Puluhan Hektar Sawah di Dua Kecamatan Terendam Banjir, Warga Keluhkan Penyempitan Saluran Air

Radarluwu.com,Luwu Timur–Hujan lebat yang mengguyur wilayah Luwu Timur selama dua hari berturut-turut menyebabkan puluhan hektar sawah di dua kecamatan terendam banjir. Lima desa yang terdampak paling parah, yakni Sumber Agung, Sumber Makmur, Wanasari, Balirejo, dan Solo, mengalami kerugian besar akibat tingginya debit air yang tidak tertampung oleh saluran pembuangan, pada kamis malam (13/3/25).

Sejumlah warga mengeluhkan kondisi ini, terutama karena penyempitan saluran air yang diduga menjadi penyebab utama banjir. Salah satu warga Desa Balirejo mengungkapkan bahwa beberapa titik saluran pembuangan sudah tidak mampu lagi menampung air ketika hujan deras turun.

“Kami tidak bisa berbuat apa-apa jika curah hujan sangat tinggi. Kami hanya berharap Pemda Luwu Timur bisa memberikan solusi, seperti normalisasi saluran pembuangan agar kejadian ini tidak terus berulang,” ujarnya.

Warga juga berharap pemerintahan baru Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur segera mengambil langkah konkret untuk membenahi sistem irigasi dan bendungan yang masih bermasalah. Normalisasi saluran air dinilai menjadi solusi mendesak agar bencana banjir tidak kembali merugikan petani di wilayah tersebut.

Indahnya Berbagi: PT CLM Bagikan Takjil di 19 Masjid dan Pengendara di Jalan

Radarluwu.com, Malili–Bulan suci Ramadhan selalu menjadi momen istimewa untuk berbagi dan menebar kebaikan. Di hari ke-14 Ramadhan, PT CLM kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan menggelar aksi berbagi takjil. Kegiatan ini berlangsung di persimpangan jalan Soekarno-Hatta serta di 19 masjid yang tersebar di 9 desa di wilayah setempat, Jumat 14 Maret 2025.

Sejak sore hari, tim dari PT CLM telah bersiap dengan paket takjil yang akan dibagikan. Dengan senyum dan semangat kebersamaan, mereka menyapa satu per satu warga yang menerima takjil. “Ini adalah bentuk kepedulian PT CLM kepada masyarakat, terutama di bulan yang penuh berkah ini. Semoga bisa membantu mereka yang sedang berpuasa,” ujar herly, selaku penanggung jawab kegiatan.

Tak hanya berbagi Takjil, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara PT CLM dan masyarakat sekitar. Melalui aksi sosial seperti ini, perusahaan tidak hanya berperan dalam sektor bisnis, tetapi juga hadir sebagai bagian dari komunitas yang peduli terhadap sesama.

Semoga semangat berbagi ini terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk menebar kebaikan, tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Karena sejatinya, kebersamaan dan kepedulian adalah kunci untuk membangun masyarakat yang lebih harmonis dan sejahtera.

“PT. Citra Lampia Mandiri berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan sosial yang bermanfaat, khususnya di bulan Ramadhan yang penuh rahmat ini,”tuturnya.

Bangunan Uang Rakyat Harus Rapi! Bupati Lutim Minta Finishing Diperbaiki

Radarluwu.com–Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, meninjau proyek pembangunan Gedung Pemuda yang terletak di samping GOR Malili, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Kamis (13/03/2025).

Meskipun pembangunan gedung telah rampung, Bupati menyoroti beberapa aspek finishing yang dinilai kurang rapi.
Salah satu perhatian utama Bupati adalah pemasangan pipa pembuangan AC yang dianggap tidak estetis.

Ia menegaskan bahwa bangunan yang menggunakan anggaran masyarakat harus dikerjakan dengan kualitas terbaik.

“Harusnya lebih rapi, apalagi bangunan ini dibangun dengan uang rakyat. Jangan asal selesai, tapi perhatikan juga estetika dan kualitasnya,” tegas Irwan.

Selain itu, Bupati juga meminta agar anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk pembangunan studio ditunda terlebih dahulu dan dialihkan untuk penataan lanskap gedung.

“Sebelum kita berbicara tentang tambahan fasilitas, pastikan dulu bangunan ini benar-benar selesai dengan baik. Anggaran untuk studio kita tunda dulu, fokus dulu ke lanskap agar tampilannya lebih representatif,” pinta Bupati kepada Kadis Parmudora Lutim, Andi Tabacina Akhmad.

Ia juga menekankan pentingnya tanggung jawab dalam membangun fasilitas publik, dengan menganalogikan bahwa setiap proyek harus dikerjakan seperti membangun rumah sendiri agar hasilnya maksimal.

Sebagai langkah tegas, Bupati memastikan bahwa dana proyek tahap II tidak akan diproses sampai proses finishing benar-benar diselesaikan pada April 2025.

“Saya minta pengerjaan ini diawasi dengan baik, khususnya oleh Kadis Parmudora. Dana tidak akan diproses dulu sampai finishing benar-benar selesai,” pungkas Bupati Luwu Timur.

Proyek pembangunan Gedung Pemuda ini dilakukan dalam dua tahap, dengan anggaran:
• Tahap I: Rp 2,5 miliar, dikerjakan CV. Nur Abdi Jaya• Tahap II: Rp 5,8 miliar, dikerjakan oleh CV. Kalani Care.

Dengan adanya evaluasi ini, Bupati berharap Gedung Pemuda Malili dapat menjadi fasilitas yang benar-benar representatif dan nyaman bagi para pemuda Luwu Timur.

Sidak RSUD I Lagaligo, Bupati Janjikan Pembenahan Fasilitas Kesehatan

Radarluwu.com–Untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal bagi masyarakat, Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, bersama Plt. Kepala Dinas Kominfo-SP, Muhammad Safaat DP, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD I Lagaligo pada Rabu (12/03/2025).

Kedatangan Bupati disambut langsung oleh Plt. Direktur RSUD I Lagaligo, dr. Irfan, beserta jajaran rumah sakit. Dalam kunjungannya, Bupati meninjau berbagai fasilitas, seperti loket pendaftaran, layanan BPJS, poli-poli, ruang cuci darah, laboratorium, hingga kamar operasi. Ia juga berinteraksi dengan pasien yang sedang menunggu pelayanan untuk mendengar langsung keluhan mereka.

Salah satu permasalahan utama yang ditemukan dalam sidak ini adalah rembesan air di atap gedung rumah sakit. Bupati menyoroti bahwa gedung tersebut belum memiliki atap karena adanya rencana pembangunan tambahan di atasnya, sehingga air hujan kerap masuk ke dalam ruangan.

“Saya sudah hampir empat jam berada di rumah sakit ini dan melihat banyak kendala, terutama terkait kondisi fisik bangunan. Banyak plafon rusak dan air merembes, termasuk di ruang operasi. Bahkan, dokter spesialis mengeluhkan bahwa saat operasi berlangsung, air jatuh dari atas,” ungkapnya.

Bupati menegaskan perlunya perbaikan atap untuk mencegah rembesan air. Selain itu, ia juga menemukan bahwa sejumlah alat kesehatan sudah tidak layak pakai dan perlu segera diperbarui. Ia meminta staf yang menangani infrastruktur untuk menyusun laporan rinci mengenai permasalahan yang ada, baik dari segi sarana, prasarana, maupun pelayanan.

“Saya ingin laporan tersebut diterima paling lambat hari Jumat. Setelah itu, kita akan menentukan langkah-langkah perbaikan yang harus segera dilakukan,” tambahnya.

Bupati juga menekankan pentingnya peningkatan fasilitas kesehatan, tidak hanya di RSUD I Lagaligo tetapi juga di puskesmas, agar pasien tidak perlu dirujuk ke rumah sakit jika masih bisa ditangani di tingkat puskesmas.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan rujukan, ia mengungkapkan bahwa Pemkab Luwu Timur telah menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Unhas di Makassar.

“Ke depannya, pasien rujukan dari Luwu Timur dapat langsung dirawat di RS Unhas hanya dengan menunjukkan KTP atau kartu sehat yang sedang kami persiapkan. Mereka akan mendapatkan pelayanan maksimal di sana,” jelasnya.

Selain itu, Pemkab juga telah menyiapkan dua unit ambulans yang akan standby di RS Unhas untuk mengantar pasien yang telah sembuh kembali ke Luwu Timur secara gratis.

“Tahun ini, kami juga berencana menyiapkan rumah singgah bagi pasien rujukan di Makassar. Semoga anggarannya mencukupi agar dapat segera direalisasikan demi kepentingan masyarakat,” pungkas Bupati.

Dengan berbagai langkah konkret ini, diharapkan pelayanan kesehatan di Luwu Timur semakin baik dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal.

 

Tokoh Pemuda Dukung Penghapusan Retribusi, Usul Perluasan ke Sektor Lain

Radarluwu.com,Malili, 13 Maret 2025–Di tengah dinamika kebijakan daerah, Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, mengambil langkah progresif dengan menghapus sejumlah retribusi yang dinilai membebani masyarakat. Kebijakan ini disambut baik oleh berbagai elemen, termasuk pelaku usaha kecil, tokoh pemuda, serta masyarakat luas.

Beberapa retribusi yang resmi dihapus antara lain Retribusi Rusunawa Sorowako, Pujasera Malili, Parkir Rumah Sakit Wotu, serta Retribusi Gedung Olahraga dan Stadion. Penghapusan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian warga, khususnya mereka yang bergantung pada sektor usaha kecil dan menengah.

Suara Dukungan dari Masyarakat

Kebijakan ini mendapat dukungan kuat dari berbagai pihak, salah satunya Darson Lasampa, tokoh pemuda Desa Manurung, Kecamatan Malili. Menurutnya, langkah ini sangat berpihak kepada rakyat dan seharusnya diperluas ke sektor lain yang juga membutuhkan keringanan serupa.

“Jika retribusi di Pujasera Malili dihapus, maka pujasera lain di Luwu Timur sebaiknya mendapatkan perlakuan yang sama. Bahkan, pedagang di pasar mungkin lebih layak untuk mendapatkan penghapusan retribusi karena pendapatan mereka lebih kecil dibandingkan pedagang pujasera,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya mempertimbangkan penghapusan retribusi di Tempat Pelelangan Ikan, pelabuhan, dan lokasi wisata. Menurutnya, sektor-sektor tersebut memiliki peran strategis dalam roda perekonomian masyarakat dan seharusnya mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah daerah.

Dukungan bagi Pengusaha Muda

Selain mengapresiasi kebijakan penghapusan retribusi, Darson juga mendorong pemerintah daerah untuk memberikan insentif bagi pengusaha muda. Menurutnya, generasi muda yang merintis usaha perlu mendapatkan dukungan dalam bentuk keringanan pajak atau retribusi sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Jika pajak warung, restoran, atau usaha lainnya tidak bisa dihapus, minimal pelaku usaha dari kalangan pemuda harus mendapatkan keringanan. Ini merupakan bentuk dukungan nyata bagi mereka yang berani memulai usaha,” tambahnya.

Harapan untuk Kebijakan Berkelanjutan

Penghapusan retribusi ini sejalan dengan Peraturan Daerah No. 9 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, yang mencakup berbagai pajak seperti Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas makanan dan minuman di restoran, pajak reklame, serta retribusi jasa umum dan jasa usaha.

Masyarakat berharap kebijakan ini terus dikaji dan diperluas agar semakin banyak sektor yang merasakan manfaatnya. Dengan kebijakan yang semakin berpihak kepada rakyat, Luwu Timur berpotensi menjadi daerah yang lebih ramah bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

Langkah berani Bupati Luwu Timur ini menjadi bukti bahwa kebijakan yang tepat dapat meringankan beban masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Kini, harapan masyarakat tertuju pada upaya pemerintah untuk terus menghadirkan kebijakan yang berkeadilan bagi semua lapisan masyarakat.