Arsip Kategori: Berita

Satresnarkoba Polres Luwu Timur Edukasi 160 Pelajar, Perkuat Komitmen Wujudkan Sekolah Bersih Narkoba

Luwu Timur – Polres Luwu Timur melalui Satuan Reserse Narkoba terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dengan tema “Wujudkan Sekolah Bersih Narkoba (BERSINAR) Demi Masa Depan Gemilang untuk Luwu Timur Maju dan Sejahtera” yang dilaksanakan pada Rabu (22/7/2026) di Aula Kantor Kecamatan Mangkutana.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba Polres Luwu Timur AKP Nasruddin, S.H., M.H. dan diikuti sekitar 160 pelajar SMA/sederajat dari Kecamatan Burau, Wotu, Tomoni, Tomoni Timur, Mangkutana, Kalaena, dan Angkona.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Luwu Timur yang diwakili oleh Asriani Safitri, S.E., perwakilan Kesbangpol Luwu Timur Salam Latief, S.H., M.Si., CGCAE, serta Jaksa Kepala Sub Seksi II Intelijen Kejaksaan Negeri Luwu Timur Andi Muhammad Tyas Yunus, S.H.

Dalam pemaparannya, AKP Nasruddin menegaskan bahwa penyalahgunaan narkotika merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Oleh karena itu, Polres Luwu Timur terus mengedepankan langkah preventif melalui edukasi dan penyuluhan agar para pelajar memahami bahaya narkoba serta memiliki keberanian untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan maupun peredarannya.

Materi yang disampaikan meliputi dampak buruk penyalahgunaan narkotika terhadap kesehatan, seperti kerusakan otak, gangguan kejiwaan, kerusakan organ vital hingga risiko kematian. Selain itu, dijelaskan pula dampak sosial berupa rusaknya pergaulan, hilangnya masa depan, serta retaknya hubungan keluarga, hingga konsekuensi hukum berupa ancaman pidana sesuai Undang-Undang Narkotika.

Polres Luwu Timur menilai bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pembinaan dan edukasi yang berkelanjutan kepada generasi muda. Dengan membangun kesadaran sejak dini, diharapkan para pelajar mampu menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dari narkoba.

Melalui kegiatan ini, Polres Luwu Timur menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam menjaga generasi muda dari bahaya narkotika. Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, kejaksaan, dunia pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu mewujudkan Kabupaten Luwu Timur yang aman, sehat, serta bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Kegiatan berlangsung hingga pukul 12.30 Wita dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

JAKARTA – Perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya memasuki fase baru. Badan Pekerja Pembentukan (BPP) Daerah Otonom Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya untuk pertama kalinya mempresentasikan secara resmi konsep pembentukan provinsi baru tersebut di hadapan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Audiensi tersebut menjadi momentum penting karena argumentasi yang dibangun tidak lagi semata bertumpu pada aspirasi pemekaran wilayah, melainkan menempatkan Provinsi Luwu Raya sebagai bagian dari kepentingan strategis nasional, mulai dari penguatan hilirisasi industri mineral, ketahanan pangan, pengembangan kawasan timur Indonesia, hingga peningkatan efektivitas pelayanan publik.

Paparan yang disampaikan mengangkat tema “Provinsi Luwu Raya dalam Kepentingan Strategis Nasional”, yang memuat potensi ekonomi, posisi geopolitik, landasan hukum, hingga kesiapan wilayah calon provinsi.

 

Delegasi dipimpin Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) H. Arsyad Kasmar bersama Ketua Tim BPP DOB Provinsi Luwu Raya H. Darwis Ismail.

Turut hadir Koordinator Wilayah BPP DOB Provinsi Luwu Raya Ir. Hasbi Syamsu Ali, Syahruddin Hamu, Imran Nating, Hj. Asni dan drg. Marji Rumpak dari DPRD Sulawesi Selatan, Ketua DPRD Kabupaten Luwu Ahmad Gazali, Ketua DPRD Kota Palopo Darwis, anggota DPRD Kota Palopo Hj. Ely Niang, tim penyusun kajian akademik Dr. Abdul Rahman Nur dan Dr. Taruna Arzam, serta Ismi dan Wais Al Qarni Dasila dari Tim BPP DOB Provinsi Luwu Raya.

Ketua Tim BPP DOB Provinsi Luwu Raya, H. Darwis Ismail, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat sekaligus memperbarui argumentasi pembentukan Provinsi Luwu Raya sesuai arah pembangunan nasional.

“Selama ini perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya sering dipahami hanya sebagai aspirasi pemekaran. Padahal yang kami tawarkan jauh lebih besar, yakni bagaimana negara memiliki instrumen pemerintahan yang lebih efektif untuk mengelola salah satu kawasan paling strategis di Indonesia Timur,” ungkapnya.

Menurut Darwis, Luwu Raya memiliki posisi yang semakin penting dalam agenda hilirisasi nasional karena menjadi salah satu pusat produksi nikel Indonesia sekaligus memiliki potensi pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan dan energi yang sangat besar.

 

Dalam presentasi tersebut dipaparkan bahwa calon Provinsi Luwu Raya meliputi Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur dan Kota Palopo dengan jumlah penduduk sekitar 1,23 juta jiwa. Kawasan ini berada pada posisi strategis karena berbatasan langsung dengan tiga provinsi, yakni Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

Selain menjadi salah satu sentra industri nikel nasional, Luwu Raya juga memiliki Danau Matano sebagai salah satu danau purba dunia, kawasan hutan tropis yang luas, sentra produksi kakao dan sawit, serta kawasan pesisir Teluk Bone yang memiliki potensi besar untuk pengembangan ekonomi maritim.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Wilayah BPP DOB Provinsi Luwu Raya, Ir. Hasbi Syamsu Ali, menilai pembentukan provinsi baru akan mempercepat efektivitas tata kelola pembangunan di kawasan yang selama ini menjadi salah satu penggerak ekonomi Sulawesi Selatan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pembentukan Provinsi Luwu Raya bukanlah beban bagi negara, melainkan investasi kelembagaan agar potensi strategis nasional di kawasan ini dapat dikelola secara lebih optimal,” kata Hasbi yang juga Ketua BPW KKLR Sulawesi Selatan.

Sementara itu, Ketua Umum BPP KKLR H. Arsyad Kasmar menegaskan bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya telah berlangsung lebih dari dua dekade dan konsistensi masyarakat tidak pernah surut meskipun pemerintah masih menerapkan moratorium pembentukan daerah otonom baru.

Menurutnya, selama kurun waktu tersebut berbagai persyaratan administratif terus disempurnakan, kajian akademik diperbarui, serta dukungan politik dari berbagai elemen masyarakat terus diperkuat.

“Kami datang dengan semangat kolaborasi. Kehadiran unsur DPRD provinsi, DPRD kabupaten dan kota, organisasi kemasyarakatan serta tim akademik menunjukkan bahwa perjuangan ini merupakan aspirasi bersama masyarakat Luwu Raya. Kami berharap pemerintah pusat dapat melihatnya sebagai bagian dari strategi pemerataan pembangunan nasional,” ujar Arsyad.

Audiensi di Kantor Staf Presiden menjadi salah satu langkah penting dalam rangkaian panjang perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya yang telah berlangsung sejak awal era reformasi.

Berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang lebih menitikberatkan pada aspek rentang kendali pemerintahan, kali ini BPP DOB menghadirkan perspektif baru dengan menempatkan Luwu Raya sebagai kawasan yang memiliki arti strategis bagi agenda nasional, terutama dalam mendukung hilirisasi industri, ketahanan pangan, penguatan konektivitas kawasan timur Indonesia, dan pemerataan pembangunan.

Dengan pendekatan tersebut, perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya diharapkan tidak lagi dipandang sebagai kepentingan lokal semata, melainkan sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing Indonesia melalui pembangunan yang lebih berimbang antarwilayah. (*)

Malili – Peluang kerja terbuka lebar bagi warga Luwu Timur. PT Citra Lampia Mandiri (CLM), perusahaan tambang ferronikel yang beroperasi di Kecamatan Malili, resmi membuka rekrutmen tiga tenaga Safetyman/Safety Officer, dengan status domisili Lutim sebagai prioritas utama seleksi administrasi.

Pengumuman resmi perusahaan menyebutkan, posisi ini terbuka bagi lulusan DIII, DIV, hingga S1 dari berbagai jurusan seperti Kesehatan Masyarakat, Psikologi, Hukum, dan Teknik. Syarat usia maksimal 30 tahun dengan pengalaman kerja minimal satu tahun di posisi sejenis.

Perusahaan mengutamakan kandidat yang mengantongi sertifikasi AK3 Umum dan POP, mahir Microsoft Office, serta mampu menyusun dokumen HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control) dan JSA (Job Safety Analysis) — dua instrumen krusial dalam sistem keselamatan kerja pertambangan.

Tak hanya kemampuan administratif, calon Safetyman dituntut punya kesiapan lapangan penuh: memimpin toolbox meeting, mengivestigasi insiden kerja, melaksanakan inspeksi Safety Patrol, hingga bersedia ditempatkan di seluruh area operasional PT CLM. Kepemilikan SIM A aktif dan kemampuan mengemudi kendaraan roda empat juga menjadi syarat wajib.

Berkas dan Cara Melamar
Pelamar wajib melampirkan:
Surat lamaran dan CV
Riwayat pengalaman kerja
Foto terbaru
Fotokopi KTP dan Kartu Keluarga
Kartu Kuning (AK1)
SKCK
Fotokopi SIM A
Ijazah terakhir beserta transkrip nilai

Berkas dapat dikirim langsung ke Kantor PT Citra Lampia Mandiri, Jalan Soekarno Hatta No. 02, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, atau via email ke

hr.admin@citralampiamandiri.biz.

Pendaftaran dibuka hingga 15 Juli 2026. Perusahaan menegaskan hanya kandidat yang memenuhi kualifikasi yang akan dihubungi untuk mengikuti tahapan seleksi berikutnya. (*)

Luwu Timur, 1 Juli 2026 – Pembangunan Masjid An-Nisa di Dusun Harapan, Desa Pasi-Pasi, Kecamatan Malili, kembali berlanjut setelah mendapat dukungan dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Citra Lampia Mandiri (PT CLM).

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan secara simbolis oleh Supervisor PPM PT CLM, Herly M, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan sarana ibadah di wilayah pemberdayaan.

Herly mengatakan, pembangunan rumah ibadah merupakan investasi sosial yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Karena itu, PT CLM berharap proses pembangunan Masjid An-Nisa dapat segera rampung sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga.

“Kami berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai sehingga Masjid An-Nisa dapat digunakan masyarakat untuk beribadah dengan lebih nyaman, aman, dan khusyuk,” ujar Herly.

Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian PT CLM dalam mendukung pembangunan fasilitas umum yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di wilayah sekitar operasional perusahaan.

Melalui Program PPM, perusahaan terus berupaya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kehidupan masyarakat, tidak hanya melalui pemberdayaan ekonomi, tetapi juga pembangunan infrastruktur sosial dan keagamaan.

LUWU TIMUR – PT Citra Lampia Mandiri (CLM) menyatakan dukungannya terhadap keikutsertaan kontingen Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Luwu Timur pada ajang Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Tahun 2026 di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pengembangan sumber daya manusia, termasuk di sektor pendidikan.

Porsenijar PGRI merupakan ajang yang mempertemukan para guru dalam kompetisi olahraga, seni, dan inovasi pembelajaran. Kegiatan ini bertujuan memperkuat solidaritas antarpendidik sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan. Pada pelaksanaan tahun ini, kontingen PGRI Luwu Timur menargetkan mampu meraih prestasi di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Supervisor External PPM PT CLM, Mehdi Insana Kamil, mengatakan dukungan perusahaan merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi para guru yang selama ini berperan penting dalam mencetak generasi berkualitas.

“Guru memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, PT CLM mendukung keikutsertaan PGRI Luwu Timur di Porsenijar 2026 agar para peserta dapat tampil maksimal, menjunjung sportivitas, serta membawa nama baik daerah,” ujar Mehdi, Minggu (28/6/2026).

Menurutnya, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses belajar mengajar di ruang kelas, tetapi juga melalui penguatan karakter, kolaborasi, kreativitas, dan semangat berprestasi.

Ia berharap dukungan yang diberikan PT CLM dapat menjadi motivasi bagi seluruh kontingen PGRI Luwu Timur untuk menampilkan kemampuan terbaik selama mengikuti seluruh rangkaian perlombaan di Sidrap serta mengharumkan nama Kabupaten Luwu Timur di tingkat provinsi.