Komitmen Anti Korupsi Danny-Azhar dan Apologi Jubir 02 yang Menggelikan

Oleh: Asri Tadda/Jubir Danny – Azhar

Acara penandatanganan Pakta Integritas Anti Korupsi yang dihelat oleh Anti Corruption Committe (ACC) Sulawesi dan Transparancy International (TI), menyisakan kekecewaan publik.

Pasalnya, tak satupun perwakilan dari Paslon 02 (Andi Sudirman Sulaiman – Fatmawati Rusdi) yang hadir di acara tersebut.

Padahal bertandatangan di atas Pakta Integritas adalah bentuk nyata komitmen dari calon kepala daerah untuk memberantas korupsi, khususnya di Sulawesi Selatan.

Paslon 01 Danny – Azhar (DIA), bahkan rela menangguhkan beberapa agenda kampanye terjadwal demi memenuhi undangan ACC Sulawesi. Meski di tengah hujan dan badai, keduanya bahkan kompak hadir hingga acara usai.

Dalam sambutannya, Ketua Badan Pekerja ACC Sulawesi Abdul Kadir Wokanubu sebagai tuan rumah, mengatakan sudah menghubungi setiap Paslon bahkan hingga hari ‘H’ yang sejak pagi hingga jelang acara, namun tak ada tanggapan dari Palson 02.

“Kami menempatkan dua pasangan ini secara adil. Jadi, kami undang (keduanya). Jauh hari sebelumnya itu kami komunikasi, tapi ternyata yang confirm (hanya) dari pasangan 01,” ungkapnya.

“Sampai tadi siang, tidak ada konfirmasi sama sekali (dari pasangan 02). Disampaikan bahwa pasangannya lagi di luar daerah,” imbuhnya.

Beberapa jam usai acara, ramailah rilis berita yang dibuat oleh Jubir Palson 02, Muhammad Ramli Rahim (MRR). Ia mencoba membuat narasi dan alasan pembenaran. Menyusun permohonan maaf, yang ternyata tidak juga disampaikan langsung ke tuan rumah ACC Sulawesi.

“Saya kurang tahu itu permohonan maaf, saya baca di beritaji terkait permohonan maafnya,” kata Ketua Badan Pekerja ACC Sulawesi, Kadir menjawab pertanyaan KarebaDIA, Minggu (17/11) malam.

Dalam rilisnya, MRR bilang ada hal yang lebih penting dari sekedar menandatangi komitmen dan pakta integritas, yaitu sikap menjauhi perilaku korupsi itu sendiri.

Mungkin MRR keliru memahami, bahwa Pakta Integritas ini bukan hanya ditujukan pada personal Paslon saja, melainkan pada keseluruhan praktek penyelenggaraan pemerintahan.

“Tidak hanya Andi Sudirman sebagai Gubernur, bahkan pejabat Pemprov Sulsel di masa kepemimpinannya tidak ada satupun yang tersandung kasus korupsi. Itu adalah sikap yang lebih penting daripada sekedar tanda tangan,” tegas MRR.

Sepertinya MRR luput mencatat, bahwa di era ASS menjabat Gubernur, terdapat sejumlah kasus terindikasi korupsi yang terendus penegak hukum.

Sebutlah misalnya, soal dugaan korupsi project smartboard di Disdik Sulsel dan penggunaan dana laba Bank Sulselbar yang saat ini tengah dalam proses hukum.

MRR mengklaim, ASS menghadirkan pemerintahan yang bersih. Sayangnya, klaim ini juga terbantahkan dengan sendirinya oleh fakta defisit anggaran di Sulsel selama andalannya memegang kendali.

Defisit anggaran merupakan bukti nyata adanya kesalahan dalam tata kelola pemerintahan. Jika ditelisik lebih jauh, boleh jadi ada indikasi korupsi dalam bengkalai memalukan yang tersebut.

MRR juga menuding, Pemkot Makassar selama dua periode kepemimpinan Danny Pomanto, berdasarkan informasi yang dihimpun tidak sedikit pejabatnya yang tersandung kasus korupsi.

Dimana terbaru, ada nama mantan Kepala Dinas Sosial (Dissos) Kota Makassar berinisial MT yang ditetapkan tersangka oleh Polda Sulsel atas dugaan korupsi Bansos Covid-19.

Di sini MRR salah lagi. Kadissos MT berkasus saat Makassar belum ada Wali Kota defenitif pasca kemenangan kotak kosong. Justru saat memenangkan Pilwalkot berikutnya, Danny berkomitmen membongkar kasus itu.

Bukan kali ini saja MRR menyajikan informasi publik yang keliru dan menyesatkan. Sebelumya klaim pertumbuhan ekonomi Sulsel juga salah diinterpretasikannya. Semoga Palson 02 tidak dirugikan oleh rangkaian apologi MRR yang menggelikan ini. (*)

Masyarakat Rindu Macera Tasi, Usman Sadik: Tradisi Ini Harus Dihidupkan Kembali

RADARLUWU.COM,Makassar – Calon Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur, Nomor Urut Satu, Isrullah Achmad-Usman Sadik memaparkan Cara mempertahankan dan melestarikan  kearifan lokal  Budaya Macera Tasi sebagai wadah promosi objek wisata di Luwu Timur.

“Acara Macera Tasi itu dilakukan semenjak terbentuknya kabupaten Luwu Timur. Bupati dua periode sebelumnya melaksanakan Macera Tasi setiap tahun. Tentu ini merupakan kerinduan masyarakat Luwu Timur. Karena, ini merupakan bahagian budaya Luwu Timur,” Ucap Usman Sadik.

Sayangnya, lanjut Usman,  di masa pemerintahan Budiman-Akbar saat ini sebagai paslon 02 tidak melaksanakannya lagi. Sehingga, masyarakat banyak mempertanyakannya. Termasuk saya selaku pimpinan DPRD saat itu bagaiamana dengan kegiatan acara Maccare Tasi ini.

“Kami menyampaikan kepada masyarakat bahwa pada prinsipnya kegiatan tersebut adalah bentuk kesyukuran masyarakat Luwu Timur yang harus dilaksanakan tapi sayangnya pemerintah daerah di masa Budiman-Akbar tidak lagi melaksanakannya,”Papar Usman Sadik.

Menanggapi hal tersebut. Budiman-Akbar mengatakan bahwa terkait mencerahkan Tasi hanya pertama dan sekali saja dilaksanakan di jaman Opu Hatta. Dan sejalan dengan waktu, masyarakat semakin Religi. Sehingga perlu untuk kita revisi. Dan bagaiamana cara untuk melakukannya. Sehingga tidak ada benturan spritual di tengah masyarakat. Karena kita harus menjaga keberagaman di tengah masyarakat. Sehingga hal ini bisa kita imbangi menjadikan Luwu Timur jadi lebih baik lagi.

Hal tersebut kembali ditanggapi Isrullah-Usman, menurutnya Macera Tasi tidak melihat dari Ritualnya. Tapi melihat bentuk kesyukuran sekaligus memperkenalkan wisata kita yang ada di Kabupaten Luwu Timur. Itulah makna sebenarnya. Kenapa Opu Hatta kemarin di masa pemerintahannya. Melaksanakan hal tersebut. Sebenarnya bukan Ritualnya. Tapi dia lebih mengedepankan rasa syukur sekaligus memperkenalkan seluruh wisata-wisata kita yang ada di Luwu Timur. Khususnya Bulu Poloe yang ada di Kabupaten Luwu Timur. (*).

Irfan Lahabu Harap Debat Terakhir Pilkada Luwu Timur Berjalan Aman dan Damai

RADARLUWU.COM, MAKASSAR –KPU Luwu Timur kembali menggelar Debat Publik terakhir Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati di Hotel Claro Makassar, Minggu (17/11/2024).

Ketua KPU Luwu Timur Irfan Lahabu, mengatakan dalam sambutannya, kita berharap debat terakhir paslon Bupati dan Wakil Bupati berlangsung aman dan damai

Tema debat Publik terakhir ini “ Tema debatnya adalah Memajukan Daerah Dengan Penyelarasan Pembangunan Untuk Memperkokoh Bangsa dan Negara”.Ketiga paslon yakni nomor urut 1,Isrullah – Achmad, nomor urut 2, Budiman – Akbar dan nomor urut 3, Irwan Bachri Syam – Puspa. Ketiganya kembali  beradu gagasan.

Adapun sembilan Panelis debat kedua Pilkada Luwu Timur :

1. Prof. Dr. Ir. Hj. A. Majdah Muhyiddin Zain, M.Si.
2. Drs. Andi Yudha Yunus, S.H., MM.
3. Dr. Masluki, SP., MP.
4. Dr. Adam Badwi, SKM., MM.
5. Dr. Muh. Iqbal Latief, M.Si.
6. Dr. Buhari, S.Pd., M.Pd.
7. Lusia Palulungan, S.H., M.Hum.
8. Irwan Ade Saputra, S.IP., M. Si.
9. Abdul Karim. (*)

Pilkada Luwu Timur: Isrullah-Usman Diganjar Dukungan dari Tokoh hingga Masyarakat

RADARLUWU.COM,Makassar – Dukungan Calon Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur, Nomor urut Satu, Isrullah Achmad-Usman Sadik terus mengalir.

Beragam elemen masyarakat menyatakan sikap dan siap bergerak memenangkan Isrullah-Usman sebagai Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur periode 2024-2029 pada tanggal 27 November 2024.

Tidak hanya kalangan pemuda, emak-emak. Akan tetapi sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat serta tokoh agama di Luwu Timur juga akan bergerak masif memenangkan Isrullah-Usman.

Seperti, Prof.Dr.N.Papasi dari Wasuponda, Pdt Ferdy R Laoh, Atra Samal,S.Pdi tokoh masyarakat dari Burau dan Elias Mojombi Tokoh Adat Pamona dari Mangkutana serta Husain Alkadri tokoh adat Wotu.

“Memilih Isrullah-Usman karena pasangan ini cerdas dan putra daerah Luwu Timur yang paham kondisi dan potensi Luwu Timur,” Ucap Prof Papasi di Hotel Claro Makassar (17/11/2024).

“Kepribadian dan visi-Visi Isrullah-Usman pro rakyat dan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat,” ujar Pdt Ferdy.

“Kepribadian pasangan nomor satu ini, bagus serta Visi misinya bisa membangun Luwu Timur lebih mandiri dan sejahtera,” papar Atra.

“Paslon Nomor satu ini, sosok pemimpin yang tulus paham kondisi Luwu Timur dan paham potensi Luwu Timur dan paham cara membangun Luwu Timur menjadi daerah Kabupaten yang Masyarakat mandiri dan Sejahtera,” tutur Elias.

“Visi-misinya pro rakyat dan sesuai dengan kondisi masyarakat Luwu Timur. Sosoknya dermawan, cerdas dan putra asli daerah Luwu Timur,” Kata Husain. (*)

“Mennang Kita Ini!” Emak-Emak Relawan Kerabat Isrullah – Usman Berikan Dukungan Penuh

RADARLUWU.COM, MAKASSAR —Ratusan Emmak-emmak yang bersatu dalam komunitas “Kerabat Isrullah-Usman” turut hadir ingin menyaksikan Isrullah-Usman dalam debat Publik Terkahir Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur di Hotel Claro Makassar, Minggu (17/11/2024).

“Kami mendukung dan memilih Isrullah-Usman karena Calon Bupati dan Wakil Bupati nomor 1 ini adalah sosok pemimpin yang amanah, bertanggung jawab dan Visi-Misinya pro rakyat. Sperti Listrik Gratis dan PDAM Gratis serta bantuan bagi ibu-ibu pelaku UMKM,” ucap Ibu Yaya di Hotel Claro.

Menurutnya, Isrullah-Usman akan memenangkan Pilkada pada Tanggal 27 November 2024.

“Isrullah-Usman, Menang, Menang, Menang, Menang. Mennang Kita ini,” kata ibu Yaya dengan penuh semangat bersama ratusan emak-emak simpatisan Isrullah-Usman. (*)