Sihanoukville – Nama Muh Asrul Rafzanjani kini menjadi sorotan nasional. Atlet muda asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, ini berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali emas pada ajang Kejuaraan Dunia Kun Khmer ke-6, yang berlangsung pada 10–13 Februari 2026 di Sihanoukville, Kamboja.
Di usia yang baru 17 tahun, Asrul tampil gemilang dan membuktikan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk bersaing serta menjadi juara di level dunia.
Muh Asrul Rafzanjani lahir dan besar di lingkungan sederhana. Ia berdomisili di Kading, Jalan Supu Talibbe, Kabupaten Bone, dan saat ini tercatat sebagai pelajar kelas XII SMA Negeri 3 Bone. Di tengah kesibukannya menempuh pendidikan, Asrul tetap konsisten menjalani latihan dengan disiplin tinggi.
Perjalanan Asrul menuju panggung dunia bermula dari perhatian seorang pelatih asal Sulawesi Selatan, Coach Wandi, yang dikenal aktif membina atlet-atlet potensial untuk bertanding di berbagai kejuaraan nasional hingga internasional. Melalui koordinasi dengan pelatih Asrul di daerah, Coach Wandi menilai Asrul memiliki potensi besar untuk menjadi juara.
Sebelum menekuni Kun Khmer, Asrul telah menggeluti berbagai cabang bela diri. Ia mengawali karier dari silat, kemudian beralih ke Muay Thai, dilanjutkan ke tinju (boxing), hingga akhirnya fokus di Kun Khmer. Pengalaman lintas cabang tersebut membentuk teknik bertarung yang matang serta mental juara.
Dalam kesehariannya, Asrul menjalani latihan di beberapa lokasi, di antaranya di rumah pelatihnya di BTN Lona Timur serta di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di Cafe Magaya. Ia menjalani latihan rutin sebanyak lima hingga enam kali dalam sepekan.
Sejumlah prestasi juga telah ia raih sebelum tampil di level dunia. Asrul pernah berlaga di ajang Makassar One Night Fight, bertanding di Toraja dalam perebutan Piala Pongtiku cabang boxing, mengikuti Kejuaraan Provinsi Boxing di Makassar dan Toraja, serta berbagai ajang One Night Fight lainnya.
Puncak kariernya terjadi saat ia tampil di Kejuaraan Nasional Kun Khmer Vol. 3 di Makassar, Karebosi, yang mengantarkannya terpilih sebagai bagian dari Tim Nasional Kun Khmer Indonesia.
“Di situ saya terpilih menjadi bagian dari Tim Nasional Kun Khmer Indonesia,” ujar Asrul, Sabtu (14/2/2026).
Pada Kejuaraan Dunia Kun Khmer 2026, Indonesia menurunkan tujuh atlet nasional dan seluruhnya berhasil mempersembahkan medali. Medali emas yang diraih Asrul memastikan Indonesia menutup kejuaraan dengan capaian sempurna.
Kesuksesan Asrul tidak terlepas dari dukungan penuh keluarga. Ia merupakan anak ketiga dari empat bersaudara, putra dari Ramli Arif dan Satriani. Sang ibu berprofesi sebagai ibu rumah tangga, sementara ayahnya bekerja di sektor swasta.
Ke depan, Asrul bercita-cita mengabdi kepada negara sebagai PNS atau anggota TNI. Meski demikian, ia bertekad tetap menekuni dunia olahraga dan terus berjuang mengharumkan nama Sulawesi Selatan serta Indonesia di kancah nasional maupun internasional.
Profil Singkat Muh Asrul Rafzanjani:
Nama: Muh Asrul Rafzanjani
Usia: 17 tahun
Alamat: Kading, Jalan Supu Talibbe, Bone
Pendidikan: Pelajar
Sekolah: SMA Negeri 3 Bone (Kelas XII)
Orang Tua: Ramli Arif (Ayah), Satriani (Ibu)
Anak ke: 3 dari 4 bersaudara
Cita-cita: PNS/TNI dan atlet profesional
