Arsip Tag: Bawaslu Lutim

RadarLuwu. Com, Malili – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Luwu Timur terus menunaikan kewajibannya dalam mengawasi pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan uji petik terhadap data kependudukan di tingkat desa.

Ketua Bawaslu Luwu Timur Pawennari menjelaskan bahwa pengawasan pemutakhiran data pemilih merupakan tugas pokok Bawaslu sesuai amanat peraturan perundang-undangan.

“Salah satu kewajiban Bawaslu Kabupaten Kota adalah mengawasi pemutakhiran dan pemeliharaan data pemilih secara berkelanjutan yang dilakukan oleh KPU Kabupaten/Kota dengan memperhatikan data-data kependudukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,”terangnya.

Lebih lanjut Pawennari menjelaskan bahwa metode uji petik sendiri merupakan teknik pengawasan dengan cara mengambil sampel data dari sejumlah titik atau lokasi tertentu untuk kemudian diverifikasi kebenarannya di lapangan. Melalui metode ini, Bawaslu dapat menilai sejauh mana data kependudukan yang dimutakhirkan oleh KPU sesuai dengan kondisi faktual di masyarakat.

“Uji petik berfungsi untuk mengetahui fluktuasi terhadap kondisi data pemilih pasca pelaksanaan Pilkada,”tambah Pawennari

Pelaksanaan uji petik pada Kamis (28/8/2025) dilakukan di Kecamatan Wotu dengan menyasar sejumlah kantor desa. Bawaslu Luwu Timur melakukan pengecekan langsung terhadap data kependudukan yang tercatat, khususnya data pemilih pindah masuk, pindah keluar, serta pemilih yang telah meninggal dunia.

Menurut Pawennari, akurasi data pemilih berkelanjutan sangat penting karena menjadi basis utama dalam penyusunan daftar pemilih pada pemilu maupun pilkada mendatang.

“Ini adalah bagian dari kewajiban Bawaslu untuk memastikan bahwa daftar pemilih benar-benar valid, mutakhir, dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,” tegasnya.

RadarluwuCom, Malili — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Luwu Timur bersama Tim Fasilitasi (TimFas) Pengawasan melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) terkait data pemilih penyandang disabilitas.

Anggota Bawaslu Luwu Timur Sulkifli dalam kunjungannya mengatakan langkah ini dilakukan sebagai upaya mengawal dan memastikan terpenuhinya hak politik kelompok disabilitas tanpa adanya diskriminasi.

“Kali ini koordinasinya terkait data pemilih disabilitas. Kita ketahui bersama bahwa penyandang disabilitas dijamin hak politiknya, termasuk hak untuk memilih dan dipilih, menyalurkan aspirasi dan berpartisipasi dalam proses politik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas,”ucap Sulkifli, Selasa (19/8/2025).

Dalam kesempatan itu juga, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas itu menyampaikan fenomena yang masih sering terjadi pada setiap perhelatan Pemilu maupun Pilkada, di mana terkadang penyandang disabilitas kerap belum terfasilitasi dengan baik bahkan hak politiknya terkebiri.

“Fenomena ini menjadi catatan penting bagi kita semua. Ke depan, hak politik sahabat-sahabat disabilitas harus dipenuhi tanpa adanya diskriminasi. Kita ingin ada prinsip equality (kesetaraan),”tegas Sulkifli

Sementara itu, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) sendiri menyatakan kesiapannya membuka ruang koordinasi demi mewujudkan data pemilih disabilitas yang akurat dan komprehensif.

RadarluwuCom, Malili – Anggota Bawaslu Luwu Timur Sukmawati Suaib tampil anggun mengenakan pakaian tradisional Songket Palembang saat menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Pendidikan Puncak Indah Malili, Minggu (17/8/2025).

Usai menghadiri upacara, Sukmawati mengatakan, momentum hari kemerdekaan harus dimaknai dengan kontribusi nyata sesuai peran masing-masing, terutama dalam menjaga demokrasi.

“Seperti songket yang dirajut dengan penuh kesabaran hingga menjadi indah, begitu pula perjuangan kita menjaga marwah lembaga dan berkontribusi bagi bangsa,”ungkapnya.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaiaan Sengketa (P3S) itu menegaskan perjuangan kemerdekaan belum selesai. Menurutnya, semangat pahlawan harus diteruskan dengan kontribusi nyata dari setiap elemen bangsa.

“Menjaga integritas, menjaga marwah lembaga, serta berkontribusi sesuai peran masing-masing adalah bagian dari perjuangan hari ini. Dengan itu, kita bisa mewujudkan rakyat yang sejahtera sesuai tema HUT ke-80 RI, Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju,” ujarnya.

Upacara ini dihadiri oleh para undangan yang terdiri dari Wakil Bupati Hj. Puspawati Husler, jajaran Forkopimda, anggota DPRD, Ketua TP PKK Lutim dr. Ani Nurbani Irwan, tokoh masyarakat Malili Andi Hatta Marakarma, serta jajaran TNI-Polri, ASN, kepala desa, pimpinan OPD, organisasi wanita, dan ratusan pelajar dari SD, SMP, hingga SMA se-Kecamatan Malili.

RadarluwuCom, Malili, Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Luwu Timur melaksanakan upacara bendera di halaman kantor, Minggu (17/8/2025).

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh anggota Bawaslu Sulkifli, Kepala Sekretariat Lenny Thalib, serta seluruh jajaran staf Bawaslu Luwu Timur. Bertindak sebagai pembina upacara, anggota Bawaslu Sukmawati Suaib yang memimpin jalannya upacara yang mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”.

Rangkaian upacara dimulai dengan, Pengibaran Bendera Merah Putih, Pembacaan naskah Pancasila, pembacaan Undang-Undang Dasar 1945 hingga pembacaan teks Proklamasi.

Usai upacara, Anggota Bawaslu Luwu Timur Sukmawati Suaib mengingatkan pentingnya mengenang jasa para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan bangsa.

Menurutnya pengorbanan para pahlawan harus menjadi teladan untuk terus menjaga marwah lembaga, berinovasi, dan menjaga integritas.

“Menjaga integritas adalah bagian dari perjuangan kita hari ini. Jika para pahlawan berkorban dengan jiwa dan raga, maka kita berjuang dengan kejujuran, tanggung jawab, dan menjaga marwah Lembaga,”ucapnya.

Radarluwu. Com, Malili — Untuk memastikan keabsahan data pemilih secara faktual, Bawaslu Kabupaten Luwu Timur melakukan verifikasi langsung ke lapangan melalui kegiatan uji petik di Desa Pongkeru Kecamatan Malili, Kamis (7/8/2025). Kegiatan ini menyasar data pemilih berusia di bawah 17 tahun yang sudah atau pernah menikah.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Luwu Timur Sulkifli mengatakan, hal ini dilakukan sesuai dengan amanat PKPU Nomor 1 Tahun 2025 tentang PDPB yang kemudian diperkuat oleh Surat Edaran Bawaslu RI Nomor 29 Tahun 2025 tentang Pengawasan Penyusunan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan. Tujuan utamanya adalah memastikan data pemilih dipelihara secara komprehensif, akurat, dan mutakhir., sebagai landasan utama dalam menjamin hak pilih warga negara.

“Kali ini kami bersama Tim Fasilitasi Pengawasan (TimFas) Bawaslu Luwu Timur melakukan langkah uji petik di wilayah Kecamatan Malili tepatnya di desa Pongkeru. Pengujian sampel data tersebut difokuskan pada data pemilih yang berusia dibawah 17 tahun, sudah kawin atau pernah kawin dengan langsung melakukan verifikasi faktual untuk menguji kevalidan data tersebut baik dari sisi de facto (kondisi nyata di masyarakat) maupun de jure (legalitas administrasi kependudukan),”jelas Sulkifli.

Lebih lanjut Sulkifli menjelaskan bahwa uji petik adalah salah satu tata cara pengawasan data pemilih di lapangan sebagai upaya mewujudkan data pemilih yang valid dan akurat yang bersumber dari hasil pengawasan pada pemilu atau pemilihan terakhir, lembaga yang berwenang, KPU, laporan/pengaduan masyarakat yang disampaikan kepada Bawaslu.

Dalam kesempatan itu juga, Bawaslu mengajak warga untuk membangun kesadaran bahwa menikah dibawah umur akan berisiko kepada pencatatan administrasi bahkan bisa saja hilangnya hak konstitusional sebagai warga negara dalam pesta demokrasi.

“Kami ingin memastikan tidak ada satu pun warga yang kehilangan hak pilih hanya karena persoalan administratif. Oleh karena itu, pengawasan ini bukan hanya bersifat teknis, tapi juga edukatif,”ujar pria yang akrab disapa Songko Lotong itu.