Luwu Timur — Asosiasi Musisi Luwu Timur (AMLT) menyerahkan bantuan alat musik dari PT Vale Indonesia kepada Wasuponda Music Community (WMC). Penyerahan berlangsung di Bukit Makmur Tabarano, Kecamatan Wasuponda, Sabtu (10/1/2026).

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan usai AMLT secara resmi mengukuhkan WMC sebagai komunitas musik yang berada di bawah naungan AMLT. Kegiatan dirangkaikan dengan live music performance musisi Wasuponda yang menampilkan sejumlah grup band lokal dan berlangsung meriah.

Ketua WMC, Ferdy Simon, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Vale Indonesia dan AMLT atas bantuan yang diberikan. Ia menilai, bantuan alat musik tersebut merupakan yang pertama kali diterima oleh musisi Wasuponda.

“Puluhan tahun berlalu, baru malam ini kami WMC menerima bantuan alat musik dari PT Vale Indonesia melalui AMLT. Tentu ini sangat membantu kami,” ujar Ferdy Simon.
Ia berharap bantuan tersebut dapat mendorong WMC semakin aktif dan produktif menjalankan program kerja di bidang musik serta kebudayaan.

Sementara itu, Camat Wasuponda melalui Sekretaris Camat, Anita Lainus, mengucapkan selamat kepada WMC yang telah dikukuhkan dan menerima bantuan alat musik. Ia berharap WMC dapat menjadi wadah kreatif bagi pemuda dan pemudi di Kecamatan Wasuponda.

“Gunakan alat musik ini sesuai peruntukannya dan laksanakan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ketua AMLT, Risal Mujur, menegaskan bahwa bantuan alat musik tersebut merupakan aset komunitas, bukan milik pribadi. Ia menyampaikan, AMLT memiliki sistem pengelolaan bantuan yang wajib dipatuhi oleh komunitas penerima.

“Jika dalam tiga minggu berturut-turut alat musik tidak dipergunakan secara produktif, AMLT berhak menarik kembali. Ini sudah menjadi kesepakatan bersama,” tegas Mujur.


Ia juga mendorong WMC membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, kecamatan, UMKM, dan kepolisian. Selain itu, Mujur menekankan pentingnya WMC memiliki sekretariat yang difasilitasi pemerintah, bukan menggunakan rumah pribadi, guna menjaga transparansi dan keberlanjutan pengelolaan aset komunitas.

“Kami berharap pemerintah Kecamatan Wasuponda dapat memfasilitasi sekretariat bagi WMC sebagaimana yang telah dilakukan di Kecamatan Nuha,” pungkasnya. (*)

Luwu Timur — Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Alam Semesta Berbagi di Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, resmi diluncurkan, Rabu (7/1/2026). Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, didampingi Ketua TP-PKK Lutim sekaligus Anggota DPRD Sulsel, dr. Ani Nurbani, unsur Forkopimda, serta jajaran organisasi perangkat daerah.

Dapur MBG ini merupakan unit layanan strategis untuk mendukung program pemerintah pusat dalam penyediaan dan distribusi makanan bergizi gratis. Sasaran program mencakup siswa-siswi dari jenjang TK hingga SMA, serta kelompok masyarakat 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

Dalam sambutannya, Bupati Irwan Bachri Syam menyampaikan bahwa saat ini terdapat sembilan SPPG yang telah beroperasi di Luwu Timur dan ditargetkan terus bertambah sepanjang Januari 2026. Ia menegaskan kehadiran Dapur MBG harus benar-benar tepat sasaran dan sejalan dengan cita-cita Presiden dalam pemenuhan gizi nasional.

“Dapur ini hadir untuk memberikan dampak nyata bagi anak-anak sekolah dan masyarakat 3B dalam pemenuhan gizi, mengantisipasi stunting, sekaligus mendorong perputaran ekonomi di Luwu Timur,” ujar Irwan.

Menurutnya, program MBG juga berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja baru, karena pengadaan bahan baku makanan melibatkan petani dan pelaku usaha pangan setempat.

Dapur MBG Desa Puncak Indah dilengkapi fasilitas modern dan memenuhi standar higienis. Dapur ini dirancang mampu memproduksi ribuan porsi makanan sehat setiap hari dengan memanfaatkan bahan baku segar dari petani lokal, sebagai upaya konkret menekan angka stunting di daerah.

Menutup sambutannya, Bupati Irwan meminta kepala sekolah mengedukasi siswa dan orang tua terkait manfaat MBG, kepala puskesmas untuk rutin mengawasi kebersihan makanan, serta camat dan kepala desa memastikan distribusi berjalan tepat sasaran.

Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Irwan bersama dr. Ani Nurbani dan Wakil Ketua II DPRD Luwu Timur, Hj. Harisah Suharjo, dilanjutkan dengan peninjauan seluruh ruangan dapur MBG yang dibangun sesuai standar Badan Gizi Nasional.

ACEH TAMIANG – Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyalurkan bantuan logistik kepada korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Sabtu (3/1/2026). Bantuan tersebut merupakan hasil donasi masyarakat Luwu Timur.

Bupati Irwan tiba di Aceh didampingi Ketua TP PKK Luwu Timur, dr. Ani Nurbani, bersama sejumlah relawan Peduli Aceh–Sumatra. Setibanya di Aceh Tamiang, rombongan terlebih dahulu mengunjungi Kantor Bupati Aceh Tamiang dan disambut oleh Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, Wakil Bupati Ismail, serta Ketua TP PKK Aceh Tamiang, Yuyun Armia.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Luwu Timur menyampaikan empati dan dukungan kepada pemerintah dan masyarakat Aceh Tamiang yang terdampak bencana banjir bandang.

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur membawa lima truk bantuan logistik yang akan didistribusikan langsung ke desa-desa terdampak parah. Selain bantuan logistik, turut diterjunkan tim medis beserta obat-obatan untuk memberikan layanan pengobatan gratis bagi warga terdampak, khususnya lansia, anak-anak, dan ibu hamil.
Bantuan logistik yang disalurkan berupa 400 paket Family Hygiene Kit yang berisi kebutuhan kebersihan, perlengkapan ibadah, perlengkapan rumah tangga, serta kebutuhan dasar lainnya. Bantuan tersebut didistribusikan ke empat desa terdampak terparah, yakni Desa Menang Genih, Desa Air Tenang, Desa Kebun Tanjung Seumantoh, dan Desa Alur Jambu.

Selain itu, rombongan relawan juga menyerahkan peralatan pendukung pembersihan rumah warga berupa mesin chainsaw, cangkul, sekop, alat pel lantai, mesin semprot air, serta sejumlah perlengkapan lainnya. Sebanyak 30 paket kain kafan juga turut diserahkan.

Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah dan masyarakat Luwu Timur atas bantuan dan kepedulian yang diberikan.

Tak hanya bantuan darurat, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur juga berencana memberikan santunan kepada 60 anak yatim di Kampung Kesehatan, Kecamatan Tanjung Karang. Selain itu, dua unit masjid akan dibangun di Desa Alur Jambu, Kecamatan Bandar Pusaka, dan Dusun Makmur Desa Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur juga akan membangun 10 titik sumur bor yang ditargetkan rampung sebelum bulan Ramadan.

Luwu Timur – Setelah dilakukan pencarian selama dua hari, seorang warga Desa Baruga, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, yang sebelumnya dilaporkan hilang diduga jatuh ke Sungai Mallaulu, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (3/1/2026).

Korban diketahui bernama H. Sangkala (65), seorang petani tambak yang berdomisili di Desa Baruga, Kecamatan Malili. Korban dilaporkan hilang sejak Kamis malam, 1 Januari 2026, sekitar pukul 23.00 Wita.
Pencarian hari kedua dimulai pada pukul 07.00 Wita oleh tim gabungan yang terdiri dari Polsek Malili, BASARNAS, dan Sat Polairud Polres Luwu Timur, serta dibantu pihak keluarga korban. Sebelum pencarian, dilakukan apel pengecekan dan konsolidasi pada pukul 08.00 Wita, kemudian tim SAR dibagi menjadi dua regu.

Regu pertama melakukan penyisiran dari Jembatan Mallaulu hingga Jembatan Kebun milik Ammang, sementara regu kedua menyisir dari Jembatan Kebun Ammang hingga Jembatan Pabrik Sagu.Sekitar pukul 10.50 Wita, jasad korban berhasil ditemukan di aliran Sungai Mallaulu dengan jarak kurang lebih 5 kilometer dari lokasi awal korban diduga terjatuh. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh dua warga, yakni Muh Salman (24), warga Desa Baruga, dan Nawir (39), warga Desa Ussu, Kecamatan Malili.


Setelah ditemukan, jasad korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Malili menggunakan ambulans untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. Hingga saat ini, jasad korban masih berada di Puskesmas Malili menunggu proses selanjutnya.

Peristiwa ini menutup proses pencarian yang dilakukan secara intensif oleh tim gabungan selama dua hari di sepanjang aliran Sungai Mallaulu.

LUWU TIMUR – Asosiasi Musisi Luwu Timur (AMLT) resmi mengukuhkan Nuha Music Shelter (NMS) sebagai komunitas musik di Kecamatan Nuha, Kamis (1/1/2026).

Pengukuhan ini menjadi momentum penting kebangkitan musisi lokal Nuha karena langsung dirangkaikan dengan penyerahan bantuan alat musik dari PT Vale Indonesia yang disalurkan melalui AMLT kepada NMS.

Pengukuhan tersebut berlangsung meriah dengan suguhan live musik dan dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Pendiri AMLT Boskey, Camat Nuha Arief Fadillah Amier, Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur Jihadin Peruge, perwakilan Departemen Eksternal PT Vale Indonesia Riyan, serta perwakilan FKPAS.

Dalam sambutannya, Camat Nuha Arief Fadillah Amier mengapresiasi kehadiran AMLT sebagai wadah yang mampu memfasilitasi dan menggerakkan potensi musisi di wilayah Kecamatan Nuha.

“Ini tentu kami apresiasi. Apalagi kegiatan musisi ini sangat positif dan memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah,” ujarnya.


Pada kesempatan tersebut, Camat Nuha juga menyatakan dukungan nyata dengan menyediakan bangunan di sekitar Kantor Desa Sorowako untuk dijadikan sekretariat sementara NMS.

“Pemerintah Kecamatan Nuha mendukung eksistensi musisi selama kegiatannya positif. Untuk sementara silakan gunakan tempat sederhana itu. Semoga musisi makin produktif dan ke depan bisa eksis hingga tingkat nasional bahkan internasional,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan Departemen Eksternal PT Vale Indonesia, Riyan, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung dan memberdayakan komunitas di Kabupaten Luwu Timur.

“Ini bukti bahwa PT Vale Indonesia terbuka untuk semua kalangan, siap bersinergi dan berkolaborasi. Intinya adalah silaturahmi dan kesepahaman,” katanya.

Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur, Jihadin Peruge, dalam sambutannya mengaku bangga terhadap perjalanan AMLT yang kini telah menjadi rumah besar musisi di 11 kecamatan se-Kabupaten Luwu Timur.

“Saya mengikuti betul perjalanan komunitas ini sejak awal. Yang bertahan dan terus menggerakkan musisi, khususnya di Nuha, tentu patut diapresiasi,” ucap Jihadin disambut tawa dan tepuk tangan para musisi.
Ia berharap AMLT dan NMS menjadi wadah pemersatu lintas komunitas serta aktif menjangkau musisi di desa-desa terpencil.
“Sekarang eranya kolaborasi. Buat program yang menyentuh saudara-saudara kita di desa-desa dan kegiatan sosial yang bisa melibatkan semua komunitas,” harapnya.


Ketua AMLT Risal Mujur, yang secara langsung mengukuhkan NMS, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan potret nyata sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

“Hari ini kita melihat ekosistem itu berjalan. Musisi hadir, pemerintah memberikan ruang dan legalitas, UMKM menjadi lokasi kegiatan, dan PT Vale Indonesia hadir menjalankan tanggung jawab sosialnya melalui program CSR atau PPM,” jelasnya.


Risal Mujur juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, DPRD Luwu Timur, serta PT Vale Indonesia atas dukungan berkelanjutan kepada AMLT.

“PT Vale Indonesia telah mensupport AMLT mulai dari pengukuhan, Festival Pelajar yang dilaksanakan NMS berkolaborasi dengan FKPAS, hingga bantuan alat musik. Ini bentuk komitmen nyata PT Vale kepada kami musisi Luwu Timur. Terima kasih PT Vale,” pungkasnya.

Dengan pengukuhan ini, Nuha Music Shelter resmi berada di bawah naungan AMLT dan diharapkan menjadi pusat kreativitas, kolaborasi, serta pengembangan talenta musisi lokal di Kecamatan Nuha dan sekitarnya.