Arsip Kategori: Polri

Polres Luwu Timur Ungkap Kasus Pencurian 472 Tabung Gas LPG di Desa Kawata

Radarluwu.com

Polres Luwu Timur mengungkap kasus pencurian besar-besaran tabung gas LPG ukuran 3 kg yang dilakukan di Desa Kawata, Kecamatan Wasuponda. Akibat aksi ini, BUMDes Kawata mengalami kerugian hingga Rp108.580.000.

Pada konferensi pers yang dipimpin oleh Wakapolres Luwu Timur, Kompol Hajriadi, bersama dengan Kasat Reskrim IPTU A. Fadhly Yusuf pada, terungkap bahwa sebanyak 472 tabung gas hilang dari gudang BUMDes Kawata, Jumat (24/01/2025).

“Dua pelaku berinisial “R” (32) dan “I” (37) berhasil diamankan oleh pihak kepolisian. Mereka diketahui mencuri tabung gas secara bertahap sejak September hingga Desember 2024. Modusnya, para pelaku mengambil tabung dari gudang BUMDes Kawata dengan menjebol pintu belakang untuk kemudian dijual ke masyarakat melalui perantara dengan harga bervariasi antara Rp130.000 hingga Rp140.000 per tabung, “ungkap Wakapolres Hajriadi.

Kedua pelaku dijerat Pasal 363 Ayat (1) Ke-4e Subs Pasal 363 Ayat (1) Ke-5e jo Pasal 64 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Kasus ini tengah dikembangkan lebih lanjut oleh pihak kepolisian guna mengungkap keterlibatan pihak lain.

 

Polsek Mangkutana kembali Siap Tanggap Bersihkan Material Longsor di Jalan Trans Sulawesi

Radarluwu.com

Longsor kembali terjadi di jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Kasintuwu, kecamatan Mangkutana, kabupaten Luwu Timur, Selasa 21 Januari 2025, pukul 16.30 WITA.

Tak butuh waktu lama, Personel Polsek Mangkutana mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor dari badan jalan sehingga saat ini kendaraan dari dua arah sudah bisa melintas.

Bongkahan Material tanah longsor menutup badan jalan penghubung Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah sepanjang 25 meter yang mengakibatkan antrean panjang kendaraan dari dua arah.

longsor kembali terjadi sore tadi, setelah menerima laporan kita langsung kerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor, sekitar satu jam lebih akhirnya, mobil dan motor sudah bisa lewat,” Ungkap Kapolsek Mangkutana, AKP. Simon Siltu.

mengingat sisi jalan yang baru selesai dilakukan pelebaran sangat rentan longsor khususnya saat ini musim hujan.
Meski jalan kembali normal, Polsek Mangkutana mengimbau kepada pengendara agar tetap hati-hati saat melintas , *himbau* Akp.simon siltu. (*)

Sinergi Polres Luwu Timur dan Stakeholder Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Radarluwu.com

Luwu Timur – Polres Luwu Timur turut ambil bagian dalam kegiatan penanaman jagung serentak satu juta hektar yang dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia. Kegiatan ini dipusatkan di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, dan dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Seluruh jajaran Polda dan Polres di Indonesia juga mengikuti acara ini melalui sambungan daring, Selasa (21/1/2025).

Di Kabupaten Luwu Timur, kegiatan berlangsung di Desa Manurung, Kecamatan Malili, yang dihadiri oleh Kapolres Luwu Timur AKBP Zulkarnain, Wakil Bupati Luwu Timur Akbar Andi Leluasa, Kepala Kejaksaan Negeri Luwu Timur, Pengadilan Negeri Malili, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, manajemen PT. Vale Indonesia, perwakilan Apdesi, penyuluh pertanian, serta puluhan petani.

Sebagai bagian dari kegiatan, dilakukan penanaman jagung secara simbolis di lahan lokasi kegiatan. Penanaman ini menjadi langkah awal dari komitmen Polres Luwu Timur bersama stakeholder terkait dalam mendukung peningkatan produksi jagung di wilayah Luwu Timur.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Luwu Timur Akbar Andi Leluasa menyampaikan apresiasi kepada Polri atas dukungannya dalam merealisasikan Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya di sektor ketahanan pangan.

“Program ini merupakan langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Apresiasi tinggi kami berikan kepada Polri yang menjadi salah satu penggerak program strategis ini,” ujar Wakil Bupati.

Kapolres Luwu Timur, AKBP Zulkarnain, juga menyampaikan terima kasih atas sinergi seluruh pihak yang mendukung program ini. Ia menjelaskan bahwa Polri telah menjalankan berbagai program pendampingan guna meningkatkan kapasitas produksi tanaman pangan.

“Kami akan terus berperan sebagai penggerak utama dalam mendukung peningkatan kapasitas produksi jagung. Polri juga telah melakukan perekrutan Bakomsus (Bintara Kompetensi Khusus) di bidang pertanian guna mendukung langkah ini,” ungkap Kapolres.

Kapolres menambahkan, beberapa waktu lalu pihaknya telah melakukan pendampingan penanaman jagung di seluruh kecamatan di Kabupaten Luwu Timur. Hingga saat ini, program pembinaan telah menjangkau luas lahan sebesar 56 hektar dan akan terus ditingkatkan melalui kerja sama dengan stakeholder dan para petani.

Kegiatan ini dapat memberikan dampak signifikan dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, khususnya di sektor jagung, yang menjadi salah satu komoditas unggulan di Indonesia.

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Tomoni

Radarluwu.com

Luwu Timur — Warga Desa Mandiri, Kecamatan Tomoni, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat di sekitar sungai Tomoni. Identitas mayat hingga saat ini masih belum diketahui, Sabtu (18/1/2025).

Kapolres Luwu Timur melalui Kasubsi Humas Polres Luwu Timur, Bripka Andi Muh. Taufik, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa personel Polsek Mangkutana dan tim INAFIS telah melakukan olah tempat kejadian perkara pada pagi tadi.

Ciri-ciri mayat yang ditemukan adalah:
* Mayat seorang pria perkiraan usia 45 tahun
* Mengenakan celana panjang berwarna abu-abu.
* Memakai gelang berwarna hijau pada pergelangan tangan kiri.
* Memakai cincin berwarna silver pada jari manis tangan kiri.

Nursianto, saksi yang menemukan mayat tersebut, sedang mengambil pasir di sungai Desa Kalpataru. Ia menjelaskan bahwa ia melihat sesuatu yang menyerupai mayat di sungai. “Saat sedang mengambil pasir, saya melihat ada seperti mayat. Kemudian, saya memanggil seorang wanita untuk memberitahukannya. Wanita tersebut lalu pergi dan memanggil warga lainnya,” jelasnya.

Petugas dari Puskesmas Tomoni tiba di TKP untuk melakukan pemeriksaan awal. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan luka terbuka pada bagian kepala dan luka di pelipis mata sebelah kanan. Selain itu, saat ditemukan, mayat tidak mengenakan baju, dan celana yang dipakai melorot hingga ke ujung kaki meskipun kancing celana masih terpasang.

Mayat telah dibawa ke Rumah Sakit I Lagaligo Wotu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Bripka Taufik mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut agar segera melapor ke Polsek Mangkutana. “Kami berharap masyarakat yang mengenali ciri-ciri tersebut dapat membantu proses identifikasi,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan penyebab kematian mayat tersebut.

Habiskan Anggaran Ratusan Juta, Program CSR PT Vale Tidak Memberi Manfaat, FKMB Lapor Polisi

Radarluwu.com

Luwu Timur, 16 Januari 2025 – Forum Komunikasi Masyarakat Balambano (FKMB) menyampaikan aduan resmi kepada Kapolres Luwu Timur terkait sumur bor yang dibangun melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Vale Indonesia. Berdasarkan laporan yang ditandatangani Ketua FKMB, Ikbal Hamka, program ini diduga tidak memiliki izin sesuai dengan peraturan yang berlaku serta tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah Pakumanu, Desa Balambano.

Dalam surat tersebut, FKMB menyoroti bahwa pembangunan sumur bor ini telah menghabiskan anggaran sekitar ratusan juta rupiah, namun masyarakat setempat masih kesulitan mendapatkan akses air bersih. Bahkan, masyarakat Pakumanu disebut harus membeli air bersih dari penjual dengan harga Rp50.000 hingga Rp60.000 per drum, yang jauh dari harapan program CSR.

Selain itu, FKMB menduga adanya indikasi penyelewengan dana dalam proyek ini. “Ada dugaan bahwa program ini hanya dijadikan sebagai ladang keuntungan bagi oknum-oknum tertentu,” tulis FKMB dalam suratnya. FKMB meminta agar program-program CSR PT Vale Indonesia selanjutnya dilakukan sesuai prosedur, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

FKMB berharap Kapolres Luwu Timur beserta jajarannya segera menindaklanjuti laporan ini dengan langkah hukum yang tepat. Mereka juga meminta PT Vale Indonesia untuk lebih transparan dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.(*)