Arsip Kategori: Luwu Raya

RadarLuwu — Antrean kendaraan di seluruh SPBU Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, masih terjadi hingga Kamis, 18 September 2025. Janji Pertamina untuk menormalkan pasokan BBM belum terealisasi. Beberapa pengelola SPBU mengaku hanya menerima suplai 8 KL Pertalite, padahal sebelumnya dijanjikan 16 KL.

Rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar DPRD Luwu Timur bersama lintas komisi, OPD terkait, serta ormas pemerhati rakyat kecil pada hari yang sama dinilai tidak memberikan solusi jelas. Dalam rapat virtual dengan Sales Brand Manager (SBM) Regional IV Sulselbar, Muhammad Yoga Prabowo, penjelasan yang disampaikan dinilai tidak sesuai dengan kondisi riil.

Ketua Komisi II DPRD Luwu Timur, Sarkawi, menegaskan bahwa meski Pertamina menyebut pasokan aman, kenyataan di lapangan menunjukkan kelangkaan dan antrean panjang tetap terjadi. Hal ini menimbulkan kecurigaan publik bahwa Pertamina hanya mengalihkan isu dan berpotensi menyesatkan masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, DPRD bersama Dinas Dagkop dan Polres Luwu Timur akan menjadwalkan peninjauan langsung ke Depot Karang-Karangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebenaran pasokan BBM Pertalite yang selama ini dinilai tidak sesuai dengan penjelasan

RadarLuwu. Com — Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Masdin dan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Parmudora) Luwu Timur, Andi Tabacina Akhmad, melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Enik Ermawati.

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban di ruang rapat lantai 12 Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata RI, Jakarta, Rabu (17/09/2025).

Audiensi ini digelar untuk membahas sinergi program pusat dan daerah, terutama dalam pengembangan empat pilar pariwisata yakni amenitas, aksesibilitas, atraksi, dan ancillary.

Dalam kesempatan itu, Wamen Pariwisata menyampaikan apresiasi kepada Bupati Irwan yang menyempatkan hadir langsung di Kemenpar.

Menurutnya, kunjungan tersebut menunjukkan adanya perhatian serius dari pemerintah daerah terhadap sektor pariwisata.

“Kolaborasi pusat dan daerah menjadi kunci dalam memajukan pariwisata. Kami senang sekali Bupati Luwu Timur datang langsung untuk berdiskusi. Ini menandakan komitmen daerah dalam mendorong pengembangan destinasi wisata,” ungkap Ni Luh Enik.

Momen audiensi semakin hangat ketika wanita yang akrab disapa Ni Luh Puspa ini berbagi cerita tentang masa kecilnya yang ternyata dihabiskan di Luwu Timur.

Ia mengungkapkan pernah menempuh pendidikan SMP di Towuti serta sempat menjalani satu semester di SMA Malili.

“Dulu kalau mau beli sepatu harus ke Malili. Saya masih ingat betul keindahan Luwu Timur, hijaunya hutan dan kejernihan alamnya. Semoga Luwu Timur tetap seindah dan selestari dulu,” kenangnya Wamen Pariwisata.

Dalam pertemuan tersebut, Wamen dan jajarannya juga terpesona melihat materi promosi pariwisata Luwu Timur berupa leaflet, booklet, hingga majalah Pusaka Bumi Batara Guru.

Beliau bahkan mengamini ungkapan bahwa “Luwu Timur diciptakan Tuhan ketika sedang tersenyum”.

Sementara itu, Bupati Irwan Bachri Syam memaparkan potensi besar Luwu Timur dari perspektif pariwisata.

Irwan berharap adanya dukungan program Kemenpar yang dapat disinergikan dengan pemerintah daerah, khususnya dalam membuka ruang bagi pengembangan destinasi baru.

“Kami terbuka untuk kolaborasi, termasuk jika ada investor yang ingin mengembangkan sektor wisata di Luwu Timur. Potensi alam, budaya, dan sejarah yang kami miliki sangat menjanjikan bila dikemas secara berkelanjutan,” jelas Bupati Irwan.

Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran Kemenpar, di antaranya Sekretariat Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, serta para Asisten Deputi.

RadarLuwu. Com, SOROWAKO, 16 September 2025 — Sejak hari pertama kejadian kebocoran pipa minyak di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) berkomitmen melakukan penanganan dan pemulihan secara menyeluruh dengan prinsip transparansi, pendekatan ilmiah, serta kolaborasi erat bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur, masyarakat, dan para pemangku kepentingan.

Hingga saat ini, komitmen tersebut konsisten dijalankan, dengan supervisi langsung dari Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, termasuk dalam memastikan keterbukaan pelibatan tim ahli independen yang melakukan observasi dan pengujian dampak sosial maupun lingkungan.

Pengujian independen dilakukan oleh Disaster Risk Reduction Center Universitas Indonesia (DRRC UI), serta Dinas Lingkungan Hidup Luwu Timur bekerja sama dengan PT Global Environment Laboratory (GEL).
• Air: Sampel diambil 30 Agustus 2025 di Danau Towuti ±1 km dari muara Sungai Timampu. Parameter fisika, kimia, dan mikrobiologi diuji, dengan hasil memenuhi baku mutu kelas 2 sesuai PP No. 22/2021. Artinya, air layak untuk rekreasi, budidaya ikan air tawar, peternakan, pengairan pertamanan, hingga kebutuhan lain yang mempersyaratkan mutu serupa.
• Udara: Sampel diambil di Dusun Molindoe, Desa Lioka pada 30 Agustus 2025. Parameter SO₂, O₃, dan NO₂ semuanya berada di bawah ambang batas baku mutu udara ambien nasional, menunjukkan kualitas udara masih aman dan tidak menimbulkan risiko kesehatan.

Pengambilan sampel dilakukan secara terbuka, disaksikan masyarakat desa, dicatat waktu dan koordinat, disegel sesuai standar, lalu diuji di laboratorium resmi.

Ketua DRRC UI, Prof. Fatma Lestari, menegaskan hasil uji sahih dan kredibel. “Analisis dilakukan dengan standar ilmiah ketat dan observasi lapangan langsung. Hasil menunjukkan air aman, namun pemantauan rutin, transparansi data, dan pelibatan masyarakat tetap menjadi kunci. DRRC UI akan terus mendampingi agar langkah pengelolaan lingkungan konsisten dengan bukti ilmiah dan harapan masyarakat,” jelasnya.

Direktur dan Chief of Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia, Budiawansyah, menegaskan bahwa kabar baik ini tidak akan membuat perusahaan lengah. “Kami menyambut hasil uji ini dengan penuh rasa syukur karena memberi kepastian dan ketenangan bagi masyarakat. Namun, kami sadar bahwa tugas kami belum selesai. PT Vale tetap berkomitmen melanjutkan pemulihan, memperbaiki infrastruktur desa, menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan warga, dan menjaga transparansi setiap langkah yang diambil. Semua ini kami lakukan dengan hati dan tanggung jawab,” ungkap Budiawansyah.

Hingga hari ke-22, tercatat 206 aduan resmi dari enam desa terdampak telah diverifikasi dan ditindaklanjuti, mulai dari layanan kesehatan hingga bantuan penghidupan. Pemerintah bersama PT Vale juga memperbaiki fasilitas publik seperti pegangan jembatan dan saluran irigasi, agar aktivitas masyarakat kembali lancar dan aman.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan bahwa hasil uji ini adalah kabar baik sekaligus bukti nyata transparansi. “Insya Allah, masyarakat Towuti dapat tenang karena air dinyatakan aman. Namun pemerintah bersama para ahli dan PT Vale akan tetap melakukan pemantauan rutin agar kepastian ini selalu terjaga. Semua langkah kami pastikan berjalan secara fair, transparan, dan untuk kebaikan masyarakat Luwu Timur,” ujarnya.

Dengan berakhirnya masa tanggap darurat pada 12 September 2025, pemerintah daerah dan PT Vale kini memasuki tahap transisi pemulihan, dengan fokus pada bantuan berkelanjutan, pemantauan kualitas lingkungan bersama tim independen, serta penguatan fasilitas desa agar lebih tangguh menghadapi risiko di masa depan.

Luwu Timur – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Luwu Timur bersama Polres Luwu Timur menghentikan sementara pemanfaatan bangunan gedung milik PT Prima Utama Lestari (PUL) yang berlokasi di Jalan Poros Malili–Tarengge, Selasa (16/9/2025).

Langkah ini diambil menindaklanjuti ketentuan Pasal 85 ayat (2) Peraturan Daerah Kabupaten Luwu Timur Nomor 15 Tahun 2010. Penutupan dilakukan setelah pihak perusahaan tidak mengindahkan surat peringatan tertulis yang sudah disampaikan sejak Desember 2024.

Kepala Satpol PP Luwu Timur, Indra Fawzy, mengatakan bahwa tindakan tersebut merupakan upaya penegakan perda.

> “Kami hadir hari ini untuk menegakkan peraturan pemerintah daerah dengan menghentikan sementara pemanfaatan gedung yang tidak memenuhi ketentuan perizinan,” ujarnya.

Ia menegaskan, penghentian ini adalah bentuk ketegasan pemerintah daerah dalam mengimplementasikan aturan yang berlaku.

Sebanyak 13 fasilitas milik PT PUL disegel sementara, antara lain gedung kantor, mess karyawan, mess PJO, gedung laundry, kantin, laboratorium, rumah genset, workshop, fuel storage, toilet, pos keamanan, gedung pengolahan limbah, serta gedung carwash yang saat ini belum tersedia.

Apabila dalam 30 hari kalender sejak penghentian sementara pihak perusahaan belum juga melengkapi kewajiban perizinan, maka sanksi akan ditingkatkan menjadi penghentian pemanfaatan gedung secara permanen.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Teknik Tambang PT PUL, Doni, menyampaikan permohonan maaf dan komitmen perusahaan untuk segera melakukan perbaikan.

> “Kami mohon maaf atas kejadian ini dan berharap mendapat bantuan serta petunjuk dari tim agar persoalan ini dapat diselesaikan, sehingga keluarga besar PT PUL dapat menempati kembali gedung ini,” katanya.

Dalam kegiatan itu turut hadir Kepala Dinas PUPR Luwu Timur Syahmuddin, Camat Malili H. Hasimning, Kepala Bidang Dalag DPMPTSP Saenab, KBO Samapta Polres Luwu Timur Ayub Nugaluma, jajaran Satpol PP, serta pihak eksternal PT PUL Andi Usman.

RadarLuwu. Com, Luwu Timur – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Luwu Timur terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas pengelola arsip di tingkat desa. Melalui Bidang Kearsipan, instansi ini menggelar pembinaan arsip di Desa Lakawali Pantai, Kecamatan Malili, Senin (15/09/2025).

Kepala Bidang Arsip, Hairil Muhtar, SH, bersama tim arsiparis yakni Rakhmidani, SH, Sri Handayani, SE, Malik Akbar, S.Sos, serta Inka Hartawati, SE, turun langsung memberikan pendampingan teknis kepada aparat desa. Materi pembinaan menitikberatkan pada tata kelola arsip yang baik sesuai amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.

“Pembinaan ini mencakup bagaimana penciptaan, penggunaan, pemeliharaan, hingga penyusutan arsip, termasuk pemahaman tentang pengelolaan arsip aktif, inaktif, vital, dan statis. Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran serta kapasitas pengelola arsip desa agar semakin tertib dan sesuai aturan,” ujar Hairil Muhtar.

Pengelola arsip Desa Lakawali Pantai, Hasnira, menyambut kegiatan ini dengan penuh antusias. Ia menilai pendampingan tersebut memberikan pemahaman baru tentang tata kelola arsip yang sebelumnya kurang terurus.
“Selama ini banyak arsip penting yang bercampur dengan dokumen lain. Melalui pembinaan ini, kami bisa lebih memahami cara mengidentifikasi arsip vital dan statis agar dapat tertata rapi,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Lakawali Pantai, Abdul Kadir Ibrahim, menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti arahan dari tim kearsipan.
“Kami akan berusaha mengikuti bimbingan yang diberikan agar administrasi desa semakin tertata, pelayanan kepada masyarakat lebih optimal, dan pembinaan seperti ini terus berlanjut demi kemajuan desa,” ujarnya.

Untuk tahun 2025, Bidang Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Luwu Timur menjadwalkan pembinaan arsip di 11 desa. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam membangun tertib arsip dari desa hingga ke tingkat daerah, sejalan dengan visi mewujudkan Lutim Juara.