Arsip Kategori: Radar Pendidikan

Radarluwu. Com, Malili – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan sektor pendidikan melalui peluncuran Program Beasiswa Kartu Pintar, yang diumumkan langsung oleh Bupati H. Irwan Bachri Syam dalam konferensi pers di Ruang Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab, Rabu (6/8/2025).

Program ini menjadi bagian dari implementasi visi-misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih periode 2025–2030, khususnya dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

“Ini adalah bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap masa depan generasi muda Luwu Timur. Program Beasiswa Kartu Pintar akan segera dilaksanakan,” ujar Bupati Irwan di hadapan awak media dan jajaran pejabat terkait.

Berdasarkan Perbup Luwu Timur Nomor 25 Tahun 2025 dan SK Panitia Seleksi Beasiswa Nomor 247/A-06/VIII/2025, terdapat empat skema bantuan pendidikan yang ditawarkan, meliputi: beasiswa untuk jenjang Diploma dan Sarjana (D3/D4/S1), Program Keahlian Profesi, Pasca Sarjana (S2 dan S3), serta Program Khusus.

Bantuan dana pendidikan disalurkan per semester dengan rincian: Rp3 juta untuk mahasiswa D3/D4/S1, Rp7,5 juta bagi mahasiswa S2, dan Rp10 juta untuk jenjang S3. Selain itu, disiapkan pula Beasiswa Khusus senilai Rp7,75 juta per semester, salah satunya ditujukan untuk mahasiswa baru Teknik Metalurgi dan Material di Universitas Hasanuddin (Unhas).

Untuk mahasiswa baru, beasiswa diberikan dalam dua tahap yakni pada semester pertama (September) dan kedua (Desember) masing-masing sebesar Rp3 juta, sehingga total bantuan mencapai Rp6 juta per tahun.

“Untuk jenjang pascasarjana, bantuan tidak lagi bersifat satu kali, melainkan disalurkan setiap semester agar progres akademik penerima tetap terpantau,” jelas Irwan.

Pemkab Lutim juga akan membuka sistem pendaftaran secara daring mulai Jumat, 8 Agustus 2025. Persyaratan lengkap bisa diakses melalui situs resmi Dinas Kominfo atau melalui pamflet yang telah didistribusikan ke seluruh kecamatan dan desa.

Guna memastikan kelancaran proses seleksi, telah disiapkan 15 petugas verifikasi di 11 kecamatan, dua operator aplikasi data, serta satu petugas khusus pengolahan data kependudukan.

Batas usia pendaftar ditentukan sebagai berikut: maksimal 24 tahun untuk D3, 25 tahun untuk D4/S1, 30 tahun untuk Profesi dan S2, serta 35 tahun untuk S3.

Bupati Irwan berharap program ini dapat mendorong semangat generasi muda Luwu Timur dalam menempuh pendidikan tinggi tanpa beban biaya.

“Ini adalah investasi jangka panjang. Kita ingin memastikan bahwa masa depan Luwu Timur ditopang oleh SDM yang unggul dan siap bersaing,” tutupnya.

Radarluwu. Com, Luwu Timur — SMKN 1 Luwu Timur kembali menjalin kemitraan strategis dengan UT School Makassar, sebuah lembaga pelatihan profesional di bawah naungan Perusahaan United Tractors, dalam rangka mencetak lulusan yang kompeten dan siap kerja di bidang mekanik alat berat.

Program kerja sama ini mendapat sambutan antusias dari para calon peserta. Tercatat sebanyak 75 orang mendaftar untuk mengikuti seleksi, tidak hanya berasal dari Luwu Timur, tetapi juga dari berbagai daerah lainnya. Salah satu peserta bahkan datang dari Parepare, menunjukkan semangat tinggi untuk bisa bergabung dalam program ini.

Dari 75 peserta yang mendaftar, sebanyak 15 orang berhasil lolos hingga tahap tes psikologi. Mayoritas dari mereka merupakan alumni SMKN 1 Luwu Timur dan lulusan dari sejumlah SMA/SMU di wilayah Luwu Timur. Mereka yang lolos nantinya akan mengikuti program pelatihan intensif di UT School Makassar.

Program pelatihan ini dirancang selama 3,5 bulan di ruang kelas, yang kemudian dilanjutkan dengan tahap magang di sejumlah perusahaan yang berada di bawah naungan United Tractors. Dalam masa magang, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja langsung, tetapi juga difasilitasi oleh manajemen UT School, termasuk pemberian seragam, biaya transportasi, akomodasi di mess, serta konsumsi makan tiga kali sehari.

Kepala SMKN 1 Luwu Timur melalui Wakasek Humas, Arman menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan kali kedua dilaksanakan di sekolahnya. Menurutnya, program ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap pengembangan kompetensi dan peningkatan daya saing lulusan, khususnya di sektor industri alat berat yang saat ini sangat dibutuhkan di dunia kerja.

“Program ini menjadi peluang besar bagi para alumni untuk memperoleh pendidikan dan pengalaman langsung dari industri, sehingga saat lulus dari pelatihan mereka tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap bersaing di lapangan,” ungkapnya.

Dengan adanya kerja sama ini, SMKN 1 Luwu Timur berharap dapat terus menjadi jembatan yang menghubungkan peserta didik dan alumni dengan dunia industri, serta menciptakan sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berdaya saing tinggi.

Puluhan Siswa di Desa Balantang Terima Beasiswa, Bukti Kepedulian Pemerintah Desa

RADAR, Luwu Timur – Puluhan siswa di Desa Balantang menerima bantuan beasiswa desa yang diberikan oleh pemerintah Desa Balantang sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan anak-anak di wilayah tersebut, Selasa (25/3/25).

Program ini bertujuan untuk meringankan beban orang tua dan memotivasi siswa agar terus berprestasi di bidang akademik.

Pj. Kepala Desa Balantang, Mas’ang, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan program pemerintah Desa Balantang, yang dicanangkan sudah beberapa tahun.

“Kami berharap dengan adanya beasiswa ini, anak-anak kita semakin semangat belajar dan mampu meraih cita-cita mereka,” ujarnya dalam acara penyerahan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Balantang.

Mas’ang juga menambahkan bahwa, bukan hanya bantuan beasiswa desa yang diserahkan oleh pemerintah desa, tapi ada beberapa bantuan sosial lainnya seperti bedah rumah, bantuan MCK, BLT dan lain-lain yang akan diserahkan atau diberikan kepada masyarakat balantang.

Salah satu Orang tua siswa juga menyambut baik program ini, dia mengungkapkan bahwa bantuan ini sangat berarti bagi keluarga mereka.

“Kami sangat terbantu, terutama dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak kami,” ujarnya.

Program beasiswa ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak siswa yang membutuhkan. Pemerintah desa berkomitmen untuk terus mencari peluang bantuan pendidikan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Desa Balantang.(*)

KOADS Sulsel Peringati Hari Down Syndrome Internasional, Bertajuk “End The Stereotypes”

Radarluwu.com,MAKASSAR – Komunitas Orangtua Dengan Anak Down Syndrom (KOADS) Sulawesi Selatan menggelar talkshow dalam rangka memperingati Hari Down Syndrome Internasional, bertajuk “End The Stereotypes”, Sabtu (22/02/2025) di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel.

Kegiatan ini bertujuan mendobrak tembok kesalahpahaman dan stigma negatif yang selama ini mengekang potensi luar biasa para penyandang Down Syndrome.

Acara ini bukan sekadar talkshow biasa. Ini adalah panggung bagi harapan, inklusi, dan perayaan hak-hak individu dengan Down Syndrome.

Deretan narasumber ahli hadir untuk berbagi wawasan dan pengalaman, seperti, Novita Maulidya Jalal, Psikolog yang akan membuka pikiran kita tentang potensi tersembunyi.

Apt. Hj. Ainun Jariah, Ketua DPD IWAPI Sulsel, sosok inspiratif yang mendorong kemandirian. dr. Nilla Mayasari, Ketua Perdosri Cabang Sulawesi Papua, garda depan dalam dunia kesehatan dan dukungan medis.

Serta perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan, yang siap memberikan dukungan penuh.

 

Potensi Anak Down Syndrome

Hj. Saptianah, Ketua Panitia, menegaskan bahwa acara ini adalah tentang mengubah cara pandang kita. “Kami ingin masyarakat lebih sadar tentang Down Syndrome, menghapus stigma yang salah, dan membuka pintu bagi inklusi sosial,” serunya.

Ia bahkan punya mimpi besar melihat anak-anak dengan Down Syndrome menjadi atlet renang yang berprestasi.

KOADS Sulsel, yang telah menjadi rumah bagi para orang tua hebat sejak 2018, membuktikan bahwa bersama, mereka bisa melakukan hal luar biasa. Talkshow ini adalah bukti nyata kolaborasi apik antara KOADS Sulsel dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan.

Sebelum talkshow dimulai, panggung diisi dengan penampilan memukau dari anak-anak dengan Down Syndrome. Tarian yang penuh keceriaan adalah simbol dari semangat mereka yang tak terbatas.

Acara ini bukan hanya tentang informasi, tapi juga tentang inspirasi. KOADS Sulsel mengajak seluruh masyarakat untuk membuka hati dan pikiran, memberikan dukungan, dan menciptakan kesempatan yang setara bagi setiap individu dengan Down Syndrome.

“Mari kita hilangkan stigma negatif dan lihat potensi luar biasa yang ada dalam diri setiap penyandang sindrom Down,” ajak perwakilan KOADS Sulsel dengan penuh harap. “Mereka berhak untuk berkembang, berkontribusi, dan meraih mimpi-mimpi mereka!” (*)