RadarLuwu, Malili – Temuan hasil pengawasan uji petik Bawaslu Kabupaten Luwu Timur terhadap pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS) kategori meninggal dunia yang tidak memiliki akta kematian menjadi kendala utama dalam Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Untuk mengatasi persoalan tersebut, Bawaslu menyarankan KPU melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

Hal itu disampaikan Koordinator Divisi Hukum Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Luwu Timur Sulkifli dalam rapat pleno terbuka Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan IV di Kantor KPU Luwu Timur, Senin (8/12/2025). Ia menekankan bahwa desa merupakan sumber awal seluruh data kependudukan yang menjadi dasar verifikasi faktual maupun temuan lapangan.

“Dalam beberapa kasus, kami menyaksikan sendiri proses pemakaman warga. Tetapi apabila dokumen de jure seperti akta atau surat kematian tidak tersedia, KPU tidak bisa memasukkannya dalam kategori TMS. Karena itu, keterlibatan DPMD dinilai penting dalam proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan,”ujarnya.

Bawaslu menemukan bahwa dalam pelaksanaan uji petik sesuai PKPU 1 Tahun 2025 dan Perbawaslu 1 Tahun 2025, banyak pemilih TMS, khususnya pemilih yang meninggal dunia belum tercatat dalam daftar pemilih yang tidak memenuhi syarat karena tidak memiliki akta atau surat kematian. Kendala muncul karena KPU hanya dapat menetapkan status TMS apabila ada dokumen administratif yang sah, sehingga sejumlah temuan Bawaslu tidak dapat ditindaklanjuti meski warga secara de facto sudah meninggal.

Selain itu kata Sulkifli, Bawaslu menemukan adanya perbedaan tingkat keaktifan desa dalam mengurus administrasi kependudukan warganya, terutama dokumen kematian.

“Ada desa yang tertib mengurus administrasi, namun ada pula yang belum aktif. Dengan pelibatan DPMD, Bawaslu berharap peran desa dapat diperkuat sehingga dokumen kependudukan warga lebih lengkap dan mutakhir,”pungkas pria yang akrab disapa Songko Lotong itu.

Sebelumnya kata Sulkifli, Bawaslu telah menyerahkan seluruh hasil uji petik kepada KPU untuk ditindaklanjuti sesuai kelengkapan dokumen yang tersedia. Rapat Koordinasi dengan KPU dan Disdukcapil juga telah dilakukan, namun keterlibatan DPMD dinilai dapat memperkuat rantai koordinasi karena desa merupakan lokus awal verifikasi faktual baik yang dilakukan KPU maupun Bawaslu.

Untuk Informasi, dalam rapat pleno Triwulan IV tersebut, disampaikan rincian data pemilih: jumlah laki-laki 118.340 dan perempuan 112.202, total 230.542 pemilih yang tersebar di 11 kecamatan dan 128 desa/kelurahan. Pleno kali ini juga mencatat penambahan jumlah data pemilih sebesar 2.109, meskipun pada pleno Triwulan III sebelumnya tercatat penurunan sebesar 419.

Rapat pleno terbuka ini turut dihadiri perwakilan Polres Luwu Timur, Dinas Dukcapil, Badan Kesbangpol, Dinas Sosial, serta Kementerian Agama.

RadarLuwu, Jakarta/Makassar, 6 Desember 2025 — Sejalan dengan nilai CARES dan sebagai bagian wujud kepedulian terhadap musibah yang terjadi di sejumlah daerah khususnya di Sumatra, PT Vale Indonesia Tbk sebagai bagian dari MIND ID bersama Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui program “ESDM Siaga Bencana”, menyalurkan bantuan bagi korban bencana alam di Sumatra bersinergi pemerintah daerah, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Bantuan disalurkan dalam dua tahap pada 4 dan 6 Desember 2025, guna memastikan dukungan menjangkau masyarakat terdampak dengan cepat dan tepat sasaran.

Pada 4 Desember 2025, PT Vale menyerahkan bantuan di Posko Bencana Medan, yang diterima oleh BPBD Provinsi Sulawesi Selatan, Cabang Dinas ESDM Provinsi Sulsel, BPBD Sumatra Utara, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara. Koordinasi lintas provinsi ini mencerminkan respons cepat dan kerja sama multipihak untuk mempercepat alur distribusi bantuan ke wilayah yang paling membutuhkan.

Tahap berikutnya berlangsung pada 6 Desember 2025 di Posko Bantuan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, di bawah koordinasi Kementerian ESDM. Titik distribusi nasional ini menjadi pusat pengumpulan dan pengiriman bantuan untuk memperluas jangkauan ke lokasi terdampak di Sumatra.

Director & Chief Sustainability and Corporate Affairs Officerl PT Vale, Budiawansyah mengatakan, melalui bantuan tersebut perseroan memperkuat kontribusinya dalam mempercepat pemulihan masyarakat, sekaligus memastikan dukungan kemanusiaan berjalan terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor industri.

“Bantuan ini adalah wujud kepedulian dan tanggung jawab kami sebagai bagian dari masyarakat. Kami berharap dukungan ini dapat membantu meringankan beban para penyintas dan mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak. Semangat kolaborasi dalam ‘ESDM Siaga Bencana’ membuktikan bahwa penanganan bencana hanya bisa berjalan efektif ketika semua pihak bergerak bersama,”katanya.

Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan dasar seperti bahan pangan, perlengkapan higienis, obat-obatan, hingga dukungan logistik lain sesuai permintaan posko daerah. Mekanisme bantuan ini sejalan dengan nilai-nilai CARES (Compassion, Accountability, Resilience, Excellence, Sustainability) yang menjadi pedoman PT Vale dalam memberikan kontribusi sosial dan menjalankan operasi secara bertanggung jawab.

Seiring meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi di Indonesia, partisipasi perusahaan dalam ekosistem penanggulangan bencana menjadi semakin penting. Keterlibatan PT Vale dalam “ESDM Siaga Bencana” menjadi bukti bahwa korporasi dapat memainkan peran signifikan dalam mendukung ketangguhan nasional — mulai dari respon cepat hingga pemulihan jangka panjang.

Sinergi untuk Indonesia yang Lebih Tangguh

Penyerahan bantuan di dua lokasi strategis ini menegaskan komitmen Perseroan untuk hadir pada saat masyarakat membutuhkan. Kolaborasi antara PT Vale, Kementerian ESDM, BPBD, dan pemerintah daerah membuktikan bahwa sinergi lintas wilayah dan lintas lembaga merupakan kunci mempercepat pemulihan pascabencana.

Dari satu paket bantuan yang dikirim, satu keluarga yang terbantu, hingga satu jaringan kolaborasi yang bergerak — pemulihan adalah perjalanan bersama. PT Vale Indonesia akan terus mendukung upaya kemanusiaan sebagai bagian dari perjalanan menuju masyarakat yang lebih tangguh dan berdaya.

RadarLuwu, LUWU TIMUR –Kapolres Luwu Timur AKBP Ario Putranto TM. melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Timur dalam rangka memperkuat langkah antisipasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana ke depannya, Senin (12/12/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Kapolres Luwu Timur didampingi Kabag Ops dan disambut langsung oleh Kepala BPBD Luwu Timur, dr. April serta Sekretaris BPBD. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyamakan langkah serta meningkatkan sinergi lintas instansi.

Kapolres Luwu Timur menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi ancaman bencana yang bisa terjadi kapan saja.
“Polres Luwu Timur siap mendukung penuh BPBD dalam setiap upaya penanggulangan bencana. Dengan koordinasi yang kuat, kita dapat merespons lebih cepat dan memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat,” ujar AKBP Ario.

Pihak BPBD menyambut positif langkah tersebut dan menyampaikan pentingnya sinergi antara instansi dalam menghadapi dinamika cuaca ekstrem dan potensi bencana dan memperkuat kesiapsiagaan demi keselamatan masyarakat Luwu Timur.

SOROWAKO, 4 Desember 2025 — Pembangunan manusia Indonesia yang unggul tidak dapat menunggu. Di tengah percepatan industrialisasi dan transformasi ekonomi, kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi fondasi utama untuk mewujudkan Asta Cita Presiden—khususnya Cita 1 (Manusia Indonesia Unggul), Cita 6 (Transformasi Ekonomi Berkelanjutan), dan Cita 7 (Penguatan Tata Kelola).

Sejalan dengan agenda nasional tersebut, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari grup MIND ID, terus memperkuat peran industri dalam pengembangan pendidikan tinggi di Sorowako melalui dukungan untuk Politeknik Sorowako (Poliwako).

Presiden Direktur & CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menyampaikan bahwa perubahan ATS menjadi Politeknik Sorowako adalah momentum penting, bukan hanya bagi PT Vale, tetapi bagi ekosistem industri yang terus berkembang di Luwu Timur. “Transformasi menjadi Politeknik Sorowako harus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Bukan hanya dengan PT Vale, tetapi juga dengan berbagai industri yang akan bertumbuh di Luwu Timur. Kita membutuhkan talenta yang mampu bersaing melalui keterampilan, teknologi, dan pola pikir inovatif,” ujar Bernardus.

Poliwako diharapkan menjadi pusat unggulan vokasi yang menghasilkan lulusan siap industri, mendukung hilirisasi, dan memperkuat rantai nilai ekonomi daerah.

Dukungan penuh juga disampaikan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, dalam kegiatan Peletakan Batu Pertama Gedung Perkuliahan dan Peresmian Papan Nama Politeknik Sorowako. Pemerintah melihat pendidikan tinggi sebagai kebutuhan mendesak. Data menunjukkan lebih dari 10.000 putra-putri Luwu Timur terpaksa menempuh pendidikan di luar daerah. Kehadiran Poliwako menjadi solusi pemerataan akses pendidikan tinggi berkualitas.

Bupati Irwan turut menyampaikan perkembangan penting, “Kami telah mendapatkan respons positif dari Kementerian Kehutanan untuk menjadikan sekitar 200 hektare kawasan sebagai area pendidikan terpadu. Di lokasi ini akan dibangun kampus, boarding school, sentra UMKM, hingga fasilitas rehabilitasi. Ini komitmen kami membangun SDM Luwu Timur secara berkelanjutan.”

Inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita dalam menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis manusia dan inovasi.
Ketua Yayasan Pendidikan Sorowako, Firman Fauzih, menjelaskan bahwa Poliwako lahir dari perjalanan panjang bermula dari Training Center yang dibangun PT Vale, berkembang menjadi ATS, dan kini bertransformasi menjadi politeknik. “Kami ingin memberikan kontribusi lebih besar bagi PT Vale dan masyarakat Luwu Timur. Poliwako harus menjadi institusi yang tidak hanya mencetak tenaga terampil, tetapi juga generasi pembawa perubahan,” ujar Firman.

Direktur Poliwako, Harjuma, menambahkan bahwa perubahan ini telah mendapatkan pengesahan resmi melalui SK Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Sebagai bagian dari kontribusi jangka panjang terhadap SDM Indonesia, PT Vale menjalankan beberapa dukungan strategis untuk Poliwako, antara lain:
1. Peningkatan Kurikulum & Pelatihan Berbasis Industri
Pengembangan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan operasi pertambangan, hilirisasi nikel, teknologi, keselamatan, dan green mining.
2. Vocational Short-Term Training (VST)
PT Vale bersama Pemerintah Luwu Timur dan Poliwako menandatangani MoU VST untuk memperkuat pelatihan vokasi jangka pendek bagi pemuda daerah agar siap kerja dan kompetitif.
3. Fasilitasi Magang dan Link-and-Match
Akses praktek industri di unit operasi PT Vale, membuka kesempatan lulusan untuk memahami teknologi, maintenance, dan operasi kelas dunia.
4. Ekosistem Riset untuk Energi & Reklamasi
Kolaborasi penelitian terkait energi baru terbarukan, metalurgi, reklamasi, dan konservasi lingkungan agar mahasiswa dapat berkontribusi pada teknologi masa depan.

Kontribusi ini merupakan bagian dari upaya PT Vale menjalankan mandat Asta Cita dan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan di wilayah operasional.

Kegiatan dilanjutkan dengan penekanan tombol peresmian papan nama Politeknik Sorowako oleh Bupati Luwu Timur dan Presiden Direktur PT Vale Indonesia, diikuti penandatanganan MoU VST sebagai simbol kerja sama industri–pemerintah–pendidikan yang semakin solid. Pembangunan pendidikan tinggi di Sorowako bukan sekadar proyek infrastruktur. Ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang lebih unggul, mandiri, adaptif, dan berdaya saing global.

Dengan pendekatan kolaboratif, PT Vale dan Pemerintah Daerah Luwu Timur berkomitmen menjadikan Poliwako sebagai pusat pendidikan vokasi terbaik di Kawasan Timur Indonesia, sehingga SDM lokal tidak hanya siap menyambut masa depan,tetapi juga membangunnya.

 

LUWU TIMUR — Kapolres Luwu Timur, AKBP Ario Putranto T.M., S.I.K., M.H., memimpin upacara pengukuhan serah terima jabatan (Sertijab) serta wisuda purnabakti di Mapolres Luwu Timur, Kamis (4/12/2025).

Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari pembinaan karier dan penyegaran organisasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian. Ia juga mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga profesionalisme, integritas, dan loyalitas dalam menjalankan tugas.

“Pergeseran personel itu hal biasa. Yang terpenting adalah tetap memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” tegas AKBP Ario.

Pejabat yang Mengalami Pergeseran Jabatan:

Kabag Log

Kompol Ismail (lama)

AKP Eli Kendek (baru)

Kasat Reskrim

IPTU A. Fadly Yusuf (lama)

AKP Jody Dharma (baru)

Kapolsek Wotu

AKP Eli Kendek (lama)

AKP Simon Siltu (baru)

Kapolsek Mangkutana

AKP Simon Siltu (lama)

IPTU Muh. Junus (baru)

Kapolres berharap para pejabat yang berpindah tugas dapat memberikan dedikasi terbaik di wilayah barunya. “Saya doakan yang mutasi bisa bekerja dengan lebih baik lagi. Untuk yang baru agar dapat segera menyesuaikan,” ujarnya.

Usai Sertijab, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi wisuda purnabakti sebagai bentuk penghormatan kepada personel Polres Luwu Timur yang telah mengabdi selama puluhan tahun.