Urus SKCK di Polres Luwu Timur Kini Semakin Mudah, Bisa Dilakukan dari Rumah!

RADARLUWU.COM

Luwu Timur — Urus SKCK semakin mudah. Sudah bisa dari rumah. Polres Luwu Timur sudah menerapkan ini.

Caranya, unduh aplikasi Super Apps Presisi di App Store atau Google Play Store di HP anda. Jika aplikasi Super Apps Presisi sudah tersedia di HP anda. Selanjutnya anda membuat akun Super Apps Presisi.

Pendaftaran meliputi :

* foto KTP, foto wajah kanan, kiri, depan, foto wajah dengan KTP, alamat sesuai KTP, dan NPWP bagi yang memiliki.
* Pada halaman beranda, pilih menu “SKCK”
* Pilih menu “Ajukan SKCK”
* Baca ketentuan pembuatan SKCK secara online
* Klik “Mulai”
* Isi data yang disyaratkan, keperluan, dan alamat sesuai KTP
* Pilih metode pembayaran “BRI Virtual Account”
* Pilih “bayar”. Biaya pembuatan SKCK sebesar Rp 30.000
* Unduh barcode pendaftaran yang dikirimkan melalui email
* Cetak bukti pendaftaran dan pembayaran yang dikirimkan melalui email
* Lampirkan syarat SKCK dengan cara mendatangi petugas di kantor polisi. Polres Kabupaten Luwu Timur misalnya.

Perlu dicatat bahwa pemohon cukup membawa berkas pendaftaran dan menunjukkan barcode untuk dipindah agar SKCK dapat dicetak.

Kasi Humas Polres Luwu Timur, Bripka Andi Muh. Taufik mengatakan, trobosan ini untuk mempermudah layanan. Dimana, pemohon bisa dengan mudah membuat SKCK. Cukup dari rumah.

“Setelah mendaftar melalui online. Pemohon datang ke Polres untuk mencetak SKCK,” kata Bripka Taufik, Sabtu (28/12/24).

Saat hendak ke Polres untuk mencetak SKCK sambungnya, pemohon tetap menyiapkan dokumen. Seperti Fotocopy KTP, Fotocopy KK, Fotocopy Akte Kelahiran dan Fotocopy Ijazah terakhir, bukti kepesertaan JKN (BPJS Kesehatan, KIS, atau KBS), dan fotocopy paspor jika ada.

 

Jika Pilkada Lewat DPRD, KAHMI Sulsel Usul Sistem Pileg Didesain Ulang Demi Demokrasi Berkualitas

RADARLUWU.COM

MAKASSAR – Polemik atas wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD terus terjadi. Apalagi wacana tersebut bergulir tidak lama setelah Pilkada Serentak selesai dilaksanakan baru-baru ini.

Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulawesi Selatan (Sulsel) menegaskan, jika Pilkada tidak lagi dilakukan secara langsung, maka sistem pemilihan legislatif (Pileg) juga harus segera dievaluasi.

Koordinator Presidium KAHMI Sulsel, Ni’matullah, menyampaikan hal ini dalam dialog akhir tahun bertema Dinamika Pilkada Tidak Langsung: Efisiensi atau Kepentingan Politik di Makassar, Sabtu (28/12).

Menurutnya, kualitas Pilkada lewat DPRD sangat bergantung pada kompetensi anggota dewan yang akan memilih kepala daerah.

“Jika sistem Pileg tetap terbuka seperti sekarang, sulit melahirkan pemimpin yang benar-benar kapabel, karena dipilih oleh orang-orang yang juga tidak kapabel. Maka, jika Pilkada diubah, sistem Pileg juga harus dirombak,” ujar Ni’matullah, yang akrab disapa Ullah.

Ullah berpendapat, akan sulit menghasilkan kepala daerah berkualitas jika sistem perekrutan hingga penentuan anggota dewan di DPRD tidak dievaluasi.

Sebagai solusi, Ketua Partai Demokrat Sulsel itu mengusulkan penerapan sistem proporsional tertutup dalam Pileg, yang memungkinkan partai politik menunjuk kader terbaiknya untuk duduk di parlemen.

“Berikan otonomi kepada partai untuk dia menunjuk siapa yang mewakili partainya duduk di DPRD. Harus relevan seperti itu. Jangan kita membuat kebijakan yang parsial. Jika ini diterapkan, Pilkada via DPRD bisa menjadi lebih akuntabel,” kata Ullah.

Ullah juga menilai perlunya revisi undang-undang partai politik guna mengatasi fenomena “politisi tawaf,” yaitu politisi yang kerap berpindah-pindah partai demi kepentingan pribadi.

“Sudah saatnya kita mengembangkan partai kader, bukan yang isinya politisi tawaf seperti yang terjadi selama ini,” tegasnya.

Dalam dialog ini, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Hamid Paddu tampil sebagai salah satu narasumber. Ia menekankan pentingnya efisiensi dalam Pilkada tidak langsung.

Hamid menyarankan Pilkada langsung bisa saja tetap diterapkan untuk tingkat Provinsi karena memerlukan legitimasi yang lebih luas. Sementara untuk tingkat Kabupaten dan Kota dapat dilakukan melalui DPRD sebagai representasi rakyat.

“Jika Pilkada melalui DPRD, itu tetap demokratis sesuai konstitusi. Namun, penguatan DPRD sangat penting untuk mencegah praktik vote buying,” ujar Hamid.

Menurutnya, meskipun vote buying mungkin tetap terjadi, potensi kerusakannya lebih kecil dibandingkan sistem Pilkada langsung.

“Kita perlu memastikan DPRD diisi figur-figur berkualitas. Jangan sampai mereka yang tidak mampu berbicara untuk rakyat malah mengambil keputusan besar (memilih kepala daerah),” imbuhnya.

Sementara itu akademisi Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Dr Romi Librayanto menyorot aspek hukum wacana Pilkada tidak langsung via DPRD yang tengah ramai saat ini.

“Kita sudah pernah mengalaminya, baik Pilkada tak langsung via DPRD maupun Pilkada langsung. Hanya saja, usulan untuk kembali ke DPRD ini perlu memenuhi semua landasan hukum, terutama secara sosiologis,” jelasnya.

Romi bilang, secara filosofis dan yuridis, konsep Pilkada via DPRD sesungguhnya tidak ada masalah.

“Tinggal sekarang secara sosiologis apakah ini bisa diterima oleh publik atau tidak, mengingat kita sudah 25 tahun menjalankan Pilkada langsung. Nah, ini jadi tugas kita semua melakukan edukasi kepada masyarakat,” ungkapnya.

Diskusi akhir tahun KAHMI Sulsel yang dipandu Direktur LPMD KAHMI Sulsel Asri Tadda, berjalan meriah diikuti puluhan partisipan.

Sejumlah tokoh KAHMI Sulsel tampak hadir, diantaranya Andi Tobo Hairuddin, Armin Mustamin Toputiri, Mulawarman, Prof Mustari, Baharuddin Hafid, Muslimin B Putra, Syahruddin Hamun, Sahman AT, Natsar Desi, Hidayat Muhalim dan masih banyak yang lain. (*)

 

 

Meja DPRD Jadi Saksi! Rapat Panas Soal Tanah Malia dan Janji PT Vale yang Belum Ditepati

RADARLUWU.COM

Luwu Timur – Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD Luwu Timur, manajemen PT Vale Indonesia, petani, dan perempuan masyarakat Loeha Raya berlangsung panas pada Jumat (27/12/2024). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan DPRD ke Blok Tanah Malia dan aksi demonstrasi masyarakat sebelumnya.

Dalam RDP, PT Vale memaparkan aktivitasnya di Tanah Malia, namun sejumlah anggota DPRD menyebut perusahaan tersebut ingkar janji. Anggota DPRD, Badawi, menuding PT Vale gagal merealisasikan ganti rugi kepada petani lada Loeha Raya yang terdampak eksplorasi.

Mantan Ketua DPRD Luwu Timur, Aripin, meluapkan kemarahannya karena PT Vale tetap melakukan aktivitas di Tanah Malia tanpa kesepakatan dengan masyarakat. Ia bahkan memukul meja, menciptakan suasana tegang dalam rapat.

Menanggapi kritikan, manajemen PT Vale yang diwakili Aswadin alias Kamto mengakui keresahan masyarakat dan menawarkan enam poin komitmen, yaitu pembukaan ruang diskusi, inventarisasi aset dan petani terdampak, minimalisasi dampak negatif eksplorasi, pelibatan pemerintah dalam penyelarasan rencana pemberdayaan masyarakat,termasuk penghentian sementara eksplorasi hingga tercapai kesepahaman.

Wakil Ketua I DPRD, Siddiq BM, menyatakan solusi dapat dicapai jika PT Vale konsisten dengan komitmennya. Ia juga menegaskan bahwa persoalan ini akan dilanjutkan ke tingkat pusat untuk pembahasan lebih mendalam.

DPRD Luwu Timur berharap ada opsi-opsi kesepakatan yang dapat mengakomodasi kepentingan semua pihak dan mengakhiri konflik di Blok Tanah Malia.

Demi Tata Kelola Desa yang Baik, 126 Anggota BPD Ikuti Bimtek

RADARLUWU.COM

Makassar, 28 Desember 2024 –Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang digelar di Hotel Maleo berlangsung sesuai jadwal, meski sempat diwarnai keluhan terkait akomodasi peserta.

Kegiatan Bimtek ini diikuti oleh 126 anggota BPD. Adapun agenda yang dihadirkan meliputi peningkatan kapasitas BPD dalam hal Tata Kelola Desa Bagi Badan Permusyawaratan Desa.

Ketua Pelaksana Bimtek, Direktur PUSBIMTEK PALIRA, Nur Rozuqii dalam sambutannya menyampaikan bahwa keterlambatan dalam penyediaan kamar hotel bagi sejumlah peserta disebabkan oleh beberapa kendala teknis.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh peserta. Saat ini, tim kami sedang bekerja keras untuk memastikan seluruh peserta mendapatkan akomodasi yang layak sesuai komitmen. Adanya kendala administratif dan lonjakan jumlah peserta yang melebihi perkiraan menjadi salah satu penyebab utama keterlambatan ini,” ungkap Nur Rozuqi.

Ia juga memastikan bahwa seluruh peserta akan kami pastikan mendapatkan fasilitas hotel. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak hotel tambahan untuk peserta yang belum mendapatkan kamar. Semua akan ditangani secepat mungkin agar tidak mengganggu kelancaran pelaksanaan kegiatan,” ucapnya.

Selain itu, Ketua Pelaksana menekankan bahwa pihaknya tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik selama berlangsungnya Bimtek. “Kami menghargai setiap masukan dari peserta dan akan terus memperbaiki manajemen pelaksanaan kegiatan ini ke depannya,”tambahnya.

Dengan upaya yang dilakukan oleh panitia, diharapkan seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan maksimal dan membawa manfaat yang nyata bagi pembangunan desa di wilayah masing-masing.(*)

Respon Cepat Polsek Mangkutana atas Keluhan Antrean BBM Subsidi di SPBU Lopi

RADARLUWU.COM

Luwu Timur – Personel Polsek Mangkutana turun langsung melakukan pengecekan SPBU 74.929.04 Lopi di Desa Pancakarsa, Jumat 27 Desember 2024.

Tindakan tersebut sebagai bentuk respon Polsek Mangkutana atas keluhan masyarakat terkait dugaan antrean pelangsir BBM subsidi di SPBU tersebut yang diutamakan.

Sempat terjadi adu mulut antara masyarakat pengguna kendaraan dan petugas SPBU, dimana petugas SPBU telah memberikan penjelasan perihal mesin yang sedang bermasalah.

” Kita langsung kerahkan personel ke SPBU, terkait keluhan masyarakat tersebut, disana petugas SPBU membenarkan bahwa memang sempat cekcok dengan masyarakat, karena saat itu mesin sedang eror sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan pengisian BBM,” Kata AKP. Simon Siltu.

Kapolsek juga menjelaskan bahwa saat personel tiba di SPBU, tidak ditemukan adanya kendaraan pelangsir yang sedang antre, sementara mesin pengisian BBM masih dalam keadaan eror.

” Saat personel tiba tidak ada pelangsir BBM yang sedang antre, dan keterangan petugas SPBU memang awalnya mesin pengisian BBM pertalite masih dapat digunakan namun secara tiba-tiba mengalami error sehingga tidak dapat digunakan, pengisian BBM jenis solar dan pertamax dapat dilakukan namun untuk jenis pertalite mesin mengalami error,” Jelas Kapolsek.