Arsip Kategori: Luwu Raya

Program Makan Bergizi Gratis Dimulai di Luwu Timur, 2.025 Paket Dibagikan di Hari Pertama

RADARLUWU, LUTIM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto resmi diluncurkan di Kabupaten Luwu Timur pada hari Senin, 14 April 2025. Pelaksanaan perdana dimulai melalui Dapur 1 yang berlokasi di Kecamatan Malili.

Ketua Barisan Relawan Prabowo Nusantara (BRPN) Luwu Timur, Hasma Sriwana, S.Pd., memimpin langsung pelaksanaan kegiatan ini bersama para relawan Dapur 1 MBG Malili. Pada hari pertama, sebanyak 2.025 paket makanan bergizi dibagikan kepada para pelajar tingkat SD, SMP, SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah.

“Pendistribusian dilakukan menggunakan ompreng stainless demi menjaga kualitas makanan. Dari total sasaran 2.600 siswa, sebagian belum menerima karena tengah mengikuti ujian sekolah,” jelas Hasma saat dikonfirmasi media.

Program MBG di Luwu Timur dilaksanakan di bawah pengawasan langsung personel TNI dari Koramil Malili untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat waktu.

BRPN Luwu Timur, sebagai organisasi relawan yang ditunjuk untuk menjalankan program ini, berkomitmen penuh dalam mendukung visi Presiden Prabowo untuk meningkatkan kualitas gizi pelajar Indonesia, khususnya di wilayah Luwu Timur.

Kegiatan hari ini menjadi langkah awal dari pelaksanaan program MBG yang akan terus berlanjut sesuai dengan arahan dan jadwal yang telah ditentukan.

Ketua KKLR Sulsel Desak Pembentukan Kodim di Setiap Kabupaten Luwu Raya

RADARLUWU,MAKASSAR – Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulawesi Selatan, Ir. Hasbi Syamsu Ali, MM, mendorong pemerintah pusat dan institusi TNI untuk segera menghadirkan Komando Distrik Militer (Kodim) di setiap kabupaten yang ada di wilayah Luwu Raya.

Saat ini, dari empat daerah administratif yang tergabung dalam Luwu Raya—yakni Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur—baru Kota Palopo yang memiliki Kodim aktif, yakni Kodim 1403/Palopo.

Ketimpangan ini dinilai sangat tidak ideal, mengingat kompleksitas tantangan geografis, dinamika sosial, serta potensi strategis wilayah Luwu Raya.

“Luwu Raya adalah kawasan yang sangat luas dengan kondisi geografis yang beragam dan sumber daya alam yang melimpah. Kehadiran Kodim di setiap kabupaten bukan hanya soal penguatan pertahanan, tetapi juga bagian dari keadilan teritorial dan pemerataan pelayanan negara kepada rakyat,” tegas Hasbi Syamsu Ali dalam keterangan tertulisnya di Makassar, Minggu (13/4/2025).

Hasbi mencontohkan Kabupaten Luwu Timur yang memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan dua provinsi lain, yakni Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah.

Selain itu, daerah ini juga menjadi pusat industri pertambangan dan energi yang menyimpan nilai ekonomi tinggi. Namun, absennya institusi militer permanen seperti Kodim membuat potensi kerawanan belum tertangani secara maksimal.

“Kita bicara soal kawasan industri nasional, pelabuhan-pelabuhan penting, dan jalur logistik lintas provinsi. Tanpa kehadiran Kodim, respon terhadap gangguan keamanan, konflik sosial, hingga penanganan bencana bisa sangat lambat,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan Hasbi terkait Kabupaten Luwu dan Luwu Utara. Dua wilayah ini dikenal sebagai kawasan agraris dan perkebunan, dengan kondisi topografi yang cukup menantang. Belum adanya Kodim di dua daerah tersebut turut membatasi peran TNI dalam menjalankan fungsi teritorial dan pembinaan masyarakat.

“Fungsi Kodim bukan hanya untuk urusan pertahanan, tapi juga pembinaan sosial, mendukung pembangunan desa, membantu saat bencana, dan mempererat hubungan antara TNI dan rakyat,” kata Hasbi.

Hasbi menambahkan bahwa aspirasi pembentukan Kodim di Luwu Raya bukanlah hal baru. Sejumlah tokoh masyarakat, pemerintah daerah, hingga kalangan DPRD juga telah menyuarakan hal serupa dalam beberapa tahun terakhir. Namun hingga kini, belum ada langkah konkret dari pemerintah pusat untuk merealisasikan hal tersebut.

Sebagai Ketua BPW KKLR Sulsel, Hasbi menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan kepentingan masyarakat Luwu Raya dalam berbagai forum, baik lokal maupun nasional.

“Kami dari KKLR memandang bahwa kehadiran Kodim di setiap kabupaten adalah bentuk nyata kehadiran negara. Jika negara ingin menjamin stabilitas dan mempercepat pembangunan kawasan timur Indonesia, maka Luwu Raya harus mendapat perhatian serius dalam aspek pertahanan dan keamanan,” pungkasnya.

Diketahui, Kodim 1403/Palopo saat ini membawahi tiga wilayah kabupaten selain Kota Palopo. Kondisi ini membuat beban operasional dan jangkauan tugas menjadi sangat luas, yang tidak sebanding dengan kekuatan personel dan fasilitas yang tersedia.(*)

Sosok AAS Muncul Kuat di Bursa Ketua KKSS, Ini Alasannya Menurut Ketuta KKLR Sulsel Hasbi Syamsu Ali

RADARLUWU, MAKASSAR – Menjelang perhelatan Musyawarah Besar (Mubes) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) yang akan digelar di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar, pada 9–11 April 2025, sejumlah tokoh mulai menyuarakan dukungan terhadap calon ketua umum yang dinilai layak memimpin organisasi paguyuban masyarakat Sulawesi Selatan tersebut.

Salah satunya datang dari Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. Hasbi Syamsu Ali, MM.

Menurutnya, siapa pun berhak mencalonkan diri sebagai Ketua Umum KKSS, namun yang terpenting adalah figur tersebut memiliki kapasitas dan jejaring nasional yang kuat.

“KKSS harus dinakhodai oleh figur yang memiliki jaringan tingkat nasional serta kedekatan dengan pemerintahan saat ini. Dengan begitu, kepemimpinannya nanti bisa mengoptimalkan seluruh potensi organisasi,” ujar Hasbi saat ditemui di Makassar, Sabtu (5/4/2025).

Hasbi yang juga dikenal sebagai pengusaha konstruksi nasional di bawah bendera Wiratama Karya Nugraha Group menilai, dari sejumlah nama yang beredar, sosok Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman (AAS), adalah figur yang paling tepat memimpin KKSS ke depan.

“Pak Andi Amran merupakan tokoh nasional dengan kapasitas mumpuni. Saya yakin, dengan pengalamannya sebagai menteri, beliau dapat memberi kontribusi besar bagi pengembangan KKSS,” katanya.

Lebih lanjut, Hasbi juga menyoroti kiprah Andi Amran dalam memimpin organisasi Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas). Ia menyebut keberhasilan AAS di IKA Unhas menjadi bukti kapasitas kepemimpinannya.

“Sebagai Ketua IKA Unhas, AAS memiliki jejaring luas. Saya sendiri sebagai Ketua Ikatan Alumni Teknik Sipil (IKATSI) Unhas tahu persis bagaimana beliau bekerja dan membangun relasi strategis,” ujar mantan Ketua LPJK Sulsel itu.

Hasbi pun mengajak seluruh elemen dalam KKSS untuk realistis melihat masa depan organisasi. Ia berharap kepemimpinan ke depan mampu membawa KKSS memberikan kontribusi nyata, baik kepada anggota, daerah asal, maupun pembangunan nasional.

“Jika Pak AAS yang memimpin, saya yakin KKSS akan menjadi organisasi yang lebih besar dan bermanfaat. Bukan hanya untuk anggota, tapi juga bagi bangsa dan negara,” tegas Hasbi yang juga Sekretaris DPD HJTI Sulsel.

Selain Andi Amran Sulaiman, sejumlah nama lain yang mulai disebut-sebut bakal maju sebagai calon Ketua Umum KKSS dalam Mubes mendatang adalah anggota DPD RI Tamsil Linrung dan tokoh perempuan Andi Ida Nur Santi.(*)

321 Anak Yatim Piatu di Luwu Timur Terima Bantuan ATENSI dari Kemensos

RADAR, Lutim — Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak telah menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) kepada 321 anak yatim piatu di Kabupaten Luwu Timur.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis di Bank Mandiri Cabang Malili pada Rabu (26/03/2025) oleh Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, kepada perwakilan penerima.

Program ini bertujuan untuk mendukung kesejahteraan anak yatim piatu dengan memastikan mereka memperoleh kehidupan yang layak, tumbuh kembang secara optimal, serta memiliki akses lebih baik untuk bertahan hidup.

Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Sosial atas kepeduliannya terhadap anak-anak yatim piatu di wilayah tersebut.

“Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi anak-anak yang kehilangan orang tuanya, sehingga mereka tetap dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,” ujarnya.

Pendamping Pelaksana Program, Arbin, menjelaskan bahwa sebanyak 321 anak yatim piatu di Kabupaten Luwu Timur menerima Bantuan Sosial ATENSI pada tahun 2025.

Bantuan ini disalurkan dalam bentuk nontunai melalui Bank Mandiri di beberapa lokasi, yakni Cabang Malili, Sorowako, dan Mangkutana. Penerima bantuan harus terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial.

Ia juga berharap agar anak yatim piatu yang belum mendapatkan bantuan dapat menerima manfaat pada tahap penyaluran berikutnya.

“Setiap tahun terdapat enam tahap penyaluran bantuan, dan ini merupakan tahap pertama. Bantuan diberikan setiap dua bulan sekali, dengan nominal sebesar empat ratus ribu rupiah per anak di setiap tahap,” jelas Arbin.

Acara penyerahan bantuan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinsos P3A, Muhammad Yusri, serta perwakilan dari Bank Mandiri Cabang Malili, Julian Wahyu Suryadi, dan Bulqis Istiqamah.

 

Perlindungan Tenaga Kerja: Pemkab Lutim Targetkan 100 Pekerja Per Desa

RADAR, LUTIM–Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Perlindungan Tenaga Kerja 1 Desa 100 Tenaga Kerja di Aula Rujab Bupati pada Selasa (25/03/2025).

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aini Endis Anrika, mewakili Bupati Luwu Timur, menyampaikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, rakor ini merupakan langkah nyata dalam memberikan perlindungan sosial bagi pekerja rentan yang masih banyak belum terjangkau oleh sistem jaminan ketenagakerjaan.

Endis menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Ia juga mengajak seluruh stakeholder, termasuk perangkat daerah, camat, kepala desa, dan lurah, untuk bersinergi dalam menyukseskan program ini sebagai wujud gotong royong sosial dalam pembangunan inklusif.

Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palopo, Haryanjas Pasang Kamase, mengapresiasi dukungan penuh Pemkab Luwu Timur terhadap program ini. Ia berharap inisiatif ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Luwu Timur.

Rakor ini turut dihadiri oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Luwu Timur, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lutim, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Lutim, perwakilan OPD terkait, serta para camat dan kepala desa se-Kabupaten Luwu Timur.

Sebagai bagian dari acara, dilakukan penyerahan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris pekerja rentan nelayan, yaitu Burhan, Mustamin, dan Ishak, masing-masing sebesar Rp 42 juta.