Perayaan HUT ke-22 Luwu Timur Diundur ke 10 Mei 2025: Ini Alasannya

RADARLUWU, LUTIM –Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Luwu Timur yang ke-22 rencananya akan digelar pada tanggal 10 Mei 2025, bergeser dari jadwal yang tercantum dalam Perda, yakni 03 Mei.

Keputusan ini diambil setelah adanya arahan langsung dari Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur, Fatmawati Rusdi, terkait efektivitas pelaksanaan kegiatan penting tersebut.

Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, saat memimpin Apel Pagi, Senin (21/04/2025) menjelaskan bahwa, perubahan jadwal ini merupakan bentuk sinergi dan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi serta kabupaten/kota lainnya agar pelaksanaan HUT Lutim dapat dihadiri secara maksimal oleh para pejabat provinsi.

“Sesuai arahan Bapak Gubernur dan Ibu Wagub yang meminta kita untuk berkoordinasi dengan kabupaten lain terkait permasalahan efektivitas waktu para pejabat provinsi yang akan menghadiri kegiatan penting kita ini, sehingga perayaan Hari Ulang Tahun Luwu Timur yang ke-22 tidak akan dilaksanakan sesuai dengan perda yang berlaku,” ungkap Irwan.

Meski mengalami perubahan tanggal, Bupati menegaskan bahwa, semangat dan substansi peringatan HUT Lutim tetap terjaga.

Beliau pun mengimbau seluruh jajaran pemerintahan, khususnya para kepala OPD, untuk turut ambil bagian dalam menyukseskan rangkaian kegiatan HUT ini.

“Saya juga mengajak kita semua untuk menyiapkan diri menyambut HUT Lutim dengan menjaga kebersihan kantor masing-masing dan lingkungan kita, termasuk di area publik, agar para tamu undangan yang menghadiri acara kita ini meninggalkan kesan yang baik untuk Bumi Batara Guru,” pesan Irwan.

Dengan perubahan jadwal ini, Bupati Luwu Timur berharap momen HUT ke-22 bisa menjadi lebih maksimal, tidak hanya dari sisi kehadiran pejabat penting, tapi juga dalam memberikan kesan positif bagi seluruh tamu dan masyarakat yang merayakannya.

Kedisiplinan dan Percepatan Program Jadi Fokus Apel Pagi Bupati Luwu Timur

RADARLUWU, LUTIM –Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, memimpin apel pagi pada Senin (21/04/2025) di halaman Kantor Bupati. Apel ini dihadiri oleh pejabat eselon II, III, IV, serta seluruh ASN, PPPK, dan tenaga honorer yang memenuhi area pelaksanaan apel.

Dalam sambutannya, Bupati Irwan menekankan pentingnya kepatuhan terhadap penggunaan atribut pakaian dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

“Pekan lalu sudah diingatkan mengenai kelengkapan atribut saat berkantor. Ini adalah wujud kedisiplinan kita dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Ia juga menegaskan agar ke depannya tidak ada lagi pegawai yang tidak mematuhi aturan berpakaian dan harus berdiri di depan barisan seperti yang terjadi pada hari itu.

Lebih lanjut, Bupati Irwan menginformasikan bahwa sejumlah proyek fisik akan mulai dilaksanakan tahun ini di Luwu Timur. Ia berharap proses perencanaan dan pelaksanaannya dapat dimulai pada bulan Mei dan meminta kepada para penanggung jawab, khususnya para PPK, untuk menjalankan tugas dengan optimal.

Menutup arahannya, Irwan juga mengingatkan pentingnya disiplin waktu. Ia meminta agar peserta apel hadir tepat pukul 07.30, dan siapa pun yang datang terlambat akan diminta berdiri di depan serta namanya akan dicatat.

Akhiri Pekan Secara Produktif, Bupati Luwu Timur Lakukan Jalan Santai Sekaligus Tinjau Kebersihan Kota Malili

RADARLUWU, Lutim –Mengisi akhir pekan dengan kegiatan produktif, Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, melaksanakan olahraga pagi berupa jalan santai dari Bundaran Batara Guru hingga ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Desa Wewangriu, Kecamatan Malili, Ahad (20/04/2025).

Meski hari libur, Bupati Irwan tetap aktif menjalankan tugas ringan dengan memantau langsung kondisi Kota Malili. Fokus utama pemantauan kali ini adalah kebersihan kota dan kesiapan menjelang Hari Jadi Luwu Timur yang akan datang.

Sepanjang rute yang dilaluinya, Bupati Irwan terlihat cermat memperhatikan beberapa titik yang memerlukan penataan ulang. Salah satu perhatian utamanya tertuju pada Anjungan Sungai Malili.

“Saya lihat sekarang kebersihannya sudah jauh lebih baik. Pagar pembatas sudah diperbaiki dan dicat ulang dengan warna putih, jadi terlihat lebih cantik dan terawat,” ujar Irwan setelah meninjau lokasi.

Bupati juga menyampaikan apresiasi terhadap kerja beberapa SKPD yang telah melaksanakan instruksi untuk membenahi area anjungan tersebut. Ia menegaskan pentingnya kerja kolektif dalam menjaga kebersihan dan estetika kota.

“Alhamdulillah, sekarang kebersihan di Anjungan Sungai Malili ini sudah terjaga dengan baik. Mudah-mudahan ini bisa terus dipertahankan sehingga masyarakat merasa nyaman,” tambahnya.

Setelah dari anjungan, Irwan melanjutkan perjalanan ke TPI Wewangriu untuk memantau aktivitas para pedagang serta meninjau kondisi Kantor Dinas Perikanan yang menurutnya masih membutuhkan pembenahan lebih lanjut.

Tidak hanya itu, Bupati juga menyambangi lokasi tanggul di Desa Wewangriu, tempat Dinas Pemadam Kebakaran tengah melakukan pembersihan. Di lokasi tersebut, ia menemukan adanya bagian tanggul yang melengkung dan menyebabkan genangan air.

“Saya mengajak Dinas Damkar, aparat desa, dan masyarakat untuk membersihkan tanggul ini bersama-sama. Semoga bisa segera dibenahi agar masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman,” tuturnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Bupati Irwan untuk tetap hadir di tengah masyarakat dan bekerja demi kemajuan Luwu Timur, bahkan di hari libur sekalipun.

Luwu Utara Targetkan Cetak 14.000 Hektar Sawah Baru hingga 2026

Radarluwu, Luwu Utara –Pemerintah Kabupaten Luwu Utara menggelar rapat khusus di Rumah Jabatan Bupati, Jumat (18/4), guna membahas rencana pencetakan sawah baru seluas 14.000 hektar. Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Andi Abdullah Rahim dan dihadiri Wakil Bupati, Kapolres, Dandim, serta jajaran dinas terkait dan penyuluh pertanian.

Bupati menjelaskan bahwa agenda ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan dengan Kementerian Pertanian di Jakarta dan Rakor Ketahanan Pangan di Makassar. Ia mengungkapkan bahwa tahun ini Luwu Utara memperoleh alokasi cetak sawah seluas 2.800 hektar.

Selain itu, pemerintah daerah telah mengusulkan program optimalisasi irigasi kepada balai terkait, yang diharapkan masuk dalam anggaran 2025. Target jangka panjangnya adalah pencetakan 14.000 hektar sawah baru hingga 2026.

Andi Rahim juga menyoroti pentingnya optimalisasi Bendung Baliase, yang saat ini baru mengairi sekitar 4.000 hektar dari potensi 18.000 hektar.

“Jika target 14.000 hektar tercapai di 2026, total sawah kita akan mencapai 44.000 hektar. Saat ini kita sudah surplus, dan ke depan kita optimis bisa menjadi salah satu lumbung pangan nasional,” pungkasnya.

Ribuan Umat Hindu Hadiri Dharma Santi 2025 di Luwu Timur

Radarluwu, Lutim — Ribuan umat Hindu dari berbagai wilayah di Sulawesi Selatan memadati Lapangan Tomoni Timur pada Sabtu, 19 Mei 2025, untuk mengikuti perayaan Dharma Santi Tahun Saka 1947. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi.

Kedatangan Wakil Gubernur yang turut didampingi oleh Bupati Luwu Timur H. Irwan Bachri Syam, Wakil Bupati Hj. Puspawati Husler, serta Ketua TP PKK dr. Ani Nurbani disambut dengan meriah melalui tabuhan bleganjur dan prosesi pemasangan udeng serta kain pinggang, sebagai bentuk penghormatan bagi tamu penting.

Dalam sambutannya, Fatmawati menyampaikan apresiasinya atas suksesnya pelaksanaan Dharma Santi tingkat Provinsi, yang menjadi penutup rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas antusiasme umat Hindu yang hadir dan menekankan bahwa kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi dan menjaga keharmonisan antarumat beragama.

Fatmawati juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan kebersamaan demi mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan, sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh semua agama.

Sementara itu, Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, menyampaikan kebanggaannya karena perayaan ini dapat berlangsung di wilayah yang dipimpinnya. Ia berharap momen ini memberikan makna bagi masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya warga Luwu Timur.

Menurutnya, Hari Nyepi memiliki makna yang mendalam bagi umat Hindu, karena menjadi waktu untuk melakukan perenungan diri dan memperkuat hubungan spiritual serta sosial. Nilai-nilai Catur Brata Penyepian dinilai sangat penting dalam membentuk pribadi yang lebih baik dan penuh kasih.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajukan permohonan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terkait dukungan pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan provinsi di wilayah Luwu Timur seperti ruas batas kota menuju ibu kota kabupaten, Tarengge, serta jalur Nuha–Ussu.

Ia menekankan bahwa perbaikan ruas jalan Nuha–Ussu sepanjang 47 kilometer sangat vital bagi kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat. Ia berharap permohonan ini bisa menjadi prioritas provinsi.

Sebagai penutup, Bupati menyampaikan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan peluncuran program “tiga kartu” yang merupakan bagian dari visi misinya. Program ini direncanakan akan diuji coba tahun ini setelah regulasinya selesai disusun, dan ia memohon dukungan agar pelaksanaannya berjalan lancar serta bermanfaat bagi masyarakat.

Acara tersebut turut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk unsur Forkopimda Luwu Timur, Sekda H. Bahri Suli, sejumlah Kepala OPD, Ketua PHDI Sulsel Gede Durahman, Ketua PHDI Luwu Timur I Nyoman Sugiana, serta para undangan lainnya.