Luwu Timur — PT Citra Lampia Mandiri (CLM) melaksanakan pelatihan 25 Kompetensi Kader Posyandu sebagai bagian dari Program Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat (PPM), yang digelar di Aula Wisma Trans Malili, Senin (1/12/2025).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kinerja dan pelayanan kader posyandu di wilayah pemberdayaan perusahaan, termasuk pelatihan pencatatan digital melalui aplikasi E-Posyandu. Total sebanyak 123 bidan desa dan kader posyandu mengikuti pelatihan tersebut.

Direktur Eksternal PT CLM, Ismail Achmad, mengatakan pelatihan ini merupakan komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

“Kesehatan bagi masyarakat adalah prioritas bagi PT CLM untuk memastikan fasilitas pelayanan posyandu terwujud,” ujarnya.

Ia menjelaskan kader posyandu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di desa, sehingga peningkatan kapasitas menjadi kebutuhan mendasar. Selain itu, PT CLM juga menegaskan perannya dalam mendukung upaya penurunan kasus stunting dan gizi buruk di wilayah pemberdayaan.

“Perusahaan dan pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjamin kesehatan masyarakat seiring pertumbuhan penduduk di Luwu Timur,” tambah Ismail.

Kegiatan ini turut dihadiri Kadis KB Luwu Timur, Amrullah Rasyid, yang mewakili Bupati Luwu Timur.

LUWU TIMUR — Seorang petani merica asal Kabupaten Wajo, Nurdin (57), meninggal dunia setelah dililit ular piton di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sabtu (29/11/2025).

Peristiwa terjadi saat korban bersama istrinya, Fatmah, pulang dari kebun merica menggunakan sepeda motor. Saat melintas di jalan yang rimbun dan dipenuhi semak belukar, seekor ular tiba-tiba muncul dan menggigit kaki korban.

Kasubsi Humas Polres Luwu Timur, Bripka Muh. Taufik, menjelaskan bahwa akibat gigitan tersebut, Nurdin terjatuh bersama sepeda motornya. “Dari situ ular piton melilit badan korban di bagian perut,” ujarnya.

Istri korban yang panik kemudian berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar datang memberikan bantuan, namun korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

“Korban merupakan warga asli Kabupaten Wajo. Ia berada di Luwu Timur hanya untuk berkebun. Jenazah rencananya akan dimakamkan di kampung halamannya,” kata Taufik.

Malili – Rencana pembangunan Bandara Luwu Timur kembali menunjukkan perkembangan berarti. Sabtu (29/11/25), Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam menerima audiensi dari jajaran Kontraktor Bandara NKE-DYE di Ruang Kerja Bupati, Malili.

Dalam pertemuan tersebut, pembahasan berfokus pada keberlanjutan rencana pembangunan bandara yang direncanakan berada di Kecamatan Angkona. Proyek ini akan mencakup wilayah Desa Maliwowo hingga Watangpanua, dengan total kebutuhan lahan sekitar 58 hektare yang akan melalui proses pembebasan.

Bupati Irwan dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa proses pembangunan tinggal selangkah lagi. “Jadi untuk pembangunan bandara tersebut, sisa menunggu izin dari bapak Gubernur,” ujarnya.

Ia menegaskan, setelah izin dari Gubernur Sulawesi Selatan terbit, pemerintah daerah siap menindaklanjuti tahap berikutnya agar pembangunan dapat segera dimulai dan berjalan sesuai target.

Sementara itu, perwakilan Kontraktor Bandara NKE-DYE, Oki Wahyu Pribadi, mengungkapkan pihaknya telah siap memulai tahapan teknis. “Kami akan segera memulai tahapan DED sambil menunggu terbitnya rekomendasi dari Bapak Gubernur,” jelasnya.

Dalam audiensi ini, Oki turut didampingi Nindyo Widyananto dan Idrus Rustandi. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh optimisme, membawa harapan besar bagi kemajuan infrastruktur transportasi udara di Kabupaten Luwu Timur.

Luwu Timur — Suasana Lapangan Pendidikan Malili terasa lebih hangat dari biasanya pada peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-80 PGRI, Kamis (27/11/2025). Di tengah rangkaian upacara, ratusan tenaga honorer akhirnya menghirup napas lega—sebanyak 624 PPPK Paruh Waktu resmi menerima SK pengangkatan dari Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, bersama Wakil Bupati Hj. Puspawati Husler dan jajaran Forkopimda, secara langsung menyerahkan SK pengangkatan tersebut. Mereka yang diangkat terdiri dari 78 formasi guru, 249 tenaga kesehatan, dan 297 tenaga teknis.

Bagi banyak penerima SK, momen ini menjadi penantian panjang. Rasa haru terlihat dari wajah para PPPK Paruh Waktu yang kini resmi menjadi bagian dari keluarga besar ASN Luwu Timur.

“Hari ini adalah momen penting dan bersejarah. Selamat bergabung dan selamat bertugas di instansi masing-masing,” ujar Bupati Irwan memberi semangat.

Para PPPK Paruh Waktu akan menjalani kontrak selama satu tahun, sebelum dievaluasi untuk kemungkinan diangkat menjadi PPPK Penuh Waktu. Harapan itulah yang kini menjadi doa bersama para penerima SK.

Salah satunya Ika Ayun, staf Kecamatan Malili yang mendapat kesempatan dalam formasi teknis. Dengan mata berbinar, Ika mengungkapkan rasa syukurnya.
“Terima kasih banyak kepada Bupati dan Wakil Bupati. Semoga tahun depan kami bisa diangkat penuh,” ucapnya.

Di sisi lain, Taufan, yang menerima SK dari formasi guru, tak kalah bahagia. “Terima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah memberi kesempatan ini. Semoga ke depan kami kembali dipertimbangkan menjadi PPPK Penuh Waktu,” harapnya.

Selain pengangkatan PPPK, acara ini juga menjadi momen perpisahan bagi lima ASN yang memasuki masa purna tugas. Mereka adalah Abdul Rasyak Salim, Marthen Membala, Mas’ang, Kornelius Lante, dan Hj. Herlina Tajuddin—sosok-sosok yang telah lama mengabdi untuk kemajuan daerah.

Pagi itu, bukan hanya tentang upacara dan seremonial. Bagi ratusan PPPK Paruh Waktu, hari itu menjadi awal baru, langkah pertama menuju masa depan yang lebih pasti. Sebuah hadiah istimewa di Hari Guru Nasional.

MALILI – Sebagai bagian dari langkah strategis untuk memastikan penutupan lahan bekas tambang dilakukan dengan bertanggung jawab dan memperhatikan keberlanjutan lingkungan, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), anggota grup MIND ID akan melakukan pembaharuan dokumen pasca tambang Blok Sorowako.
Langkah awal yang dilakukan dengan berkonsultasi melibatkan pemangku kepentingan Luwu Timur, di Aula Sasana Praja Kantor Bupati, Selasa (25/11/2025). Upaya transparansi tersebut sebagai alah satu tahapan penting dalam penyusunan pembaharuan dokumen pasca tambang.

Kegiatan dihadiri Plt. Sekda Luwu Timur Ramadhan Pirade, jajaran manajemen PT Vale, empat camat dari Kecamatan Nuha, Towuti, Wasuponda, dan Malili, perwakilan desa wilayah pemberdayaan, unsur masyarakat, hingga stakeholder teknis lainnya.

Specialist Biodiversity and Mine Closure PT Vale Indonesia, Andri Ardiansyah memaparkan pembaharuan dokumen pasca tambang Blok Sorowako menjadi bagian dari rencana strategis perusahaan untuk melanjutkan komitmennya terhadap praktik keberlanjutan.

“Dokumen sebelumnya disusun berdasarkan izin yang berlaku sampai 2025. Kini PT Vale sudah mendapatkan perpanjangan izin sampai 2035, dan bentuk perizinannya berubah menjadi IUPK. Otomatis dokumen pascatambang harus ikut diperpanjang,” jelasnya.

Perpanjangan izin ini menambah masa operasi tambang berlangsung hingga 2035, sehingga proyeksi pembukaan lahan, proses reklamasi, hingga sisa area terbuka juga mengalami perubahan. Rencana pasca tambang bukan hanya soal operasi yang berhenti, tetapi mencakup rehabilitasi lahan, pengelolaan lingkungan, pembongkaran fasilitas yang tidak lagi diperlukan dan pemantauan.

“Ini baru konsultasi awal, dokumennya baru akan disusun. Kami ingin menangkap aspirasi pemerintah dan masyarakat sebelum penyusunan dilakukan,” tegas Andri.

Para pemangku kepentingan seperti Camat, Kepala Desa, dan perwakilan masyarakat memanfaatkan forum untuk menyampaikan aspirasi, mulai dari, penguatan program CSR, transparansi data lingkungan, kepastian pemulihan ekosistem, hingga peluang ekonomi pasca tambang bagi masyarakat.

Sejalan dengan nilai perusahaan, seluruh masukan yang disampaikan melalui forum tersebut dicatat dan didokumentasikan untuk menjadi masukan dalam penyempurnaan dokumen pasca tambang yang akan disusun dan diserahkan ke Kementerian ESDM.

Menanggapi konsultasi awal pembaharuan dokumen pasca tambang PT Vale, Plt Sekda Luwu Timur, Ramadhan Pirade mengajak seluruh pihak untuk mendukung agenda perusahaan: “Alhamdulillah hanya Luwu Timur tidak berutang. Itu karena PT Vale ada di sini. Makanya saya bilang PT Vale adalah milik kita, sehingga perlu dijaga,” ujar Ramadhan, yang langsung disambut tepuk tangan peserta.

Perubahan status dari Kontrak Karya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sejak 3 Mei 2024 membawa sejumlah konsekuensi baru, termasuk skema pajak, bagi hasil, hingga mekanisme sharing profit dari laba bersih perusahaan. “Di IUPK sudah diatur bahwa pemerintah daerah akan mendapatkan bagi hasil dari laba bersih. Itu yang harus dipahami bersama,” tambahnya.

Konsultasi awal ini menjadi penanda komitmen PTVI dalam memastikan bahwa seluruh tahapan operasi tambang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat sekitar Blok Sorowako, bahkan setelah aktivitas tambang berakhir.(*rls)