Arsip Penulis: Redaktur Radarluwu

Pemdes Balantang Peringati Isra Mi’raj Bersama Warga

Radarluwu.com

Luwu Timur – Pemerintah Desa (Pemdes) Balantang menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pengurus masjid, serta berbagai elemen masyarakat Desa Balantang. Acara ini berlangsung di Masjid Babul Imam, Desa Balantang, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, pada Senin malam (3/2/25).

Dengan mengusung tema “Membangun Generasi Rabbani untuk Menumbuhkan Karakter Muslim Sejati”, kegiatan ini dimulai sejak pukul 20.00 WIB.

Sekretaris Desa, Muh. Anjar, yang mewakili Pj Kepala Desa Balantang, menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar mengenang perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan dengan Allah dan sesama manusia.

“Kita ingin menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai pengingat akan keseimbangan hubungan kita dengan Allah dan sesama manusia,” ujar Anjar.

Pada kesempatan ini, Ustaz Anam Ma’ruf menyampaikan tausiyah mengenai makna Isra Mi’raj serta nilai-nilai keimanan yang harus diterapkan oleh umat Islam.

“Salah satu tujuan peristiwa Isra Mi’raj adalah memperlihatkan kepada Nabi Muhammad SAW tanda-tanda kebesaran dan keagungan Allah,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa dalam perjalanan Isra Mi’raj, Allah SWT menetapkan kewajiban shalat lima waktu bagi umat Islam, yang menjadi ibadah utama yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan.

 

Rasia Mafia Gas! Polres Luwu Timur Amankan 1.070 Tabung LPG 3 Kg

Radarluwu.com

Luwu Timur –Kelangkaan LPG 3 Kg yang meresahkan masyarakat akhirnya terungkap. Kepolisian Polres Luwu Timur berhasil menggagalkan praktik penyalahgunaan distribusi gas subsidi setelah melakukan penyelidikan intensif. Hasilnya, 1.070 tabung LPG 3 Kg berisi gas dan 270 tabung kosong diamankan dari lima unit mobil Grand Max yang hendak diselundupkan ke luar daerah.

Pengungkapan ini dimulai pada Jumat, 24 Januari 2025, ketika satu unit mobil Grand Max yang mengangkut 297 tabung LPG 3 Kg dihentikan di Jalan Trans Sulawesi, Desa Kasintuwu, Kecamatan Mangkutana. Mobil tersebut dikemudikan oleh pria berinisial I, yang mengaku membeli gas dari dua pangkalan yaitu pangkalan RA di Kelurahan Tomoni: 100 tabung, harga Rp31.000/tabung dan pangkalan T di Kecamatan Wotu: 196 tabung, harga Rp25.000/tabung.

Tak berhenti di situ, pada Senin, 27 Januari 2025, pukul 02.30 WITA, tim Sat Reskrim kembali melakukan penyergapan. Empat unit mobil Daihatsu Grand Max dihentikan di lokasi yang sama. Masing-masing kendaraan dikemudikan oleh pria berinisial H, A, dan W, dengan tabung LPG yang didatangkan dari Palopo dan Wajo.

Tabung-tabung LPG subsidi ini rencananya akan dijual kembali ke Kabupaten Poso dan Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah dengan harga antara Rp33.000 hingga Rp35.000 per tabung. Padahal, harga resmi gas subsidi ini jauh lebih rendah. Tak heran jika masyarakat kesulitan mendapatkan LPG 3 Kg dengan harga wajar.

Kapolres Luwu Timur melalaui Kasubsi PIDM Humas Polres Luwu Timur, Bripka Andi Muhammad Taufik, menegaskan pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut atas dugaan penyalahgunaan pengangkutan dan niaga bahan bakar gas bersubsidi, sebagaimana diatur dalam Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, yang diperbarui dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja.

Kasus ini sontak menjadi sorotan masyarakat. Warga berharap pihak kepolisian bisa membongkar jaringan mafia gas subsidi agar distribusi LPG 3 Kg kembali normal dan harga tidak lagi melambung tinggi.(*)

 

Dua Pekan Terendam Banjir, Warga Parumpanai Kecewa Minimnya Respons Pemerintah

Radarluwu.com

Parumpanai – Warga Desa Parumpanai Dusun Rende-Rende mengaku kesal dan kecewa lantaran sudah dua minggu wilayah mereka terendam banjir tanpa adanya perhatian serius dari pihak berwenang. Banjir yang terjadi tidak hanya merendam jalan utama, tetapi juga menghambat akses masyarakat serta mengganggu aktivitas sehari-hari.

Salah satu warga terdampak, yang enggan disebutkan identitasnya, mengungkapkan bahwa kejadian ini bukan pertama kali terjadi. Setiap musim hujan, wilayah mereka selalu diterjang banjir, namun hingga kini belum ada solusi nyata yang diberikan oleh pemerintah.

“Kami sudah melaporkan masalah ini, tapi tidak ada respon. Bahkan, tempat ini sudah pernah ditinjau langsung oleh dinas PUPR dan BPBD, tetapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata. Kami merasa diabaikan,” ujar warga dengan nada kesal pada Minggu (1/2/2025).

Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk mencari solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terus berulang. Mereka mendesak adanya upaya serius dalam penanganan banjir, baik melalui pembangunan infrastruktur yang lebih baik maupun perbaikan sistem drainase yang lebih efektif.

Situasi ini semakin memperburuk kondisi ekonomi dan sosial warga, terutama bagi mereka yang bergantung pada akses jalan utama untuk mencari nafkah. Masyarakat berharap keluhan mereka kali ini benar-benar didengar dan segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.

 

Turnamen Bola Voli Pabpdsi Cup 3 Towuti: Ajang Prestasi dan Silaturahmi Antar Desa

RADARLUWU. Com
LUTIM– Turnamen bola voli Pabpdsi Cup 3 antar desa di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, kembali digelar dengan tujuan meningkatkan prestasi olahraga, khususnya dalam cabang bola voli.

Kompetisi ini berlangsung di lapangan bola voli Desa Rante Angin, dimulai pada Kamis, 26 Desember 2024, hingga Selasa, 28 Januari 2025. Sebanyak 18 tim bola voli putra dan putri yang memiliki rekam jejak baik turut serta dalam ajang ini.

Turnamen secara resmi dibuka oleh Kepala Desa Rante Angin, Saifuddin, yang didampingi oleh pengurus Pabpdsi Kecamatan Towuti, Muh. Yusup, serta ketua dan anggota BPD. Dalam sambutannya, Saifuddin menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi wadah bagi para atlet muda untuk menunjukkan bakat mereka dan bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

“Kompetisi ini bertujuan untuk memotivasi peningkatan prestasi dalam olahraga bola voli serta menjadi langkah awal bagi atlet-atlet muda untuk tampil di ajang yang lebih besar. Kami berharap dengan adanya turnamen ini, prestasi mereka semakin berkembang,” ungkapnya.

Penutupan turnamen dilakukan oleh Sekretaris Camat Towuti, Ramlah. Adapun daftar pemenang turnamen Pabpdsi Cup 3 adalah sebagai berikut:

Kategori Putra:

1. Juara 1: Desa Baruga

2. Juara 2: Desa Pekaloa

3. Juara 3: Desa Bantilang

4. Juara 4: Desa Rante Angin

 

Kategori Putri:

1. Juara 1: Desa Rante Angin

2. Juara 2: Desa Langkea Raya

3. Juara 3: Desa Bantilang

4. Juara 4: Desa Timampu

 

Sementara itu, Ketua Pabpdsi melalui Muh. Yusup menyampaikan harapannya agar turnamen ini dapat melahirkan generasi muda yang sehat, kuat, dan berprestasi.

“Melalui olahraga bola voli, kita ingin membangun karakter pribadi yang berprestasi serta mempererat hubungan sosial antar masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, panitia penyelenggara menyampaikan apresiasi terhadap dukungan penuh dari Karang Taruna dan masyarakat Desa Rante Angin, yang turut serta menyukseskan acara ini. Antusiasme penonton semakin menambah keseruan pertandingan, terlebih dengan adanya tradisi pemberian uang saweran kepada para pemain yang menunjukkan permainan terbaik mereka.

 

Karyawan PT PUL Alami Insiden di Area Tambang, Dilarikan ke Puskesmas Malili

Radarluwu.com

Luwu Timur –Sebuah insiden terjadi di area pertambangan PT Prima Utama Lestari (PUL) pada Selasa malam (28/01/25). Korban sempat mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Malili sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 21.21 WITA di dalam area tambang PT PUL. Korban segera dievakuasi ke Puskesmas Malili untuk mendapatkan penanganan medis.

Sekitar pukul 21.47 WITA, karyawan yang sempat dirawat telah dipulangkan. “Benar, tadi ada karyawan PT PUL yang datang, tetapi sudah pulang,” ujar seorang perawat di Puskesmas Malili yang enggan disebutkan namanya.

 

Namun, pihak manajemen PT PUL tampaknya enggan memberikan keterangan terkait insiden ini. Upaya konfirmasi yang dilakukan kepada Project Manager PT PUL, Roslianus Dominikus, serta Manager Eksternal, Dea Maulana, tidak mendapatkan tanggapan. Pesan yang dikirim melalui WhatsApp juga tidak direspons.

Sekretaris Jenderal Kerukunan Keluarga Malili (KKM), Rudiansyah, mendesak inspektur tambang untuk turun tangan mengusut kejadian tersebut. Ia menilai insiden ini mengindikasikan adanya penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang tidak sesuai.

“Inspektur tambang tidak boleh diam. Jika memang ada pelanggaran K3, maka aktivitas produksi PT PUL harus dihentikan sementara. Investigasi mendalam perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak sampai menimbulkan korban jiwa,” tegas Rudiansyah.

Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan serta minimnya monitoring di lokasi tambang, yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan kerja.

Selain itu, Rudiansyah menduga kecelakaan ini bisa terjadi akibat kurangnya pengalaman pekerja. Menurutnya, pekerja yang belum berpengalaman mungkin tidak memahami sepenuhnya risiko di lapangan atau belum memiliki keterampilan yang memadai untuk menghadapi situasi berbahaya.

“Hal seperti ini sangat mungkin terjadi. Apalagi kita tahu, banyak tenaga kerja yang direkrut oleh perusahaan mitra PT PUL berasal dari luar daerah dengan proses rekrutmen yang tidak transparan,” pungkasnya. (*)