Arsip Kategori: Radar Daerah

Pria di Sidrap Ditangkap Usai Tipu Korban Rp 15,5 Juta dengan Modus Segitiga Jual Beli Motor

RadarLuwu.com, Sidrap – Aparat Polda Sulawesi Selatan meringkus seorang pria berinisial SY (32) asal Kabupaten Sidrap yang diduga menipu korban lewat transaksi jual beli motor secara online. Kerugian yang dialami korban mencapai Rp 15,5 juta.

Pengungkapan kasus ini disampaikan Kanit IV Subdit V Tipidsiber Ditreskrimsus Polda Sulsel, AKP Andi Reza Pahlawan. Pelaku diamankan di kediamannya yang berada di Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap. Ia diduga memakai modus segitiga dalam aksinya.

Peristiwa berawal ketika korban tertarik membeli sepeda motor yang dipromosikan pelaku di media sosial pada Sabtu (11/7). Kendaraan yang diincar adalah Yamaha NMAX New tahun 2021 dengan stiker oranye dan nomor polisi DD 5157 R. Korban kemudian diarahkan bertemu dengan pria berinisial MR yang saat itu menguasai motor tersebut.

Sementara di sisi lain, korban terus berkomunikasi dengan sosok yang mengaku bernama Odih Putra dan mengklaim sebagai pemilik kendaraan. Korban tidak menyadari bahwa penjual yang menawarkan motor dan orang yang memegang motor berada dalam dua skenario transaksi berbeda – inilah yang dikenal sebagai modus segitiga.

Pelaku kemudian meminta korban mentransfer uang sebesar Rp 15,5 juta ke rekening bank atas nama berinisial KRS. Setelah uang masuk, MR justru mengaku tidak menerima pembayaran sehingga menolak menyerahkan kendaraan. Korban yang merasa tertipu akhirnya melapor ke polisi.

Berdasarkan laporan tersebut, pelaku diringkus di kediamannya di Dengeng-Dengeng, Kecamatan Pitu Riase, Sidrap, pada Rabu (26/8). Dalam penangkapan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit handphone, dua kartu ATM, satu kartu identitas, serta uang tunai Rp 1 juta yang diduga hasil penipuan.

Pelaku beserta barang bukti kemudian dibawa ke Kota Makassar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut di Polda Sulsel. Atas perbuatannya, tersangka dipersangkakan melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sumber: detikSulsel

Diduga Keracunan Menu MBG, 136 Siswa SMP di Tana Toraja Dilarikan ke Rumah Sakit

RadarLuwu.com, Tana Toraja – Sebanyak 136 siswa dari SMP Negeri 1 Makale dan SMP Negeri 2 Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, dilarikan ke rumah sakit setelah mengeluhkan gangguan kesehatan pada Kamis (3/9/2026). Ratusan pelajar itu diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah sehari sebelumnya.

Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengungkapkan, para siswa yang terganggu kesehatannya kini tersebar di tiga rumah sakit di wilayah Tana Toraja. Ketiga fasilitas kesehatan itu adalah RS Fatima, RS Sinar Kasih, dan RSUD Lakipadada. Menurut Zadrak, seluruh korban yang dirawat merupakan pasien dengan gejala keracunan yang diduga dipicu oleh makanan MBG.

Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah daerah, sebanyak 70 siswa menjalani perawatan di RSUD Lakipadada. Sebanyak 25 siswa lainnya dirawat di RS Fatima, sedangkan 41 siswa mendapat penanganan di RS Sinar Kasih. Dengan demikian, total siswa yang memperoleh perawatan medis di tiga rumah sakit tersebut mencapai 136 orang.

Ruang unit gawat darurat (UGD) RSUD Lakipadada dilaporkan dipadati para pelajar pada Kamis. Mereka tampak mendapat penanganan medis setelah mengeluhkan kondisi tubuh yang tidak sehat. Gejala yang dialami para siswa beragam, mulai dari mual, sakit kepala, sakit perut, hingga muntah-muntah. Sebagian siswa lainnya juga dilaporkan dirawat di fasilitas kesehatan yang berbeda di wilayah Makale.

Keluhan kesehatan ini mulai dirasakan para siswa pada Rabu (2/9/2026) malam, beberapa saat setelah mereka mengonsumsi menu MBG di sekolah. Menu yang disantap saat itu terdiri atas nasi, ayam masak kuning, tempe goreng tepung, sayur tumis berisi labu siam, wortel, dan jagung, serta buah melon. Seorang orang tua siswa menuturkan, anaknya mulai mengalami kondisi tidak sehat sejak Rabu malam hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit keesokan harinya.

Hingga kini, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa masih ditelusuri. Pihak terkait masih menunggu hasil pemeriksaan dan keterangan resmi untuk memastikan apakah keluhan tersebut benar-benar berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi atau terdapat faktor lain. Hingga Kamis, para siswa yang terdampak masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di Tana Toraja. Insiden ini menjadi yang terbaru dari rangkaian dugaan keracunan MBG yang dilaporkan terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Sumber: Kompas.com

Pesawat Garuda GA604 Jakarta-Makassar Pecah Ban, 156 Penumpang dan Awak Mendarat Selamat

RadarLuwu.com, Makassar – Pesawat Garuda Indonesia GA604 jurusan Jakarta-Makassar mengalami insiden pecah ban pada Kamis (3/9/2026). Meski sempat menegangkan, seluruh 156 penumpang dan awak yang berada di dalam pesawat dipastikan selamat.

Insiden ini pertama kali terendus petugas menara pengawas (tower) AirNav Indonesia sekitar pukul 07.00 Wita. Pesawat Boeing 737-800 tersebut dilaporkan mengalami gangguan teknis pada ban ketika dalam proses keberangkatan dari Jakarta.

Mengetahui hal itu, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar langsung bergerak cepat. Unsur operasional disiagakan, termasuk personel Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) beserta kendaraan pendukung seperti Nurse Tender. Koordinasi juga dilakukan bersama AirNav Indonesia, SAR, BBKK, Base Rescue Lanud, hingga Kantor Otoritas Bandara V.

Hal ini disampaikan Communication Departement Head Regional V Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Taufan Yudhistira. “Menindaklanjuti informasi tersebut, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin segera melakukan koordinasi dan menyiagakan unsur operasional,” jelasnya.

Sebelum mendarat, pesawat terlebih dahulu melakukan fly pass atau terbang melintas untuk observasi kesiapsiagaan. Pendaratan akhirnya berlangsung mulus di Runway 03 pada pukul 09.13 Wita. Untuk keperluan penanganan, Runway 03-21 ditutup sementara mulai pukul 09.30 hingga 10.30 Wita.

Seluruh penumpang dan awak dalam peristiwa itu dipastikan selamat. Usai penanganan, operasional penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin kembali berjalan normal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan. Pihak bandara juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung proses penanganan insiden tersebut.

Sumber: Kompas.com

LUWU TIMUR – Selama ini catatan keuangan KWT Gembae Desa Balantang hanya mengandalkan ingatan. Kini, lewat program KKN Tematik Inovasi Desa 116 Universitas Hasanuddin, kondisi itu mulai berubah.

Gita Rizki Yunita, mahasiswa Ilmu Ekonomi Unhas Angkatan 2023, menggelar pelatihan pengelolaan keuangan usaha bagi anggota KWT Gembae di Kantor Desa Balantang, Kecamatan Malili, Jumat (31/7/2026).

Peserta dibekali materi pembukuan sederhana, pencatatan kas, hingga penyusunan laporan laba-rugi. Mereka juga dikenalkan aplikasi Buku Kas berbasis handphone dan format Excel siap pakai untuk mencatat arus kas usaha secara digital maupun manual.

Ketua KWT Gembae, Ibu Dina, mengaku pelatihan ini membuka pemahaman anggotanya soal pentingnya pencatatan transaksi. “Setiap pemasukan dan pengeluaran wajib dicatat karena penting untuk membangun tata kelola keuangan yang transparan,” ujarnya, seraya berharap ada pendampingan lanjutan.

Sekretaris KWT Gembae, Dyna Mariana, menambahkan pelatihan ini akan sangat membantu tugas bendahara dan sekretaris dalam mengurus pembukuan kelompok.
Dengan pembukuan yang tertib, KWT Gembae diharapkan mampu mengevaluasi usaha secara akurat dan menyusun strategi pengembangan bisnis yang berkelanjutan. (*)

Malili — Keluhan nelayan soal penyaluran BBM subsidi di SPBN Malili berbuntut ultimatum tegas dari Dinas Perikanan Luwu Timur. Nelayan yang ketahuan menebus solar subsidi tanpa benar-benar melaut kini terancam kehilangan surat rekomendasinya.

Ultimatum itu disampaikan Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Luwu Timur, Padli, dalam pertemuan dengan para nelayan di aula kantor Dinas Perikanan, Jumat (31/7/2026). Pertemuan ini digelar sebagai respons atas keluhan nelayan terkait mekanisme penyaluran BBM subsidi di SPBN Malili.

Dalam pertemuan tersebut, salah satu persoalan utama yang mengemuka adalah validitas data nelayan penerima solar subsidi. Dinas Perikanan menemukan ketidaksinkronan antara status nelayan yang tercatat aktif dengan kenyataan di lapangan, di mana sejumlah nama masih terdaftar sebagai penerima meski sudah tidak lagi melakukan aktivitas melaut.

“Kalau tidak pergi melaut, tidak usah ambil solar subsidi di SPBN. Kalau ketahuan ada nelayan yang ambil solar namun tidak pergi melaut, akan kami cabut surat rekomendasinya,” tegas Padli.

Tak hanya soal validasi data, Padli turut mendesak para nelayan untuk segera melengkapi administrasi kapal masing-masing, baik itu Pas Kecil maupun Pas Besar. Kelengkapan dokumen ini dinilai penting sebagai syarat penertiban distribusi BBM subsidi, sekaligus memastikan hanya nelayan aktif dan berdokumen lengkap yang berhak mengakses solar bersubsidi di SPBN Malili.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Dinas Perikanan, pengawas SPBN, pengelola SPBN, dan para nelayan.

Dinas Perikanan Kabupaten Luwu Timur menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan dan penertiban distribusi BBM subsidi di SPBN Malili, guna menjaga ketersediaan dan keadilan akses bagi nelayan yang benar-benar membutuhkan.