannya dengan perbaikan kehidupan warga negara dan berkontribusi pada terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,”tutupnya.

Radarluwu.com. Makassar, 16 Desember 2025 — Di tengah tantangan nasional dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap kerja, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan industri strategis, PT Vale Indonesia Tbk (“PT Vale”), bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), memperkuat perannya sebagai penggerak pembangunan talenta muda melalui Program Co-Ops (Cooperative Education Program).

Bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin, program ini menyeleksi 16 mahasiswa terbaik dari 48 kandidat untuk menjalani kerja praktik selama enam bulan penuh di lingkungan operasional PT Vale—durasi yang dirancang khusus untuk memberi pengalaman industri nyata, membentuk disiplin profesional, serta memastikan kesiapan kerja yang terukur dan berkelanjutan.

Program Co-Ops lahir dari kesadaran bahwa kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan sumber daya manusia nasional. Di tengah percepatan hilirisasi dan transformasi industri, PT Vale melihat bahwa keberlanjutan tidak hanya ditentukan oleh investasi fisik dan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan manusia yang mengoperasikannya. Karena itu, Co-Ops dirancang sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun talenta muda, sekaligus memastikan bahwa pertumbuhan industri berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Melalui skema ini, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada dunia kerja, tetapi benar-benar menjalani ritme industri selama enam bulan, memahami standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), tata kelola operasional, serta budaya profesional yang menjadi fondasi industri pertambangan modern. Pendekatan ini menjadikan Co-Ops lebih dari sekadar program magang, melainkan ruang transisi nyata dari kampus ke dunia profesional, di mana peserta dilatih untuk berpikir kritis, bertanggung jawab, dan siap berkontribusi sejak hari pertama memasuki dunia kerja.

Program Co-Ops juga menjadi bagian dari ekosistem pengembangan talenta lokal yang telah dibangun PT Vale secara konsisten selama bertahun-tahun di wilayah sekitar operasi. Melalui pengembangan Politeknik Sorowako (Poliwako) di Luwu Timur, yang bertransformasi dari Akademi Teknik Sorowako, PT Vale berkontribusi dalam menghadirkan pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri.

Upaya ini diperkuat dengan berbagai pelatihan vokasi jangka pendek bagi pemuda lokal. Keseluruhan inisiatif ini dirancang untuk memastikan bahwa akses pendidikan berujung pada kesiapan kerja yang nyata, bukan sekadar peningkatan angka partisipasi.

Senior Manager Talent Acquisition, Performance Management & EVP PT Vale Indonesia, Gandi Husodo, menegaskan bahwa Program Co-Ops merupakan bentuk investasi strategis perusahaan dalam pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, tantangan terbesar industri saat ini bukan hanya ketersediaan tenaga kerja, tetapi kesiapan tenaga kerja untuk langsung berkontribusi secara aman, produktif, dan profesional.

“Melalui pengalaman industri nyata selama enam bulan, peserta Co-Ops mengalami lompatan signifikan dalam disiplin kerja, pemahaman keselamatan, dan kesiapan profesional. Inilah fondasi yang dibutuhkan industri untuk tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.

Program ini disambut sangat antusias oleh para peserta. Muhammad Akbar, mahasiswa asal Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, menyebut Co-Ops sebagai kesematan belajar yang akan membuka perspektifnya terhadap dunia kerja, tidak hanya dari aspek teknis, tetapi juga memahami pentingnya budaya keselamatan dan tanggung jawab profesional, terlebih karena PT Vale beroperasi di daerah asalnya.

Sementara itu, Dewi Erika Yuliana, mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Hasanuddin, menilai Co-Ops akan menjadi jembatan nyata antara teori yang dipelajari di kampus dan praktik di industri. Pengalaman selama Co-Ops diyakii akan membangun kepercayaan diri dan kesiapan untuk memasuki dunia kerja setelah lulus.

Ke depan, PT Vale berkomitmen untuk terus mengembangkan dan memperluas Program Co-Ops melalui kolaborasi dengan lebih banyak institusi pendidikan. Langkah ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda di sekitar wilayah operasi untuk memperoleh pengalaman industri yang relevan, berkualitas, dan berdaya saing global. Bagi PT Vale, pembangunan talenta bukan sekadar program tanggung jawab sosial, melainkan bagian integral dari strategi bisnis dan keberlanjutan jangka panjang.

Di tengah upaya Indonesia memperkuat daya saing melalui hilirisasi dan transformasi industri, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penentu. Melalui Program Co-Ops dan ekosistem pengembangan talenta yang terintegrasi, PT Vale tidak hanya menyiapkan tenaga kerja masa depan, tetapi juga memperkuat fondasi pembangunan daerah dan nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada nilai tambah jangka panjang.

Luwu Timur — PT. Citra Lampia Mandiri (CLM) menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui pemberian bantuan dana pembangunan green house di SDN 242 Pasi-Pasi, Desa Pasi-Pasi, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sabtu (18/10/2025).

External Manager PT. CLM, Fauzi Lukman, mengatakan bahwa dukungan sektor swasta terhadap dunia pendidikan tidak hanya sebatas bantuan finansial, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam pengembangan fasilitas pembelajaran berbasis lingkungan.

“Melalui dukungan sektor swasta, sekolah dapat meningkatkan kualitas pendidikan vokasional, menumbuhkan jiwa wirausaha hijau, serta menanamkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sejak dini,” ujar Fauzi.

Ia menambahkan, pembangunan green house di sekolah merupakan salah satu upaya untuk menciptakan ruang belajar aplikatif bagi siswa agar memahami ekosistem, teknologi ramah lingkungan, dan ketahanan pangan.

“Inisiatif ini juga membuka peluang kerja sama lintas sektor dalam menciptakan generasi muda yang kreatif, inovatif, dan peduli terhadap keberlanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang guru SDN 242 Pasi-Pasi menyampaikan apresiasi atas kepedulian PT. CLM terhadap dunia pendidikan.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT. CLM atas dukungan dan sumbangan dana yang telah diberikan untuk pembangunan green house. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi pengembangan kegiatan pembelajaran siswa, khususnya dalam bidang lingkungan hidup dan program Adiwiyata,” ujarnya.

Guru tersebut berharap kerja sama antara pihak sekolah dan PT. CLM dapat terus berlanjut sebagai bentuk nyata kolaborasi dalam mendukung kemajuan pendidikan yang berwawasan lingkungan. (*)

Malili, 13 Oktober 2025 – Dalam upaya menanamkan nilai kedisiplinan serta membangun semangat generasi muda yang siap menghadapi dunia kerja, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, memimpin upacara di SMK Negeri 1 Malili, Senin (13/10/2025).

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para siswa untuk mendapatkan motivasi langsung dari Bupati. Dalam amanatnya, Irwan Bachri Syam berbagi pengalaman masa muda dan memberikan pesan inspiratif agar siswa SMK percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki.

“Saya berdiri di sini sebagai bukti bahwa anak SMK juga bisa menjadi Bupati. Semua punya peluang yang sama asal mau belajar dan berdisiplin,” ujar Bupati.

Bupati Irwan juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus menyiapkan sarana dan program untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi lulusan SMK yang akan memasuki dunia kerja. Salah satunya melalui pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) yang akan segera direalisasikan.

“Melalui BLK, kita ingin memastikan anak-anakku semua bisa mendapat pelatihan keterampilan agar siap bekerja. Pemerintah daerah juga telah bekerja sama dengan perusahaan besar seperti PT Vale, IHIP, dan sejumlah kawasan industri lainnya untuk membuka peluang kerja bagi tenaga lokal,” jelasnya.

Selain BLK, Bupati juga menyampaikan bahwa Luwu Timur akan segera memiliki universitas sendiri. “Tahun depan kita rencanakan membangun kampus di Lutim. Lahannya sudah disiapkan, dan semoga tahun depan bisa terwujud agar anak-anak kita tidak perlu jauh-jauh melanjutkan kuliah,” ungkap Irwan.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan siswa untuk menjauhi perilaku negatif seperti bullying, tawuran, dan penyalahgunaan narkoba, serta mengajak mereka membangun citra positif sekolah.

“Tidak ada yang hebat dengan melakukan hal-hal negatif. Jadilah generasi yang membanggakan orang tua, sekolah, dan daerah kita,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan pelajar, Bupati Irwan juga berjanji akan membantu pengecekan lapangan di SMK Negeri 1 Malili.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Malili, Andy Camat, Kapolsek Malili IPTU Awaluddin, Camat Malili H. Hasimning, Plt. Kepala DLH Lutim Muh Yusri, Plt. Kepala Dinsos P3A Joni Patabi, dan Kabag Prokopim Setdakab Lutim Agus Thobrani.

RadarLuwuCom, Luwu Timur – PT. Citra Lampia Mandiri (CLM) menggelar Sosialisasi Aktivitas dan Keselamatan Pertambangan dengan tema “Inspirasi Putih Abu-Abu”, Rabu (10/09/2025). Kegiatan ini melibatkan siswa SMA dan sederajat di Kecamatan Malili sebagai upaya memperkenalkan praktik pertambangan yang baik, menjaga keselamatan, serta pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.

Sosialisasi dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Hari pertama dimulai di SMA Negeri 1 Luwu Timur, kemudian berlanjut ke SMA Negeri 12 Luwu Timur, SMK Negeri 1 Luwu Timur, dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Malili.

Kepala SMAN 1 Luwu Timur, Muhammad Anwar, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan sosialisasi ini. Ia menilai, kegiatan tersebut sangat penting ditanamkan sejak dini, khususnya bagi para pelajar yang berpotensi meniti karier di dunia pertambangan. Menurutnya, beberapa alumni SMAN 1 Luwu Timur saat ini telah bekerja di PT. CLM.

“Pertambangan merupakan salah satu potensi besar di Luwu Timur. Tidak menutup kemungkinan, pelajar-pelajar yang ada saat ini kelak bekerja di sektor tersebut. Karena itu, sosialisasi semacam ini patut dilanjutkan agar memberikan kesan positif dan menambah wawasan siswa,” ungkapnya.

Sementara itu, Manager External PT. CLM, Fauzi Lukman, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) di sektor pendidikan. Ia menegaskan, sosialisasi bertujuan menginspirasi pelajar mengenai dunia pertambangan, tata kelola yang baik, keselamatan kerja, serta pentingnya menjaga lingkungan.

“Luwu Timur bukan daerah biasa. Daerah ini memiliki potensi nikel yang sangat besar. Dari total 21 persen cadangan nikel dunia yang ada di Indonesia, sebagian besar terdapat di Sulawesi Selatan, termasuk di Luwu Timur. Karena sumber daya alam sudah tersedia, maka sumber daya manusianya juga harus dipersiapkan. Dan itu ada pada generasi muda kita saat ini,” jelas Fauzi.

Sosialisasi ini juga menghadirkan beberapa narasumber dari internal PT. CLM. Fauzi Lukman membawakan materi Pengenalan Dunia Pertambangan, Engineer Herwin Kamaruddin menyampaikan Manajemen Pertambangan, Head Dept Health and Forestry Sahir membawakan Manajemen Lingkungan dan Pasca Tambang, Head Dept Health and Safety Amran memaparkan Manajemen Lingkungan dan Kesehatan Kerja, serta Auditor Internal SMKP Hizbullah yang menyampaikan materi Manajemen Lingkungan dan Keselamatan Kerja.

Dengan kegiatan ini, PT. CLM berharap dapat menanamkan pemahaman tentang pentingnya pertambangan yang bertanggung jawab sekaligus mempersiapkan generasi muda untuk menjawab tantangan di sektor sumber daya alam di masa depan. (*)