Radarluwu.com
Luwu Timur — Aktivitas tambang ilegal galian C di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, masih marak terjadi tanpa adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum. Ketua Pelaksana Harian Lembaga Kajian dan Advokasi HAM Indonesia (LHI), Iskaruddin, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran yang mencakup beberapa wilayah.
“Saya telah berada di Kecamatan Mangkutana, Tomoni, Kalaena, dan Tomoni Timur selama tiga hari,” ungkap Iskar dalam keterangan tertulis pada Selasa malam (14/1/2025).
Iskar juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan langsung terhadap pemilik tambang yang diduga ilegal. “Kami menemukan beberapa aktivitas tambang ilegal yang berlangsung tanpa rasa takut atau merasa bersalah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Iskar menyebut bahwa pihaknya menerima informasi adanya keterlibatan seorang kepala desa di Kecamatan Tomoni yang diduga turut menjalankan tambang ilegal. Kepala desa berinisial ST tersebut, setelah dikonfirmasi melalui telepon, mengakui memiliki izin eksplorasi seluas 5 hektar, terdiri atas 3 hektar lahan miliknya sendiri dan 2 hektar milik kerabatnya.
Iskar menegaskan bahwa tim LHI telah mengumpulkan data berupa nama-nama pemilik tambang ilegal beserta lokasi dan koordinatnya. “Hasil pendataan ini akan kami laporkan ke Ketua Umum DPP LHI di Makassar untuk diteruskan kepada instansi penegak hukum dalam bentuk laporan resmi,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa pendataan tersebut dilakukan berdasarkan surat perintah tugas dari DPP LHI Nomor: 531.7/SK.DPP-LHI/I/2024, dengan merujuk pada surat edaran Dinas ESDM Provinsi Sulsel Nomor: 540/2379/DESDM, tertanggal 7 Oktober 2024, yang tembusannya telah dikirimkan ke sejumlah instansi, termasuk polres setempat.
Iskar berharap Polres Luwu Timur segera menindak tambang ilegal sesuai dengan surat edaran Dinas ESDM. Ia juga meminta DPRD memikirkan solusi bagi pelaku tambang yang belum memiliki izin. “Bagaimanapun, para pelaku tambang galian C ini memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan Kabupaten Luwu Timur,” tuturnya.
Hingga berita ini diterbitkan, LHI dan tim media masih berusaha mengonfirmasi informasi lebih lanjut dari pihak terkait.
