MAKASSAR — Universitas Islam Makassar (UIM) Al Gazali kembali mencetak ratusan lulusan baru di Hotel Dalton, Jl Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Selasa (3/2/2026).
Ada sebanyak 547 mahasiswa resmi dikukuhkan sebagai lulusan dari berbagai fakultas dan program studi.
Adapun rincian jumlah lulusan dari masing-masing fakultas dan program studi yakni Fakultas Agama sebanyak 45 orang, Fakultas Hukum 33 orang, Fakultas Kesehatan Keperawatan dan Kebidanan 28 orang.
Adapun Program Studi Ners 26 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) 75 orang, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) 48 orang.
Lalu untuk Pascasarjana Pertanian 36 orang, Pascasarjana Agama 34 orang, Fakultas Pertanian S1 50 orang, Fakultas Sosial dan Politik (Sospol) 61 orang, serta Fakultas Teknik 116 orang.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis, Kepala BPSDM Sulsel Prof Jufri dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sultanbatara, Andi Lukman.
Rektor UIM Al Gazali, Prof Muammar Bakry, mengatakan wisuda kali ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan momentum 15 Sya’ban.
“Wisuda hari ini kita sebut dengan Wisuda Nisfu Sya’ban. Di situ bermakna kekuatan dan komprehensif. Jadi sarjana yang kita telorkan hari ini, sarjana dan magister, adalah Strong and Comprehensive Scholar,” katanya.
Ia menjelaskan, bulan Sya’ban memiliki makna filosofis yang erat kaitannya dengan perjalanan hidup manusia, termasuk dalam proses akademik mahasiswa.
“Karena kebetulan kita persis berada di 15 Syaban. Syaban itu artinya kekuatan dan kompleksitas. Kenapa? Karena malam Nisfu Syaban itu adalah malam penentuan nasib seseorang dalam satu tahun,” jelasnya.
Menurut Prof Muammar, makna tersebut relevan dengan capaian para wisudawan yang telah menyelesaikan proses pendidikan hingga meraih gelar sarjana.
“Nasib dirinya yang berkaitan dengan rezekinya, dengan jodohnya, dengan umurnya, kesehatan, dan lain-lain. Artinya proses perjalanan akademik mahasiswa, manusia, sampai kepada meraih gelar S1, itu adalah nasib hidup seseorang,” uajrnya.
“Artinya tadi malam sudah ditentukan nasibnya bahwa hari ini mereka sarjana,” tambah dia.
Atas dasar itu, ia menyebut para lulusan sebagai Wisudawan Nisfu Sya’ban.
Prof Muamar berharap para lulusan UIM Al Gazali tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kebijaksanaan dalam menghadapi kehidupan.
“Kita berharap sebagaimana arti filosofi dari sarjana adalah orang yang memiliki kebijaksanaan,” ungkapnya.
“Jadi kita berharap sarjana-sarjana yang kita telorkan adalah orang yang bisa menyikapi problematika hidupnya, untuk bisa lebih bermanfaat kepada masyarakat banyak,” tambahnya.(*)
