Arsip Kategori: Uncategorized

Kajari Luwu Timur Pimpin Rapat Evaluasi Program Kampung Pangan Adhyaksa

Radarluwu.com,Luwu Timur, 28 September 2024 – Kepala Kejaksaan Negeri Luwu Timur, Budi Nugraha, SH, MH, memimpin rapat koordinasi terkait program Kampung Pangan Adhyaksa di Aula Kantor Desa Wanasari. Rapat ini diadakan untuk mengevaluasi progres pelaksanaan program tersebut yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut. Hadir dalam rapat tersebut sejumlah pejabat, termasuk Kasi Pidsus, Kasi Datun, Kasi Pidum, Kasi Intel, Kasi BB, serta beberapa kepala subseksi dan staf kejaksaan lainnya.

 

Budi Nugraha menekankan bahwa isu pangan merupakan isu strategis nasional, dan Kampung Pangan Adhyaksa ini merupakan salah satu implementasi dari program Kejaksaan Agung RI terkait Jaga Desa sehingga diharapkan dapat menjadi contoh praktik terbaik dalam mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan, khususnya di Kabupaten Luwu Timur. Menurutnya, keberhasilan program ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah desa dan masyarakat setempat. “Saya berharap kepala desa, masyarakat, dan instansi terkait berperan aktif serta konsisten dalam menyukseskan program ini,” ujarnya.

 

Rapat tersebut dihadiri oleh 14 kepala desa yang menjadi lokasi program, yaitu Desa Lagego, Desa Batu Putih, Desa Laro, Desa Bahari, Desa Baruga, Desa Parumpanai, Desa Kawata, Desa Argomulyo, Desa Kalaena Kiri, Desa Matano, Desa Nuha, dan Desa Wanasari sebagai tuan rumah. Turut hadir pula perwakilan dari Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Kelautan, serta Staf Ahli Ekonomi Keuangan Alamsyah Parkesi dan Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan Andi Juana Facruddin.

Program Kampung Pangan Adhyaksa ini sejalan dengan kebijakan nasional dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa, yang merupakan upaya penting dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di seluruh Indonesia. Melalui kolaborasi dengan berbagai sektor, program ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lokal serta menciptakan kemandirian pangan di desa-desa.

 

Setelah rapat, Kajari Luwu Timur bersama rombongan melakukan kunjungan ke lokasi budidaya semangka milik warga di Desa Wanasari dan turut serta dalam kegiatan panen semangka.

KAHMI Sulsel: Pemerintah Harus Membayar Kembali Kerusakan Lingkungan Akibat Pembangunan!

Radarluwu.com,MAKASSAR – Koordinator Presidium Majelis Wilayah (MW) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulawesi Selatan, Ni’matullah, menegaskan pentingnya masalah lingkungan dijadikan sebagai isu utama dalam pembangunan.

 

Hal itu dikatakannya dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan topik Mainstreaming Isu Banjir dan Tanah Longsor di Sulawesi Selatan yang dilaksanakan di Hotel MaxOne Makassar, Sabtu (28/09/2024).

 

“Isu lingkungan hidup harus jadi perhatian utama dalam pembangunan. Selama ini kita hanya fokus pada pengelolaan dampak ketika bencana terjadi. Padahal seharusnya upaya mitigasi dan pengelolaan lingkungan secara komprehensif perlu dilakukan secara berkelanjutan,” tegas Ulla, sapaan akrabnya Ni’matullah.

Karena itu, Ulla mengusulkan adanya mandatory spending di bidang lingkungan hidup agar program pemerintah bisa berjalan secara berkelanjutan dan lebih terencana.

“Mandatory spending di bidang lingkungan hidup adalah sebuah keharusan. Pemerintah wajib menganggarkan biaya pengelolaan lingkungan hidup dalam APBN dan APBD. Semakin cepat terealisasi akan semakin baik,” cetusnya.

 

Ulla bilang, konsep mandatory spending adalah wujud tanggungjawab pemerintah untuk membayar kembali (payback) kerusakan lingkungan hidup akibat kegiatan pembangunan dan investasi yang telah berlangsung puluhan tahun sebelumnya.

 

“Pemerintah harus membayar kembali semua dampak dan kerusakan lingkungan akibat pembangunan dan investasi yang sudah terjadi. Bentuknya adalah penganggaran memadai yang secara konsisten dilakukan sehingga hasilnya bisa lebih terasa,” jelas Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel itu.

 

Diketahui, FGD yang dipimpin oleh Dewan Penasehat MW KAHMI Sulsel Bachrianto Bachtiar sebagai fasilitator, diikuti oleh puluhan peserta yang berasal dari sejumlah instansi dan lembaga yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup di Sulawesi Selatan.

Diantaranya dari HITI Sulselbar, P3E Sulawesi Maluku, Mapala UIM, Balai Besar KSDA Sulsel, Balai PPI Wilayah Sulawesi, Forum DAS Sulsel, BPPI Wilayah Sulawesi, ICRAF, SCF, Commit Foundation, Walhi Sulsel, Pusat Studi Kebencanaan Unhas dan LPLHIPI.

Ada pula perwakilan dari sejumlah organisasi kemasyarakatan, instansi pemerintah dan kalangan pers, diantaranya KAHMI Sulsel, KKLR Sulsel, PWNU Sulsel, IPMALUTIM, AMSI Sulsel, MKTI, Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Harian Fajar, Klik Hijau, Pelakita, dan lainnya.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Asri Tadda menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta yang hadir di acara FGD tersebut. Ia berharap, komitmen dan kepedulian terhadap bencana dan masalah lingkungan hidup dapat terus terpelihara.

“Kami sangat mengapresiasi semua peserta yang hadir. Kami juga sampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi sehingga acara FGD ini berlangsung dengan lancar seperti diharapkan,” kata Asri.

“Insya Allah setelah ini KAHMI Sulsel akan melakukan tindak lanjut untuk mempertahankan komitmen bersama yang sudah terbangun. Minimal dalam waktu singkat, akan ada pertemuan lanjutan untuk membahas isu dan rencana aksi yang lebih spesifik,” tambah Asri. (*)

Bupati Luwu Timur Resmi Lantik Brigade Kemanusiaan Donor Darah Sukarela PMI

Radarluwu.com-Bupati Luwu Timur, H. Budiman, yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Kabupaten, resmi melantik Brigade Kemanusiaan Donor Darah Sukarela PMI tingkat desa se-Kabupaten Luwu Timur. Pelantikan ini bertepatan dengan peringatan HUT ke-79 Palang Merah Indonesia (PMI).

Acara yang digelar di Lapangan Bumi Perkemahan Sawerigading Sorowako, Kecamatan Nuha, pada Selasa (17/09/2024) ini diikuti oleh 3.750 peserta. Turut hadir Anggota DPRD Lutim, para Kepala OPD, Camat, Kepala Desa, Pengurus PMI, serta Komandan Brigade Kemanusiaan DDS PMI beserta jajarannya, serta peserta invitasi PMR PMI se-Lutim.

Dalam sambutannya, H. Budiman menjelaskan bahwa brigade kemanusiaan dibentuk untuk memberikan pelayanan darah bagi masyarakat yang membutuhkan. Ia juga menyoroti bahwa tema HUT PMI ke-79, “Aksi Adaptasi Iklim”, mengajak brigade untuk tidak hanya aktif dalam donor darah, tetapi juga peduli lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Budiman mengajak para anggota brigade yang baru dilantik untuk meningkatkan rasa empati dan memperkuat solidaritas kemanusiaan, terutama dalam menghadapi situasi darurat di Luwu Timur.

Di akhir sambutannya, H. Budiman mengapresiasi suksesnya rangkaian kegiatan HUT PMI dan berharap invitasi PMR PMI dapat memperkuat persahabatan antar siswa dari berbagai sekolah.

 

Musrenbang Desa Puncak Indah 2024: Warga Bersinergi Menyusun RKP 2025

Radarluwu. Com, Puncak Indah, 11 September 2024 – Pemerintah Desa Puncak Indah menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang) untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP) tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Puncak Indah dengan dihadiri oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, perwakilan masyarakat, tokoh agama, serta lembaga-lembaga masyarakat desa,.peserta Utusan dan peserta undangan lainnya.

 

Musrenbang merupakan forum strategis untuk membahas berbagai rencana pembangunan yang akan dilakukan di desa pada tahun mendatang. Acara ini dibuka oleh Kepala Desa Puncak Indah, Bapak muhamammad Cakkir yang menyampaikan pentingnya partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat untuk merencanakan program-program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap dengan adanya Musrenbang ini, seluruh warga dapat menyampaikan aspirasi dan kebutuhan mereka. RKP 2025 harus disusun berdasarkan prioritas kebutuhan masyarakat untuk menciptakan pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Desa Puncak Indah,” Ujar muhammad Cakir.

Beberapa usulan yang mengemuka dalam musyawarah ini di antaranya adalah perbaikan infrastruktur jalan desa, peningkatan akses air bersih, sektor pendidikan, kesehatan dan pengembangan sektor pertanian. Sektor Perikanan, Selain itu, program pemberdayaan ekonomi desa melalui pelatihan keterampilan bagi pemuda dan ibu-ibu rumah tangga juga menjadi salah satu topik yang dibahas.

 

Hasil dari Musrenbang ini akan dijadikan acuan dalam penyusunan RKP Desa tahun 2025 yang kemudian akan dibawa ke tingkat kecamatan dan kabupaten untuk disinergikan dengan program-program pembangunan di tingkat yang lebih tinggi.

 

Kegiatan Musrenbang berjalan dengan lancar dan ditutup dengan kesepakatan bersama terkait prioritas utama pembangunan di Desa Puncak Indah. Semua peserta berharap hasil musyawarah ini dapat segera direalisasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Luwu Timur Raih Penghargaan ANRI atas Keberhasilan Implementasi Aplikasi SRIKANDI

radarluwu. Com, Luwu Timur-Kabupaten Luwu Timur kembali meraih prestasi membanggakan dengan menerima penghargaan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Kabupaten Luwu Timur dalam mengimplementasikan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) dengan efektif dan efisien. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Sekretaris Utama ANRI, Rini Agustiani, kepada Bupati Luwu Timur, H. Budiman, dalam rapat koordinasi penerapan aplikasi SRIKANDI yang berlangsung di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada Selasa (03/09/2024).

ANRI memberikan penghargaan kepada lima provinsi, lima kabupaten, dan tiga kota yang sukses menerapkan aplikasi SRIKANDI di wilayah masing-masing sebagai bentuk apresiasi atas dukungan, komitmen, inovasi, dan konsistensi mereka, sesuai dengan amanat Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. 100.4.41/8557/SJ tentang Implementasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI).

Setelah menerima penghargaan, Bupati Luwu Timur, H. Budiman, juga memberikan cinderamata kepada Sekretaris Utama ANRI, Rini Agustiani, sebagai tanda terima kasih. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Luwu Timur menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diterima, serta menekankan pentingnya peran seluruh aparat pemerintah daerah dalam mendukung implementasi SRIKANDI. Ia berharap keberhasilan ini dapat memotivasi peningkatan kualitas pelayanan publik di Luwu Timur.

“Pencapaian ini adalah hasil dari kerja keras tim. Kami akan terus mengembangkan teknologi dan inovasi dalam tata kelola pemerintahan,” ungkap Bupati Luwu Timur.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Walikota Mataram, Gubernur/Walikota lainnya atau yang diwakili, Ketua DPRD Kota Mataram, Forkopimda Provinsi NTB dan Kota Mataram, serta Direktur Kearsipan Daerah I Arsip Nasional RI.