Arsip Tag: Pilgub sulsel 2024

Blusukan ke Pasar Jadi Agenda Penting Danny – Azhar, Jubir: Denyut Nadi Ekonomi Rakyat Sulsel

Radarluwu.com,MAKASSAR – Dalam dua hari terakhir, Senin (30/09) dan Selasa (01/10), aktifitas kampanye calon Gubernur Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, selalu diawali dengan blusukan ke pasar.

Seperti yang dilakukan Danny saat berkunjung ke Pasar Sentral Minasa Maupa pada Senin (30/09) dan ke Pasar Sentral Sungguminasa Gowa pada Selasa (01/10) pagi.

Calon Wakil Gubernur Azhar Arsyad malah lebih dulu melakukan hal tersebut. Ketua PKB Sulsel itu memulai kampanye pertamanya pada Jumat (27/09) dengan menyusuri Pasar Pekkabata di Kabupaten Pinrang.

Bukannya dibuat-buat. Ternyata aktifitas kampanye pasangan Danny – Azhar yang dikenal dengan akronim DiA ini, menyimpan makna tersendiri.

Juru Bicara Danny – Azhar, Asri Tadda mengatakan, Danny – Azhar memilih memulai aktifitas dengan blusukan ke pasar untuk melihat langsung aktifitas perekonomian warga Sulsel.

“Pasar adalah urat nadi perekonomian masyarakat. Di situ kita bisa membaca denyut kehidupan warga, apakah baik-baik saja, atau sedang ada masalah,” kata Asri di Makassar, Rabu (02/10).

Dikatakan Asri, dari hasil blusukan ke pasar, baik Danny maupun Azhar menemukan fakta menurunnya daya beli masyarakat yang ditandai dengan omzet penjual yang semakin menurun.

“Para pedagang di pasar mengungkapkan ke Pak Danny maupun ke Pak Azhar, sekarang ini omzet mereka sangat berkurang. Pembeli juga tidak sebanyak dulu,” ujarnya.

Hal ini, kata Asri, jelas menjadi masukan yang sangat berharga bagi pasangan Danny – Azhar yang memang memiliki komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Sulsel.

“Fakta yang ditemukan Danny – Azhar di pasar, mengkonfirmasi bahwa Sulsel sedang tidak baik-baik saja. Ada masalah ekonomi serius pada masyarakat menengah ke bawah. Salah satunya mungkin disebabkan karena kinerja pemerintah daerah yang kurang optimal,” jelas Ketua Relawan Perubahan Sulsel itu.

Dijelaskan Asri, beratnya beban keuangan daerah akibat defisit anggaran beberapa tahun belakangan, menyebabkan pembangunan tidak berjalan dengan lancar.

“Akibatnya, kontribusi ekonomi pembangunan yang dilakukan pemerintah terasa sangat minim dampaknya masyarakat. Sederhananya, tidak banyak perputaran uang ke masyarakat sehingga daya beli mereka menurun,” terang dia.

Selain itu, beberapa faktor lain juga turut ditemukan Danny – Azhar dari aktifitas blusukan pagi ke pasar.

Diantaranya adalah perlunya dibuat semacam sistem rantai distribusi produk yang efisien dan menguntungkan petani. Selain itu, harus ada kepastian bahwa produk petani atau nelayan dapat terjual dengan harga layak.

“Pada konteks inilah, dalam visi Danny – Azhar, pemerintah akan hadir menjadi off-taker, pembeli pertama hasil petani dan nelayan dengan harga yang sudah ditetapkan, sehingga ada kepastian nilai jual saat mereka panen,” ungkap Asri.

Dengan menjadi off-taker, pemerintah melalui mekanisme tertentu akan membeli langsung hasil produk pertanian maupun nelayan di desa-desa.

“Jadi Danny – Azhar memang akan membangun desa. Konsepnya adalah Sombere and Smart Desa. Sehingga jika bicara visi besar DiA menjadikan Sulsel sebagai lumbung pangan dunia, maka basis ekonominya tentu akan ada di desa-desa,” papar Asri.

Karena itu, pentolan Relawan Anies Baswedan itu mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Selatan untuk mendukung perjuangan Paslon nomor urut 1 untuk memajukan perekonomian Sulsel agar dapat berdaya saing secara global.

“Mari kita dukung dan menangkan Danny – Azhar di Pilgub nanti. Bersama kita wujudkan Sulsel sebagai pusat atau lumbung pangan dunia. Potensi kita sangat besar, terutama di sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan maritim. Insya Allah rakyat akan lebih sejahtera,” pungkas Asri. (*)

Mengungkap ‘8 Konsep Sehat’ Danny – Azhar untuk Selamatkan Sulsel

Opini :Di tulis oleh Asri Tadda
(Ketua Relawan Perubahan Sulsel/Jubir Danny Azhar)

Radarluwu.com – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto – Azhar Arsyad (DiA) secara terang-benderang mengusung visi perubahan dan perbaikan untuk daerah ini.

Dikemas dengan tagline “Save Sulsel” yang bermakna “Selamatkan Sulawesi Selatan”, pasangan DiA mengungkap aneka masalah serius yang terjadi selama masa jabatan Gubernur sebelumnya.

Yang paling memprihatinkan adalah soal defisit keuangan yang membuat seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terpaksa melakukan pengetatan anggaran agar dapat membayar utang pemerintah, hingga saat ini.

Kondisi ini membuat banyak program yang akhirnya terhambat karena kekurangan biaya. Pada gilirannya yang merugi adalah rakyat Sulawesi Selatan karena pembangunan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Padahal jika mengacu pada paradigma bahwa sistem pemerintahan sebenarnya dapat saja bekerja secara auto-pilot karena regulasi dan aparatnya sudah ada, maka kehadiran kepala pemerintahan semisal Gubernur seharusnya dapat menggenjot perkembangan daerah, bukan malah membuatnya defisit.

Itu artinya, ada kesalahan manajerial dalam tata kelola pemerintahan di daerah ini, dimana kinerja Gubernur sebelumnya harus diakui, masih jauh dari kata apik.

Karena itu, saya melihat Danny – Azhar terpanggil untuk berjuang menyehatkan kembali pemerintahan dan menyelamatkan Sulawesi Selatan dari jurang keterpurukan.

Nah, saya coba menata sejumlah gagasan perubahan dan perbaikan dari pasangan Danny – Azhar menjadi ‘8 Konsep Sehat’ untuk Selamatkan Sulsel, tentunya dengan tanpa bermaksud menyempitkan makna dan maksud yang sangat luas dari visi dan misi tersebut.

1. Sehat Anggaran

Kesehatan anggaran berarti pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan efisien. Anggaran yang sehat penting untuk memastikan bahwa semua program pembangunan dapat terlaksana dengan baik, tanpa ada penyimpangan atau korupsi.

Sebagaimana diketahui, pengelolaan keuangan yang baik ditandai dengan minimnya temuan penyimpangan anggaran. Pengendalian anggaran juga membantu menghindari defisit yang bisa membebani daerah.

Anggaran yang sehat tentu bisa mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan alokasi yang tepat pada sektor-sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Hal inilah yang menjadi salah satu fokus Danny – Azhar jika kelak dipercayakan rakyat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, yakni sehatkan kembali anggaran daerah.

Tentunya, pekerjaan ini bukan hal mudah di tengah defisit keuangan signifikan yang ditinggalkan Gubernur sebelumnya. Artinya, perlu upaya ekstra untuk ‘mengobati’ kondisi defisit ini sebelum akhirnya bisa sehat kembali sebagaimana seharusnya.

Insya Allah, dengan program strategis di berbagai bidang dan atas dukungan dari seluruh rakyat Sulawesi Selatan, Danny – Azhar bisa menyelesaikan sengkarut defisit keuangan ini. Salah satu caranya adalah dengan menggenjot peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Untuk soal meningkatkan PAD, Danny Pomanto selama jadi Wali Kota Makassar sudah membuktikannya. Ia berhasil melejitkan PAD Kota Makassar dari hanya 500 Miliar di awal memimpin menjadi lebih dari 1,6 Triliun (menuju 2 Triliun) saat ini.

2. Sehat Birokrasi

Birokrasi yang sehat ditandai dengan efisiensi, transparansi, dan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN). Reformasi birokrasi menjadi hal penting agar pelayanan publik bisa lebih cepat dan tepat.

Menurut survey Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), pelayanan publik di daerah dengan birokrasi yang baik lebih efisien, mengurangi waktu dan biaya yang dibutuhkan masyarakat untuk mengakses layanan.

Reformasi birokrasi bisa membantu mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan daya saing daerah. Bagian penting dari reformasi birokrasi adalah implementasi merit system dalam tata-kelola ASN.

Tak dapat dipungkiri, sitem birokrasi dan tata kelola ASN di Pemprov Sulsel pada masa Gubernur sebelumnya kerap menuai masalah. Ratusan ASN dimutasi atau didemosi dengan tanpa alasan yang rasional. Beberapa kali sudah akan dilantik, namun tiba-tiba batal dilaksanakan tanpa kejelasan.

Kondisi carut-marut birokrasi dan tata-kelola ASN ini, tentu menjadi preseden buruk kinerja pemerintahan. Padahal para ASN itulah yang menjadi ujung tombak pelayanan publik. Karena itu, pasangan Danny – Azhar berkomitmen tinggi untuk menyehatkan kembali sistem birokrasi dan tata-kelola ASN di Pemprov Sulsel.

Bagi Danny, ada dua hal yang selalu diingatkan kepada setiap ASN yang bekerja di pemerintahannya, yakni jangan kuttu (malas) dan jangan patoatoai. Kedua hal ini sangat penting agar dapat menjaga kinerja birokrasi jadi lebih baik.

3. Sehat Ekonomi

Ekonomi yang sehat mengacu pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, dengan menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, serta memperkuat sektor-sektor ekonomi lokal.

Ekonomi yang sehat dapat dicapai dengan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, promosi usaha mikro kecil menengah (UMKM), serta investasi yang cerdas di sektor-sektor potensial.

Pasangan Danny – Azhar menyadari sepenuhnya bahwa Sulsel menyimpan potensi sumber daya alam yang sangat melimpah, terutama dari sektor non-tambang. Penguatan ekonomi dari sektor ini, memberikan pengaruh yang sangat luas karena berbasis kerakyatan.

Karena itu, Danny – Azhar membawa visi besar menjadikan Sulawesi Selatan sebagai pusat pangan dunia (Global Food Hub). Konsep ini akan mengoptimalkan sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan (agro-maritim), bertumpu pada petani dan nelayan di desa, pesisir dan kepulauan.

Yang menarik, dalam misi Danny – Azhar, pemerintah daerah akan bertindak sebagai off-taker atau pembeli pertama semua produk hasil petani dan nelayan dengan harga yang sudah ditentukan di awal masa panen.

Dengan begitu, petani dan nelayan akan lebih tenang dalam berusaha karena adanya jaminan harga jual produknya dari pemerintah.

4. Sehat Agama

Masyarakat yang sehat dalam hal agama mengacu pada kehidupan beragama yang harmonis dan toleran. Semua agama dapat hidup berdampingan dan saling menghormati.

Di Sulsel, terciptanya kerukunan antarumat beragama bisa membantu stabilitas sosial dan politik, yang penting untuk pembangunan. Sulsel memiliki potensi untuk terus memperkuat harmoni sosial melalui dialog antaragama dan program-program pendidikan agama yang inklusif.

Dalam konteks ini, pemerintah daerah harus hadir memberi ruang kepada semua agama dan kepercayaan yang diakui oleh negara, untuk berkembang dan menjalankan kegiatan keagamaan mereka dengan baik, tanpa ada diskriminasi.

Danny – Azhar, adalah pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur, yang telah terbukti konsisten selalu terbuka dan diterima luas oleh semua agama dan kepercayaan di daerah ini.

Selama menjabat Wali Kota Makassar, Danny Pomanto adalah figur yang sangat dekat dengan semua kelompok agama. Sebagai pemimpin rakyat, Danny silih berganti berkunjung ke rumah ibadah dan menghadiri perayaan keagamaan berbagai pemeluk agama di kota ini.

Bagi Danny, agama adalah urusan pribadinya dengan Tuhannya. Tetapi sebagai seorang pemimpin di pemerintahan, ia harus hadir untuk semuanya, tanpa ada pengecualian, tanpa ada pembatasan.

5. Sehat Budaya

Sehat budaya berarti menjaga dan melestarikan nilai-nilai lokal serta tradisi budaya yang ada, tanpa mengesampingkan modernisasi.

Penguatan identitas budaya penting untuk mendorong pembangunan yang berbasis kearifan lokal. Dalam pandangan Danny – Azhar, menjaga kelestarian budaya lokal membantu meningkatkan sektor pariwisata dan bisa memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan bagi daerah.

Selama ini, Danny begitu lekat dengan kebudayaan. Ia begitu serius membuka panggung dunia kepada empat etnis besar di Sulsel, yakni Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja. Berbagai peninggalan sejarah, diberinya perhatian yang memadai. Pun dengan kegiatan-kegiatan kebudayaan serta adat yang lain.

Azhar Arsyad apa lagi. Sebagai seorang Nahdiyin, ia lekat dengan tradisi keagamaan yang sangat dekat dengan masyarakat muslim Sulawesi Selatan. Azhar melaksanakan peringatan Maulid, membaca Barzanji, berziarah ke makam serta masih banyak lagi tradisi dan kearifan lokal lainnya.

Karena itulah, jika terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, pasangan Danny – Azhar berkomitmen untuk memberikan ruang apresiasi dan stimulus pengembangan potensi kebudayaan, adat-istiadat dan aneka kearifan lokal untuk lestari dan terus berkembang mengikuti zaman.

6. Sehat Ekologi

Ekologi yang sehat mengacu pada pengelolaan lingkungan hidup yang baik, menjaga kelestarian alam, serta meminimalkan dampak perubahan iklim melalui kebijakan yang berkelanjutan.

Sulsel memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, namun juga menghadapi tantangan seperti deforestasi, polusi air, dan kerusakan terumbu karang. Konsepsi sehat ekologi mencakup perlindungan lingkungan, rehabilitasi hutan, serta pengelolaan sampah dan limbah yang lebih baik untuk menjaga keberlanjutan ekosistem.

Pasangan Danny – Azhar memiliki pemahaman yang luas dan komitmen yang tinggi untuk penyelamatan ekologi, sehingga dalam dokumen misi pertamanya, Danny – Azhar menyebutkan perlunya dilakukan restrukturisasi spasial dan ekologi.

Konsep restrukturisasi spasial dan ekologi Danny – Azhar berfokus pada perubahan dan penataan kembali ruang serta ekosistem untuk mencapai keseimbangan yang lebih berkelanjutan, adil, dan efisien.

7. Sehat Manusia

Manusia yang sehat mencakup aspek kesehatan fisik, mental, dan sosial. Kesehatan manusia adalah modal dasar agar dapat hidup produktif. Danny – Azhar menyadari sepenuhnya hal ini.

Karenanya, Danny – Azhar berkomitmen untuk meningkatkan akses layanan kesehatan, kebersihan lingkungan, serta kualitas hidup masyarakat, terutama di desa, daerah pedalaman dan terpencil.

Dengan pengalaman menjadikan Makassar sebagai Kota Sehat di Asia Tenggara, Danny Pomanto yang menjabat Wali Kota selama dua periode tentu memiliki pengalaman dan konsep yang telah teruji bagaimana memajukan kesehatan masyarakatnya.

Selain tentunya akan lebih memperhatikan kualitas hidup tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan, secara strategis, Danny – Azhar juga akan membangun 303 stasiun pelayanan kesehatan “Desa Sehat” yang akan berkeliling dari desa ke desa di seluruh Sulsel.

8. Sehat Digital

Digitalisasi yang sehat adalah penggunaan teknologi secara bijak untuk meningkatkan efisiensi pemerintahan dan pelayanan publik, serta memberdayakan masyarakat dengan akses informasi dan teknologi.

Meski sebelum ini telah ada digitalisasi di beberapa sektor seperti pelayanan publik dan pendidikan di Sulawesi Selatan, namun tantangan masih ada dalam hal literasi digital dan akses internet di wilayah pedalaman.

Danny – Azhar berkomitmen untuk menjadikan semua daerah di Sulsel terhubung melalui koneksi internet Starlink dengan kapasitas yang memadai. Hal ini tentu dapat membantu mempercepat transformasi digital di semua sektor dan meningkatkan inklusi digital bagi masyarakat.

Bukan hanya itu, Danny – Azhar juga akan menyiapkan setidaknya 13.000 anak muda dengan skill digital yang bakal menjadi penggerak utama upaya digitalisasi desa dan pesisir sehingga dapat lebih produktif dan berdaya saing.

***

Dengan ‘8 Konsep Sehat Danny – Azhar’ ini, saya sangat yakin bakal terwujud lingkungan yang mendukung pembangunan berkelanjutan, kesejahteraan sosial, dan ekonomi yang lebih baik menuju tercapainya visi besar menjadikan Sulsel sebagai espisentrum pangan dunia atau Global Food Hub.

Sudah saatnya Sulsel memperoleh pemimpin terbaik yang memiliki rekam jejak, prestasi dan kinerja yang telah terbukti. Waktunya Sulsel mendapatkan pemimpin yang memiliki gagasan besar yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya tanpa terkecuali.

Saya melihat, semua harapan itu hanya dapat kita titipkan kepada passangan Danny – Azhar. Mari kita bantu mereka berdua untuk memenangkan Pilgub Sulsel pada 27 November 2024 nanti, agar Sulsel bisa kita sehatkan kembali, agar Sulsel dapat kita selamatkan!

Star Kampanye, Cagub Sulsel Danny Pomanto Berkunjung ke Masjid Bersejarah di Sanrobone Takalar 

Radarluwu.com,MAKASSAR – Calon Gubernur Sulsel Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto secara simbolis memulai kampanye perdana dengan berkunjung ke Masjid Tua Baitul Muqaddis, Sanrobone, Kabupaten Takalar, Jumat (27/9/2024).

Kunjungan ini sekaligus menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid kuno nan bersejarah. Sebelumnya, Danny melakukan ziarah ke sejumlah makam raja-raja yang berada di kompleks masjid.

Yang menarik, kehadiran Wali Kota Makassar dua periode di Sanrobone itu disambut dengan hujan tepat saat Danny berada di dalam Masjid. Saat akan meninggalkan Masjid usai acara, hujan reda dan cuaca menjadi cerah kembali.

Sejumlah warga menyebut bahwa ini merupakan kali pertama terjadinya hujan dalam 7 bulan terakhir. Sebelumya, seperti juga di banyak daerah lain, wilayah Sanrobone mengalami kemarau panjang berbulan-bulan.

“Alhamdulillah turun hujan. Insya Allah, ini isyarat baik keberkahan. Semoga kehadiran Pak Danny menjadi pertanda perjuangan ini diberkahi oleh Allah dan kita diberikan kemenangan untuk menyelamatkan Sulsel,” kata Abdullah Hasan, salah seorang tokoh pemuda setempat.

Usai kegiatan di Masjid Tua Baitul Muqaddis, Danny dan rombongan kemudian dijamu santap siang di kediaman salah seorang tokoh masyarakat. Usai santap siang, rombongan bertolak kembali ke Makassar.

Juru Bicara Danny-Azhar, Asri Tadda mengatakan, pada setiap kunjungan Danny ke daerah-daerah, ia selalu menyempatkan diri berziarah ke makam-makan tokoh bersejarah yang ada di daerah itu.

“Danny juga selalu antusias menyambangi bangunan bersejarah yang menjadi peninggalan leluhur, seperti masjid, petilasan ataupun makam-makam kuno para leluhur yang dihormati masyarakat setempat,” jelasnya.

Hal tersebut kata Asri, sebagai wujud perhatian dan kepedulian Danny Pomanto terhadap kekayaan budaya dan kearifan lokal yang ada di daerah ini.

Bagi Danny, lanjut dia, kebudayaan adalah kekayaan daerah yang harus terus dilestarikan, juga perlu dimajukan mengikuti perkembangan zaman.

“Dan hal ini termasuk dalam program strategis yang diusung DiA untuk Sulsel yang lebih baik,” pungkasnya.(*)

Tanggapan Terkait Survey Pilgub Sulsel Terbaru dari SSI

Radarluwu.com,Makassar, 25 September 2024- Asri Tadda/Jubir Danny – Azhar mengatakan Sah-sah saja lembaga survei Script Survey Indonesia (SSI) punya hasil seperti itu. Hanya saja, kalau diceemati, survey dari SSI ini kerap membuat bingung masyarakat.

Di Lutim beberapa waktu lalu, survey SSI untuk Pilbup Luwu Timur malah berlawanan dengan survey dari LSI. Ini kan jadi lucu. Rakyat bingung mana yang benar. Bisa salah satunya, atau malah semuanya salah.

Jadi kami tidak terpengaruh dengan rilis survey itu karena secara internal juga ada survey yang jadi pegangan kami dimana posisi DiA sangat meyakinkan bisa memenangkan Pilgub Sulsel 2024.

Tim DiA tetap fokus pada kerja-kerja penggalangan dan pemenangan yang telah direncanakan. Apalagi struktur resmi sudah terbentuk. Dengan begitu pergerakan ke grass root bisa lebih optimal lagi.

Karena itu kami mengajak kepada seluruh rakyat Sulsel untuk tidak mudah percaya dan terhasut dengan rilis hasil survey karena semua tentu dibuat dengan motif dan kepentingan masing-masing.

Hasil survey yang sebenarnya adalah pada hari pemilihan Gubernur pada Rabu, 27 November 2024 mendatang. Dan kami yakin, Insya Allah DiA akan memenangi Pilgub dan kita semua bisa mengawal visi mewujudkan Sulsel yang lebih baik.

 

Jika Nakhodai Sulsel, Begini Cara Danny – Azhar Membangun Desa

Radarluwu.com, MAKASSAR-Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto – Azhar Arsyad (DiA) benar-benar siap menahkodai Provinsi Sulawesi Selatan.

Hal tersebut tergambar dari sejumlah program strategis yang telah mereka siapkan untuk memastikan Sulsel bisa lebih baik dari sebelumnya. Salah satunya adalah pada upayanya membangun desa yang berdaya saing.

Juru Bicara Danny – Azhar, Asri Tadda dalam keterangannya mengatakan, pasangan DiA berkomitmen untuk tidak akan membiarkan desa berjuang sendiri.

“Danny – Azhar ingin membangun desa dengan pendekatan yang lebih prospektif berbasis pada kekayaan dan kearifan lokal, dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan inovasi program,” kata Asri di Makassar, Selasa (17/09/2024).

Dijelaskannya, Danny – Azhar bakal membangun desa yang ‘Sombere dan Smart’. Konsep ini terinspirasi dari ‘Sombere and Smart City’ yang telah diterapkan oleh Danny Pomanto sebagai Wali Kota Makassar dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan menggabungkan konsep Sombere dan Smart, kata Asri, pasangan Danny – Azhar membangun desa yang tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga tetap menjaga nilai-nilai budaya dan sosial masyarakatnya.

“Tentu dengan pemanfaatan teknologi dan internet. Karena itu, DiA bakal menyediakan jaringan internet gratis di desa-desa dan daerah pulau menggunakan layanan Starlink,” jelas Asri.

Dengan penguasaan teknologi informasi, desa bisa mengambil peran yang lebih aktif dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang pasar yang lebih kompetitif.

“Untuk mendukung program Sombere dan Smart Desa, Danny – Azhar bakal menggelontorkan bantuan keuangan minimal 200 juta per tahun untuk tiap desa,” beber Asri.

Selain itu, Danny – Azhar juga ingin mewujudkan program di mana pada satu desa minimal ada satu komoditi unggulan dan satu produk yang bisa dipasarkan ke luar.

“Ini jelas akan membangkitkan perekonomian lokal. Danny – Azhar juga akan menciptakan dan memperkuat ekosistem ketahanan ekonomi dengan menjadikan pemerintah sebagai pembeli pertama untuk semua produk petani dan nelayan di desa,” ujar Asri.

Komitmen Danny – Azhar yang akan lebih fokus pada sektor pertanian dan maritim sesuai dengan visi besar yang hendak diusungnya, yakni menjadikan Sulsel sebagai lumbung pangan dunia (Global Food Hub).

“Potensi luar biasa pada sektor pertanian dan maritim di Sulsel menjadi modal sangat memadai mewujudkan visi besar tersebut. Dan pada gilirannya semua itu akan lebih banyak bertumpu pada desa, pesisir dan daerah pulau,” Asri memaparkan.

Lain lagi pada bidang pendidikan. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa-desa, pasangan Danny – Azhar akan mengalokasikan sebanyak 2.200 bantuan biaya pendidikan bagi anak desa berprestasi.

“Insya Allah setiap tahun, akan ada beasiswa yang diberikan kepada 2.200 anak-anak berprestasi dari desa di Sulawesi Selatan. Dengan cara ini, kita bisa menggenjot peningkatan kualitas SDM dari desa sehingga pada akhirnya bisa lebih siap bekerja atau malah menciptakan lapangan kerja sendiri,” terang Asri.

Sementara di bidang kesehatan, Danny – Azhar akan menyediakan stasiun pelayanan kesehatan mobile untuk mendukung terwujudnya desa sehat di Sulawesi Selatan.

“Danny – Azhar akan siapkan 303 stasiun pelayanan kesehatan yang sifatnya mobile, menjangkau setiap desa yang ada di Sulsel, memberi pelayanan kesehatan kepada warga yang membutuhkan,” ujar Asri.

Komitmen pasangan Danny Pomanto – Azhar Arsyad untuk membawa Sulawesi Selatan menjadi lebih baik bukanlah isapan jempol semata.

Figur Danny sebagai Wali Kota Makassar dua periode, telah terbukti mampu mewujudkan sejumlah program unggulan khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan publik dan peningkatan perekonomian warga.

Aneka prestasi Danny selama menahkodai Kota Makassar pun telah diganjar dengan ratusan penghargaan dan apresiasi dari tingkat nasional hingga dunia internasional.

“Jadi dengan dukungan kita semua, Danny – Azhar akan membawa Sulsel jadi lebih baik. Kinerja dan pengalaman Danny yang visioner, dipadu dengan figur Azhar Arsyad yang sangat matang secara sosio-politik dan kultural, jadi kombinasi matang untuk Sulsel,” terang Asri.

“Jika pasangan Danny – Azhar yang memimpin Sulsel, maka yakin saja, Insya Allah desa bisa tumbuh dan berkembang jauh lebih baik dari saat ini. Selain itu masih banyak program-program unggulan lain yang juga tak kalah menarik. Karena itu, mari kita bantu menangkan pasangan ini di Pilgub mendatang,” ajak Asri. (*)