Arsip Kategori: Sul-Sel

Rumah Terapi Anak Harapan Makassar: Merayakan 18 Tahun Perjalanan Penuh Harapan

Radarluwu.com–Makassar, 14 Maret 2025— Dalam suasana penuh kebahagiaan dan harapan, Rumah Terapi Anak Harapan Makassar merayakan ulang tahun ke-18 pada Jumat kemarin. Acara spesial ini tidak hanya menjadi momen refleksi bagi perjalanan lembaga yang didirikan pada 2007, tetapi juga sebagai kesempatan untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim melalui berbuka puasa bersama.

Sejarah yang Menginspirasi

Dibangun di bawah naungan Yayasan Al-Kindy Mas Akbar, Rumah Terapi Anak Harapan dimulai dengan hanya tujuh siswa, termasuk anak dari pendirinya, H. Ir. Rahmat Abdul Haris. Kini, rumah terapi ini telah berkembang menjadi pusat layanan yang vital bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), menawarkan berbagai terapi fisik, mental, dan sosial. “Kami berkomitmen untuk membantu mereka beradaptasi dan menjalani kehidupan secara mandiri,” ungkap Rahmat dalam sambutannya.

Tema yang Menggugah Kesadaran

Dengan tema “Inklusivitas dalam masyarakat dan mendukung inklusi sosial dalam berbagai aspek kehidupan,” perayaan tahun ini mengajak semua pihak untuk menyadari pentingnya memberikan ruang bagi ABK dalam masyarakat. Rahmat berharap bahwa Rumah Terapi Anak Harapan dapat terus menjadi jembatan bagi anak-anak berkebutuhan khusus agar bisa berkontribusi di lingkungan mereka.

Penghargaan untuk Prestasi

Acara tersebut juga dimeriahkan dengan pemberian penghargaan kepada anak-anak yang menunjukkan prestasi luar biasa dalam berbagai bidang. Penghargaan ini bukan hanya sekadar pengakuan, tetapi juga sebagai motivasi bagi mereka untuk terus belajar dan berkembang. “Kami ingin anak-anak merasa dihargai atas usaha dan pencapaian mereka,” jelas Rahmat.

Rencana Ekspansi yang Menjanjikan

Dalam sambutannya, Rahmat juga menyoroti tingginya angka anak berkebutuhan khusus di Indonesia—satu dari 500 anak adalah ABK. Sebagai langkah nyata untuk menjangkau lebih banyak anak, Rumah Terapi Anak Harapan akan segera membuka cabang baru di Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Persiapan tempat dan tenaga terapis sudah rampung, menandai komitmen lembaga ini untuk memberikan layanan terbaik.

Ucapan Terima Kasih yang Tulus

Hj. St Kurnia SE, penanggung jawab Rumah Terapi Anak Harapan, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada orang tua yang telah mempercayakan anak-anak mereka kepada lembaga ini. “Kami sangat menghargai dukungan dan kepercayaan dari orang tua serta kerja keras tim terapis yang selalu berdedikasi,” ujarnya.

Perayaan ulang tahun ke-18 Rumah Terapi Anak Harapan bukan hanya sekadar perayaan angka, tetapi merupakan sebuah pengingat akan pentingnya inklusivitas dan dukungan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. Dengan langkah-langkah konkret yang diambil, Rumah Terapi Anak Harapan terus berupaya menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi semua anak di Makassar dan sekitarnya.

Dugaan Penipuan Online, Nasabah CIMB Niaga Kecewa dengan Respons Bank

Radarluwu.com,MAKASSAR – Sakriani Astuti, seorang nasabah Bank CIMB Niaga di Makassar, kecewa atas respons bank terkait laporannya tentang dugaan penipuan online yang menyebabkan hilangnya dana lebih dari seratus juta rupiah dari rekeningnya. Kejadian ini dilaporkan terjadi pada Kamis, 21 Februari 2025.

Pada Sabtu, 22 Februari 2025, Astuti kembali mendatangi kantor cabang Bank CIMB Niaga di Jalan Boulevard, Makassar, untuk mencari kejelasan atas laporannya. Didampingi suaminya, Astuti mengaku belum puas dengan jawaban yang diberikan oleh pihak bank sehari sebelumnya.

Kronologi Kejadian Versi Nasabah

Astuti menjelaskan bahwa ia mencerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai petugas BPJS Kesehatan. Oknum tersebut, menurut Astuti, memiliki data pribadinya yang akurat sehingga ia percaya bahwa penelepon adalah petugas resmi.

“Dia tahu semua data saya, jadi saya percaya saja,” ujar Astuti.

Lebih lanjut, Astuti menjelaskan bahwa penelepon mengarahkannya untuk mengunduh aplikasi JMO melalui WhatsApp dan melakukan panggilan video. Ia kemudian dipandu untuk membuat akun dan kata sandi baru. Sebagai bagian dari modus penipuan, Astuti diminta membayar biaya materai sebesar Rp10.000 dengan alasan BPJS Kesehatan miliknya dinonaktifkan dan membutuhkan verifikasi. Astuti mengaku tidak menyadari adanya transaksi perbankan yang terjadi saat berkomunikasi dengan oknum tersebut.

Respons Bank CIMB Niaga

Saat dikonfirmasi, pihak customer service Bank CIMB Niaga menyatakan bahwa laporan Astuti akan diteruskan ke pusat untuk investigasi lebih lanjut. Salah seorang petugas bank yang tidak disebutkan namanya mengatakan:

“Kami sudah melihat laporan polisinya, dan di sana ada keterangan bahwa Anda melakukan (transaksi) secara sadar. Ini akan kami teruskan dan laporkan ke pusat untuk diinvestigasi.”

Pihak bank juga mengingatkan nasabah untuk selalu berhati-hati terhadap panggilan atau pesan dari pihak yang tidak dikenal, terutama yang mengatasnamakan instansi tertentu di luar jam kerja.

“Seharusnya nasabah berhati-hati, apalagi pelaku yang mengatasnamakan petugas BPJS Kesehatan menghubungi di luar jam kerja. Pelayanan hanya dilakukan saat jam kerja mulai jam 8 pagi sampai jam 5 sore,” jelas petugas bank tersebut.

Terkait potensi pengembalian dana, pihak bank menyatakan belum bisa memberikan kepastian karena kejadian tersebut di luar kendali mereka. Mereka juga menjelaskan bahwa pelaku kejahatan cyber saat ini semakin canggih dalam melakukan aksinya, seperti cloning dan phishing.

Astuti mempertanyakan sistem keamanan bank, terutama terkait limit transfer harian yang ia ketahui. Pihak bank menjelaskan bahwa saat ini nasabah dapat melakukan transfer dengan limit yang lebih tinggi melalui aplikasi mobile banking, dan hal ini dapat diatur oleh nasabah sendiri.

Secara terpisah, Dini Arista Mardiani, External PR & Communications Head CIMB Niaga, saat dihubungi melalui pesan singkat menyatakan:

“Ini saya harus cek dulu ya Mas, karena saya juga tidak punya informasi terkait hal ini.”

Hingga berita ini diturunkan, pihak CIMB Niaga masih melakukan penelusuran terkait kasus yang dialami oleh Sakriani Astuti. (*)

KOADS Sulsel Peringati Hari Down Syndrome Internasional, Bertajuk “End The Stereotypes”

Radarluwu.com,MAKASSAR – Komunitas Orangtua Dengan Anak Down Syndrom (KOADS) Sulawesi Selatan menggelar talkshow dalam rangka memperingati Hari Down Syndrome Internasional, bertajuk “End The Stereotypes”, Sabtu (22/02/2025) di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel.

Kegiatan ini bertujuan mendobrak tembok kesalahpahaman dan stigma negatif yang selama ini mengekang potensi luar biasa para penyandang Down Syndrome.

Acara ini bukan sekadar talkshow biasa. Ini adalah panggung bagi harapan, inklusi, dan perayaan hak-hak individu dengan Down Syndrome.

Deretan narasumber ahli hadir untuk berbagi wawasan dan pengalaman, seperti, Novita Maulidya Jalal, Psikolog yang akan membuka pikiran kita tentang potensi tersembunyi.

Apt. Hj. Ainun Jariah, Ketua DPD IWAPI Sulsel, sosok inspiratif yang mendorong kemandirian. dr. Nilla Mayasari, Ketua Perdosri Cabang Sulawesi Papua, garda depan dalam dunia kesehatan dan dukungan medis.

Serta perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan, yang siap memberikan dukungan penuh.

 

Potensi Anak Down Syndrome

Hj. Saptianah, Ketua Panitia, menegaskan bahwa acara ini adalah tentang mengubah cara pandang kita. “Kami ingin masyarakat lebih sadar tentang Down Syndrome, menghapus stigma yang salah, dan membuka pintu bagi inklusi sosial,” serunya.

Ia bahkan punya mimpi besar melihat anak-anak dengan Down Syndrome menjadi atlet renang yang berprestasi.

KOADS Sulsel, yang telah menjadi rumah bagi para orang tua hebat sejak 2018, membuktikan bahwa bersama, mereka bisa melakukan hal luar biasa. Talkshow ini adalah bukti nyata kolaborasi apik antara KOADS Sulsel dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan.

Sebelum talkshow dimulai, panggung diisi dengan penampilan memukau dari anak-anak dengan Down Syndrome. Tarian yang penuh keceriaan adalah simbol dari semangat mereka yang tak terbatas.

Acara ini bukan hanya tentang informasi, tapi juga tentang inspirasi. KOADS Sulsel mengajak seluruh masyarakat untuk membuka hati dan pikiran, memberikan dukungan, dan menciptakan kesempatan yang setara bagi setiap individu dengan Down Syndrome.

“Mari kita hilangkan stigma negatif dan lihat potensi luar biasa yang ada dalam diri setiap penyandang sindrom Down,” ajak perwakilan KOADS Sulsel dengan penuh harap. “Mereka berhak untuk berkembang, berkontribusi, dan meraih mimpi-mimpi mereka!” (*)