Arsip Kategori: Radar Pendidikan

KOADS Sulsel Peringati Hari Down Syndrome Internasional, Bertajuk “End The Stereotypes”

Radarluwu.com,MAKASSAR – Komunitas Orangtua Dengan Anak Down Syndrom (KOADS) Sulawesi Selatan menggelar talkshow dalam rangka memperingati Hari Down Syndrome Internasional, bertajuk “End The Stereotypes”, Sabtu (22/02/2025) di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel.

Kegiatan ini bertujuan mendobrak tembok kesalahpahaman dan stigma negatif yang selama ini mengekang potensi luar biasa para penyandang Down Syndrome.

Acara ini bukan sekadar talkshow biasa. Ini adalah panggung bagi harapan, inklusi, dan perayaan hak-hak individu dengan Down Syndrome.

Deretan narasumber ahli hadir untuk berbagi wawasan dan pengalaman, seperti, Novita Maulidya Jalal, Psikolog yang akan membuka pikiran kita tentang potensi tersembunyi.

Apt. Hj. Ainun Jariah, Ketua DPD IWAPI Sulsel, sosok inspiratif yang mendorong kemandirian. dr. Nilla Mayasari, Ketua Perdosri Cabang Sulawesi Papua, garda depan dalam dunia kesehatan dan dukungan medis.

Serta perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan, yang siap memberikan dukungan penuh.

 

Potensi Anak Down Syndrome

Hj. Saptianah, Ketua Panitia, menegaskan bahwa acara ini adalah tentang mengubah cara pandang kita. “Kami ingin masyarakat lebih sadar tentang Down Syndrome, menghapus stigma yang salah, dan membuka pintu bagi inklusi sosial,” serunya.

Ia bahkan punya mimpi besar melihat anak-anak dengan Down Syndrome menjadi atlet renang yang berprestasi.

KOADS Sulsel, yang telah menjadi rumah bagi para orang tua hebat sejak 2018, membuktikan bahwa bersama, mereka bisa melakukan hal luar biasa. Talkshow ini adalah bukti nyata kolaborasi apik antara KOADS Sulsel dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan.

Sebelum talkshow dimulai, panggung diisi dengan penampilan memukau dari anak-anak dengan Down Syndrome. Tarian yang penuh keceriaan adalah simbol dari semangat mereka yang tak terbatas.

Acara ini bukan hanya tentang informasi, tapi juga tentang inspirasi. KOADS Sulsel mengajak seluruh masyarakat untuk membuka hati dan pikiran, memberikan dukungan, dan menciptakan kesempatan yang setara bagi setiap individu dengan Down Syndrome.

“Mari kita hilangkan stigma negatif dan lihat potensi luar biasa yang ada dalam diri setiap penyandang sindrom Down,” ajak perwakilan KOADS Sulsel dengan penuh harap. “Mereka berhak untuk berkembang, berkontribusi, dan meraih mimpi-mimpi mereka!” (*)

Dari Desa untuk Indonesia: Program Inspiratif di Sekolah Jarak Jauh oleh Pemuda Satu Server

Radarluwu.com

Luwu Timur – Setelah sukses melaksanakan program sebelumnya, Komunitas Pemuda Satu Server kembali menghadirkan kabar gembira bagi siswa-siswa di sekolah jarak jauh di Kabupaten Luwu Timur. Banyak siswa yang mengaku merindukan kegiatan edukatif dan inspiratif dari komunitas ini. Menjawab kerinduan tersebut, Ekspedisi Sekolah Jarak Jauh Jilid II direncanakan segera terlaksana pada pertengahan tahun ini.

Koordinator Komunitas Pemuda Satu Server, Muh. Anjar, mengungkapkan bahwa program ini merupakan wujud komitmen komunitas untuk terus mendukung pendidikan di daerah-daerah terpencil, khususnya wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

“Melihat antusiasme siswa dan masyarakat pada program sebelumnya, kami bertekad melanjutkan ekspedisi ini. Insya Allah, Ekspedisi Sekolah Jarak Jauh Jilid II akan segera dilaksanakan tahun ini untuk kembali berbagi semangat dan inspirasi,” ujar Anjar pada Senin (20/1/2025).

Dalam program kali ini, komunitas akan menjangkau lima sekolah jarak jauh yang tersebar di Kabupaten Luwu Timur. Kegiatan ini meliputi aktivitas mengajar sehari, bakti sosial, permainan edukatif, nonton bareng film inspirasi, serta pembagian seragam sekolah dan buku tulis. Selain itu, komunitas juga akan memberikan sosialisasi dan pelatihan terkait potensi lokal untuk memberdayakan masyarakat.

Ekspedisi yang direncanakan berlangsung dari Juli hingga Desember 2025 ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara komunitas, siswa, dan masyarakat, sekaligus memotivasi generasi muda untuk terus semangat dalam meraih prestasi.

“Dukungan dan semangat kebangsaan yang kami bawa dalam ekspedisi ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi siswa dan masyarakat. Semoga program ini juga menginspirasi komunitas lain untuk turut membantu meningkatkan pemerataan pendidikan di wilayah terpencil,” tambah Anjar.

Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah nyata Komunitas Pemuda Satu Server dalam mendukung pemerataan pendidikan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Luwu Timur.

 

Viral! Perkelahian Pelajar SMP di Luwu Timur Terekam di Jembatan Tarengge

RADARLUWU, Luwu Timur – Beredar video di media sosial yang memperlihatkan perkelahian yang melibatkan tiga pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), video ini viral dengan berbagai tanggapan dari masyarakat.

Kepada wartawan, Kasubsi Humas Polres Luwu Timur Bripka A.Muh. Taufik membenarkan kejadian tersebut. “Benar kejadian tersebut terjadi di Jembatan Tarengge, Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur Rabu kemarin. Ketiga pelajar tersebut hanya mengalami luka gores ringan akibat insiden tersebut. Pelajar yang terlibat adalah inisial NR (14), RF (12), dan NC (12),” kata Bripka Taufik, Kamis (19/12/2024).

Dua siswi yang terlibat berasal dari SMP 1 Wotu, sementara satu siswi lainnya dari MTs Pergis Wotu. Taufik menjelaskan bahwa kejadian ini dipicu oleh perselisihan kecil yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Pada Senin (16/12/2024), NC (12) meneriaki NR (14) dan RF (12) yang sedang duduk di depan rumahnya.

“NC meneriaki mereka dengan mengatakan, ‘Apa lihat-lihat, ada utang ka,’ sekitar pukul 08.00 Wita. Kemudian, sore harinya, saat RF melewati rumah NC dalam perjalanan menuju pabrik kelapa, NC kembali mengulang teriakan yang sama,” jelas Taufik.

Pada Rabu (18/12/2024), NC kembali bertemu dengan NR dan RF saat mereka sedang makan di suatu tempat. Kali ini, NC memprovokasi dengan memainkan gas motornya. Tidak terima dengan tindakan tersebut, NR dan RF mendatangi NC. Perdebatan pun terjadi hingga berujung pada perkelahian. “NR dan RF saling bantu memukul NC, sehingga terjadilah perkelahian 2 lawan 1,” tambah Taufik.

Video perkelahian yang beredar menunjukkan ketiganya bertarung di atas jembatan. Salah satu siswi terlihat memakai seragam batik sekolah, sementara dua lainnya mengenakan seragam olahraga. Mereka saling menarik rambut dan menjatuhkan satu sama lain, sementara sejumlah orang di lokasi terlihat merekam dan tertawa menyaksikan kejadian tersebut.

Setelah insiden itu, Polsek Wotu memanggil ketiga pelajar beserta beberapa temannya yang ada di lokasi kejadian untuk mediasi. Proses mediasi juga melibatkan orang tua, kepala sekolah, dan perwakilan UPTD PPA.

“Dari hasil mediasi, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Mereka juga menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut,” tutup Taufik.

Kondisi Memprihatinkan, Plafon SDN 259 Balambano Membahayakan Guru dan Siswa

RADARLUWU —Plafon di SDN 259, yang berlokasi di Desa Balambano, Dusun Balambano, Kecamatan Wasuponda, mengalami kerusakan parah. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga setempat, terutama orang tua murid, terhadap keselamatan guru dan siswa yang setiap hari menggunakan fasilitas sekolah itu.

Menurut  salah satu warga Balambano Plapon Sekolah di sini suda sangat lama mengalami kerusakan namun tidak ada perhatian untuk dibenahi. Ini kan potensi membahayakan anak-anak kita dan para guru  yang melakukan proses belajar dan mengajar di SDN 259 Balambitu.

“Bagaiamana kalau plapon ini tiba-tiba roboh dan anak-anak kita atau para guru tertimpa saat proses belajar dan mengajar. Ini kan tentu membahayakan mereka. Olehnya itu, plapon ini segera dibenahi” Ucap salahsatu warga Balambano yang enggan disebutkan namanya, Rabu (18/12/2024).

Menanggapi hal tersebut, Kepala sekolah SDN 259 Balambano, Adelheit Hode mengatakan bahwa terkait Plapon sekolah. Pihaknya telah beberapa kali mengusulkan agar plapon sekolah ini diganti atau dibenahi ke Pemda atau dinas terkait. Hanya saja, hingga saat ini belum ditanggapi.

“Plapon SDN 259 Balambano ini sudah kami usulkan akan segera diganti. Kami juga sudah sampaikan di musyawarah desa, musyawarah kecamatan. Tapi hingga saat ini, belum ada tindakan perbaikan plapon ini,” kata Adelheit. (*)

Papan Nama SDN 259 Balambano Jadi Sorotan, Kapan Akan Diganti?

RADARLUWUPapan nama UPTD SDN 259 Balambano menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, identitas sekolah tersebut nampak suda tidak layak.

“Suda lama sekali saya lihat ini papan nama sekolah rusak begini. Tapi tidak diganti. Entah kenapa pihak sekolah tidak mengganti dengan baru. Papan ini nama inikan identitas sekolah dan yang paling pertama kita lihat,” Ungkap salahsatu masyarakat yang enggan disebutkan namanya, Rabu (18/12/2024).

“Papan nama ini tebuat dari bahan baliho, bukan terbuat dari kayu. Apakah ini suda sesuai prosedur atau tidak. Kami sarankan agar papan nama ini segera diganti yang baru dan tentu sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan,” katanya lagi.

Menanggapi hal ini, Kepala sekolah SDN 259 Balambano mengatakan terkait papan nama tersebut pihaknya telah merencanakan akan diganti.

“Kami sudah bermohon ke Kepala desa Balambano, agar dibantu membuat papan nama sekolah yang baru terbuat dari kayu. Kabarnya dari Kepala Desa Balambano, Papan nama tersebut suda jadi hanya saja belum dipasang karena Kepala Desa Masi di Makassar,” Ucap Kepala Sekolah SDN 259 Balambano, Adelheit Hode. (*)