Arsip Tag: PT Vale

RADARLUWU, SOROWAKO, 28 Mei 2025 — Sebagai perusahaan pertambangan yang sudah beroperasi selama lebih dari 56 tahun, penerapan praktik berkelanjutan yang dilakukan oleh PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) adalah komitmen yang terus dijaga baik.

Hal ini merupakan bagian dari upaya anak usaha Mining Industry (MIND ID) untuk mewujudkan pertambangan hijau atau green mining. Upaya ini juga menarik perhatian perguruan tinggi, yaitu Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk berkolaborasi.

Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa mengungkapkan bukti nyata penerapan praktik pertambangan berkelanjutan yang dilakukan oleh PT Vale tercermin dari pengelolaan Taman Kehati Sawerigading Wallacea yang merupakan reklamasi pasca tambang.
“Nursery ini membuktikan bahwa ada peluang untuk membuat alam lebih terjamin keberlanjutannya. Keberadaan Taman Kehati Sawerigading ini saya kira perlu kita support dan apresiasi,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, pihaknya juga telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan PT Vale dan PT Huayou yang salah satu fokusnya adalah mendekatkan kampus Unhas kepada masyarakat Kabupaten Luwu Timur (Lutim).

Harapannya, Unhas bisa turut berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan sumber daya manusia agar bisa terserap di industri. Hal itu sejalan dengan visi Unhas untuk bisa berkontribusi dan memberikan dampak dan solusi terhadap industri melalui penyiapan sumber daya manusia yang dibutuhkan.

“Salah satu yang kita sepakati adalah bagaimana menjadikan Luwu Timur ini sebagai salah satu tempat berdirinya kampus Unhas yang memfokuskan kebutuhan daerah dan industrialisasi termask Vale, kita tidak mau orang-orang lokal hanya menjadi penonton atau low class worker sehingga harus hadir di sini sekolah vokasi,” jelas mantan Dekan Fakultas Kehutanan tersebut.

Tak hanya itu, Prof Jamaluddin Jompa juga berharap Unhas bisa memanfaatkan keberadaan PT Vale untuk bekerjasama dan mewujudkan keberlanjutan dengan optimalisasi berbagai potensi yang ada.
“Sehingga kami akan bisa berkontribusi nyata pada pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, keberadaan PT Vale dan PT Hoayou adalah berkah bagi bangsa Indonesia. Karena tanpa perusahaan yang dapat mengelola dengan bijak, potensi sumber daya alam yang ada tidak akan bisa termanfaatkan.

“Bagi Unhas tentu sangat mensupport keberadaan industri nikel di Indonesia karena ini untuk bangsa dan dunia. Dan selama ini PT Vale dan PT Huayou sudah menerapkan prinsip ESG dan mengikuti berbagai standar lingkungan yang ada,” paparnya.
Sementara itu, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam membeberkan baru-baru ini pihaknya melakukan penandatanganan nota kesepamahan (MoU) dengan Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas). Salah satu fokusnya adalah menggagas sekolah vokasi yang harapannya bisa berkontribusi mendukung program hilirisasi.

“Alhamdulillah yang menjadi kesepakatan kita adalah membuat sekolah vokasi pertambangan. Di Luwu Timur, hal ini sangat penting karena merupakan daerah industri,” kata Ibas, sapaan akrab Bupati.
Hadirnya sekolah vokasi di Luwu Timur diharapkan bisa berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal. “Dengan adanya sekolah pertambangan ini nanti akan secara otomatis masuk di industri yang membutuhkan tenaga-tenaga lokal itu,” sambung Bupati.

*Bupati Lutim : Dukung Green Mining PT Vale, Permudah Iklim Investasi*
Sebagai daerah industri, Pemerintah Daerah (Pemda) Luwu Timur ( Lutim) menyambut baik inisiatif-inisiatif yang dapat berkontribusi untuk semakin meningkatkan potensi daerah, termasuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi dan perusahaan.

Menurut Bupati Luwu Timur, Irwan Bachry Syam, daerah Luwu Timur memiliki cadangan nikel yang besar sehingga investasi didorong untuk mengoptimalkan potensi tersebut. Pemda pun membuka peluang bagi investor dengan memberikan kemudahan.

“Kami memberikan kemudahan kepada investor untuk berinvestasi, termasuk dalam perizinan dari Pemda yang kami mudahkan kepada investor dan memberikan informasi penting kepada investor ini sehingga mereka mudah untuk melakukan investasi di daerah kami,” jelas Bupati.

Selain itu, pihaknya juga melakukan pemahaman kepada masyarakat agar kehadiran investor di daerah Luwu Timur lebih mudah diterima. Terlebih, investasi dapat memberikan dampak ekonomi yang besar bagi daerah dan tentunya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Masyarakat kami di Luwu Timur Timur bukan baru menghadapi industri tapi sudah 56 tahun PT Vale ada, jadi namanya industri sudah familiar. Otomatis kami tidak akan bekerja keras memberikan pemahaman untuk menerima namanya investasi di bidang pertambangan,” kata Bupati.

Tak hanya itu, Bupati juga terus mendorong agar hilirisasi dan pertambangan hijau juga menjadi bagian dari investasi karena merupakan hal yang terus digaungkan oleh pemerintah pusat.

“Hilirisasi ini memang yang didorong oleh pemerintah pusat dan investor kita dorong agar bisa berinvestasi terkait ini seperti kita mendorong juga agar investasi adalah yang green atau ekonomi hijau. Alhamdulillah di Luwu Timur ini sendiri sudah menerapkan namanya industri green sehingga investor-investor lain pun akan mengupayakan agar industri green sebagai prioritas,” pungkas Bupati.

Radarluwu, Sorowako, 28 Mei 2025 — Dalam lanskap global yang semakin terdorong menuju energi hijau dan hilirisasi mineral strategis, Indonesia hadir sebagai pemain utama dengan cadangan nikel terbesar di dunia.

Namun, untuk menjawab tuntutan transformasi industri berkelanjutan, keunggulan sumber daya alam harus ditopang oleh transformasi teknologi dan pengetahuan. Merespons tantangan tersebut, sebuah kolaborasi strategis telah dibentuk antara PT Vale Indonesia Tbk (anggota MIND ID), Universitas Hasanuddin (Unhas), dan Huayou Indonesia, melalui program edukasi transformasi teknologi dan Kelas Pengetahuan Hilirisasi Nikel—sebuah pusat unggulan yang memadukan riset aplikatif, pengembangan vokasi, dan inovasi industri.

Inisiatif ini merupakan kontribusi nyata terhadap agenda besar Indonesia untuk membangun hilirisasi yang inklusif dan berdaya saing tinggi. Dengan menyatukan kekuatan industri, teknologi, dan akademik, pusat ini akan memainkan peran penting dalam mendesain ulang model pengembangan kawasan timur sebagai episentrum baru energi dan keberlanjutan.

“Transformasi industri harus dimulai dari transformasi pengetahuan dan teknologi. Kolaborasi ini adalah investasi jangka panjang untuk manusia, lingkungan, dan masa depan industri kita,” ujar Muhammad Asril, Chief Project Officer PT Vale.

Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menyambut kolaborasi ini sebagai simbol kesiapan institusi pendidikan untuk menjadi mitra strategis pembangunan.

“Unhas akan menjadi simpul utama dalam transfer ilmu dan teknologi, serta rumah bagi pengembangan generasi yang mampu membawa industri Indonesia ke panggung global.”

Dia mengapresiasi kolaborasi yang dijalankan, menegaskan kesiapan Unhas untuk berkontribusi secara aktif dalam penguatan ekosistem industri berbasis hilirisasi. Kolaborasi dengan pelaku industri seperti Huayou dan PT Vale merupakan bagian dari transformasi perguruan tinggi untuk lebih adaptif dan relevan terhadap kebutuhan zaman.

“Kami yakin kontribusi Unhas dapat mendukung pertumbuhan industri yang berkelanjutan. Kita akan bertumbuh bersama melalui kolaborasi yang saling memperkuat,” ungkapnya.

Pelatihan vokasi untuk Masyarakat sekitar area operasional Perusahaan dalam rangka meningkatkan keterampilan dan keahlian yang dibutuhkan oleh dunia industri, program bantuan pendidikan “anak asuh” untuk pelajar dari masyarakat asli sekitar wilayah operasional, peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan kependidikan. PT Vale juga menyalurkan beasiswa tingkat S2 dan S3 kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas SDM di komunitas sekitar, selain itu PT Vale melakukan memberikan kesempatan kerja praktek untuk mahasiswa/I dari perguruan tinggi seluruh Indonesia.

David Wei, General Manager Huayou Indonesia Management Center, menegaskan bahwa integrasi antara kampus dan industri memegang peranan penting dalam mencetak sumber daya manusia lokal yang siap menghadapi tantangan era energi baru. “Kami tidak hanya membutuhkan tenaga kerja, tetapi juga pionir-pionir lokal yang mampu berpikir secara global,” ujarnya.

Sejak tahun 2023, Huayou secara aktif bekerjasama dengan beberapa pihak seperti, Northeastern University Tiongkok, dan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Politeknik Negeri Ujung Pandang, dan Akademi Teknik Sorowako. Hingga akhir 2024, Huayou telah mendistribusikan program beasiswa kepada 183 mahasiswa Diploma, 82 mahasiswa Sarjana, dan 53 mahasiswa Magister serta mengakomodir puluhan mahasiswa magang di berbagai proyek Huayou di Indonesia.

David juga menilai program ini sangat relevan dengan filosofi bisnis Huayou, “di mana pun kami berinvestasi, kami harus memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian dan masyarakat lokal.” Ia berharap agar kemitraan strategis ini dapat meningkatkan kapasitas dan keterlibatan masyarakat lingkar proyek Huayou untuk mendukung transfer teknologi melalui jalur pendidikan formal serta meningkatkan keterlibatan pendidikan tinggi dalam pengembangan industri di Indonesia.

Komitmen PT Vale telah lama menempatkan pendidikan sebagai pilar strategis pembangunan komunitas. Pada 2024, perusahaan menghadirkan bus sekolah di lima desa terpencil, menyalurkan beasiswa S2 dan S3, dan memfasilitasi program persiapan masuk perguruan tinggi.

Sebanyak 70 mahasiswa yang berprestasi namun kurang mampu secara ekonomi juga menerima beasiswa pendidikan. Dengan 99,9% tenaga kerja berasal dari Indonesia dan lebih dari 80% dari Sulawesi, PT Vale membuktikan bahwa transformasi industri harus dimulai dari transformasi masyarakat lokal.

Pusat ini tidak hanya berfungsi sebagai laboratorium akademik, tetapi sebagai knowledge and innovation hub untuk mengubah hilirisasi menjadi gerakan inklusif dalam menumbuhkan teknologi tepat guna hilirisasi, menyusun skema pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri, menyediakan beasiswa prestasi dan riset kolaboratif, menyusun peta jalan hilirisasi yang berorientasi pada keberlanjutan.

Langkah ini sejalan dengan dorongan pemerintah untuk mengakhiri ekspor bahan mentah dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri, sembari menjaga kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Radarluwu, MASAMBA, 20 Mei 2025 – Perusahaan nikel berkelanjutan, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), anggota dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan wilayah sekitar operasionalnya maupun diluar operasionalnya. Dalam peringatan Hari Jadi ke-26 Kabupaten Luwu Utara, PT Vale menyerahkan 2.000 jumbo bag berkapasitas 1 ton untuk mendukung upaya mitigasi bencana banjir yang kerap mengancam masyarakat akibat curah hujan ekstrem.

Luwu Utara adalah wilayah yang terdampak parah oleh banjir bandang tahun 2020, yang menelan lebih dari 30 korban jiwa, merusak ribuan rumah, dan memaksa lebih dari 14.000 orang mengungsi. Seiring meningkatnya ancaman iklim, wilayah ini tetap menjadi titik rawan bencana alam. Sebagai tetangga langsung dari Luwu Timur—tempat PT Vale beroperasi selama lebih dari 56 tahun—perusahaan percaya bahwa keberlanjutan tidak bisa dipisahkan dari ketangguhan komunitas di sekitarnya.
Pada kondisi tersebut, PT Vale telah menyalurkan bantuan untuk korban banjir melalui Pemerintah Kabupaten Luwu Utara. Bantuan yang diturunkan berupa pengoperasian unit-unit alat berat, pengiriman Tim Search & Rescue serta logistik berupa kebutuhan dasar (sembako).
Bentuk perhatian PT Vale tak henti dilakukan. Atas komitmen tersebut Bupati Luwu Utara memberikan apresiasinya dalam mendukung upaya penanggulangan banjir di daerahnya.
“Curah hujan yang semakin tidak menentu sangat berdampak pada masyarakat kami. Dukungan PT Vale bukan hanya bantuan logistik, tapi juga simbol kepedulian dan kemitraan jangka panjang. Kami sangat mengapresiasi kontribusi ini,” ujar Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim.
“Kami percaya, keberlanjutan sejati tidak hanya tentang menambang secara bertanggung jawab, tetapi juga hadir sebagai mitra bagi masyarakat. Selamat Hari Jadi ke-26 untuk Kabupaten Luwu Utara. Kami siap melangkah bersama menuju masa depan yang lebih tangguh,” ungkap Endra Kusuma, Head of External Relations PT Vale.

Inisiatif ini merupakan bagian dari tujuan besar PT Vale untuk mengubah sumber daya alam menjadi kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat dan bumi (people and planet). Melalui pendekatan kolaboratif, PT Vale terus berkomitmen mendukung program-program yang menjawab tantangan nyata di lapangan—mulai dari ketahanan terhadap bencana, penguatan kapasitas masyarakat, hingga perlindungan lingkungan jangka panjang.
Dukungan perusahaan pada masyarakat juga sejalan dengan nilai-nilai perusahaan untuk memberikan kontribusi positif untuk membangun masa depan berkelanjutan.
PT Vale secara berkelanjutan mendukung upaya penyelamatan dan proses evakuasi bencana alam yang terjadi di tanah air, di antaranya membantu korban banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Luwu, pada Mei 2024, membantu korban banjir di Kabupaten Barru Desember 2024, pada November 2023 PT Vale menurunkan bantuan dan tim ERG membantu korban bencana Cianjur, membantu korban gempa Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat pada Januari 2021, membantu banjir bandang di Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan yang terjadi pada Juli 2020, membantu korban banjir di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah pada 2019, dan gempa disusul tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada 2018.

Radarluwu, Morowali, 21 Mei 2025 – Di tengah tantangan krusial dunia dalam transisi energi dan krisis iklim, Indonesia memainkan peran penting sebagai pemasok nikel global untuk ekosistem kendaraan listrik. Untuk menjawab peran strategis ini, PT Vale Indonesia Tbk (“PT Vale”) terus memperkuat infrastruktur hilirisasi berbasis keberlanjutan—salah satunya melalui pembangunan jetty di IGP Morowali yang hari ini ditinjau oleh jajaran TNI AL dari Lantamal VI Makassar.

Kunjungan oleh Brigjen TNI (Mar) Wahyudi, Komandan Lantamal VI TNI AL Makassar, bersama Ketua Korcab VI DJA II, Ny. Evi Amalia Wahyudi dan jajaran, menjadi simbol pentingnya sinergi antara sektor pertahanan dan industri strategis nasional dalam menciptakan rantai pasok yang aman, hijau, dan efisien. Jetty ini dirancang untuk mengelola hingga 10 juta ton limonite ore dan 5–6 juta ton saprolite ore per tahun, menjadikannya penghubung utama logistik menuju fasilitas pemurnian nikel di Sambalagi.

“Kami tidak hanya membangun infrastruktur, kami membangun masa depan Indonesia dalam ekonomi hijau global,” ujar Muhammad Asril, Chief of Project Officer PT Vale. “Keamanan laut, efisiensi logistik, dan keberlanjutan lingkungan harus berjalan beriringan.”

Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan entitas Grup MIND ID, IGP Morowali membawa visi pemerintah untuk membangun hilirisasi berbasis ESG (Environment, Social, Governance) yang tidak hanya menciptakan nilai tambah dalam negeri, tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam transisi energi dunia.

Brigjen Wahyudi menyampaikan apresiasi atas progres pembangunan yang dilakukan PT Vale, khususnya terhadap pengelolaan lingkungan yang proaktif dan rencana kerja yang matang. “Saya melihat komitmen yang kuat, mulai dari kolam sedimentasi, pengelolaan limbah, hingga fasilitas pembibitan. Ini adalah standar keberlanjutan yang layak menjadi model nasional,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi berkelanjutan antara TNI AL dan pelaku industri, khususnya untuk menjamin kelancaran operasional kawasan pesisir yang kini menjadi tulang punggung logistik industri hijau.

Dalam kesempatan yang sama, Perwakilan Syahbandar yang hadir, Harjono, turut memberikan apresiasi terhadap kepatuhan PT Vale dalam menjalankan regulasi perizinan pelabuhan. Ia juga mendukung percepatan perizinan agar fasilitas jetty segera beroperasi untuk kepentingan industri dan ekonomi nasional.

“PT Vale merupakan salah satu perusahaan yang sangat taat dalam tata kelola perizinan pelabuhan. Kami melihat komitmen kuat PT Vale dalam memastikan operasional yang aman, berkelanjutan, dan sesuai dengan standar kepelabuhanan nasional,” ujar Harjono perwakilan KUPP Kelas III Bungku.

Dalam setiap tahapan proyek, PT Vale menempatkan keselamatan kerja dan keberlanjutan sebagai dua fondasi utama. Jetty Morowali dibangun dengan standar internasional, meminimalkan risiko lingkungan sekaligus memperkuat keandalan logistik nasional.

“Dalam setiap aspek pekerjaan kami, dari dermaga hingga reforestasi, prinsip ESG kami terapkan secara nyata. Kami tidak hanya menambang—kami memulihkan, melindungi, dan memberdayakan,” jelas Asril.

Komitmen ini selaras dengan pencapaian PT Vale di Sorowako, yang telah menerapkan praktik reklamasi, pengelolaan air, dan pelibatan komunitas secara konsisten. Seluruh pendekatan tersebut kini direplikasi di Morowali untuk memastikan keberlangsungan jangka panjang dan kontribusi terhadap Net Zero Emissions Indonesia 2060.

Dengan beroperasinya jetty ini, PT Vale membuka jalur baru untuk efisiensi logistik, peningkatan kapasitas hilirisasi nasional, serta penciptaan lapangan kerja hijau. Kolaborasi dengan TNI AL bukan hanya tentang pengamanan wilayah, tetapi tentang memperkuat fondasi bersama untuk kemajuan industri strategis berbasis nilai kemanusiaan dan keberlanjutan.“

“Indonesia memiliki semua bahan mentah untuk membangun masa depan rendah karbon. Namun, kita hanya bisa sukses jika kita membangun ekosistem industri yang aman, inklusif, dan berkelanjutan—dan itu dimulai hari ini, dari Morowali,” tutup Asril.

Dari Morowali untuk Bumi: PT Vale IGP Tanam Harapan Lewat Reklamasi Sejak Langkah Pertama

RADAR LUWU,Morowali, 22 April 2025 — Dalam semangat Hari Bumi 2025 yang mengusung tema “Our Power, Our Planet”, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari grup Mining Industry Indonesia (MIND ID), melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan melaksanakan penanaman pohon perdana di area reklamasi bahkan sebelum fase produksi dimulai.

Sebanyak 360 bibit pohon ditanam di atas lahan seluas 6,2 hektar di Rasyidah N3, dari total target 4.427 bibit dan 19,3 hektar reklamasi sepanjang tahun ini. Inisiatif ini bukan hanya seremonial, melainkan simbol dari filosofi keberlanjutan yang menjadi pondasi utama perusahaan: bahwa pertambangan harus dimulai dengan langkah memulihkan, bukan sekadar mengeksplorasi.

Mengusung semangat “Kekuatan Kita, Planet Kita”, aksi reklamasi dini yang dilakukan PT Vale IGP Morowali mencerminkan bagaimana energi yang kita pilih, baik itu energi fisik maupun energi kolektif untuk bertindak dapat menjadi kekuatan besar dalam merawat bumi. Di tengah transisi menuju energi hijau, langkah reklamasi sejak awal menjadi wujud nyata bahwa industri pertambangan pun bisa menjadi bagian dari solusi. Dari Morowali, PT Vale mengirimkan pesan kuat: bahwa keberlanjutan harus dimulai bukan nanti, tapi sekarang, dengan kekuatan energi yang kita tanam hari ini untuk planet yang lebih lestari esok hari.

“Kami ingin memastikan bahwa sejak langkah pertama, keberlanjutan menjadi inti dari operasional kami. Penanaman ini bukan hanya memperingati Hari Bumi, tetapi juga menjadi simbol komitmen jangka panjang kami dalam menjaga keseimbangan alam,” ungkap Wafir, Head of Bahodopi Project PT Vale IGP Morowali.

*Reklamasi di Awal: Paradigma Baru Pertambangan Berkelanjutan*

Di tengah tantangan lingkungan global, PT Vale mengambil pendekatan berbeda—reklamasi dilakukan sejak awal, bukan di akhir. Lebih dari 300 orang yang terdiri dari karyawan dan mitra kontraktor turut serta dalam kegiatan ini, menunjukkan bahwa tanggung jawab terhadap bumi adalah kerja bersama. Ini adalah bagian dari strategi reklamasi progresif, yang memastikan bahwa setiap jengkal lahan yang digunakan akan kembali hijau dan bermanfaat.

Tak hanya penanaman pohon, PT Vale IGP Morowali juga menerapkan metode hydroseeding—teknologi penghijauan yang mempercepat pertumbuhan vegetasi di lahan tebing seperti di area MHR. Dengan menyemprotkan campuran benih, air, kompos, pupuk dan perekat ke permukaan yang telah dipasang jute net, metode ini tidak hanya mempercepat proses penghijauan, tetapi juga mencegah erosi, mengikat debu, dan memperbaiki struktur tanah.

Teknologi ini telah diterapkan di area reklamasi MHR120, dan diharapkan menjadi standar baru untuk reklamasi tambang yang efektif dan ramah lingkungan di Indonesia.

*Melangkah Bersama Alam: Warisan Hijau untuk Generasi Mendatang*

Lebih dari sekadar memulihkan lahan, PT Vale IGP Morowali ingin meninggalkan warisan—bahwa pertumbuhan industri bisa sejalan dengan perlindungan lingkungan. Proses reklamasi ini dirancang untuk melibatkan lebih dari sekadar perusahaan: kontraktor dan komunitas lokal menjadi bagian dari gerakan ini.

“Bagi kami, pertambangan yang bertanggung jawab bukan hanya tentang menciptakan nilai ekonomi, tapi juga tentang warisan yang kita tinggalkan. Reklamasi yang dimulai dari awal ini adalah bukti bahwa industri bisa bertumbuh tanpa mengorbankan bumi,” tutup Wafir.

Dengan langkah-langkah nyata ini, PT Vale membuktikan bahwa masa depan pertambangan bukan hanya soal ekstraksi—tetapi soal restorasi, kolaborasi, dan tanggung jawab terhadap planet yang kita tinggali bersama.