Arsip Kategori: Radar Pendidikan

Dari Desa untuk Indonesia: Program Inspiratif di Sekolah Jarak Jauh oleh Pemuda Satu Server

Radarluwu.com

Luwu Timur – Setelah sukses melaksanakan program sebelumnya, Komunitas Pemuda Satu Server kembali menghadirkan kabar gembira bagi siswa-siswa di sekolah jarak jauh di Kabupaten Luwu Timur. Banyak siswa yang mengaku merindukan kegiatan edukatif dan inspiratif dari komunitas ini. Menjawab kerinduan tersebut, Ekspedisi Sekolah Jarak Jauh Jilid II direncanakan segera terlaksana pada pertengahan tahun ini.

Koordinator Komunitas Pemuda Satu Server, Muh. Anjar, mengungkapkan bahwa program ini merupakan wujud komitmen komunitas untuk terus mendukung pendidikan di daerah-daerah terpencil, khususnya wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

“Melihat antusiasme siswa dan masyarakat pada program sebelumnya, kami bertekad melanjutkan ekspedisi ini. Insya Allah, Ekspedisi Sekolah Jarak Jauh Jilid II akan segera dilaksanakan tahun ini untuk kembali berbagi semangat dan inspirasi,” ujar Anjar pada Senin (20/1/2025).

Dalam program kali ini, komunitas akan menjangkau lima sekolah jarak jauh yang tersebar di Kabupaten Luwu Timur. Kegiatan ini meliputi aktivitas mengajar sehari, bakti sosial, permainan edukatif, nonton bareng film inspirasi, serta pembagian seragam sekolah dan buku tulis. Selain itu, komunitas juga akan memberikan sosialisasi dan pelatihan terkait potensi lokal untuk memberdayakan masyarakat.

Ekspedisi yang direncanakan berlangsung dari Juli hingga Desember 2025 ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara komunitas, siswa, dan masyarakat, sekaligus memotivasi generasi muda untuk terus semangat dalam meraih prestasi.

“Dukungan dan semangat kebangsaan yang kami bawa dalam ekspedisi ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi siswa dan masyarakat. Semoga program ini juga menginspirasi komunitas lain untuk turut membantu meningkatkan pemerataan pendidikan di wilayah terpencil,” tambah Anjar.

Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah nyata Komunitas Pemuda Satu Server dalam mendukung pemerataan pendidikan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Luwu Timur.

 

Viral! Perkelahian Pelajar SMP di Luwu Timur Terekam di Jembatan Tarengge

RADARLUWU, Luwu Timur – Beredar video di media sosial yang memperlihatkan perkelahian yang melibatkan tiga pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), video ini viral dengan berbagai tanggapan dari masyarakat.

Kepada wartawan, Kasubsi Humas Polres Luwu Timur Bripka A.Muh. Taufik membenarkan kejadian tersebut. “Benar kejadian tersebut terjadi di Jembatan Tarengge, Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur Rabu kemarin. Ketiga pelajar tersebut hanya mengalami luka gores ringan akibat insiden tersebut. Pelajar yang terlibat adalah inisial NR (14), RF (12), dan NC (12),” kata Bripka Taufik, Kamis (19/12/2024).

Dua siswi yang terlibat berasal dari SMP 1 Wotu, sementara satu siswi lainnya dari MTs Pergis Wotu. Taufik menjelaskan bahwa kejadian ini dipicu oleh perselisihan kecil yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Pada Senin (16/12/2024), NC (12) meneriaki NR (14) dan RF (12) yang sedang duduk di depan rumahnya.

“NC meneriaki mereka dengan mengatakan, ‘Apa lihat-lihat, ada utang ka,’ sekitar pukul 08.00 Wita. Kemudian, sore harinya, saat RF melewati rumah NC dalam perjalanan menuju pabrik kelapa, NC kembali mengulang teriakan yang sama,” jelas Taufik.

Pada Rabu (18/12/2024), NC kembali bertemu dengan NR dan RF saat mereka sedang makan di suatu tempat. Kali ini, NC memprovokasi dengan memainkan gas motornya. Tidak terima dengan tindakan tersebut, NR dan RF mendatangi NC. Perdebatan pun terjadi hingga berujung pada perkelahian. “NR dan RF saling bantu memukul NC, sehingga terjadilah perkelahian 2 lawan 1,” tambah Taufik.

Video perkelahian yang beredar menunjukkan ketiganya bertarung di atas jembatan. Salah satu siswi terlihat memakai seragam batik sekolah, sementara dua lainnya mengenakan seragam olahraga. Mereka saling menarik rambut dan menjatuhkan satu sama lain, sementara sejumlah orang di lokasi terlihat merekam dan tertawa menyaksikan kejadian tersebut.

Setelah insiden itu, Polsek Wotu memanggil ketiga pelajar beserta beberapa temannya yang ada di lokasi kejadian untuk mediasi. Proses mediasi juga melibatkan orang tua, kepala sekolah, dan perwakilan UPTD PPA.

“Dari hasil mediasi, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Mereka juga menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut,” tutup Taufik.

Kondisi Memprihatinkan, Plafon SDN 259 Balambano Membahayakan Guru dan Siswa

RADARLUWU —Plafon di SDN 259, yang berlokasi di Desa Balambano, Dusun Balambano, Kecamatan Wasuponda, mengalami kerusakan parah. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga setempat, terutama orang tua murid, terhadap keselamatan guru dan siswa yang setiap hari menggunakan fasilitas sekolah itu.

Menurut  salah satu warga Balambano Plapon Sekolah di sini suda sangat lama mengalami kerusakan namun tidak ada perhatian untuk dibenahi. Ini kan potensi membahayakan anak-anak kita dan para guru  yang melakukan proses belajar dan mengajar di SDN 259 Balambitu.

“Bagaiamana kalau plapon ini tiba-tiba roboh dan anak-anak kita atau para guru tertimpa saat proses belajar dan mengajar. Ini kan tentu membahayakan mereka. Olehnya itu, plapon ini segera dibenahi” Ucap salahsatu warga Balambano yang enggan disebutkan namanya, Rabu (18/12/2024).

Menanggapi hal tersebut, Kepala sekolah SDN 259 Balambano, Adelheit Hode mengatakan bahwa terkait Plapon sekolah. Pihaknya telah beberapa kali mengusulkan agar plapon sekolah ini diganti atau dibenahi ke Pemda atau dinas terkait. Hanya saja, hingga saat ini belum ditanggapi.

“Plapon SDN 259 Balambano ini sudah kami usulkan akan segera diganti. Kami juga sudah sampaikan di musyawarah desa, musyawarah kecamatan. Tapi hingga saat ini, belum ada tindakan perbaikan plapon ini,” kata Adelheit. (*)

Papan Nama SDN 259 Balambano Jadi Sorotan, Kapan Akan Diganti?

RADARLUWUPapan nama UPTD SDN 259 Balambano menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, identitas sekolah tersebut nampak suda tidak layak.

“Suda lama sekali saya lihat ini papan nama sekolah rusak begini. Tapi tidak diganti. Entah kenapa pihak sekolah tidak mengganti dengan baru. Papan ini nama inikan identitas sekolah dan yang paling pertama kita lihat,” Ungkap salahsatu masyarakat yang enggan disebutkan namanya, Rabu (18/12/2024).

“Papan nama ini tebuat dari bahan baliho, bukan terbuat dari kayu. Apakah ini suda sesuai prosedur atau tidak. Kami sarankan agar papan nama ini segera diganti yang baru dan tentu sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan,” katanya lagi.

Menanggapi hal ini, Kepala sekolah SDN 259 Balambano mengatakan terkait papan nama tersebut pihaknya telah merencanakan akan diganti.

“Kami sudah bermohon ke Kepala desa Balambano, agar dibantu membuat papan nama sekolah yang baru terbuat dari kayu. Kabarnya dari Kepala Desa Balambano, Papan nama tersebut suda jadi hanya saja belum dipasang karena Kepala Desa Masi di Makassar,” Ucap Kepala Sekolah SDN 259 Balambano, Adelheit Hode. (*)

Membangun Generasi Peneliti Muda: KKN Kolaborasi IAIN Palopo Selenggarakan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah di MAN 1 Luwu Timur

Radarluwu.com, LUWU TIMUR –26 September 2024, Posko 25 KKN Kolaborasi dan Kerja sama IAIN Palopo Desa Puncak Indah, telah menggelar kegiatan Pengenalan Karya Tulis Ilmiah dengan tema “Menjadi Peneliti Muda” di MAN 1 Luwu Timur. Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang metode penelitian serta cara menulis karya ilmiah yang baik dan benar kepada para peserta, yang sebagian besar adalah siswa/i SMA Kelas 12.

Kegiatan ini dihadiri oleh Pemerintah desa Puncak indah, Wakil Kepala MAN 1 Luwu Timur Bidang Kurikulum sekaligus membuka kegiatan pengenalan karya tulis ilmiah ini dan para peserta yang sangat antusias untuk belajar dan mengasah kemampuan mereka di bidang penelitian. Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi tentang dasar-dasar karya tulis ilmiah dan teknik presentasi.

Pemateri yang dihadirkan merupakan akademisi dan peneliti profesional yang merupakan salah satu mahasiswa KKN kolaborasi dan kerja sama yang bernama Aulia Salman yang berasal dari IAIN Bone yang telah meraih +20 penghargaan di bidang karya tulis ilmiah dan merupakan Founder Muda Bermakna. Pemateri juga menyampaikan pentingnya sikap kritis dan rasa ingin tahu yang tinggi sebagai modal utama dalam menjadi peneliti muda yang kompeten.

Dalam sesi interaktif, para peserta juga berkesempatan untuk bertanya sekaligus melakukan praktik langsung mengenai langkah awal melakukan penelitian , kemudian para peserta mempresentasikan ide penelitian mereka dan mendapatkan umpan balik langsung dari pemateri. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat lebih percaya diri dalam menyusun dan mempresentasikan karya ilmiah mereka di ajang-ajang kompetisi penelitian tingkat lokal maupun nasional bahkan persiapan untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi.

Ketua panitia, Andi Muhammad Raihan Almulk berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah awal bagi generasi muda untuk terus berkarya dan berinovasi melalui penelitian. “Kami berharap pelatihan ini dapat menumbuhkan semangat penelitian di kalangan anak muda, sehingga mereka bisa berkontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan di masa depan termasuk persiapan untuk memasuki dunia perguruan tinggi nantinya” ujarnya.

“Kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi ini diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga bagi siswa MAN Luwu Timur untuk mengenal dunia penelitian sejak dini. Selain itu, pelatihan ini menjadi wadah bagi mahasiswa KKN untuk berbagi ilmu dan pengalaman dengan siswa sekolah, sekaligus meningkatkan sinergi antara pendidikan dasar dan perguruan tinggi di wilayah Sulawesi Selatan.” Ujar wakil kepala sekolah bidang kurikulum (Nasrullah Hirnain)

Dengan berakhirnya pelatihan, para siswa diharapkan mampu mengaplikasikan pengetahuan yang telah didapat untuk menyusun karya tulis ilmiah yang baik. “Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menumbuhkan minat dan bakat mereka sebagai peneliti muda yang akan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat di masa depan.” Ujar bapak sekretaris desa (Muhammad Basri)