MK Putuskan Ambang Batas Pencalonan Presiden, Asri Tadda: Pencalonan Cakada Juga Harusnya 0%

RADARLUWU.COM

MAKASSAR – Mahkamah Konstitusi (MK) resmi menetapkan bahwa ambang batas (parliamentary threshold) 0% untuk pencalonan Presiden adalah konstitusional.

Keputusan ini disambut baik oleh berbagai pihak, termasuk Ketua DPW Gerakan Rakyat (GR) Sulawesi Selatan, Asri Tadda.

“Harapan kita akhirnya terwujud. Putera-puteri terbaik bangsa kini memiliki peluang lebih besar untuk maju sebagai calon Presiden tanpa terbebani syarat ambang batas,” ujar Asri Tadda di Makassar, Jumat (3/1).

Asri juga mengharapkan agar aturan serupa diterapkan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Ambang batas pencalonan kepala daerah, kata Asri, harus ditinjau kembali.

Menurutnya, ambang batas pencalonan untuk kepala daerah sebaiknya juga 0%, sama dengan pencalonan Presiden yang telah ditetapkan MK. Hal ini dibutuhkan agar praktik monopoli partai untuk mendukung atau menjegal figur calon kepala daerah tertentu bisa diminimalisir.

“Logikanya, jika ambang batas untuk Presiden 0%, maka syarat serupa juga seharusnya diterapkan untuk Pilkada. Ini akan memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat untuk memilih pemimpin terbaik,” tegasnya.

Asri, yang dikenal sebagai tokoh relawan Anies Baswedan pada Pilpres 2024 dan menjabat Sekretaris Jenderal Mileanies, menegaskan bahwa demokrasi hanyalah alat untuk mencapai tujuan bernegara.

Ia mengingatkan bahwa tujuan negara sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 adalah menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan diridhoi Allah SWT.

“Keputusan MK ini menjadi langkah awal menuju demokrasi yang lebih sehat dan berkualitas. Semoga hal ini menjadi jalan hadirnya pemimpin yang mampu mewujudkan cita-cita bangsa dengan baik dan konsisten,” tutup Asri.

Keputusan ini dipandang sebagai tonggak sejarah dalam sistem demokrasi Indonesia, sekaligus menjadi harapan baru bagi kemajuan bangsa yang lebih inklusif. (*)

KKLR Sulsel Dorong Percepatan Pembentukan Provinsi Luwu Raya sebagai Amanat Sejarah dan Aspirasi Masyarakat

RADARLUWU.COM

Makassar — Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulawesi Selatan kembali menegaskan pentingnya mempercepat proses pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Upaya itu dinilai sebagai sebagai langkah strategis untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di kawasan tersebut.

Provinsi Luwu Raya mencakup wilayah Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Luwu Utara, dan Luwu Timur saat ini.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Umum KKLR Sulawesi Selatan, Asri Tadda di Makassar, Kamis (02/01/2025).

Menurut Asri, cita-cita pembentukan Provinsi Luwu Raya telah menjadi agenda bersama masyarakat Tana Luwu.

“Ini adalah amanat dari Datu Luwu agar Tana Luwu benar-benar bisa menjadi ‘Wanua Mapatuwo, Naewai Alena,’ sebuah spirit kemandirian dan kesejahteraan dengan mengoptimalkan potensi internal yang ada,” ujarnya.

Asri menambahkan bahwa aspirasi ini tidak hanya bersifat demokratis, tetapi juga memiliki landasan historis. Ia merujuk pada era Datu Andi Djemma dan Presiden pertama RI, Soekarno, yang menurutnya memiliki jejak visi serupa untuk kawasan tersebut.

*Potensi Besar Wilayah Luwu Raya*

Wilayah Luwu Raya dikenal memiliki potensi besar di berbagai sektor, seperti pertanian, perikanan, dan pertambangan.

Sumber daya alam yang melimpah ini, menurut Asri, dapat menjadi fondasi kuat untuk membangun daerah yang mandiri secara ekonomi. Ia juga menyoroti potensi wisata alam di Luwu Raya, yang memiliki daya tarik besar untuk dikembangkan lebih lanjut.

“Dengan kekayaan alam yang melimpah, Tana Luwu memiliki semua prasyarat untuk tumbuh menjadi provinsi yang maju dan mandiri. Kami hanya membutuhkan dukungan infrastruktur dan kebijakan yang memadai untuk mewujudkannya,” ungkap Asri.

Ia menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur di Luwu Raya perlu ditingkatkan untuk menghubungkan wilayah-wilayah terpencil dengan pusat ekonomi dan pemerintahan.

Hal ini, menurutnya, akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

*Pentingnya Dekat dengan Pemerintahan*

Secara geografis, wilayah Luwu Raya berada cukup jauh dari pusat pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar.

Kondisi ini, menurut Asri, menjadi hambatan dalam memberikan pelayanan pemerintahan dan pemerataan pembangunan.
“Menjadikan Luwu Raya sebagai daerah otonomi sendiri adalah langkah bijak untuk mendekatkan pelayanan pemerintahan dan pemerataan pembangunan bagi rakyat,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pembentukan Provinsi Luwu Raya tidak akan merugikan Sulawesi Selatan.

Sebaliknya, hal itu diyakini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Sulawesi Selatan, mengingat Kota Makassar akan tetap menjadi hub utama sebagai pintu gerbang ke kawasan timur Indonesia.

*Syarat Administratif dan Dukungan Politik*

Untuk merealisasikan pembentukan Provinsi Luwu Raya, Asri menyebutkan pentingnya pembentukan Kabupaten Luwu Tengah sebagai daerah pemekaran dari Kabupaten Luwu.

Dengan adanya Luwu Tengah, syarat administratif minimal lima kabupaten untuk membentuk sebuah provinsi akan terpenuhi.

Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan ini membutuhkan dukungan politik yang kuat, terutama dari pemerintah pusat.

“Kami berharap pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo, memberikan atensi serius terhadap aspirasi masyarakat Luwu Raya ini,” kata Asri.

Asri juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan elemen lain di Luwu Raya untuk memastikan proses ini berjalan lancar. Ia mengajak semua pihak untuk bersatu dalam mewujudkan impian bersama tersebut.

*Harapan untuk Masa Depan*

Pembentukan Provinsi Luwu Raya, lanjutnya, adalah langkah strategis untuk menciptakan keseimbangan pembangunan antara wilayah utara dan selatan Sulawesi Selatan.

Aspirasi ini diharapkan dapat segera terealisasi demi masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Tana Luwu.
“Kami optimistis bahwa dengan kerja keras dan doa, Provinsi Luwu Raya akan menjadi kenyataan. Ini bukan hanya tentang administrasi, tetapi juga tentang mewujudkan mimpi masyarakat untuk hidup lebih sejahtera,” pungkas Asri yang juga Wakil Ketua Kerukunan Keluarga Luwu Timur (KKLT) itu.

Aspirasi ini kini menjadi perhatian utama masyarakat di Luwu Raya, yang berharap pemerintah pusat segera memberikan respon positif.

Dengan semangat kebersamaan, cita-cita ini diharapkan dapat membawa perubahan besar bagi wilayah Tana Luwu. (*)

Begini Catatan Akhir Tahun Ketua KKLR Sulsel tentang Pembentukan Provinsi Luwu Raya

RADARLUWU.COM

MAKASSAR — Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. Hasbi Syamsu Ali, kembali mengingatkan pentingnya melanjutkan perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Ia menegaskan, cita-cita besar tersebut harus dilakukan seiring dengan upaya pemekaran Kabupaten Luwu Tengah dari Kabupaten Luwu sebagai salah satu langkah strategis yang tidak terpisahkan.

Dalam keterangannya kepada awak media di Makassar pada Selasa (31/12/2024), Hasbi menyampaikan bahwa pembentukan Provinsi Luwu Raya adalah kebutuhan mendesak untuk lebih mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat sekaligus mendorong percepatan pembangunan di wilayah Tana Luwu.

“Kita sadari bersama bahwa Provinsi Luwu Raya ini adalah cita-cita dan kebutuhan bersama. Tujuannya jelas, yakni untuk lebih mendekatkan pelayanan pemerintahan dan meningkatkan pembangunan di Tana Luwu,” ujar Hasbi.

Namun, ia menekankan bahwa upaya pembentukan provinsi baru ini tidak dapat dilepaskan dari syarat administratif pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB). Salah satu syarat tersebut adalah terbentuknya Kabupaten Luwu Tengah sebagai daerah baru hasil pemekaran dari Kabupaten Luwu.

“Ini harus sejalan diperjuangkan. Tidak boleh terpisah-pisah. Kita harus jemput momentum politik yang ada dengan mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk mewujudkan harapan bersama ini,” tegas Hasbi.

Hasbi juga menyoroti pentingnya persatuan dan sinergi dari seluruh elemen masyarakat Luwu Raya.

Menurutnya, keberhasilan perjuangan ini memerlukan kontribusi dari berbagai pihak, mulai dari tokoh masyarakat, politisi, hingga generasi muda yang memiliki perhatian khusus terhadap masa depan Luwu Raya.

“Saya mengajak kepada seluruh pihak yang memiliki concern terhadap Luwu Raya untuk memberikan kontribusi dan peran sesuai kapasitas masing-masing. Ini adalah tanggung jawab bersama demi kesuksesan ikhtiar kita di tahun mendatang,” tambahnya.

Lebih lanjut, Hasbi mengungkapkan optimismenya bahwa tahun 2025 akan menjadi momen penting untuk mengakselerasi perjuangan ini.

Menurutnya, dukungan politik yang ada saat ini harus dimanfaatkan dengan baik untuk mempersiapkan segala kebutuhan, baik dari sisi administratif, sosial, maupun politik.

“Insya Allah tahun 2025 kita optimalkan perjuangan mewujudkan Provinsi Luwu Raya dan sekaligus Kabupaten Luwu Tengah. Ini adalah langkah strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan pemerataan pembangunan dan pelayanan yang lebih baik,” tuturnya.

Perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya telah menjadi aspirasi yang lama disuarakan oleh masyarakat di wilayah ini.

Harapannya, dengan terbentuknya provinsi baru dan pemekaran kabupaten, wilayah Tana Luwu dapat mengalami kemajuan yang lebih signifikan, terutama dalam aspek infrastruktur, pendidikan, dan ekonomi.

Langkah ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif yang besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat identitas Luwu Raya sebagai salah satu kawasan strategis di Sulawesi Selatan. (*)

 

500 Personel Gabungan Siaga, Luwu Timur Sambut Tahun Baru dengan Aman

RADARLUWU.COM

Luwu Timur – Menyambut malam pergantian tahun 2024 ke 2025, masyarakat Luwu Timur dapat merayakannya dengan aman dan nyaman. Polres Luwu Timur bekerja sama dengan TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Luwu Timur menyiagakan sebanyak 500 personel gabungan untuk mengamankan malam yang penuh perayaan tersebut.

Para personel akan disebar ke sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Langkah ini diambil untuk memastikan perayaan malam tahun baru berjalan lancar dan kondusif.

Dalam apel penggelaran pasukan yang dipimpin Kapolres Luwu Timur, AKBP Zulkarnain, ia menegaskan pentingnya sinergi dan pelayanan humanis kepada masyarakat. “Mari kita bersama-sama bersinergi dan memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat demi kondusifnya Luwu Timur pada perayaan malam pergantian tahun ini,” ujar AKBP Zulkarnain, Selasa (31/12/2024).

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak bereuforia secara berlebihan dan tetap menjaga ketertiban. “Saya mengimbau agar masyarakat dapat melakukan kegiatan yang positif tanpa mengganggu kamtibmas. Jadikan momen pergantian tahun ini sebagai refleksi dan awal baru yang bermakna,” tambahnya.

Dengan pengamanan ekstra ini, malam pergantian tahun dapat berlangsung aman dan damai, sehingga seluruh masyarakat dapat menikmati perayaan dengan rasa aman.

Tanpa Pesta Mewah: HUT ke-18 Dregd Polres Luwu Timur Wujudkan Kepedulian Sosial

RADARLUWU.COM

Luwu Timur – Perayaan ulang tahun ke-18 Angkatan 29 (Dregd) Polres Luwu Timur tidak diwarnai dengan kue tart atau pesta mewah. Sebaliknya, mereka memilih untuk berbagi dengan masyarakat kurang mampu, membawa bantuan sembako ke berbagai lokasi di wilayah Malili.

Dimulai pada Minggu sore (29/12/2024) pukul 17.12 WITA, Kanit Regident Polres Lutim IPDA Amiruddin bersama timnya, termasuk Kasubsi Humas Bripka Andi Muh Taufik, Ba Polsek Malili Bripka Suprayogi, Kaur Yanmin Satintelkam Bripka Eko Prasetyo, dan Paur Logistik Bripka Puput Angriawan, memulai perjalanan dari Desa Puncak Indah. Di bagasi mobil mereka, tersimpan berbagai kebutuhan pokok seperti mie instan, beras, dan telur.

Perjalanan pertama berhenti di Kelurahan Malili, tepatnya di sebuah rumah semi permanen berukuran 6×4 meter. Rumah itu dihuni Andi Sari, seorang ibu rumah tangga yang menghidupi tujuh anaknya dengan bekerja sebagai tukang ojek. Suaminya, yang bekerja sebagai buruh bangunan, sedang tidak di rumah.

“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga Ibu Sari,” ujar IPDA Amiruddin. Respons Sari penuh haru, dengan doa yang ia panjatkan untuk para angkatan 29 Polres Luwu Timur.

Destinasi berikutnya adalah kediaman Daeng Singara, seorang pria berusia 79 tahun yang tinggal sendirian di sebuah rumah panggung terpencil di Jalan Samudera, Kelurahan Malili. Tim harus berjalan kaki menyusuri jalan tanah yang menanjak untuk mencapai rumahnya.

“Bantuan ini sangat berarti bagi saya. Semoga Bapak-Bapak Polisi diberkahi kesehatan dan umur panjang,” ungkap Daeng Singara usai menerima sembako. Ia juga memimpin doa sebagai ungkapan rasa syukur.

IPDA Amiruddin menyatakan bahwa program berbagi ini adalah menjadi agenda tahunan. “Momentum anniversary ini adalah kesempatan untuk berbagi, bukan sekadar perayaan. Ini program kemanusiaan yang harus dirawat,” tegasnya.

Meskipun beberapa anggota mereka tidak sempat bergabung karena jarak jauh yang bertugas dipolsek, acara tersebut tetap berjalan lancar. Setelah misi selesai, seluruh tim berkumpul untuk mengevaluasi kegiatan dan merencanakan agenda berikutnya.

Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, Dregd Polres Luwu Timur mengukir makna mendalam dalam perayaan ulang tahun ke-18 mereka. Bukan hanya mengenang perjalanan panjang, tetapi juga memberi dampak kepedulian bagi masyarakat yang membutuhkan.